
Maaf ketidaknyamannya ini repost untuk new readers karena ada 2 eps yang kehapus. Beruntung author masih nyimpen filenya:).
••••••••••••
Keheningan menenggelamkan sekitarnya yang kabur seolah-olah waktu terhenti. Detik saat dia menemukannya dan didetik itupula hujaman salju menjadi sebuah badai.
Situasi yang tak terduga adalah uji coba untuk kemampuan mengendalikan diri. Seperti saat ini, keduanya membeku dengan mata jernih yang mengarah pada satu titik.
Angin malam terasa dingin, sama perihnya dengan luka berdarah yang terus mengalir. Dibawah cahaya merah samar dari lentera yang menggantung tinggi, sosok mereka berdiri seperti gelombang ombak yang tak tertahankan, seperti letupan gejolak erupsi dari gunung berapi yang tak terprediksi.
'Greb..' Tangan gadis itu ditarik kedepan dengan kuat membuatnya seketika jatuh kedalam dekapan hangat penuh kerinduan. "Feng'er... Kamu—," Terjeda Xia Qian Che karena tertahan oleh perasaan membuncah yang menyesakkan dada.
Mata Xiu Qixuan mengerjap dalam riak emosi wajah yang tenang, dia mendorong tubuh keagungan itu untuk menjauh. "Yang Mulia, hari sudah gelap membuat anda tidak dapat mengenali bawahan ini." Suaranya lugas dan datar tanpa sedikitpun getaran emosi yang berlebihan.
Xia Qian Che menarik napas panjang dan menggigit bibir dengan tangan yang mengepal erat, "Aku tahu kamu menyalahkanku." Suaranya mengalir tenang yang terdapat bekas kesepian diwajahnya. Ia melepaskan formalitas yang dimiliki seorang Kaisar hanya pada sosok yang dicintainya.
Xiu Qixuan tidak dapat terus untuk menahan diri, dia ingin sekali mengeluarkan rutukan dan makian tetapi pada saat ini yang berhadapan dengannya adalah seorang Kaisar!
"Sebentar!" Ucap Xiu Qixuan dengan cepat membalikan wajah untuk menghalau adegan melodramatis ini. Dia mengambil sebuah kaca perunggu dari dalam saku lengan baju dan mengarahkan itu kewajahnya untuk memastikan sesuatu.
"Guru, kamu adalah Muhou !" Sebuah suara dari sosok mungil yang tampan itu terdengar dengan menatapnya penuh binar kebahagiaan yang polos.
"Aku bukan!" Desisnya pelan.
Wajah Xiu Qixuan pucat pasi karena kehabisan energi dan juga darah yang terus mengalir dari lukanya. Tetapi, kedua matanya cemerlang menyembunyikan kecerdasaan yang samar. Dia kembali membalikan tubuh untuk berhadapan dengan Xia Qian Che yang masih berdiri menatapnya penuh ketulusan.
'Dug..' Xiu Qixuan berlutut dengan melakukan kowtow dasar memohon ampun.
"Yang Mulia Kaisar, berikan hukuman kepada subjek yang tidak taat ini! Saya hanya ingin menyembunyikan tanda lahir hitam yang jelek diwajah, tidak bermaksud membohongi Kaisar." Suaranya bergetar dengan kecemasan yang dimaksudkan adalah bagian kebohongan dimana ia pernah berkata bahwa diwajahnya terdapat bekas luka mengerikan.
Xia Qian Che tercengang, dia tidak memperhatikan wajah itu dengan jelas karena kegelapan malam yang samar menghalangi pandangan, tetapi cetakan wajah cantik itu jelas adalah wanita yang dicintainya. Apakah ada kesalahan dalam mengenali?
"Angkat kepalamu dan biarkan Zhen melihatnya!" Perintah yang mutlak penuh kemegahan bergema.
Xiu Qixuan mengangkat kepalanya, tatapannya penuh hormat menyembunyikan martabat dari nona bangsawan.
Wajah itu tidak berubah dengan kulit seputih salju dan selembut tofu, bibir merahnya yang mungil memucat, rambut hitam panjang yang tergulung seperti mutiara hitam itu berkilauan tertiup hembusan angin, sepasang mata indah yang jernih namun sangat dalam layaknya sumur yang menyembunyikan ketajaman.
Hanya terdapat satu hal yang menodai kecantikan itu, sebuah lubang bulat berwarna hitam dibagian keningnya. Begitu mirip tetapi juga berbeda. Familiar tetapi terasa sangat asing yang jauh.
Xia Qian Che tertegun dalam diam, dia tidak bereaksi untuk beberapa saat menelusuri cetakan wajah dari sosok gadis di depannya.
Tangan Xiu Qixuan terkepal erat, gadis itu menggeram menahan kesakitan yang menusuk pinggang rampingnya dengan merutuki betapa sial nasibnya hari ini. Apakah Kaisar bucin ini lupa bahwa dia sedang terluka? Setidaknya berikan sedikit waktu untuk pemulihan!
Tubuh Xiu Qixuan sudah bergetar dan napasnya memberat, kedua mata itu mengerjap tertahan.
'Hap..' Saat tubuhnya terhuyung kebelakang, sesosok mungil nan tampan itu menjadi penyangga kejatuhannya.
"Fuhuang... Muhou terluka!!" Teriaknya panik dengan tangan mungil yang mencengkeram lembut pundak Xiu Qixuan yang memang sedang berlutut.
'Greb..' Xia Qian Che dengan gerakan reflek melangkah maju dan meraih tubuh ramping itu kedalam dekapannya. Dia perlahan beranjak untuk berdiri dengan kelembutan menggendong gadis cantik itu.
"Yang Mulia, biarkan penjaga yang membawa Nona Qi kembali!" Ucap Kasim Cui yang sejak tadi terdiam menyaksikan dari sudut belakang. Dia muncul untuk menjadi pengingat bahwa tidak layak bagi tubuh naga milik seorang Kaisar melakukan jenis pekerjaan kasar ini.
"Tidak diperlukan." Tolaknya. "Kasim Cui, segera bawa Xiao Wen kembali ke Halaman Istana Hou Ming. Sisanya panggil tabib kekaisaran dan ikuti Zhen ke Halaman Istana Ting Xue." Lanjutnya memberikan perintah dengan tegas penuh pancaran keagungan yang menekan.
Sebelum putranya mengutarkan ketidaksetujuan dan membantah perintah, Xia Qian Che segera mengepak lengan baju dan berlalu pergi dengan membawa tubuh sesosok gadis cantik yang berada di dalam dekapannya.
••••••••••••
Pada saat ini, kita kembali kemasa dua minggu setelahnya. Dimana hal-hal berjalan dengan berbagai kerikil kecil yang membuat banyak langkah tersandung.
Ini adalah kereta kuda yang megah penuh pancaran kemuliaan dari sosok yang menaikinya. Jalan bergelombang menimbulkan derakan bergoyang tak seimbang di dalam gerbong kereta.
"Ib—, Guru..." Panggil balita manis nan cantik yang berada diseberang tempat duduk.
'En..' Jawab Xiu Qixuan membuka kelopak matanya. "Ada apa Tuan Putri?" Tanyanya.
Changning Gongzhu itulah gelar mulia yang diberikan pada sosok menggemaskan ini. Dia menundukan wajah dengan jari-jari mungilnya yang menyusut di lengan bajunya yang tak terkendali penuh keraguan untuk berbicara.
Xiu Qixuan menarik napas dalam dan perlahan bertanya, "Tuan Putri, mengapa begitu takut saat kamu memiliki kekuatan yang tak terbatas?" Itu merupakan sebuah pengingat, Xia Zhishu tidak boleh tumbuh menjadi sosok lemah dan penakut atau dimasa depan ia akan mudah untuk di tindas.
Identitas mulia yang dimiliki balita manis ini cukup untuk menekan banyak orang agar mereka tidak berani berbuat sembarangan tetapi mengapa malah menyia-nyiakan hal tersebut dan memilih bersikap penuh keraguan.
Xia Zhishu mendongakkan wajah dengan senyuman yang merekah seperti bunga diawal musim semi begitu manis dan menyejukkan. "Shu'er mengerti. Guru, jangan marah!" Suaranya terbata dengan decitan menggemaskan.
Helaan napas samar terdengar keluar dari celah bibir milik Xiu Qixuan kemudian dia memasang raut wajah serius, "Aku tidak, hanya saja kamu jangan keluar Istana untuk mengunjungiku lagi. Itu berbahaya!" Peringatnya.
"Tetapi Shu'er ingin bersama guru." Jawab Xia Zhishu dengan teguh.
"Tidak boleh!" Sergah Xiu Qixuan dengan cepat.
Kedua mata bulat nan polos milik Xia Zhishu perlahan berkaca-kaca menahan tangis karena merasa tertolak dan dibentak.
Dia begitu imut meluluh lantakan hati seseorang, disisi lain Xiu Qixuan menarik napas dalam dengan raut wajah kesulitan perlahan berucap, "Tuan Putri, mengertilah! Aku hanya Gurumu, jangan begitu dekat denganku. Didunia ini banyak wajah yang memiliki kemiripan."
Raut wajah Xia Zhishu mengerut dan meringkuk kemudian dia menangis keras. Airmata membanjiri wajah gemuknya yang memerah. "Guru jahat." Ucapnya.
Xiu Qixuan segera bergerak maju dan menghampirinya kemudian membawa balita manis itu kedalam pelukan dengan perlahan penuh kelembutan menepuk punggung kecil tersebut untuk menenangkannya, "Baiklah.. Baiklah.. Maafkan guru!" Ringisnya. Bisa kacau jika terlihat bahwa dia sudah membuat seorang Tuan Putri menangis.
Dalam dua minggu ini, dia memang tetap sebagai Nona Qi yang merupakan seorang Guru Kekaisaran tetapi banyak perlakukan berubah semenjak saat itu.
Seperti yang dikatakan bahwa noda hitam diwajahnya merupakan sebuah jalan keluar yang sengaja dia buat. Kerena itulah dia berhasil meloloskan diri dari klaim identitas Qiaofeng.
Sebuah hal kecil dapat membuat kebingungan besar. Layaknya sebuah lukisan yang memiliki noda samar akan dapat menghancurkan keasliannya.
•••••••••••••