Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Hutan Guang



Matahari terlihat dari ufuk timur dengan cahaya cerah, seorang gadis cantik yang secerah sinar cahaya matahari sudah berpakaian rapih, dia sedang termenung memandangi kipas di genggamannya, entah apa yang dia pikirkan.



"XuanXuan, Tuan Ji Gui sudah menunggu anda diteras depan Manor Xing," Ucap Xiao Rou dari arah belakang--memberi tahu majikannya bahwa dia telah ditunggu seseorang diluar ruangan.


Xiu Qixuan menoleh dan berjalan meletakan kipas dipegangannya ke meja rias, kemudian dia keluar ruangan pribadinya menuju teras depan Manor Xing.


Hari ini adalah jadwal Ji Gui datang untuk meningkatkan kemampuan bercatur Xiu Qixuan,


"Xuan'er, memberi salam hormat kepada guru," Ucap Xiu Qixuan menunduk memberi salam,


Ji Gui mengangguk, dia merasa ada yang berbeda dengan Xiu Qixuan hari ini karena dia begitu lesu tak bersemangat seperti biasanya.


Tetapi Ji Gui tidak bertanya lebih banyak untuk sekarang ini, kalau Xiu Qixuan tidak fokus dengan pelajarannya baru dia akan menegur secara langsung.


Xiu Qixuan duduk didepan Ji Gui, gadis itu mulai mengambil anak catur ditempat kecil dan menyusunnya di-papan catur,


Beberapa saat permainan catur itu dimulai tetapi sesekali Xiu Qixuan melamun termenung, membuat serangan Ji Gui yang seharusnya bisa dikendalikan olehnya menjadi serangan mematikan yang membuatnya kalah telak dipermainan catur tersebut.



Ji Gui menopang dagunya menatap Xiu Qixuan dengan tatapan menyelidik, kemudian dia berucap,


"Ada apa denganmu hari ini? beraninya kehilangan fokus dihadapan saya," Tegur Ji Gui kepada Xiu Qixuan,


Xiu Qixuan mendongakan wajahnya menatap mata Ji Gui dengan berani, tindakannya tersebut sebenarnya tidak sopan dan memalukan di daratan Ca Li tetapi dia tidak perduli.


"Guru, bisakah hari ini Xuan'er diberi keringanan untuk tidak melakukan apapun?" Tanya Xiu Qixuan meminta libur dari kegiatan belajarnya dengan wajah penuh harap menatap Ji Gui,


Xiu Qixuan sedang tak bersemangat untuk melakukan apapun, karena dia harus berpikir bagaimana caranya agar bisa kembali ke hutan tempat pertama kali dia tiba di daratan Ca Li.


"Tidak bisa, saya melihat bahwa kondisi tubuhmu semakin baik dan tidak ada masalah apapun yang mengharuskanmu tidak mengikuti pelajaran ringan ini," Jawab Ji Gui tegas menolak permintaan Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan mencebikan bibir merengut kesal,


"Produktif sekali, pantasan saja begitu kaku," Gumamnya pelan,


Ji Gui yang mendengar ucapannya langsung memberi Xiu Qixuan tatapan tajam,


"Ehem, Baiklah. Lanjutkan aku tidak akan kalah semudah itu," Deham Xiu Qixuan canggung dan langsung mengalihkan pembicaraan.


*****


Beberapa jam kemudian Xiu Qixuan telah menyelesaikan sesi meningkatkan kemampuan, Ji Gui sudah kembali ke kediaman miliknya sendiri.


Xiu Qixuan membaringkan tubuhnya diranjang, dia hampir mati karena pegal. Duduk tegak sesuai etiket seharian karena bermain catur yang tidak pernah dia menang-kan itu sangat tidak menyenangkan,


"Tidak bisa terus seperti ini, entah sampai kapan kesabaranku abis tak tersisa, aku merindukan hidupku yang santai dibumi," Eluh Xiu Qixuan menatap langit-langit ranjangnya,


"Menjadi kuat, membantu banyak hal di daratan Ca Li, dan pulang ke bumi. Mungkinkah urutannya seperti itu? Tetapikan, kedua hal itu tidak mudah," Gumam Xiu Qixuan menganalisis urutan dipikirannya sendiri,


"Baiklah. Lakukan hal pertama, mengambil tanaman surgawi terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Aku saja tidak tahu nama dan arah hutan tersebut," Ucap Xiu Qixuan kepada dirinya sendiri,


Tiba-tiba sebuah nama terlintas dibenaknya, dia kemudian beranjak dan bergegas dengan cepat keluar ruangan pribadinya untuk menemui pemilik nama tersebut,


"XuanXuan, ingin pergi kemana?" Tanya Xiao Rou yang membawa nampan berisi makanan--melihat Xiu Qixuan yang berjalan cepat melewatinya tanpa menghiraukan sekitar.


"XuanXuan!" Panggil Xiao Rou dengan keras sekali lagi,


"Xiao Rou jangan berteriak, kalau ingin ikut cepatlah," Ucap Xiu Qixuan menoleh kebelakang, Xiao Rou yang mendengar itu langsung menyerahkan nampan berisi makanan kepada salah satu pelayan perak yang sedang lewat.


Xiao Rou kemudian mengikuti Xiu Qixuan dari belakang, sebelum itu dia mengingatkan Xiu Qixuan untuk berjalan sesuai etiket wanita bangsawan.


Karena sejak tadi cara berjalan Xiu Qixuan sangat tidak sopan, dia berjalan begitu tergesa-gesa dan mengangkat sedikit rok hanfu-nya yang memperlihatkan kaki yang terbalut kaus kaki panjang dan sepatu abu-abu.


Beruntungnya saat itu mereka masih berada didepan Manor Xing, kalau tidak tindakan Xiu Qixuan tadi bisa menimbulkan rumor buruk tentang perilakunya.


Xiu Qixuan mengangguk mengerti mengubah cara berjalannya tetapi dia tetap merasakan perasaan dongkol dihatinya,


'Betapa merepotkannya,' Dengusnya kesal didalam hati,


Karena Xiu Qixuan yakin tidak akan ada yang membahas mengenai latar belakang pembunuh itu kecuali dia mencari tahunya sendiri, dan Xiu Qixuan mempercayai tugas ini kepada Xiao Taoli yang cukup diandalkan.


Xiu Qixuan dan Xiao Rou sampai didepan gerbang Manor Huan yang berdesain elegan dan menenangkan,


"XuanXuan, Seharusnya kau bilang sedari awal kalau kau ingin menemui Tuan Muda Kedua," Ucap Xiao Rou berbisik pelan dari arah belakang,


"Aku lupa," Jawab Xiu Qixuan singkat,


Gerbang Manor Huan terbuka untuknya, para penjaga Manor Huan menyapa memberi salam hormat, Xiu Qixuan hanya mengangguk dan berjalan masuk menuju ruangan pribadi Xiu Huanran.


Feng Ying muncul lebih dahulu dari arah dalam ruangan,


"Nona Besar Xiu," Sapanya menunduk memberi salam hormat,


Xiu Qixuan menundukan kepala sedikit membalas sapaan tersebut,


"Apakah Er'ge ada didalam?" Tanya Xiu Qixuan, mencoba melihat kedalam ruangan--dia berjinjit karena Feng Ying yang tinggi menutupi pandangannya,


"Masuklah Xuan'er," Ucap Xiu Huanran dari dalam ruangan,


Xiu Qixuan memasuki ruangan tersebut, ini bukan pertama kalinya dia masuk kedalam ruangan pribadi di Manor Huan, selama duabulan ini dia sudah cukup dekat dengan anggota keluarga utama Xiu yang membuatnya mudah berkeliaran didalam kediaman tersebut.


Xiu Huanran sedang duduk dikursi panjang meminum teh dengan gaya elegan, Xiu Qixuan duduk disebelah Xiu Huanran dan mengambil cemilan di meja kudapan kemudian memakannya tanpa dipersilahkan terlebih dahulu.


Xiu Huanran yang melihat tingkah adiknya hanya menggelengkan kepala, dia mengira cukup baik adik perempuannya sekarang lebih berperilaku terbuka.


"Ada angin apa yang membawamu kemari?" Tanya Xiu Huanran meletakan cangkir tehnya dimeja kemudian dia memfokuskan pandangannya kepada Xiu Qixuan.


"Er'ge, Apakah harus ada alasan untuk membawaku kemari?" Ucap Xiu Qixuan balik bertanya, dia menuangkan teh ke cangkir miliknya dan milik Xiu Huanran.


"Kau adalah orang yang beralasan, tidak mungkin tanpa alasan khusus kau mengunjungiku," Jawab Xiu Huanran, menerima cangkir teh yang disodorkan kepadanya.


"Aiyaa, Kau memang yang paling mengenalku," Ucap Xiu Qixuan tersenyum canggung,


"Er'ge, Aku ingin bertanya padamu, Dimana tempat pertama kali kita bertemu saat aku ingin kembali ke Kediaman Xiu?" Tanya Xiu Qixuan,


Xiu Huanran menatapnya dengan pandangan bertanya dan menyelidik tetapi kemudian dia tetap menjawab,


"Hutan Guang,"


"Dimana letaknya?" Tanya Xiu Qixuan menatap Xiu Huanran dengan pandangan keingin tahuan yang besar,


"Letaknya sebelum Gunung Kuang dan Desa Kui," Jawab Xiu Huanran,


"Aku tiba-tiba teringat satu hal. Xuan'er, tiga hari lagi aku akan melakukan perjalanan dagang ke salah satu Kota kecil yaitu Kota Lian. Aku ingin memperingatimu untuk tidak berbuat onar lagi dan membahayakan dirimu sendiri," Ucap Xiu Huanran menatap Xiu Qixuan dengan pandangan serius untuk membuat adiknya mengingat ancaman dan peringatannya.


"Kota Lian?" Tanya Xiu Qixuan, karena merasa tidak asing dengan nama kota tersebut.


"Kau lupa? Kota Lian, Tempat penginapan pertama kali aku membawamu saat keluar hutan terletak disana." Jawab Xiu Huanran acuh meminum tehnya.


Xiu Qixuan terdiam berusaha mengingat letak tempat penginapan pertama yang dia kunjungi saat keluar hutan, benar saja itu terletak di Kota kecil bernama Lian. Bukankah ini kesempatan?


Bagai menang lotre Xiu Qixuan tersenyum lebar, dia beranjak dan menghampiri Xiu Huanran berusaha bertindak sebagai adik yang berbakti dia memijat pelan bahu Xiu Huanran,


"Er'ge, Bawalah aku bersamamu. Kalau aku pergi bersamamu kau tidak perlu lagi khawatir dan meletakan beberapa penjaga rahasiamu didekatku," Ucap Xiu Qixuan berusaha membujuk Xiu Huanran,


Xiu Qixuan baru mengetahui bahwa Xiu Huanran meletakan penjaga bayangan didekatnya, karena tadi malam saat ruangannya dimasuki para penjaga Manor Xing untuk memastikan keadaannya--Xiu Qixuan melihat dua orang asing yang bukan bagian dari penjaga Manor, mereka melesat cepat menghilang setelah memastikan Xiu Qixuan baik-baik saja, sebelum orang itu pergi kedua mata Xiu Qixuan yang semakin tajam layaknya rubah melihat pedang yang tersampir dengan gantungan yang sama persis dengan para bawahan Xiu Huanran.


"Tidak bisa, keadaan tubuhmu masih harus berada dibawah pengawasan. Lagipula itu perjalanan jauh untuk berbisnis kau pasti tidak akan menyukainya," Jawab Xiu Huanran dengan tegas menolak,


"Dan bagaimana kau mengetahui bahwa aku meletakan penjaga rahasia untukmu?" Tanya Xiu Huanran penasaran bagaimana adiknya mengetahui bawahan yang dilatih khusus untuk bersembunyi diantara bayangan.


"Aku tidak akan memberi tahunya, kau harus mengajakku ke Kota Lian terlebih dahulu," Rajuk Xiu Qixuan.


••••••••••


tidak bisa up kemarin karena ada kesibukan di real life, terimakasih buat yang sudah menunggu diusahakan untuk tetap up secara teratur.