Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Qi Qi dari Divisi Rubah



Satu Setengah Tahun Kemudian


Dilangit, bulan bersinar cerah dengan taburan bintang berkilauan indah membuat orang akan terpesona saat melihatnya.


Terlihat sosok kecantikan yang berada diatas sebuah jembatan kecil yang dibawahnya terdapat keindahan kolam teratai. Jubah yang dikenakannya berkibar, rambut tebal dengan riasan yang menjuntai indah tertiup mengikuti hembusan angin musim gugur.


Kelopak matanya terpejam dengan bulu yang lentik bergetar seperti sedang berusaha menahan suatu perasaan yang mengalir di dalam hati.


Gadis pelayan yang selalu mendampinginya itu tidak dapat membantu dan hanya dapat menghela napas panjang, nona -nya akan selalu muram jika musim gugur tiba.


Sudah berapa banyak Keluarga Besar datang kedalam Kediaman Xiu untuk meminta tangan sang nona, tetapi dengan beberapa alasan dan juga desas-desus buruk yang sengaja dibuat oleh Xiu Qixuan membuat orang akan berpikir duakali.


Padahal Xiu Qixuan sudah hampir melewati batas usia menikah, dia sudah berada diusia delapan belas tahun. Rata-rata kalangan gadis bangsawan sudah terikat hubungan pertunangan ataupun pernikahan dalam kurun usia ini. Bahkan Xiu Yue sudah membentuk aliansi pernikahan dengan putra walikota Ping'an.


"Nona..." Panggil Xiao Rou memberanikan diri untuk datang menghampiri.


Sepasang mata kelam terlihat tajam dan mengintimidasi, dia mendengus dengan pancaran kemalasan yang mengelilingi tubuhnya.


"Apa Xiao Taoli sudah kembali? Ini adalah kasus besar dan terlihat sangat mengkhawatirkan. Tambah orang untuk membantunya." Suaranya mengalir sangat dalam penuh ketegasan yang suram. Dia memperintahkan dengan penuh otoritas yang aneh, membuat orang akan tanpa sadar langsung mematuhi perintahnya.


"Baik, nubi mengerti. Tetapi mohon jaga kesehatanmu, Nona. Angin malam tidak bagus." Balas Xiao Rou dengan tersenyum penuh perhatian.


Bibir Xiu Qixuan melengkungkan senyum tipis, "Baiklah, ayo kita kembali. Aku ingin melihat rancangan darimu untuk pembukaan toko baru." Ucap Xiu Qixuan dengan hangat. Kemudian dia menggandeng lengan Xiao Rou untuk mengajaknya bergegas kedalam ruang belajar yang berada di Kediaman Kecil ini.


Dia seolah dapat merubah sikap dalam satu waktu dan sangat terlatih untuk mengendalikan diri.


Hari-hari dengan cepat berlalu membentuk berbagai macam karakter manusia yang dapat berubah seiring berjalannya waktu. Ini adalah perubahan yang tiada henti.


Xiu Qixuan atau kalian bisa menyebutnya dengan nama samarannya dalam jaringan gelap bawah tanah yaitu, Qi Qi dari Divisi Rubah. Pada saat ini, kelompok mereka baru saja tiba di Xia Utara untuk menyelesaikan tugas dari pusat.


Seperti yang awalnya sudah disepakati, Xiu Qixuan dengan kegigihannya masuk kedalam organisasi milik Xiu Huanran. Gadis itu sangat tangguh dan begitu berani untuk menantang Xiu Huanran dengan pertandingan yang berlangsung sengit.


Xiu Huanran yang memiliki banyak trik dilengan bajunya tidak dapat berbuat banyak saat sang adik lebih gesit menangkap gerak serangannya.


Organisasi ini adalah pusat penjaring informasi yang selalu bersembunyi dalam gelap. Dalam beberapa kasus, pejabat tinggi kekaisaran sering sekali ingin bekerjasama tetapi mereka tidak akan mudah menyetujui karena sangat pemilih dalam mempertimbangkan baik dan buruknya sang klien.


Awalnya Xiu Qixuan hanya meneruskan beberapa toko peninggalan Wen Liu, toko yang hampir bangkrut itu dengan perlahan berkembang sangat pesat dibawah naungan dan idenya. Dia tidak mempunyai bakat untuk merancang hanya memiliki ide baru yang dibawa dari bumi. Saat melihat detail gambar dan rancangan Xiao Rou membuatnya tidak bisa menahan diri.


Secara bertahap sesuai perkataan awalnya saat bertemu Xiao Rou, dia membantu Xiao Rou mengejar sebuah impian tanpa melepaskan ikatan kesetiaan yang sudah terjalin diantara mereka.


Toko itu meliputi rancangan pakaian, perhiasan dan kosmetik wanita. Hanya sebagiaan kecil diantaranya yang merupakan restaurant dan kedai cemilan. Saat itu peninggalan Wen Liu tak terlihat dimata Xiu Huanran yang terlalu sibuk dengan urusannya. Membuat Xiu Qixuan bertindak cepat untuk mengambil alih. Gadis itu hanya tidak ingin membuang sumber daya.


Xiu Qixuan memiliki dua pekerjaan yaitu pembisnis dan ketua kelompok organisasi gelap. Tetapi orang luar hanya akan tahu bahwa Nona Besar Xiu adalah seseorang yang lemah dan penyakitan. Karena rumor tersebut membuat Xiu Qixuan lolos dari setidaknya puluhan lamaran yang masuk. Mungkin tidak akan bisa bertahan terlalu lama, tetapi setidaknya dia memiliki waktu untuk memperkuat diri dan menjalani koneksi.


•••••••••••


Keesokan Harinya


'Brakk..' Gulungan dokumen terbanting keatas meja menimbulkan suara nyaring di dalam ruangan.


Terlihat sosok gadis cantik yang menggerutkan wajah ditemani oleh pelayan pendampingnya yang sedang menggiling tinta.


"Er'ge ini ingin menyiksaku, lihatlah tugas yang diberikannya ini. Kasus korupsi dari Menteri Kekaisaran Shen yang kabur ke Xia Utara. Melibatkan dua negara yang masih berkonflik dingin." Dengus Xiu Qixuan mengeluh dengan frustasi memijat pelipisnya.


"Padahal kita masih memiliki urusan lain yaitu harus membuka toko baru. Lagipula bagaimana sistem pemerintah Kekaisaran Shen itu, menangani satu menteri saja tidak mampu." Suaranya kelam penuh cercaan dan hinaan yang tak tertahankan. Membuat bibir Xiao Rou yang mendengarnya berkedut. Nona -nya semakin tidak kenal takut.


"Nona, kemungkinan menteri tersebut memiliki pengaruh dalam jaringan yang besar. Tuan Muda Kedua ingin kamu menanganinya dengan baik." Ucap Xiao Rou dengan lugas nan tenang.


Xiu Qixuan meliriknya dan tersenyum bangga, "Xiao Rou semakin pintar." Pujinya menepuk bahu Xiao Rou dengan lembut.


Kemudian Xiu Qixuan beranjak dan melangkah tegas untuk keluar ruangan, "Aku akan pergi sebentar untuk mengecek ombak. Kamu tunggulah disini, jika Xiao Taoli kembali—perintahkan dia untuk menunggu." Perintahnya dengan keras tanpa menolehkan wajah dan segera berlalu pergi.


Pada saat ini, mereka tinggal disebuah Kediaman kecil yang juga merupakan salah satu aset milik Xiu Huanran yang berada di Kekaisaran Xia Utara.


Xiao Taoli sudah sejak semalam menelusuri jejak keberadaan buronan yang melakukan korupsi itu, tetapi belum kunjung kembali. Membuat Xiu Qixuan sedikit gelisah dan tidak bisa hanya berdiam diri di dalam kediaman.


Gadis itu memilih untuk pergi mengecek ombak pemerintahan Xia Utara.


******


Suara keriuhan dari keramaian jalan Ibukota Hanzhou terdengar nyaring. Para pedagang kecil berteriak untuk menawarkan barang dagangan mereka kepada pejalan kaki yang melintas.


Ini adalah pusat kota perbelanjaan yang makmur dan besar, segala jenis barang dapat ditemukan disini. Xiu Qixuan mengenakan topi yang memiliki tudung untuk menutupi wajahnya, gadis itu berjalan santai dan sengaja membentuk interaksi dengan para pedagang kecil, menikmati keramaian disekitarnya seperti orang biasa yang memang ingin berbelanja.


Beberapa saat kemudian, matahari mulai merangkak keatas permukaan. Tetapi dia tidak memiliki informasi berguna dan hanya menerima rumor kecil yang tidak dapat membantu.


Xia Utara menjadi lebih makmur dibawah pemerintahannya, padahal Kaisar ini baru diangkat tiga tahun yang lalu. Kaisar Xia Qian Che, memiliki hati sedingin es dan kejam seperti serigala. Menyingkirkan para lalat yang berusaha mengganggunya duduk diatas takhta naga. Sudah memiliki putra dan putri kecil tetapi tidak memiliki permaisuri dan selir. Begitu aneh, bukan?


Terlihat Xiu Qixuan sedang terduduk untuk beristirahat di kedai teh pinggir jalan, irama pelan terdengar seiring jari-jari lentiknya yang mengetuk meja kudapan. Dia jatuh termenung, merancang kepingan-kepingan rumor menjadi suatu informasi.


"Nona, silakan." Suara penjaga kedai teh yang menyajikan pesanan. Membuat Xiu Qixuan yang sedang temenung menjadi tersentak kaget dan segera menganggukan kepala. "Terimakasih." Ucapnya.


Dari balik tudung penutup wajah, Xiu Qixuan tidak sengaja melihat kearah depan, diujung sudut jalan terlihat gerbong kereta pembawa barang yang melaju sangat cepat untuk melintasi tengah jalan. Para orang-orang kasar ini sangat tidak teratur, seolah jalan hanya milik mereka saja.


Tidak ingin mencampuri lebih jauh, Xiu Qixuan perlahan menuangkan teh kedalam cangkir. Tudungnya berkibar mengikuti irama angin tetapi masih dapat menghalangi orang untuk melihat wajahnya.


"Zhiwen.." Teriak seorang wanita tua yang berlari tergopoh-gopoh menuju kearah sosok balita tampan yang berdiri ditengah jalan.


Kereta kuda pembawa barang masih melaju dengan kencang tidak melihat sosok mungil itu.


Entah ada angin semacam apa, Xiu Qixuan beranjak dan meloncat dari atas kursi dengan menggunakan ilmu peringan tubuh berlari untuk meraih tubuh balita tampan itu.


Hembusan angin menerpa tudungnya yang berkibar, sosok ramping itu seperti melayang diudara dengan pembawaan yang anggun seperti dewi.


Para orang yang melihatnya terkesima akan pesona mematikan tersebut. Mereka bertanya-tanya penuh rasa penasaran seperti apa wajah di dalam tudung tersebut. Pendekar wanita!, batin mereka.



'Greb. Tap..tap..' Dia menarik balita tampan tersebut dengan satu gerakan membawanya kedalam dekapan. Kemudian tubuhnya melayang dan berputar menghindari tabrakan yang nyaris tak tertahankan dengan kereta kuda pembawa barang yang melaju kencang.


Langkahnya begitu ringan dan lebih terlatih, napasnya cenderung stabil tanpa sedikitpun kehabisan tenaga.


Dia membawa balita mungil itu keseberang jalan, kemudian bibirnya perlahan mengait keatas mengeluarkan suara acuh tak acuh yang dingin dan tenang, "Hei, kecil. Kau tidak apa? Dimasa depan jangan berkeliaran dan dengarkanlah nenekmu." Ini adalah seperti sebuah omelan yang tersirat kekhawatiran.


Tanpa disadari oleh Xiu Qixuan, tudung yang menutupi wajahnya sudah terlepas tertiup angin saat melakukan gerakan memutar.


Balita tampan digendongannya itu mengerjap polos dengan mata bulatnya memandangi Xiu Qixuan dengan intens. Tangan mungilnya terulur untuk meraba wajah cantik Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan tidak menghiraukan perilaku ini dan malah berjongkok untuk menurunkan balita mungil tersebut dari dalam gendongannya.


"Tunggu disini, nenekmu akan segera menyusul dan menghampirimu." Perintah Xiu Qixuan dengan tegas dan segera beranjak untuk pergi.


Tiba-tiba tangan mungil memeluk kakinya dengan sangat erat dan raut wajah polos nan menggemaskan manatapnya penuh binar kerinduan.


"Ibunda Kekaisaran." Suara jernih dari sosok menggemaskan itu memanggilnya.


'Duar..' Seperti tersambar petir, Xiu Qixuan menggelap tak percaya. Gadis itu terlihat kikuk, 'Haha..' dia tertawa nyaring yang terdengar sangat dipaksakan.


Perlahan dia berjongkok dan mensejajarkan diri dengan balita tampan ini. "Hei, kecil. Kamu seorang pangeran?" Tanyanya dengan tersenyum berkedut kaku.


Balita tampan itu mengangguk polos, Xiu Qixuan mengedarkan pandangan menatap penampilan sosok kecil ini dengan seksama. Memang tidak buruk, pakaiannya terlihat sederhana tetapi terbuat dari gulungan benang sutra lembut yang mahal. Terlebih lagi giok identitas yang sengaja disembunyikan dalam ikat pinggangnya.


Dengan menarik napas untuk menguraikan rasa canggung yang melanda hatinya, "Aku bukan ibunda kekaisaranmu." Ucapnya dengan tegas tak berperasaan menghindari balita tampan ini yang masih berbinar menatapnya.


Lagipula sejak kapan dia melahirkan? Balita ini juga diperkiraan berusia sekitar dua atau tiga tahun. Pada saat itu, terlalu muda untuknya mempunyai anak, bukan?


"Suruh Ayahanda kekaisaranmu menikah dengan begitu kau memiliki Ibunda. Kecuali dia impoten atau sosok yang lengannya patah." Suaranya terdengar meyakinkan diawal tetapi dikalimat terakhir dia menurunkan nadanya dan nyaris berbisik pelan.


"Hah, sudahlah. Aku pergi dulu." Ucap Xiu Qixuan dengan terburu-buru beranjak untuk melangkah pergi. Dia tidak ingin terlibat apapun! Sudah lebih baik mencari informasi untuk divisi rubahnya agar cepat menyelesaikan tugas.


"Feng'er..." Suara lembut dan memiliki pancaran keibuan terdengar dari arah belakang.


Tubuh Xiu Qixuan menegang dan wajahnya mengerut kencang. Tidak ingin mempedulikannya lagi, Xiu Qixuan bergegas untuk menghindar.


"Qiaofeng.." Tangan hangat milik wanita tua itu tersampir dilengannya. Dia menahan kepergiaan Xiu Qixuan yang ingin segera berlari.


"Nyonya, kau salah orang." Suaranya terdengar tenang tetapi sedingin salju yang membekukan tubuh.


Wanita tua itu tertegun dan masih mencengkeram erat lengan Xiu Qixuan seperti tidak berniat untuk melepaskannya. "Feng'er, jangan berpura-pura. Apakah kau benar tidak mengingatnya? Saat itu—," Ucapnya dengan penekanan yang memaksa.


Perlahan Xiu Qixuan mengangkat pandangannya yang setajam pisau belati. "Nyonya, sudah kubilang bukan." Balasnya dengan suara rendah yang terdengar suram penuh ancaman.


•••••••••


Mengecek ombak: melihat situasi.


Okay, baiklah sudah sampai sini tetapi ternyata masih banyak yg harus diulik. mungkin beberapa diantara kalian berhasil menebak sebagian kecilnya tetapi tentu saja terdapat plot menarik yang terikat. Kita pelan-pelan aja, ya? Author ingin bgt cepet² tamat tetapi msh bnyk yg belum terpecahkan wkwk.


Jangan lupa dukungannya sebagai bentuk penyemangat💞