Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Promo : Menjadi Putri Figuran Tanpa Nama



Promo alert👐



Aku berpindah ke dunia asing dalam novel yang belum sempat kuselesaikan. Selain itu, menempati tubuh bayi yang merupakan Putri ke-15. Karakter yang tidak pernah muncul dan tidak pernah disebutkan namanya.


Dan, yang lebih mengerikannya lagi. Pemeran utama pria obsesif dalam novel itu adalah kakak lelakiku. Dalam cerita, saat kenaikan takhta beliau akan membakar sebagian bangunan istana dalam dan menjual seluruh keturunan kekaisaran yang merupakan seorang putri untuk di peralat menjadi budak politik negara.


Putri ke-15 memang tidak pernah muncul dalam bagian kalimat utama novel. Tetapi, tetap saja termasuk kedalam salah dari seorang putri yang akan dijual olehnya, kan?


Apa yang harus kulakukan?


Tentu saja, aku tidak akan melakukan apapun agar tidak merusak karya aslinya.


Hidup tenang dengan terus bersembunyi agar tidak terlibat sedikitpun dengan para tokoh penting. Sampai dipastikan mereka tidak akan pernah menyadari keberadaanku. Pada saat itu, aku akan pergi dalam kesunyian dan melepaskan status sebagai seorang putri.


Lagipula, putri kaisar saat ini begitu banyak dan berlimpah. Aku tidak menonjol untuk diperlihatkan.


Aku sama sekali tidak berniat dan lebih tidak berminat terjebak oleh arus naskah asli. Karena menjadi figuran tanpa nama yang tidak menarik perhatian para tokoh utama itu akan menjalani hidup lebih mudah.


Aku—, Putri ke-15, akan keluar dari atas panggung untuk menjalani hidup sebagai penggemar setia yang hanya menonton kalian wahai para tokoh utama.


Hoho, itu mudah!


Sekarang mari kita kumpulkan kekayaan terlebih dahulu!!


Tetapi...


Apa yang terjadi?!


Mengapa tokoh utama pria kedua keluar dari jalur asli dan malah mengekori-ku untuk memohon tinggal bersamanya?!


Mengapa pangeran negeri tetangga yang merupakan tokoh asing dalam novel malah terobsesi denganku?!


Tolong jelaskan padaku wahai penulis!


••••••••••••••


"Rene, apa yang harus kulakukan untukmu?"


Mata biru gelap Ashton bersinar indah di bawah cahaya rembulan.


"Tidak peduli apapun, kumohon jangan pergi sesuka hatimu!"


Suaranya yang serak terdengar sedih menatapku penuh tetes madu yang mengendap manis.


"Mari tinggal bersamaku di Duchy of Kerrigan."


Mata safirnya menyeruakkan ratapan kasih sayang yang penuh, itu membuat hati dan juga pikiranku semakin tenggelam kedasar lautan biru, sehingga aku tidak bisa langsung menjawabnya.


"Percaya padaku, Rene. Aku akan melindungimu."


Dengan pandangan yang sayu, dia sekali lagi berusaha meyakinkanku untuk tetap tinggal.


Suaranya berbisik di telingaku, napas hangatnya berhembus menggelitik rendah kedalam suhu kulitku. Tangannya merengkuh lembut tubuhku dengan penuh ketidakrelaan untuk melepaskan. Seolah-olah dia ingin tubuh kami menyatu.


"Ash..."


Bibirku berkait rendah untuk memanggil namanya.


••••••••••••••••


"Sharen, jangan menghindariku!"


Sebuah tangan besar yang kokoh melingkari pinggangku erat.


Seorang pria asing yang memiliki iris mata lavender menatapku penuh pancaran kerinduan.


"Jangan menghilang lagi. Apakah sekarang kau ingin melarikan diri dariku?!"


Suaranya rendah dengan geraman emosi kesedihan.


Ketika wajahnya semakin mendekat untuk mencumbu bibirku lembut. Aku segera memalingkan wajah dan mendorong tubuhnya.


"...Kamu siapa?!" Sentakku gemetar.


Walaupun dia berbicara dengan lembut dan sopan padaku, tetapi, matanya seperti binatang buas yang sedang mencari keberadaan mangsanya.


"Sharen."


Dia memanggilku penuh kekecewaan karena aku tidak mengenalinya.


"Aku, Cad."


"Kau memberikan cahaya itu padaku, kutukanku sudah terlepas karenamu. Dan, sekarang kau tidak mengenaliku?"


Mata lavender yang cerah miliknya menatapku redup. Tangannya terulur untuk meraih tubuhku mendekat.


Aku secara reflek segera mundur untuk menghindarinya.


"Kumohon, kumohon! Jangan mundur selangkah lagi. Jangan menghindariku, Sharen."


"Aku, Cad. Cadence-mu yang terkutuk."


Dia memohon dengan begitu putus asa yang sedih. Tangannya kehilangan arah karena tubuhku menjauhinya.


"...Cad?" bisikku.


Airmata mengalir membanjiri pipiku ketika berhasil mengingatnya. Cadence, anak malang yang terkena kutuk itu kamu?


••••••••••••••


Mampir di novel terbaruku, ya gais.


Mengambil latar romance fantasy barat. Yang gemar baca genre isekai sok ditunggu dukungannya. Tpi kalau masalah up masih bakal difokuskan utama ke karya 'The World of Ca Li' Ini hanya akan jadi selingan karena imajinasiku terpisah budaya barat dan timur.