Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Tamu Di Ruang Baca



4 Hari Kemudian, alun-alun Kota Lian, Kekaisaran Shen.


Suara hiruk-pikuk yang ceria dengan aroma hangat musim semi menempel di hidung masing-masing pengunjung.


Para pedagang yang menawarkan barang dagangan mereka, ratusan pejalan kaki memiliki wajah berseri-seri, puluhan anak-anak kecil berlarian dan merengek pada ibu mereka untuk di belikan topeng mainan.


Alun-alun Kota Lian begitu ramai, penuh sesak oleh para penduduk yang berkumpul untuk berdagang ataupun membeli barang.


Terlihat Para Nona Muda sedang berbelanja begitu banyak barang dengan mengenakan pakaian sutra mereka yang indah dan riasan juga pengawalan yang begitu mencolok memperlihatkan status dan kedudukan mereka.


Festival musim semi untuk pergantian tahun sudah berlalu begitu lama. Tapi, mengapa beberapa bangsawan terlihat sedang mempersiapkan beberapa perayaan?


"Berita Ibukota! Berita terbaru dari Ibukota!" Seorang pedagang buku dan surat kabar baru saja tiba, ia berteriak dengan keras menjajakan barang dagangan nya. "Berita terbaru, berita terbaru. Untuk semua Nona dan Nyonya persiapkanlah diri kalian,—Kaisar akan mengadakan kompetisi untuk pemilihan permaisuri pangeran..."


"Aiyaa, rumor kesekian yang kau terbit kan..." Seorang pedagang lain menanggapi tak acuh dengan mengejek.


"Diam kau! Kali ini dapat di pastikan kebenaran nya. Aku memiliki informan terpercaya dari Ibukota. Lihatlah ini—, daftar nama dan lukisan wajah para Nona Muda yang akan di undang langsung oleh Kaisar untuk masuk ke Istana." Penjual surat kabar itu dengan menggeram kesal pada sang rekan, ia menunjukan gulungan-gulungan kertas tebal.


Dari balik tudung penutup, wajah Xiu Qixuan tetap datar, tetapi, matanya berkedut rendah menunjukan minat penasaran. Jari-jarinya menyusut membuka sedikit tudung kain yang di kenakannya.



Tiba-tiba, seorang nona muda dengan pelayan nya melintas lewat sembari berbisik.


"Bukankah itu berita lama. Kita saja sudah bersiap-siap sekarang." Sang Nona berkata pada pelayan dengan kerutan.


Sang pelayan menjawab berbisik membuat pujian untuk menjilat. "Karena Tuan Besar adalah bangsawan yang berasal dari Ibukota. Jadi berita akan datang lebih dulu untuk anda, Nona. Lagipula, hanya para bangsawan besar yang mengetahui kebenaran—sebelum itu benar-benar tersebar luas."


Mendengar kata-kata mereka, Xiu Qixuan memicingkan mata nya tajam. Kalimat yang tertulis dalam surat kiriman dari Xiu Haocun tiba-tiba melintas cepat memenuhi benak dan pikiran nya.


Dalam sekejap, ketenangan Xiu Qixuan memudar ketika jantung-nya yang merasa curiga berusaha mencerna beberapa informasi.


Xiu Qixuan segera beranjak dan berjalan tenang melewati penjual surat kabar yang sudah sibuk di kerumuni orang.


Dia menerobos pinggir kerumunan pembeli dan melemparkan sekantong koin kemudian berlalu pergi tanpa mengatakan apapun setelah mengambil gulungan yang berisi daftar nama.


Kedua kaki Xiu Qixuan terus melangkah, kepala nya menunduk dengan jari-jari bergerak membuka gulungan tersebut.


Srek...


Bola mata Xiu Qixuan bergerak membaca seluruh isi daftar nama. Dan, itu terhenti ketika wajah nya tiba-tiba mengelupas keras dengan pandangan gelap melihat kalimat yang tertulis.


[Nona Besar Xiu, Putri Jenderal Besar Xiu. dari Kabupaten Jizhou Kota Ping'an di Perbatasan Selatan.]


Tidak ada lukisan wajah nya yang di tampilkan. Mungkin karena Xiu Qixuan benar-benar jarang keluar kediaman dengan menggunakan status sebagai seorang Nona Besar Xiu.


Wajah nya yang terdistrosi kembali datar. Mata nya yang berkedut terprovokasi itu kembali menyusut hampa. Perkataan sang ayah yang di tulis dalam surat perlahan terlintas lagi, Xiu Qixuan mengerti keseluruhannya dengan singkat.


Xiu Haocun—sang ayah, memperintahkan untuk segera memilih satu pria dan menerima lamarannya. Itu berarti beliau tidak ingin sang putri memasuki Istana Kekaisaran untuk berpartisipasi dalam pemilihan permaisuri pangeran.


Karena itu dia harus mempercepat kepulangannya dan memilih calon suami sebelum orang kekaisaran datang. Xiu Qixuan segera berlari menuju penginapan tempat dia menitipkan kuda.


•••••••••••••••••••


Sepuluh hari kemudian, Kota Ping'an. Kediaman Jenderal Besar Xiu.


"Nona Besar, anda pulang!" Seorang pelayan kediaman yang sedang berjalan membawa keranjang cucian berseru saat melihat Xiu Qixuan yang melompat turun dari atas kuda.


"Apakah ayahku ada di dalam kediaman?" Xiu Qixuan bertanya dengan terburu-buru.


"Eh?" Gadis pelayan memiringkan wajah menjawab dengan tergagap bingung. "Sepertinya Tuan Besar masih berada di ruang baca..." terjeda ia.


Karena tanpa menunggu perkataan apapun lagi, Xiu Qixuan segera berlari menuju koridor dari gerbang pintu samping kediaman.


Selama berpergian dan menanggalkan identitas sebagai Nona Besar Xiu, ia harus menggunakan pintu samping untuk menyamar agar tidak mencolok.


"Eh, tunggu sebentar Nona..." Gadis pelayan itu berkata untuk berusaha menahan langkah kaki Xiu Qixuan, tetapi, dia terlambat karena Xiu Qixuan sudah benar-benar menghilang pergi.


"Aiyaa, padahal Tuan Besar sedang menerima tamu." Gadis pelayan itu menggaruk gatal tengkuknya yang bergidik dingin, ia merasa seperti sudah melakukan suatu kesalahan besar.


Dan, ternyata di kemudian hari dia mengetahui itu memang benar-benar menjadi kesalahan.




Sesampainya di ruang baca, tanpa memiliki kesabaran khusus—Xiu Qixuan membuka pintu dengan keras sampai mengeluarkan bunyi gedebuk nyaring dan ia berseru penuh semangat; "... Ayah, putrimu sudah kembali!"



Ini hal yang biasanya dia lakukan untuk menghibur sang ayah yang selalu merajuk.



**Brakk**...



Ketika pintu benar-benar terbuka. Gelombang tekanan besar menghantam Xiu Qixuan yang seketika itu mematung di ambang pintu masuk. Jantungnya melompat terkejut. Tapi, dia berusaha mempertahankan ekspresi sopan dan lembut di wajahnya.



Dia melihat Xiu Haocun yang sedang membungkuk rendah seperti memohon sesuatu kepada seseorang yang terduduk anggun menyesap teh dengan gerakan tak acuh.



Mulut Xiu Qixuan berkedut dengan jari-jarinya yang menahan untuk membentuk kepalan. Dia marah melihat sang ayah yang membungkuk lebih rendah seperti itu.



".... Ayah." Xiu Qixuan tersenyum memanggil rendah dengan matanya yang mulai menjadi dingin.



Kedua mata Xiu Haocun terangkat dan memelototinya tajam. "Kelakuan tidak sopan macam apa ini?! Cepat kembali ke kamarmu sekarang, Xuan'er!" dia berteriak mengusirnya dengan marah.



Xiu Qixuan terperanjat. Ia mengerjap memasang wajah tak percaya mendengar Xiu Haocun berteriak kepadanya.



"Aiyaa, sekarang aku mengerti. Jenderal Besar begitu berusaha keras menyembunyikan puterinya karena dia begitu manis..." Suara anggun mengalun tajam dengan mengeluarkan tekanan arogansi khusus milik seseorang yang terhormat.



•••••••••••••••••



***Selamat tahun baru 2022. Semoga kebahagiaan melimpahi kita semua. Terima kasih sudah selalu mendukung karya dan author remahan ini. Love you all💞***



***Siapa kira-kira tuh tamu nya***? ***apakah karakter baru***?



***Btw, kira-kira kenapa cover novel author ganti*** ***ya? ada yang tahu***?