Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Gadis Seperti Apa Yang Begitu Berani?



Suara beberapa ekor tapak kaki kuda menggema di gerbang masuk Kota Lian, para pejalan kaki menyingkir memberikan ruang untuk rombongan itu.


Xiu Qixuan masih duduk dan terdiam diboncengan Xiao Taoli yang mengendarai kuda, sesekali dia melirik Yi Hongli yang mengendarai kuda dibelakang mereka.


Sudah cukup lama Xiu Qixuan tidak melihat Yi Hongli, dan sekarang mereka bertemu kembali karena kakak lelaki kedua-nya menugaskan Yi Hongli untuk membawanya setelah apa yang dirinya lakukan terhadap Xiu Huanran, bukankah sekarang image dirinya begitu jelek dimata Yi Hongli?


Sesampainya di kediaman kecil milik Xiu Huanran, Xiu Qixuan melompat turun dari kuda dan berniat memasuki gerbang kediaman terlebih dahulu tanpa menunggu rombongannya.


Xiu Qixuan baru saja berjalan satu langkah menaiki


tangga yang terdapat di depan gerbang kediaman tetapi dia kemudian memberhentikan langkahnya dalam sekejap. Terlihat Xiu Huanran yang berdiri didalam gerbang kediaman dan memasang wajah menyeramkan dengan tatapan tajam dari kedua bola matanya.



Tetapi itu tidak berlangsung lama Xiu Qixuan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti, dia kemudian berdiri didepan Xiu Huanran.


"Er'ge," Ucapnya memberi hormat dengan etiket seorang Nona Muda.


Xiu Huanran hanya diam dan tetap menatap Xiu Qixuan dengan cara yang sama.


"Er'ge perhatikanlah kondisi tubuhmu--kalau kau jatuh sakit--Xuan'er akan bersedih, Cuaca di Kota Lian mulai dingin karena pergantian dari musim gugur ke musim dingin," Ucap Xiu Qixuan dengan perhatian menyentuh tangan Xiu Huanran dan menariknya membawa masuk ke ruangan di kediaman kecil tersebut.


Xiu Huanran hanya diam saja, dia tidak menolak saat Xiu Qixuan membawanya masuk kedalam ruangan tertutup, karena diruangan tertutup--Xiu Huanran akan leluasa mengeluarkan amarahnya kepada Xiu Qixuan. Dia mengetahui cara mengendalikan dirinya yang membuatnya tidak akan menegur adik perempuannya didepan umum.


Diruangan yang ada di kediaman kecil tersebut Xiu Huanran dengan cepat menutup pintu ruangan dan dia berbalik menatap Xiu Qixuan yang hanya diam saja.


"Gadis Nakal!" Ucap Xiu Huanran menarik telinga Xiu Qixuan.


"Aduh, Er'ge. Lepaskan," Ucap Xiu Qixuan menepuk-nepuk lengan Xiu Huanran yang menarik telinganya.


"Tidak tahu aku harus bagaimana lagi denganmu?!" Eluh Xiu Huanran


"Er'ge, Maafkan Xuan'er," Ucap Xiu Qixuan menatap Xiu Huanran dengan tatapan sungguh-sungguh sepertinya dia tulus meminta maaf.


Xiu Huanran yang melihat dan mendengar ucapan Xiu Qixuan, secara spontan menjauhkan lengannya dari telinga Xiu Qixuan.


"Ehem, Ternyata gadis sepertimu bisa meminta maaf juga?" Balas Xiu Huanran berdeham canggung.


Xiu Qixuan hanya diam dan merenggut, memangnya ada apa dengan dirinya? kenapa mereka selalu bilang gadis sepertinya? Xiu Qixuan masih termasuk gadis normal pada umumnya yang mempunyai rasa takut, kecewa, kesal, marah, bahagia, dan cinta. Xiu Qixuan hanya gadis yang tidak bisa menunjukan semua hal itu, dia lebih memilih menjalani hidupnya tanpa memikirkan--apakah perasaannya sedih atau bahagia, takut atau berani.


"Kau akanku hukum, Salinlah Kitab Lijie sebanyak lima kali, tidak boleh keluar dari ruanganmu kalau hukuman tersebut belum selesai. Renungi kesalahanmu," Perintah Xiu Huanran, dia kemudian berbalik dan bergegas untuk pergi.


"Er'ge, Aku sudah meminta maaf dan kau masih menghukumku?" Sergah Xiu Qixuan menahan kepergian Xiu Huanran.


"Oh, jadi kau tidak tulus meminta maaf padaku setelah kau membodohiku dengan ucapanmu?" Tanya Xiu Huanran menghentikan langkahnya.


"Bukan begitu maksudku. Hanya saja," Jawab Xiu Qixuan terjeda.


'Hanya saja, aku belum terlalu mahir menggunakan kuas untuk menulis.' Ringis Xiu Qixuan dalam hati.


Xiu Huanran mendengar ucapan Xiu Qixuan yang terjeda, dia menaikan sebelah alisnya menuntut Xiu Qixuan untuk menyelesaikan ucapannya barusan.


"Hanya saja, aku bukan anak berusia delapan tahun yang harus dihukum seperti itu," Lanjut Xiu Qixuan setengah berbohong.


"Jadi kau tidak puas dengan hukuman yang aku berikan? Baiklah aku akan me-" Ucap Xiu Huanran terjeda karena Xiu Qixuan dengan cepat memotong ucapannya.


"Er'ge, Aku berubah pikiran. Menyalin Kitab Lijie juga tidak begitu buruk," Sergah Xiu Qixuan.


Xiu Huanran ingin mengganti hukuman tersebut dan pasti dia akan memberikan hukuman yang tidak masuk akal, jadi lebih baik Xiu Qixuan mengiyakan terlebih dahulu dan nanti dia akan meminta bantuan Xiao Rou untuk membantunya menyalin Kitab Lijie.


"Pekerjaanmu sangat banyak di Kota Lian, Aku tidak akan mengganggu lagi." Ucap Xiu Qixuan memberi hormat kemudian berlari keluar ruangan menuju kamarnya.


Dia berjalan keluar ruangan, berniat menemui Yi Hongli dan Xiao Taoli untuk bertanya apa saja yang dilakukan adiknya di Hutan Guang. Jujur Xiu Huanran sangat mencemaskannya walaupun adiknya dijaga oleh Xiao Taoli, karena Hutan Guang terletak tidak begitu jauh dengan Gunung Kuang yang menjadi perbatasan antar Shen dan Xia Utara.


*****


Keesokan Harinya


Xiu Qixuan sedang membaca Kitab Lijie untuk memahami isinya, sebelumnya dia hanya pernah melihat kitab ini dari Kepala Pengurus Kediaman, Qi Li.


Kitab Lijie yang dibaca Xiu Qixuan membahas etiket dan beberapa peraturan yang harus dimiliki seorang bangsawan.


Kepala Pengurus Kediaman Qi Li memegang dua Kitab Jilie, satu khusus pelayan kediaman dan satu khusus anggota keluarga bangsawan karena dia adalah seseorang yang harus mengkontrol etiket penghuni kediaman.



Xiu Qixuan menggambil kuas dan berniat memulai menyalin Kitab Jilie.


Baru satu huruf yang dia tulus diatas kertas. dirinya sudah mengeluarkan keluhan,


"Aiyaaa. Timur atau barat, tidur adalah yang terbaik." Dengusnya menghela napas panjang.


"XuanXuan!" Panggil Xiao Rou yang memasuki ruangan dengan tergesa-gesa.


"Ada apa? Jangan berteriak, nanti kalau sampai Er'ge dengar kau dihukum belajar etiket lagi bersama Kepala Pengurus Qi Li." Ucap Xiu Qixuan memperingati, dia tidak menoleh dan tetap menyalin Kitab Jilie.


"XuanXuan, hukumanmu diberhentikan. Sebaiknya bersiap membereskan beberapa barang karena kita akan kembali ke Kota Ping'an," Jelas Xiao Rou mengambil kotak kayu besar dan mengisinya dengan beberapa baju milik Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan menghentikan gerakan kuasnya dan meletakkan kuas itu dengan gerakan membanting yang menimbulkan suara keras,


'Takk'


"Er'ge mengusirku dari sini? Bukankah dia begitu pendendam," Tanya Xiu Qixuan mengira Xiu Huanran mengirimnya kembali karena masalah sebelumnya.


"Tuan Muda Kedua tidak akan begitu padamu walaupun kau seringkali membuatnya marah. Kita kembali karena Wakil Jenderal akan segera menikah dengan Putri Pertama Perdana Menteri, Yao Yunmei." Jawab Xiao Rou dengan tetap melakukan pekerjaannya mengemas barang Xiu Qixuan.


"Wakil Jenderal?" Gumam Xiu Qixuan, seperti menemukan jawaban dari pikirannya sendiri dia kemudian terbelak kaget.


"Apa?! Dage? Xiu Jierui?" Tanya Xiu Qixuan cepat.


Xiao Rou hanya menggangguk,


"Dage akan menikah?!" Tanya Xiu Qixuan sekali lagi memastikan--karena dia belum percaya, kenapa begitu mendadak?pasti ada konspirasi pikirnya.


Xiao Rou menganggukkan kepala-nya lagi,


"Menikah dengan kakak lelakiku? Gadis seperti apa yang begitu berani," Gumam Xiu Qixuan pelan nyaris tidak terdengar, dengan diiringi tatapan tajam yang mematikan dari kedua bola matanya.


Xiu Qixuan sudah memikirkan banyak hal kemungkinan yang terjadi, dia bahkan sudah menduga Xiu Yue dan Nyonya Kedua melakukan hal buruk yang memaksa kakak lelaki pertamanya untuk menikah.


"XuanXuan, jangan berdiri dan diam saja. Aku akan memanggil beberapa pelayan perak untuk mengemas barang dan kemudian aku akan membantumu berias merapihkan penampilan," Ucap Xiao Rou melihat majikannya hanya terdiam melamun.


Xiu Qixuan tersadar dari lamunannya dan dia bergegas kemudian berucap,


"Ayo, kita harus cepat kembali! Aku ingin melihat gadis seperti apa yang sungguh berani memasuki Keluarga Utama Xiu,"


"Huh, kalau aku merasa dia tidak cukup pantas menjadi bagian dari Keluarga Xiu. Aku sendiri yang mengirimnya kembali ke Kediaman Perdana Menteri di Ibukota Anming." Ucap Xiu Qixuan dengan api membara dari ucapan dan tatapannya.


Tidak rela sangat tidak rela! Kakak Lelaki pertamanya yang tampan menikah dengan gadis lain yang tidak diketahui seperti apa sifat gadis itu dan begitu mendadak. Bagaimana kalau gadis itu mata-mata? Bagaimana kalau gadis itu mempunyai sifat yang haus akan kekuasan dan kejam?


••••••••••••