
Tiga hari sebelumnya...
Terlihat para wanita muda berkerumun membentuk kelompok status dan derajat mereka masing-masing.
Berdiri di samping. Xiao Rou datang untuk menyerahkan buku-buku yang dipakai untuk mengikuti kelas.
[Kebajikan Seorang Istri]
Sebuah judul yang seolah banyak mengandung konten jadul dari nilai-nilai patriarki. Ini sungguh kolot dan kuno!
Mata Xiu Qixuan terasa perih, dia tampak terguncang secara halus. Isi buku tersebut benar-benar kacau. Banyak gambar tidak senonoh di dalamnya.
"Xiao Rou, bagaimana kalau kita kabur saja sebelum terlambat?" Xiu Qixuan meringis dengan keluhan. "Aku tiba-tiba merasa sakit!"
Mendengar keluhannya. Xiao Rou menggelengkan wajah, Ia menjawab cepat secara tak berperasaan: "Tidak bisa!" Mengedarkan pandangan ke sekitar yang ramai oleh suara cekikan wanita bangsawan muda. Xiao Rou melanjutkan secara menusuk, "Anda ini benar-benar manusia kesepian, ya. Atau anda tidak tahu caranya bergaul?" ujarnya.
Xiu Qixuan tampak mengernyit dengan kedua tangannya yang memeluk buku. Dia menatap lurus kearah para wanita bangsawan muda yang sedang sibuk bercanda dan berbicara di sekitarnya.
Mereka berpakaian bagus, semuanya tampak seperti baru saja keluar dari sebuah lukisan.
Berdiri kosong di sisi pojok yang tidak menarik perhatian. Xiu Qixuan tampak seperti seorang penyendiri yang tidak punya teman, memang itu adalah faktanya, 'sih.
Menghela napas kasar, Xiu Qixuan berbicara: "Haa... hanya melihat mereka saja aku sudah merasa lelah." Dia kemudian secara acak menunjuk seseorang dengan dagunya. "Lihatlah, senyum palsu itu. Bukankah terlalu kaku untuk orang lain tidak menyadarinya?"
Menyerah untuk berbicara lebih jauh. Xiao Rou hanya bisa menarik napas dalam-dalam.
Tiba-tiba, satu orang pelayan wanita tua dan dua orang kasim datang membuat pengumuman untuk mereka segera meninggalkan taman dan memasuki aula besar, tempat kelas pengantin untuk para kandidat diadakan.
Para pelayan pendamping tidak di izinkan masuk, mereka akan tinggal di luar pintu bangunan aula tersebut sampai menunggu majikan mereka selesai.
Dengan gerakan halus, Xiu Qixuan adalah orang pertama yang memasuki aula besar tersebut. Bukan karena dia bersemangat untuk kelas pengantin, tetapi karena kandidat lain melangkah secara berkelompok.
Aula berukuran luas dengan kursi juga meja yang berbaris rapih. Diatas dinding dengan tiang yang tinggi tergantung banyak ukiran kaligrafi yang membentuk sebuah puisi. Di tengah-tengah terdapat podium yang menjadi pusat untuk seorang petinggi yang menjadi guru pengajar.
Semakin dia melangkah masuk, semakin tercium aroma tinta dan kertas lama yang kering. Xiu Qixuan segera mengambil duduk di kursi ketiga barisan kiri.
Hanya dalam waktu beberapa detik kemudian, seseorang menyusul masuk dan duduk di kursi pertama baris kanannya. Dia adalah seorang gadis muda bertubuh mungil. Dia mempunyai wajah oval yang kecil dengan garis mata yang elok. Model rambutnya yang sederhana, dengan pola bunga peony diantara kedua alisnya membuat dia tampak lembut dan kharismatik.
Xiu Qixuan menatap lurus, sesekali dari ujung matanya dia mencuri pandang untuk melihat gadis itu. Dia merasa familiar akan air muka tenang yang penuh hormat dan martabat patuh tersebut.
Gadis itu memasuki ruangan aula seorang diri, dia hanya tersenyum formal untuk sekilas menyapa tetapi tidak memiliki niat sedikitpun untuk berbasa-basi.
Tapi yang jelas gadis itu tidak tampak seperti seorang pengecut yang sedang di bully. Dia malah terlihat seperti seorang yang hanya terfokus menjalankan kewajiban penting seperti mengikuti kelas pengantin ini yang menjadi tugasnya. Dilihat dari cara dia yang datang langsung membuka buku dan membaca juga mencatat dengan giat.
Bosan menunggu, Xiu Qixuan tanpa sadar mengetukkan jari-jarinya ke meja.
"Nona." Sebuah suara dari arah depan terdengar. "Apakah anda bisa menghentikan ketukan jari anda?" ujarnya terganggu.
"Ah?" Xiu Qixuan tersentak kemudian berkata. "Ya, maaf. saya tanpa sadar!" ringisnya.
Melihat wajah gadis itu mengerut serius, Xiu Qixuan merasakan dejavu. Ini terasa seperti Yao Yunmei yang sedang menegurnya ketika dia melupakan etiket dasar.
Xiu Qixuan secara spontan berdiri dan berkata: "Perkenalkan saya Xiu Qixuan, Putri Jenderal Besar Xiu yang baru saja datang dari perbatasan selatan." Kemudian dengan penuh martabat yang halus, dia melanjutkan. "Mohon Nona memaafkan tingkah laku saya yang tidak sopan barusan."
Gadis itu menoleh, dengan berkedip menatapnya dalam. "Anda Nona Besar Xiu?" tanyanya.
Gadis itu segera berdiri dan balas tersenyum, dengan gerak elegan dia memperkenalkan diri. "Nona ketiga keluarga Yao, Yao Anran." ujarnya.
"Mohon bantuannya, Nona ketiga." Xiu Qixuan berkata ramah dengan berusaha menyembunyikan rasa penasarannya akan adik perempuan dari Yao Yunmei ini.
Tap.tap.tap.
Suara langkah kaki yang terdengar tergesa-gesa menyela pembicaraan mereka.
Xiu Qixuan segara memutar kepalanya kearah pintu, berkedip dengan mengerutkan pandangan tajam, tampak dia sedikit terkejut melihat satu sosok gadis yang memiliki rambut merah sedang berjalan gelisah menuju pojok kursi bagian kanan belakang.
Melihat rambut merahnya, Xiu Qixuan jadi mengingat satu orang paling menyebalkan yang memiliki warna rambut seperti itu.
Tubuh gadis berambut merah itu tampak bergetar, dia seperti gelisah dan tidak percaya diri. Secara sengaja atau tidak sengaja, poni rambutnya tidak dia ikat membentuk model tetapi malah menutupi setengah bagian wajahnya yang terus menunduk.
Berselang satu menit kemudian, kelompok wanita bangsawan muda memasuki ruangan. Mereka sekilas melirik kearah Xiu Qixuan dan Yao Anran dengan mata dan mulut yang sedikit berkedut.
Xiu Qixuan melihat datar pada kedatangan Fan Jingran yang bersama Helan Qianyu ke aula besar.
Menarik napas tajam, Xiu Qixuan kembali duduk di tempatnya. Wajahnya tetap tenang tanpa riak sedikitpun ketika mendengar beberapa orang berbicara tentangnya.
Tiba-tiba suasana menjadi hening ketika seorang pelayan wanita senior memasuki ruangan.
"Para Nona kandidat yang terhormat. Kelas akan segera dimulai. Dan, beruntung untuk musim yang cerah hari ini. Yang Mulia Shang Shufei akan datang untuk melihat wajah kalian."
Dia mengumumkan kedatangan Shang Shufei yang menjadi pengawas istimewa dalam kelas pengantin hari ini.
Ketika mendengar pengumuman tersebut, para wanita bangsawan muda tersebut tampak tenang diluar namun bersemangat di dalam. Wajah mereka merona penuh ambisi. Pasti dalam otak mereka sedang berpikir bagaimana cara menyenangkan dan menarik perhatian Shang Shufei untuk mendapatkan pengeran ketujuh.
Xiu Qixuan dapat melihat kilatan bara yang penuh siasat cerdik dalam pandangan beberapa orang, tak terkecuali Helan Qianyu yang tampak begitu percaya diri.
Penjaga perlahan menutup pintu aula ketika kelas akan segera dimulai. Tetapi, itu dihentikan oleh teriakan menggelegar milik seseorang.
"Tunggu, tunggu! Jangan ditutup dulu, biarkan aku masuk!"
Brak..
Pintu terbuka dengan keras. Ketika seseorang yang berlari dengan kekuatan penuh menghujam masuk secara paksa.
Semua orang menoleh. Melihat seorang gadis dengan penampilan kusut dan berkeringat sedang mengatur napasnya di ambang masuk pintu.
Perlahan wajah gadis itu terangkat, ekspresinya meringis ketika dia terkekeh canggung dengan membuka sedikit mulutnya, memperlihatkan deretan giginya yang putih. Sekilas sangat sulit untuk orang tidak menyukainya.
Mata Xiu Qixuan melebar ketika melihatnya. Su Yiyang, gadis itu benar-benar membuat onar di istana. Beruntung Shang Shufei belum keluar dari balik layar dalam aula besar.
Su Yiyang mengedarkan pandangan mencari tempat duduk ketika dia selesai mendengar ocehan pelayan wanita senior.
Secara tak sengaja. Ketika dia mendekat, pandangannya berbenturan dengan Xiu Qixuan.
Dia berbinar dengan berseru spontan menghampiri. "Nona manajer toko!"
Xiu Qixuan tersentak dan segera berdiri untuk menariknya mendekat. "Jangan memanggil saya begitu!" Dia berbisik dengan kaku, "Perkenalkan saya adalah Nona Besar Xiu yang datang dari perbatasan selatan." ujarnya formal.
"Ah..?" Su Yiyang berkedip polos dengan tertegun samar.
••••••••••••••