Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Merampas Hasil Tangkapan?



Kembali pada masa ini


Sebelumnya...


"Iblis Zi, kau sialan!!" Cercaan makian keluar dari bibir mungilnya. "Kau selalu saja menggangguku, enyahlah sana!!" jengkel Xiu Qixuan dengan mendengus tajam.


"Ouch itu menyakitiku, sayang." Terkekeh kecil Mozi dengan gerakan melepaskan tudung jubah yang menutupi garis wajahnya yang tampan.


"Cepat, lepaskanlah kutukan yang menyelimuti tubuh Paman Rui. Kalau tidak—dia bisa mati!" Suara Xiu Qixuan terdengar sangat terdesak khawatir.


Xiu Qixuan tidak dapat melepaskan sebuah kutukan, ia bukanlah mahluk abadi yang memiliki kekuatan suci.


Mozi balas menyeringai licik.


••••••••••••••


"Hanya dalam waktu yang singkat, kamu sudah sangat begitu menghargainya. Sepertinya manusia ini lebih banyak membuka mulutnya, yaa." Suara Mozi memiliki ejekan dengan lirikan mata kelam yang tak acuh.


Rui Jizhang merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar dan tercabik-cabik oleh suatu tangan yang tak kasat mata. Rasanya seperti daging yang terkoyak untuk di kuliti dengan perlahan-lahan.


Metode penyiksaan menggunakan alat-alat penjara yang notabennya penuh kekejaman mungkin akan terasa lebih ringan daripada ini.


Ini melemahkan kewarasan dan kesadaran mentalnya.


Wajah Xiu Qixuan semakin mengerut gelap dengan geraman emosi ketidaksenangan yang tercetak jelas.


Mendengar suara rintihan kesakitan Rui Jizhang dan ekspresi wajah bermusuhan milik Xiu Qixuan, membuat Mozi terhibur karena ia segera tertawa terbahak-bahak sembari berkata angkuh;


"Heh, akan lebih baik jika dia menyimpan kata-kata sebaik mungkin sampai tenggorokannya sakit. Mungkin dengan begitu aku tidak akan melakukan hal yang lebih kejam, kan?"


Melihat Mozi yang bertingkah arogan di dalam wilayahnya, Xiu Qixuan sudah sangat marah. Namun, dengan kondisi Rui Jizhang yang terkena kutukan membuat Xiu Qixuan berusaha sebaik mungkin untuk bersabar dengan menekan sedikit kemarahan.


"Melihatmu yang hanya terfokus pada hasil tangkapanku, —sepertinya kau datang bukan untuk menyelesaikan akun." Suara Xiu Qixuan yang rendah seperti berbisik tajam dengan mata yang berkobar dingin menahan amarah.


Tentu saja, yang dimaksudkan adalah Rui Jizhang sebagai tangkapan tersebut. Dan, akun yang belum selesai adalah kejadian dimana Xiu Qixuan mempermalukan Mozi dengan cara membuangnya dipinggir jalan dalam kondisi di racuni.


Mozi mengangkat sebelah alisnya dengan tangan disilangkan membentuk cibiran. "Ya, sangat bagus kalau kamu cepat mengerti."


Xiu Qixuan perlahan melangkah dengan terkekeh geli sembari berkata, "Merampas hasil tangkapan orang lain ketika dia sendiri gagal dalam perburuannya. Iblis Zi, tindakanmu ini terwakilkan dengan satu kata."


"PE.NGE.CUT."


Kemudian dia memiringkan sedikit wajah dengan tersenyum begitu cerah. Tetapi, tatapan matanya terasa begitu mengintimidasi orang.


Disisi lain, Mozi tersentak kaku ketika merasakan sengatan hangat yang terasa aneh mengalir di dalam hatinya. Bola mata kelamnya hanya terpaku pada sosok Xiu Qixuan yang terlihat begitu mempesona seperti pantulan sinar tajam namun lembut dibawah pekatnya kegelapan ruang penjara.


Xiu Qixuan mengernyitkan kening, tidak dapat menebak isi pikiran Mozi karena pria ini bereaksi dengan tatapan yang cukup aneh. Bukankah seharusnya dia terprovokasi?


Secara naluriah Xiu Qixuan mengetahui dengan jelas bahwa Mozi yang menjadi pengendali dalam situasi saat ini, karena kutukan yang tertanam ditubuh Rui Jizhang itu mengekang Xiu Qixuan untuk bertindak leluasa melawannya.


'Walaupun, aku tidak dapat langsung mengirimmu ke neraka. Setidaknya, kemampuanku cukup untuk menjadi lawan yang akan menendangmu.' Gumam dalam hati Xiu Qixuan yang membara.


Pedang Xue Yue mulai memancarkan sinar yang mengkilat tajam. Segera Xiu Qixuan mengangkat untuk menghunuskan sembari berucap. "Lepaskan kutukannya dan cepat enyahlah dari sini!"


Melihat pedang yang mengarah padanya Mozi berekspresi datar dengan tangan kiri nya yang terangkat keatas kemudian membentuk kepalan erat. 'Zrassh..' Asap berwarna hitam kemerahan terlihat mengepul keluar dari sela antara jari-jari tangannya.


'Arghh..' Raungan dan jeritan Rui Jizhang terdengar keras dengan tiba-tiba tubuhnya bereaksi tak terkendali.


Dia menggelepar dilantai dingin dengan darah yang keluar dari lubang hidung, telinga dan mulutnya. Bahkan kedua matanya pun ikut mengelurkan tetes berdarah. Pemandangan mengerikan yang dapat menakut-nakuti orang dengan daging dan darah yang berantakan disekitar wajahnya.


Penjara yang lembab dipenuhi bau menyengat amis darah dan busuk.


Ekspresi Xiu Qixuan langsung goyah, dia menggertakan gigi dengan tatapan yang menyipit tajam membentuk kerutan ketidaksenangan ketika secara perlahan menurunkan pedangnya. "Apa maumu?" Meski suaranya tenang, tetapi, orang lain dapat merasakan getaran samar disekitar matanya.


Mozi menyaksikan dengan ekspresi dingin, tidak merasa sedikitpun kasihan. "Aku akan melepaskan kutukannya. Jika, manusia rendahan ini ikut bersamaku." Ucapnya


"Membawanya bersamamu?" Xiu Qixuan seperti baru saja mendengar lelucon. "Jangan konyol!" Teriaknya marah.


Seluruh waktu dan tenaga yang dia curahkan untuk mendapatkannya. Alih-alih menemukan ketenangan setelah mendapatkan lebih banyak petunjuk tetapi yang ada malah rasa dongkol amarah karena bertemu perampok yang ingin merampasnya paksa.


"Ga—, gadis kecil!" Rui Jizhang mengulurkan tangannya kearah Xiu Qixuan berusaha keras untuk memanggil dengan rasa sakit yang tajam dan suara darah yang terus menetes di lantai.


Xiu Qixuan menolehkan memasang wajah khawatir dengan cepat menghampiri dan berjongkok untuk menopang sedikit tubuh Rui Jizhang.


"Tetap jaga kesadaranmu, paman!" Ucap Xiu Qixuan dengan tatapan membeku bingung.


Dia merasakan darah berwarna pekat mengalir semakin banyak, suhu tubuhnya turun drastis. Rasa dingin yang menjalar di sekujur tubuh Rui Jizhang menyebabkan pria itu mengalami kejang.


Xiu Qixuan menggeram dengan suaranya yang rendah menekan keputusasaan, ia berkata. "Mozi, kita lakukan sesuai kehendakmu." Meski terkesan pasrah, tetapi, lirikan matanya tetap tajam menunjukan kecerdasan yang masih teguh untuk mempertahankan.


Senyum kemenangan yang bangga terpasang diwajah tampan Mozi.


Pria itu tidak menyadari bahwa dalam diam tangan Xiu Qixuan bergerak dan dengan kecepatan diatas rata-rata pedangnya melayang kearah salah satu ornamen patung serigala kecil yang menggantung disudut dinding.


'Splash.. krettt..' Segera kepala serigala kecil tersebut memutar layaknya tuas katrol.


Tiba-tiba, 'Srash..' lubang terbentuk hanya di bagian lantai penjara yang ditempati oleh Rui Jizhang dan Xiu Qixuan saja. Membuat mereka melayang jatuh ke kedalaman dan segera lubang dilantai itu kembali tertutup.


Sebelum terjatuh dan menghilang, Xiu Qixuan memasang wajah datar dan berkata dingin. "Mari jangan bertemu lagi."


Mozi bereaksi terkejut dengan berlari cepat untuk menggapainya. Tetapi, rute pertahanan rahasia tersebut diatur sebaik mungkin untuk cepat tertutup dan hanya dapat dibuka kembali jika sudah tujuh jam berlalu dari waktu sesudah digunakan.


Semilir angin dingin berhembus seiring tubuhnya yang meluncur jatuh kebawah dengan kepayahan dan tangannya yang terasa nyeri untuk menopang tubuh Rui Jizhang.


•••••••••••••