Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Pandangan Luas Milik Seorang Kaisar



"Heh, Apakah sekarang Nona Qi kehilangan suaranya untuk berbicara?" Seringai tajam penuh tekanan megah yang suram mengambang diudara dingin.


Xiu Qixuan melengkungkan senyuman manis dengan sirat penuh ketidakacuhan ia perlahan berkata tenang. "Sejak awal Kaisar sudah memiliki pandangan yang luas, jadi untuk apa saya berbicara lagi?"


"Dibandingkan semua hal itu. Menyingkirkan serigala liar yang menguasai pemerintahan. Kuyakin tujuan Anda lebih jelas, Yang Mulia." Suaranya halus dan lembut dengan senyuman hangat yang menghiasi wajah cantiknya. Seolah mereka hanya membicarakan hal ringan.


Xia Qian Che tidak bisa menahan takjub dengan ketajaman yang dimiliki gadis ini. Dia terlihat lemah seperti dedaunan dimusim panas tetapi kekuatan besar tersembunyi dengan baik di dalamnya.


Cengkeraman kuat di dagunya perlahan melonggar, Xiu Qixuan dengan cepat mengulurkan tangan untuk melepaskan kaitan jari-jari kokoh milik sang Kaisar.


'Greb...' Kali ini giliran tangannya yang dicengkeram dengan kuat. Xia Qian Che tidak berniat meloloskannya.


"Ckk, tidak bisakah kamu melepaskannya dulu? Aku ingin membuat sebuah kesepakatan denganmu." Decak Xiu Qixuan dengan sebal. Melepaskan segala bentuk formalitas yang ada, dia tidak ingin berbasa-basi lagi.


Xia Qian Che tidak menghiraukannya dan malah menarik lengan ramping itu untuk mendekat kearah wajahnya. dengan mata yang menyipit tajam ia seperti sedang berusaha menelusuri secara mendetail pergelangan tangan halus nan pucat yang berhias sebuah gelang giok berwarna biru.


"Ukiran gelang ini?" Xia Qian Che meloloskan gumaman pelan yang lirih.


Disisi lainnya, Xiu Qixuan merutuk kesal dalam hati. Serius untuk kali ini dia begitu kesulitan menangani seorang Kaisar. Dia mengetahui maksud gumaman itu, Gelang birunya memang memiliki ukiran sama dengan kalung giok Qiaofeng.


Tidak menyangka Xia Qian Che akan begitu mendetail dan menyadari hal ini. Sebelumnya Xiu Qixuan sudah sangat berwaspada dengan menyembunyikan kalung giok miliknya.


Perlahan wajah Xia Qian Che terangkat untuk menatapnya dengan lekat, "Darimana gelang ini kau dapatkan?" Tanyanya suram.


"Um, oh ini adalah pemberian ibu dan sudah bersama saya sejak kecil." Tanpa sedikitpun mengedipkan mata Xiu Qixuan mengeluarkan kebohongan yang begitu meyakinkan.


"Mungkinkah kamu—," Terjeda Xia Qian Che.


'Plak..' Entah darimana keberanian itu berasal, Xiu Qixuan dengan tajam menepis tangan Xia Qian Che yang mencengkeram erat lengannya.


"Mungkin—, mungkin apa?! Jangan berpikir terlalu jauh, Yang Mulia. Lihatlah kau sudah setua ini dengan kerutan yang semakin menyebar karena terlalu banyak menggunakan fungsi otakmu itu." Cibirnya dengan penuh ejekan.


Xia Qian Che tertegun sejenak kemudian kekehan nyaring segera menghiasi ruangan menepis segala bentuk kesuraman yang terjadi.


"Kau sungguh menarik. Bagaimana dengan posisi Selir Agung?" Suaranya menyiratkan humor kering yang memikat.


Xiu Qixuan mengernyit aneh penuh ketidaksukaan, kemarin Ibu Suri yang menawarkannya gelar Selir Kehormatan dan sekarang Kaisar menawarkannya satu tingkat diatas itu. "Tidak dibutuhkan." Jawabnya dengan melambaikan tangan tidak tertarik di iringi sirat keangkuhan yang terpancar.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Xia Qian Che dengan menatap serius.


Xiu Qixuan balas menatapnya dengan tenang dan dalam, "Dan kau—, Apa saja yang sudah kau ketahui tentangku?" Dia balik bertanya.


Hening.


Mata mereka saling mengait satu dengan yang lain, menelusuri kedalaman dan niat hati masing-masing.


Bibir Xia Qian Che berkedut samar, "Itu sulit—, tetapi akan mudah untukku menanganinya bersamamu." Ucapannya terasa lebih lembut dan ramah daripada sebelumnya.


Xiu Qixuan memandanginya dengan perasaan takjub menyembunyikan kedinginan yang menggigil. Xia Qian Che begitu tidak berperasaan, Keluarga Ning adalah keluarga keibuannya.


Tetapi ia tidak akan pandang bulu, semua hal yang mengguncang pemerintahannya harus segera disingkirkan. Dalam beberapa tahun belakangan ini kekuatan Keluarga Ning berkembang pesat jika dibiarkan seperti itu akan menekan kekuasannya.


Xiu Qixuan mengetahui semua hal tersebut dengan sangat jelas membuat dia memiliki keberanian untuk berterus terang.


"Jadi, Yang Mulia. Apa yang sudah saya lewatkan? saya sudah menyingkirkan semua mata dan telinga yang Anda kirimkan, bagaimana bisa lolos?" Ucap Xiu Qixuan dengan ringan tanpa rasa bersalah.


Seringai geli dan cerah terpasang diraut wajah Xia Qian Che, "Ini wilayah kekuasan zhen, kamu mengira kemampuan zhen serendah itu?" Suaranya membumbung tinggi penuh kebanggaan yang sombong.


Xiu Qixuan melihatnya dengan penuh sirat ejekan dan hinaan, "Heh, setidaknya Yang Mulia harus menggunakan seluruh kekuatan untuk menyelidiki saya, kan? Sungguh merupakan suatu kehormatan besar bagi yang kecil ini!" Ucapnya dengan santai penuh kepercayaan diri.


Mendengar perkataan tersebut, Xia Qian Che langsung terdiam mematung. Itu benar bahwa dia harus mengerahkan setidaknya begitu banyak kekuatan untuk melakukan penyelidikan kepada gadis ini.


Sejak kejadian dimana penyusup menyelinap masuk keistana, Xia Qian Che sudah menaruh rasa curiga kepada Xiu Qixuan. Tetapi begitu sulit untuk mengetahui identitas gadis ini lebih dalam lagi. Seperti ada kekuatan tak kasat mata yang begitu besar melindungi juga menghalangi dengan membuatnya kebingungan menentukan arah. Sebuah tipu muslihat yang menakjubkan!


Bawahan Xia Qian Che perlu bekerja keras dan hanya berhasil menemukan sedikit celah mengenai Xiu Qixuan yang menemui Niao Lei.


Awalnya Xia Qian Che tidak mengetahui seluruh isi pembicaraan mereka tetapi terlihat sangat kebetulan jika seorang Niao Lei datang menemuinya hari ini dengan membawa petisi penyelidikan dana darurat yang janggal. Bukankah itu berarti Xiu Qixuan memiliki kaitannya dengan semua hal ini?


Latar belakang gadis itu juga masih misterius untuknya, walaupun pikirannya sudah melayang jauh bahwa Xiu Qixuan memiliki ikatan khusus dengan istri kecilnya. Mereka begitu mirip tetapi juga sangat berbeda.


•••••••••••


"Jadi kita sudah ketahuan? Bagaimana ini Ketua? Haruskah kita kembali ke markas ditengah malam nanti?" Bisikan penuh kecemasan dengan runtutan pertanyaan memenuhi sudut dalam kereta kuda yang sedang memacu jalan.


"Humph, dengarkan dulu. Kau ini sejak tadi memotong ucapanku!!" Dengus Xiu Qixuan dengan kesal.


Bibirnya mengait untuk menguntaikan kalimat penjelasan demi penjelasan yang sesuai dengan kejadian sebelumnya. Sebuah kesepakatan menguntungkan dan mempermudah jalan mereka.


Walaupun Xiu Qixuan mengetahui dengan jelas bahwa Xia Qian Che tidak mempercayainya. Tetapi apa pentingnya kepercayaan karena ini hanya untuk waktu sementara saja.


Kereta kuda tersebut hanya diterangi dengan sebatang cahaya lilin, dibawah cahaya kemerahan yang berkedip, penampilan halusnya memancarkan keanggunan.


"Aiyaa, ternyata seperti itu. Bagus, sangat bagus!" Seruan riang dari Xiao Leng yang terlihat begitu gembira.


Tangan Xiao Leng menepuk pundak Xiu Qixuan dengan reflek yang bangga, "Nona, kau sangat hebat. Hihi.. kita akan segera menyelesaikan ini. Istana memang bukanlah tempat yang menyenangkan, aku merindukan markas pusat." Keluh kesah yang terlontar begitu saja mengambang memenuhi sudut dalam kereta kuda yang melaju stabil.


••••••••••••


Jgn lupa koment & dukungan hadiahnya. Penyemangat bgt loh, seneng author receh ini bacain koment kalian💖