Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Neraka Pribadi Yang Paling Sunyi!



Keheningan malam yang membungkam, udara lembab terasa sesak, dingin yang dapat merobek jiwa siapa saja yang sudah terkurung lama dan hidup meringkuk di tempat ini, yaitu neraka bobrok yang bernama Istana Dingin.


Hingar-bingar suasana Istana mewah yang di huni oleh banyak orang tidak terasa di tempat ini.


Terpencil. Terpojok. Terasingkan.


Mungkin tiga makna kata itulah yang menjelaskan semuanya.


Buaian cahaya bulan lolos melalui jendela yang terbuka. Pria menawan yang indah dengan rambut peraknya berkibar seperti benang yang terbuat dari taburan berlian. Dia bersandar terduduk di kusen jendela, wajahnya selalu hampa tanpa kehidupan. Tapi, ketika dia menurunkan pandangannya dan membuka kepalan tangannya yang memperlihatkan warna-warni permen buah yang terbungkus.


Seolah-olah itu adalah barang berharga yang langka.


Sudut bibir tebal merahnya sedikit bergerak keatas. Matanya yang terkulai itu menjadi lebih mempesona, ketika dia tersenyum. Apakah ini yang manusia rasakan ketika senang?


Seluruh tubuh yang terasa lebih ringan, hati di gelitik oleh kenyamanan, dan perutnya yang terasa ingin meledak oleh jenis perasaan yang tidak dia mengerti.


Dia selalu sendirian, dia terbiasa bertahan dengan caranya sendiri, karena itu dia tidak tahu apa itu penderitaan dan kesepian. Apa itu kebahagiaan? Serta apa yang harus dilakukan untuk merasa bahagia. Dia hanya tahu cara bertahan dengan mengandalkan sisi kegelapan yang ada di dalam dirinya, dia hanya tahu cara menyiksa seperti bagaimana hal-hal itu yang dia dapatkan sejak menyadari tentang kejamnya hidup lebih awal daripada mengenal tulisan.


Suara berat seseorang memanggil di kepalanya. Itu suara sosoknya yang lain, yang terbangun.


—Shen Yuan Zi! Hei, dasar bodoh!


—... Mozi.


—Apa yang salah denganmu?! Cepat berikan kendali tubuh ini lagi padaku!


Pada titik tertentu, suara Mozi mulai bergema di kepalanya. Shen Yuan Zi tidak bisa mengingat kapan itu dimulai. Mungkin di masa-masa terberatnya dan Mozi datang mengambil kendali sejak hari-hari itu.


Tapi, sekarang dia berubah pikiran. Entah bagaimana dia ingin memulai semuanya alih-alih meringkuk kembali di dalam.


—... Mozi. Aku akan menemukan benda itu. Jadi, jangan keluar sampai hari itu tiba.


—Apa yang kau pikirkan, bodoh?! Kau lemah dan tak berguna! Aku membiarkanmu keluar bukan untuk mengambil alih sepenuhnya!


Mozi begitu marah. Meskipun dia kuat, tapi, ini adalah tubuh asli milik Shen Yuan Zi. Secara teknis, dia hanyalah kesadaran tinggi yang di buat oleh serpihan kecil tetesan darah Raja Yama yang tercemar dan bersarang di tubuh anak ini. Dia ingin menggali kegelapan di hati anak ini dan mengambil alih seluruhnya secara perlahan. Dan selama ini dia selalu berhasil karena Shen Yuan Zi begitu penurut juga bungkam, namun sekarang si bodoh ini sering kali berulah. Itu membuat Mozi ingin meledakkannya.


—... Kali ini. Biarkan kali ini saja aku merasakan bagaimana itu hidup, bagaimana seorang manusia itu hidup.


— Heh?! Yang benar saja? Kau itu makhluk aneh yang tercemar sebagai monster, bodoh!


Mozi melontarkan kata-kata sarkastik. Membuat Shen Yuan Zi terdiam di dalam. Namun, Shen Yuan Zi tidak berminat untuk goyah. Dia sudah sering mendengar orang-orang mengatakan itu.


— Tidurlah kembali, Mozi.


Shen Yuan Zi berniat untuk memblokir suara Mozi dari kepalanya. Dia bisa menekan Mozi untuk tertidur sementara waktu. Sama seperti yang dilakukan Mozi padanya.


Kalimat Mozi mengintrupsi membuatnya membeku sejenak di dalam.


— Tiga tahun lalu, kamu menggunakan kekuatan surgawimu dan terbangun hanya untuk merecoki urusanku demi menyelamatkannya yang tenggelam dan hampir mati di dasar sungai. Padahal aku ingin membunuhnya saat itu juga.


— Diam! Itu tidak ada kaitannya dengan ini. Aku hanya ingin memberi ruang untuk diriku bernapas. Tidak ada salahnya, bukan?!


Dengan cepat Shen Yuan Zi memblokir kesadaran Mozi dari kepalanya. Dia memejamkan matanya, mencoba mengatur napasnya yang tersenggal-senggal oleh rasa takut dan emosi kegelisahan yang membuncah keluar.


Mozi akan selalu dapat menyusup ke titik terlemahnya. Dia tahu bahwa kegelapan ini, sudah terlanjur bersarang dalam dirinya. Jeratan seumur hidup ini tidak akan pernah bisa lepas dan akan terus mengikatnya.


Hidup meringkuk selama ini adalah neraka pribadi yang paling sunyi untuk Shen Yuan Zi. Jadi, dia sudah merasakan apa itu neraka seorang diri.


•••••••••••••••••••••


Daun kuning musim panas memang begitu mempesona. Namun, itu kalah indah dengan para gadis muda yang berkumpul di pelataran Istana Dengshuo untuk mengasah dan membanggakan bakat mereka.


Cahaya matahari memantul di kolam teratai yang beriak tenang. Pelataran terisi oleh kelompok para gadis muda yang membawa banyak jenis peralatan di tangan mereka. Dimulai dari alat musik, alat melukis, catur, dan benang sulam. Itu ramai oleh tawa cekikan mereka yang saling melempar pujian palsu.


Setelah makan siang, para gadis muda ini di berikan waktu bebas untuk mengasah dan berlatih kembali keterampilan yang mereka miliki untuk kompetisi nanti.


"Bukankah seluruh proses pemilihan permaisuri pangeran bisa di bilang konyol?" Mata Xiu Qixuan meruncing tak senang, dia melontarkan cemohan di kalimatnya. Melihat para gadis yang saling membanggakan diri untuk bisa mendapatkan satu pangeran membuatnya muak. "Seharusnya seorang wanita tidak hanya di nilai dari kemampuan cara mereka membuat teh atau memuaskan di ranjang." Ujarnya.


Su Yiyang yang sedang fokus belajar merangkai bunga dengan Duan Maiqiu itu hanya berdeham dan memanggut-manggut. Ketiga gadis muda ini duduk bersama di satu meja yang melingkar. Keberadaan mereka sama sekali tidak mencolok, malah begitu terasingkan.


Menoleh. Duan Maiqiu memiringkan wajah menatap Xiu Qixuan penuh minat. "N-ona Be-sar, a-pa ya-ng mem-buat-mu be-gitu ke-sal?" Dia kebingungan oleh kalimat modernisasi kesetaraan gender yang di muat oleh Xiu Qixuan. Meskipun kesulitan untuk berbicara, tapi, Duan Maiqiu tidak sungkan lagi menunjukan kekurangannya pada Xiu Qixuan.


"Hmph, tidakkah kamu mengerti? Mungkin jika para petinggi sedikit saja mengabaikan perihal konyolnya kompetisi ini. Kita akan melihat seorang wanita bisa lebih dari ini." Tidak peduli mereka mengerti atau tidak, Xiu Qixuan tetap berbicara dengan nada berapi-api. Tiga hari ini dia lalui dengan begitu muak oleh semua hal yang diatur oleh pihak istana.


Di mulai dari jenis makanan dan pakaian yang dia kenakan memiliki peraturan ketat. Sampai jadwal mandi dan tidurpun mereka atur dengan seksama.


Xiu Qixuan jadi berpikir untuk mengikuti jejak Yao Anran yang menjadi sukarelawan di balai pengobatan. Tapi, dia mengurungkan niatnya ketika mengingat di sana ada ilmuwan gila yang dapat mengancam semua jenis keberadaannya.


Dengan kedok menerima hukuman untuk menebus rasa bersalahnya dan menjadi sukarelawan, Yao Anran yang naif dan polos itu tidak sadar sudah menggigit umpan yang di berikan Shang Shufei pada mereka, gadis itu tidak menyadari jika dia sudah menerima sponsor besar dari Shang Shufei dan harus membayarnya kemudian.


Karena kala Yao Anran menjadi sukarelawan yang berada dalam perlindungan Shang Shufei, namanya secara perlahan demi perlahan akan menjadi perbincangan ketika dia selesai ikut menangani satu pasien demi pasien ataupun membantu satu tabib dan tabib lainnya. Xiu Qixuan sudah berniat menghentikannya namun Yao Anran tetap keras kepala.


Beranjak dari duduknya. Xiu Qixuan menggedarkan pandangannya yang meruncing tajam kesekitar untuk memastikan tidak ada kasim senior ataupun pelayan senior yang sedang bertugas untuk mengawasi mereka. Kala Xiu Qixuan ingin melangkahkan kaki.


Suara Su Yiyang mengintrupsi.


"Ingin kemana kau?"


•••••••••••••••••••••