
POV. Xiu Qixuan
Perasaanku sekarang sangat tidak karuan, aku merasa bersalah dan sangat takut.
Aku menikam pria yang hendak melecehkanku itu dengan belati kecil yang aku bawa dilengan baju-ku.
Pria itu tergeletak mengerang kesakitan, ketiga temannya berusaha membantunya, tetapi tidak berapa lama pria itu menutup kedua matanya dan tidak bergerak lagi.
Seorang temannya hendak membunuhku tanpa menunggu racun ditubuhku beraksi.
Tubuhku gemetar menahan tangis, pedang panjang itu hampir saja menembus tubuhku.
Aku memiliki keyakinan bahwa akan ada seseorang yang menolongku layaknya pemeran utama di drama yang selalu lolos dari maut.
Tetapi ini bukan drama yang menjadikan aku sebagai penonton tetapi ini adalah aku yang hidup didalamnya, entah apakah aku pemeran utama atau sampingan disini, tetapi aku tahu aku pemeran utama didalam hidupku sendiri.
Lagipula aku merasa tidak rela mati dengan cara yang sama seperti Qiaofeng, dan aku juga bukan Qiaofeng--untuk apa mereka mengejar dan membunuhku. Sampai sekarang aku tidak tahu kenapa bisa tiba di dunia kuno ini, dan kenapa ada seseorang yang wajahnya mirip denganku? Atau Qiaofeng itu adalah Doppelgänger-ku? Aiyaa entahlah, sekarang pikirankan lah caranya agar selamat dari situasi menakutkan ini. Aku tidak bisa berpikir jernih sekarang, keadaan ini sangat cepat dan mematikan.
Kumohon cepatlah datang penolongku!
Saat pedang panjang itu hampir menembus tubuhku, seseorang menghalanginya dan menendang pemilik pedang panjang itu.
Seseorang itu adalah orang yang aku kenal.
"Guru," Ucapku dalam hati ketika pikiranku sudah kembali lagi saat aku melihat Ji Gui menghajar para pembunuh itu.
Dia sangat hebat tidak perlu waktu yang cukup lama untuk menghabisi para pembunuh itu, walaupun terlihat cukup kesulitan tetapi situasi perkelahian dibawah kendalinya.
Sesaat para pembunuh itu tergeletak tak bergerak bersimbah darah ditanah.
Ji Gui menghampiriku, kami berdiri berhadapan dan bertatapan.
Kedua bola matanya memancarkan ketenangan, tetapi dia seperti memastikan keadaanku dibalik pancaran tenang itu.
Kemudian aku akhirnya bersuara terlebih dahulu,
"Kenapa lama sekali? Kau terlambat,"
Airmata mengalir dari kedua bola mataku, aku mengomel sambil menangis keras karena saat ini entah kenapa aku tidak bisa lagi mengendalikan diriku.
"Aku sudah hampir mati karena ketakutan,"
"Kau lihat saja orang-orang itu, membawa banyak senjata untuk membunuh dan terus mengejarku," Lanjutku dengan jari menunjuk para pembunuh yang tergeletak tak bergerak disana.
"Menangis begitu keras, lihat wajahmu sudah sangat jelek," Ucap Ji Gui dengan senyum mengejek.
Aku kesal dengan ucapannya yang mengejekku disituasi yang tidak tepat, dia tidak tahu apa yang aku lakukan untuk bertahan dari situasi mengerikan tadi.
Aku membunuh orang, tanganku gemetar berlumur darah.
Tangisanku semakin keras dan Ji Gui terlihat kebingungan sekarang, rasakan itu biarkan saja dia mati kebingungan.
Dia mengambil sapu tangan dari lengan bajunya dan melangkah maju meraih lenganku---membersihkan telapak tanganku yang berlumuran darah dengan lembut dan hati-hati.
Aku melihat perlakukan lembut dan manis itu, tetapi aku tetap menangis, aku ingin menangis sepuasnya sekarang.
Sesudah membersihkannya, Ji Gui menatapku dan berkata,
"Tidak apa-apa, kau baik-baik saja sekarang, jangan menangis,"
Tangisanku sedikit mereda mendengar kalimat itu, dan entah antara sadar atau tidak aku mendekap tubuhnya, kalian tahu--aku memeluk pria tampan yang menjadi guruku ini!
Aku bisa merasakan tubuh Ji Gui tersentak kaget.
"Karena suara tangisanmu bisa merusak pendengaranku,"
Aku dengan cepat melepaskan pelukanku dan mendorongnya pelan, dia sangat mengesalkan!
"Kau tahu, aku hampir..." Ucapku terjeda, aku memegang dadaku yang terasa panas dan sesak, aku tidak bisa bernapas.
Mengerjapkan kedua mataku yang memburam, aku masih bisa mendengar panggilan keras Ji Gui yang mengucapkan namaku. Sebelum aku merasakan pandanganku menggelap dan semuanya hening.
----------------------
"Xiu Qixuan, Kau tidak apa? Xiu Qixuan!" Panggil Ji Gui melihat tubuh Xiu Qixuan yang akan terjatuh dia dengan cepat menopangnya.
Kemudian Ji Gui meraih lengan Xiu Qixuan untuk memeriksa nadinya.
Mata terbelak kaget dan terlihat pandangannya yang penuh ke-khawatiran.
Dia dengan cepat menggendong Xiu Qixuan dan membawanya memasuki lebih dalam hutan.
Disaat yang bersamaan di kediaman utama Xiu sedang sangat panik seperti langit akan runtuh.
Xiu Huanran yang sedang berada di Manor Huan miliknya, mendapat kabar dari bawahnya kalau Xiu Qixuan menghilang dari pengawasan mereka, mereka sudah berusah mengelilingi kota Ping'an dan belum menemukan petunjuk lain.
Xiu Huanran memarahi bawahannya yang bertanggung jawab atas tugas itu dia akan menghukumnya nanti, yang terpenting sekarang adalah mencari Xiu Qixuan.
Ketika suasana Manor milik Xiu Huanran yang terlihat sangat ribut, Xiu Haocun dan Xiu Jierui yang sedang berada di kediamanpun langsung mendatangi Manor Huan untuk melihat keadaan disana.
dan bertepatan pula mereka tiba dengan laporan yang dibawa oleh Feng Ying, mereka tidak sengaja mendengarnya saat tiba di depan pintu ruangan yang tidak ada penjaga karena penjaga Manor Huan juga dikerahkan mencari Xiu Qixuan.
"Tuan, Kami menemukan petunjuk keberadaan Nona Besar dari toko Embun Bunga Persik, pintu belakang toko itu mengarah ke hutan utara, Nona Besar sepertinya melewati pintu itu entah karena alasan apa, dan barang yang dibeli Nona Besar tercecer jatuh di pavillun dekat pintu belakang itu,"
"Sepertinya ada sesuatu yang membuat Nona Besar begitu panik sampai menjatuhkan barang yang dia beli," Ucap Feng Ying
"Orang kita, sudah menuju hutan utara untuk mencari banyak petunjuk keberadaan Nona Besar," Lanjut Feng Ying
Xiu Huanran menggeram marah dan berucap,
"Toko Embun Bunga Persik itu sedari awal sangat misterius pemiliknya, kita hanya tahu pemiliknya adalah pedagang kaya yang berasal dari Kekaisaran Xia Utara,"
"Kondisi internal Xia Utara sedang kacau sekarang, dan Adikku itu terlibat didalamnya,"
"Entah berapa banyak bahaya yang mengancamnya apakah dia masih dalam keadaan baik atau tidak," Lanjut Xiu Huanran cemas.
Untuk meredakan amarahnya, Xiu Huanran membanting gelas teh diatas meja kudapan.
'Prang'
Bersamaan dengan itu pintu ruangan terbuka dengan paksa mengeluarkan bunyi yang keras.
Xiu Haocun dan Xiu Jierui memasuki ruangan itu dengan wajah penuh ke khawatiran,
"Apa yang kau maksud, nak? Ada apa dengan adikmu?" Tanya Xiu Haocun tidak sabar.
"Apa yang kau sembunyikan? Ada apa dengan Xuan'er?" Ucap Xiu Jierui juga tidak bisa menahan kekhawatirannya.
••••••••••••••••••
Doppelgänger: Kembaran kita yang hidup dibelahan dunia lain.
Doppelganger berasa dari bahasa jerman: Doppel yang berarti double, dan Ganger yang artinya walker atau goar. Kalau dilihat dari istilah tersebut, doppelganger merujuk pada bayangan yang menyerupai diri dan menyertai setiap manusia di bumi. //www.hipwee.com//