Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Terlena



'Hap'


Sepasang lengan kekar menangkap tubuh Xiu Qixuan kedalam dekapannya.


Kedua kelopak mata Xiu Qixuan masih terkatup rapat dan kedua lengan gadis itu tanpa sengaja mengalungkan dileher pria tampan yang mendekapnya.


Xiu Qixuan membuka kelopak matanya dengan cepat saat dirasa tubuhnya tidak sakit terhantam tanah.


Terlihat sangat dekat guratan wajah tampan dan tatapan yang menyiratkan keacuhan.


Dengan reflek Xiu Qixuan menurunkan lengannya dari leher sang pria tampan.



"Masih diam saja?" Tanya sang pria tampan melihat gadis didekapannya tetap terdiam menatapnya cukup lama.


"Hah? Oh, Aiyaa.. Maaf—" Jawab Xiu Qixuan dengan linglung langsung meloncat turun.


"Cepat masuk kedalam," Perintah Pria Tampan itu mendahului Xiu Qixuan melangkah pergi masuk kedalam pintu belakang kediaman.


Xiu Qixuan mengejar dari arah belakang dengan menaikan sedikit rok hanfu panjangnya.


"Guru, Tunggu. Tunggu dulu," Panggil Xiu Qixuan merentangkan tangan didepan Ji Gui dan menghalangi jalan Ji Gui untuk melangkah masuk.


"Minggir," Ucap Ji Gui


"Tidak mau! Lagipula apa yang guru lakukan disini?" Tanya Xiu Qixuan dengan memasang wajah galak.


Pasalnya ini adalah salah satu tempat teraman bagi Xiu Qixuan saat dirinya tidak ingin ditemukan, karena letak tempat ini berada setelah pintu belakang kediaman dan menjorok kepojok kiri yang adalah jalan buntu.


Ji Gui dapat menemukannya sementara pelayan peringkat perunggu yang berlalu-lalang tidak dapat melihat dan menemukannya.


"Cih, mengganggu saja." Lanjut Xiu Qixuan berdecih pelan menolehkan sedikit wajahnya agar tidak terlihat sang guru tampan kalau dirinya baru saja menggerutu.


"Aku baru saja datang ke Kediaman Xiu untuk mengurus beberapa hal dengan Xiu Huanran. Tetapi, Kakak iparmu membuat kehebohan— memperintahkan seluruh penghuni yang bekerja di Kediaman mencarimu." Jelas Ji Gui sedikit menunduk menatap Xiu Qixuan karena tinggi mereka yang jauh berbeda.


Hari ini Ji Gui memang tidak memiliki jadwal untuk berkunjung dan mengajari Xiu Qixuan sastra atau kesenian. Itulah sebabnya Xiu Qixuan bertanya.


"Er'Ge ada di Kediaman?" Tanya Xiu Qixuan dengan sedikit cemas disirat matanya.


Sebelumnya Xiu Qixuan sudah menyuruh Xiao Rou menyelidiki bahwa sang kakak kedua sedang mengurus beberapa pekerjaan diluar kediaman untuk hari ini. Itulah sebabnya dia berani berulah karena hanya ada Yao Yunmei didalam kediaman. Tetapi, apa yang barusan Ji Gui katakan? Bertemu Xiu Huanran di kediaman? Kakak Keduanya itu pasti akan marah besar karena ulahnya menganggu Yao Yunmei yang bisa saja berakibat fatal bagi kandungan wanita itu.


"Kenapa? Segitu takut kau dengan kakak keduamu?" Tanya Ji Gui menaikan kedua alis berniat menggoda sang murid kesayangan.


Xiu Qixuan yang mendengar pertanyaan dari Ji Gui langsung mengubah ekspresinya memandang Ji Gui aneh seakan meremehkan pertanyaan yang dilontarkan sang guru. Kemudian Xiu Qixuan berucap, "Guru, pertanyaanmu ini yang benar saja? Aku ini gadis pemberani, hanya seorang Huanran apa yang perlu aku takuti?"


"Oh, ya? Kenapa aku tidak tahu kau se-pemberani itu? Bukankah, Saat Huanran marah kau hanya dapat menggerutu dibelakangnya. Huanran sering memarahimu karena kau selalu mematahkan pedang besi saat kau berlatih? Dan menyuruhmu menempa pedang sendiri kali inikan?" Ledek Ji Gui.


Xiu Qixuan memasang ekspresi kesal dan tidak suka saat mendengar hal yang dilontarkan Ji Gui. Bibir gadis cantik ini sedikit terbuka berniat membalas ucapan Ji Gui tetapi suara langkah kaki mendekat membuatnya menoleh dan mengkatupkan bibirnya kembali.


Menarik tangan Ji Gui dengan kekuatan besar dan membawanya bersembunyi dibalik tembok yang sedikit mencuat keluar untuk menghalangi tubuh mereka agar tidak terlihat.


"Apa yang kau—" Ucapan Ji Gui terhenti saat Xiu Qixuan dengan tidak sopan menutup mulutnya dengan salah satu lengannya.


Xiu Qixuan menolehkan wajah kesamping—setelah beberapa saat terlihat rombongan penjaga keluar dari pintu belakang kediaman, tanpa sengaja dia menarik Ji Gui lebih mendekat agar tak ada yang mengetahui keberadaan mereka.


Pria tampan itu menelusuri guratan wajah cantik didepannya dengan kedua bola mata yang terus menatap intens, tanpa sadar dirinya terlena dengan pemandangan yang disuguhkan di depannya—keindahan, kecantikan dan pancaran aura yang berbeda dari seorang gadis kecil.


Xiu Qixuan tidak sadar akan hal itu, dirinya sangat fokus memperhatikan rombongan orang yang diperkirakan mencarinya atasan suruhan Yao Yunmei.


Setelah beberapa saat keadaan kembali tenang, penjaga kediaman suruhan Yao Yunmei sudah pergi menjauh.


Xiu Qixuan menolehkan wajahnya kearah depan dan betapa terkejutnya wajah Ji Gui sungguh sangat dekat— hanya beberapa inchi jarak mereka. Ini lebih dekat dari sebelumnya!



Xiu Qixuan mendorong Ji Gui pelan dan menjauhkan tubuhnya. Ji Gui terlihat sangat kikuk dan malu.


Sementara, Xiu Qixuan hanya terdiam wajahnya datar menatap Ji Gui dengan pandangan ragu— tidak tahu apakah harus meminta maaf atau tidak, harga diri gadis ini tinggi untuk meminta maaf atas ketidaksopanannya pada sang guru.


Mereka bertatapan sejenak, suasana diantara mereka terlihat sangat canggung.


Tetapi, Ji Gui lebih dahulu mencairkan suasana canggung diantara mereka dengan ucapan yang dilontarkannya.


"Aku tidak mengerti, Kediaman Xiu sangat damai tenang sebelum kedatanganmu dan sekarang lihatlah— selalu terjadi kehebohan karena ulahmu." Ucap Ji Gui diiringi lenguhan napas seakan prihatin dengan apa yang terjadi.


Ji Gui tidak ingin membahas hal yang menurutnya memalukan karena dengan bodoh kehilangan kendali atas dirinya dan terlena akan kecantikan.


"Kau terlalu melebih-lebihkan, Guru. Aku ini gadis baik dan penurut. Mereka saja yang terlalu heboh dan memberi alasan yang selalu meng-kaitkan diriku," Jawab Xiu Qixuan mengelak dengan lugas, juga tidak berniat membahas hal canggung yang mereka alami.


"Tidak usah beralasan lagi, cepat kembali atau aku tidak dapat mendukungmu saat Xiu Huanran ataupun Xiu Jierui memarahimu." Ucap Ji Gui menarik lengan Xiu Qixuan menyeretnya masuk.


Awalnya Xiu Qixuan sedikit memberontak tetapi setelah ditelusuri lebih jauh ucapan Ji Gui yang akan membelanya saat kedua kakak lelakinya marah terdengar cukup bagus daripada dia menghadap sendiri lebih baik ditemani oleh sang guru tampan kesayangan.


"Guru, bisakah kembalinya sedikit lebih larut?" Tanya Xiu Qixuan— dikarenakan kalau kembali saat ini, Yao Yunmei pasti akan tetap menyuruhnya membuat sulaman.


"Tidak bisa," Jawab Ji Gui singkat tanpa menoleh dan tetap melangkah masuk kedalam kediaman lewat pintu belakang.


"Cih, menyebalkan, sia-sia saja tadi bersembunyi." Ucap Xiu Qixuan berdecih pelan tetapi Ji Gui masih bisa mendengarnya.


"Kau belum menjawab pertanyaanku? Xiu Huanran berada di Kediaman?" Tanya Xiu Qixuan menolehkan waja kesamping menatap Ji Gui.


"Saat tadi dia masih memiliki sedikit urusan diluar, mungkin saat ini sudah kembali dan berada didepan gerbang utama." Jawab Ji Gui bak seorang peramal yang dapat memprediksi kedatangan seseorang.


Xiu Qixuan yang mendengar hal itu langsung melepaskan diri dari genggaman Ji Gui dan berlari cepat kembali ke Manor Xing.


Gadis ini sangat percaya ucapan yang dilontarkan Ji Gui dikarenakan analisa guru nya ini selalu benar, pernah sekali dirinya menanyakan kepulangan sang ayah dari kamp militer karena sudah beberapa hari tidak pulang dan Ji Gui menjawab dengan tepat mengenai kepulangan sang jenderal besar disertai waktu dan lain halnya.


"Kenapa kau tidak bilang sejak awal," Teriak Xiu Qixuan keras, berlari mengangkat rok hanfu panjangnya keatas. Gadis Itu berlari sangat cepat.


Dengan kembali dan terlihat di Manor Xing dia dapat membalikan keadaan dengan memberi beberapa alasan dan mengelak bahwa dirinya kabur atau menghindari pelajaran menyulam dan etiket wanita .


Ji Gui hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis melihat kelakuan Xiu Qixuan yang sudah mendapatkan pelatihan etiket wanita tetapi masih tidak terorganisir dengan baik.


••••••••••


Sekian dan sedikit adegan ngebucin yang tidak direncanakan ini tiba-tiba melintas diotak author. Sengaja taruh ilustrasi biar lebih dapet yaa.


Btw, Xuan latihan selalu matahin pedang besi doong buset dah kekuatannya segede apaa tuhh, sadis beneer. Belum bisa ngendaliin kekuatan Lao Yong tuh kayanya.