
Pangeran Kesembilan, Shen Wanqi, putra kedua dari Permaisuri Gao. Dia merupakan saudara kandung putera mahkota saat ini. Karena selalu di nomor duakan oleh siapapun di dalam hidupnya, sifat pangeran ini menjadi lebih kekanakan dari usia yang seharusnya. Dia bertingkah sembrono dan bertindak sesuka hati untuk mendapatkan lebih banyak perhatian.
Wajah Xiu Qixuan tampak bengkok menahan rasa jengkel, dia kesulitan untuk menengahi perseteruan kekanakan ini.
Dia melangkah maju mendekati pangeran kesembilan dengan hati-hati.
"Pangeran..." Ia berkata memanggil dengan menatap kedalam mata coklat milik Shen Wanqi. "Jika anda mengacaukan lebih banyak, hanya akan ada kerugian di depan."
Mata Shen Wanqi keruh dengan tidak peduli menjawab; "Aku akan membayar semua kerugianmu. Hitung saja!" Dia melanjutkan dengan memerintah arogan, "Dan, cepat serahkan gadis gila itu padaku!"
Xiu Qixuan geram oleh tingkah lakunya yang menjengkelkan. Dia mendengus dingin berkata tajam penuh permusuhan; "Yang mulia, jika ini memang kelakuan aslimu sebagai pangeran—tidak ada yang bisa saya lakukan. Tapi, saya mohon dengan segala hormat, pergi dari sini!" Dia melanjutkan tanpa rasa takut dengan nada yang lebih rendah, "Sekarang anda sudah seperti bola perusak yang menghantam semua barang milik orang lain!"
Kekesalan melintas di mata Shen Wanqi, seperti serigala liar yang menyalak. Dia berteriak kasar; "Lancang! Berani tidak menghormati seorang pangeran!" kemudian ia melanjutkan, "Sepertinya kamu kurang pintar untuk berhati-hati dan membaca situasi, ya? Kuperjelas. Aku tidak datang untuk bernegosiasi!"
Bahkan otaknya terbuat dari otot. Xiu Qixuan tidak tahu bagaimana cara menenangkan seorang bocah besar yang sedang merajuk. Pemuda ini terlalu dimanja, jika melakukan kesalahan akan ada permaisuri di belakang yang membereskannya.
Pada saat terakhir, siluet tinggi datang memasuki gedung utama toko. "Yang mulia pangeran kesembilan, kereta kuda sudah siap untuk mengantar anda." Suara yang berat itu berkata tegas.
Ini adalah putra pertama Fan Bingyou, Fan Cuihan, yang mewarisi penampilan halus dan mulia dari keluarganya. Dia mendapatkan posisinya di pemerintah dengan mencetak banyak prestasi sebagai penyidik juga wakil kepala penjara. Mendengar namanya saja, banyak penjahat yang merasa lutut mereka gemetar. Karena Fan Cuihan tidak pernah gagal dalam menangani kasus kejahatan.
Dia memiliki wajah serius. Dari kejauhan, terpancar pesona seorang penyendiri dengan rahang tegas dan dagu tajam. Dia memakai seragam yang cocok di tubuhnya yang tinggi dan pedang tersampir di sabuk memberi tekanan misterius yang menonjol.
Membeku. Mata Xiu Qixuan menyipit. Dia segera bersembunyi diantara rak-rak lemari. Fan Cuihan tidak boleh mengetahui keberadaannya disini sebagai pemilik bisnis Fengxuan.
"Anda tidak apa-apa?" Suara yang mencicit kecil dari atas bagian rak lemari terdengar. Nona muda yang bermasalah dengan Shen Wanqi itu menanyakan keadaannya.
'Sstt...' Xiu Qixuan berkedip mengintruksi untuknya tetap diam.
"Fan Cuihan, kamu lagi!"
"Ya, tentu saya lagi!"
"Pergilah! Apa pun yang kau katakan, aku tidak mendengar."
"Yang mulia, anda sudah ditunggu permaisuri di istana!"
"Urusanku belum selesai di sini!"
"Saya yang akan menyelesaikannya untuk anda."
"Fan Cuihan!!"
"Saya di sini, Yang Mulia Pangeran."
"Hmphh... Sialan! Kamu benar-benar tidak pernah kalah, ya."
Mendengarkan percakapan mereka yang penuh geraman itu. Xiu Qixuan menahan tawa karena merasa sangat terhibur.
Sepertinya, Fan Cuihan sudah begitu terbiasa menangani semua keonaran yang dibuat oleh Shen Wanqi di ibukota.
Beberapa saat kemudian, Shen Wanqi berhasil di bawa paksa oleh Fan Cuihan untuk memasuki kereta kuda yang akan membawanya kembali ke istana kekaisaran.
Nona muda yang bermasalah tersebut meloncat turun. Dia meringis dengan berguman polos. "Haduh, ini benar-benar buruk." ujarnya ketika melihat kekacauan yang dia bawa kedalam toko.
Sesaat nona muda tersebut membisu. Kemudian dia mengambil tangan Xiu Qixuan dan berkata penuh binar yang menggebu-gebu; "Nona, kata-kata anda tadi sangat keren. Terima kasih karena sudah menjaga saya. Anda bisa mengirimkan semua tagihan kerugian ke Kediaman Su."
Xiu Qixuan menonton mata almond yang berbinar-binar dengan kilatan aneh menatapnya. Nona muda ini seperti anak anjing yang menemukan suatu minat baru yang menjadi kesukaannya.
"Ah, maaf saya tidak sopan." Nona muda tersebut meringis canggung dengan wajah memerah malu. "Saya adalah putri Keluarga Su, Su Yiyang!" Dia memperkenalkan diri dengan tersenyum manis.
Beberapa saat kemudian. Su Yiyang mengoceh cukup lama, dia bercerita dengan begitu lucu bahwa tidak sengaja datang ketempat judi karena penasaran dan tanpa sadar mengacaukan permainan pangeran kesembilan di sana.
Karena sifatnya yang lugas dan penuh semangat, tanpa sadar Xiu Qixuan terbawa oleh arus menyenangkan yang dibuat olehnya.
Mendengarkan ceritanya dengan sungguh-sungguh. Xiu Qixuan cekikan ketika melihat wajah Su Yiyang yang berubah-ubah dari merah ke hijau atau dari kuning ke biru ketika memaparkan semua keburukan Shen Wanqi.
"Penilaianmu tidak sepenuhnya buruk. Pangeran itu memang menyebalkan!" Xiu Qixuan ikut menanggapi dengan cibiran.
"Iya'kan? Dia memang buruk seperti bocah! Hidupnya hanya berjudi dan bermain-main saja. Ugh, aku tidak akan pernah mau menikah dengannya walaupun dia satu-satunya pangeran yang tersisa nanti." Su Yiyang bergidik. Walaupun begitu, dia berkata dengan penuh semangat.
Bergosip memang dapat membuat orang asing menjadi dekat. Su Yiyang memiliki sifat unik yang menarik orang untuk berbicara banyak hal padanya.
•••••••••••••••
Dua hari kemudian....
Setelah merias wajahnya, Xiu Qixuan mengikuti kasim yang menjemputnya untuk ke istana. Mereka tiba di gerbang utama, Xiu Qixuan berjalan anggun mengikuti intruksi pelayan istana.
"Kelas akan dimulai dalam waktu tiga batang dupa lagi. Anda bisa menunggu atau berjalan-jalan disekitar aula taman ini, Nona!" ujar pelayan istana memberitahukan informasi.
Ini adalah aula istana yang megah dan memiliki taman dengan ladang bunga di belakangnya. Xiu Qixuan melirik sekilas kesekitar, terlihat para wanita muda berkerumun membentuk kelompok kelas masing-masing.
Berdiri di samping. Xiao Rou datang untuk menyerahkan buku-buku yang dipakai untuk mengikuti kelas.
[Kebajikan Seorang Istri]
Sebuah judul yang seolah banyak mengandung konten jadul dari nilai-nilai patriarki. Ini sungguh kolot dan kuno!
Mata Xiu Qixuan terasa perih, dia tampak terguncang secara halus. Isi buku tersebut benar-benar kacau. Banyak gambar tidak senonoh di dalamnya.
"Xiao Rou, bagaimana kalau kita kabur saja sebelum terlambat?" Xiu Qixuan meringis dengan keluhan. "Aku tiba-tiba merasa sakit!"
Dari sudut tergelap, udara yang tajam membawa tekanan samar, dalam diam satu sosok membentuk seringai kejam, matanya yang berkilat tajam memaku seperti predator yang menargetkan mangsa.
Ada kegilaan yang melintasi seringainya. Dia selalu licik dengan membuat rencana dalam rencana. Melihat sosok Xiu Qixuan yang seperti suatu kebetulan. Otaknya berputar cepat menyusun banyak hal di dalam pikiran.
"Ban Xia. Kita akan tinggal lebih lama. Aku menemukan cara yang bagus dengan melihat umpan di depan."
Setelah itu sosoknya lenyap, bagai kabut dipagi hari. Menghilang tanpa jejak.
••••••••••••••
N/T: Maaf ya lama. Kesehatan author sedang ga baik, tiba-tiba ngedrop, tiga bab dlu gpp ya, ini jg ngetik dengan maksain buat kalian. Jaga kondisi gais, coronce msh ada:)