
"Qixuan!" Panggil Aisin Tianyi dengan keras dari arah belakang.
Xiu Qixuan berbalik dan menolehkan wajah untuk melihat orang yang memanggilnya.
Berdiri dengan perlahan dibantu oleh pelayan wanita paruh baya itu yang memegang lengan atasnya untuk bantu memapah.
Aisin Tianyi melangkah menghampirinya dan berdiri tepat dihadapannya.
"Xiu Qixuan memberi salam kepada Tuan Muda Besar," Ucap Xiu Qixuan dengan postur sedikit membungkuk memberi hormat.
"Hamba memberi salam hormat kepada Tuan Muda Besar," Ucap pelayan wanita paruh baya yang memposisikan diri dibelakang tubuh Xiu Qixuan.
Ditempat mereka berdiri sekarang terdapat banyak pelayan, tentu saja ia harus memberi sedikit muka kepada Aisin Tianyi.
"Bangunlah, kenapa kau sendirian ditempat ini?" Tanya Aisin Tianyi dengan pandangan penuh tanya.
"Dan apa yang kau lakukan ditempat ini?" Ucap Xiu Qixuan balik bertanya.
Tempat tinggal Aisin Tianyi memang terletak tidak begitu jauh dan dipastikan dapat melihat api yang membumbung tinggi tadi malam.
Xiu Qixuan tidak mencurigainya tetapi bukan berarti ia akan denial bahwa Aisin Tianyi tidak berkaitan dengan organisasi gelap. Semua hal dapat terjadi bukan?
"Aku ingin melihat keadaanmu, bencana kebakaran hanya menghanguskan bangunan tempat tinggalmu. Apakah kau sekarang menjadi tunawisma sampai mengais direruntuhan?" Ucap Aisin Tianyi dengan mengejek.
"Humph, kalau kau datang hanya untuk mengejek, lebih baik kau cepat pergi dari hadapanku." Dengus Xiu Qixuan dengan wajah merengut kesal.
"Begitu pemarah, aku hanya ingin menawarkan bangunan tempat tinggal yang tak terpakai dikawasanku. Kau dapat menempatinya kalau kau ingin," Jelas Aisin Tianyi dengan pandangan meyakinkan bahwa ia tulus menawarkan bantuan.
"Benarkah?" Ucap Xiu Qixuan, tentu saja ia sangat bersemangat tentang tempat tinggal baru selama di Nanbao karena tidak ingin terlalu dekat dengan Sima Junke.
Xiu Qixuan terlalu antusias, ia membuat rambut panjangnya terkibas memperlihatkan leher putih dan jenjangnya yang terdapat bercak merah kebiruan.
Aisin Tianyi tentu melihat hal itu, dia memasang wajah terkejut dengan mulut yang sedikit terbuka.
"Kau—kau sudah bersamanya?" Tergagap Aisin Tianyi kemudian menutup mulut dengan tangannya, memasang gestur seolah begitu terkejut sampai tak dapat berkata-kata. Reaksi yang sangat dramatis!
"Apa?" Tanya Xiu Qixuan dengan kebingungan kemudian ia mengikuti arah pandangan Aisin Tianyi yang mengarah pada lehernya. Tetapi, ia tak dapat melihat dengan jelas tanpa bantuan kaca, bukan?
Pelayan wanita paruh baya disisinya tersenyum bijak, kemudian membantu menjelaskan dengan berbisik, "Tuan Muda memberi tanda ditubuhmu Nona."
Seketika pikiran Xiu Qixuan membeku dan tak berjalan. Ia berbalik menyamping untuk melihat pelayan wanita paruh baya itu, "Apa maksudmu? Tanda apa?" Tanyanya dengan memiringkan wajah tak mengerti.
Pelayan wanita paruh baya itu semakin tersenyum dalam dengan rasa maklum, ia berkata dengan tenang "Tanda kepemilikan,"
"APA?!" Ucap Xiu Qixuan terlalu keras, saking kerasnya mengejutkan para pelayan yang sedang bekerja membersihkan reruntuhan.
Pantas! pantas saja Sima Junke tertawa begitu senang saat tadi melihat Xiu Qixuan termenung. Pria itu, entah bagaimana dapat terpikir untuk memberikan tanda ini saat memeluk erat dan menenggelamkan wajahnya dileher Xiu Qixuan.
Pelayan wanita paruh baya itu masih tersenyum seperti berusaha menahan tawa, "Biarkan hamba membantu menutupinya," Ucapnya mengulurkan tangan membantu merapihkan rambut panjang Xiu Qixuan agar menutupi bercak kemerahan dilehernya itu.
Kemudian Xiu Qixuan menolehkan wajah untuk melihat Aisin Tianyi, ekspresi wajah gadis itu seperti sedang memendam kekesalan dan juga kesulitan untuk menjelaskan.
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan," Ucap Xiu Qixuan dengan kesulitan.
"Nona, tidak perlu menjelaskan." Sergah pelayan wanita paruh baya itu, saat melihat sang nona muda panik menjelaskan.
Bukankan ini sangat biasa dalam wilayah Nanbao? Apalagi mereka sudah mengumumkan pertunangan, kalaupun sudah bersama hanya tinggal melangsungkan pernikahan dengan megah dan meriah, pikir pelayan itu.
"Ckk, bukan begitu maksudku." Decak Xiu Qixuan kesal, Bisa mati aku kalau Er'ge mengetahui dan salahpaham, batinnya.
Secara jaringan informasi diwilayah Nanbao akan segera terbangun dan Xiu Huanran begitu ajaib dapat dengan cepat mengetahui segala hal yang berkaitan dengannya.
"Kalian harus tahu, semalam aku bertarung dengan penjahat dan karena lengah aku jatuh terbentur. Ini adalah goresan luka," Jelas Xiu Qixuan dengan mengarang alasan.
"Memangnya kau dapat bertarung? Alasanmu sangat bodoh," Ucap Aisin Tianyi tidak percaya dengan memandang geli kearah Xiu Qixuan.
"Tentu saja, aku dapat bertarung. Bahkan dapat memukulimu sampai mati," Balas Xiu Qixuan kesal.
"Oh, ya? Baik, maju dan cobalah. Kita akan lihat kau dapat memukuli-ku sampai mati atau tidak." Ucap Aisin Tianyi merentangkan tangan seakan menunggu tindakan Xiu Qixuan.
Aisin Tianyi sepertinya melupakan bahwa Xiu Qixuan pernah mematahkan pedang tajam seorang prajurit Nanbao didepan banyak pasang mata yang melihat.
"Baiklah, kalau kau tidak kuat menahannya jangan memohon padaku loh." Balas Xiu Qixuan tidak suka diremehkan ia menunduk mengambil potongan kayu dibawah kakinya.
"Kau ini terlalu banyak permintaan!" Ucap Xiu Qixuan membuang potongan kayu ditangannya dan maju dengan ekspresi membara kearah Aisin Tianyi.
Pelayan wanita paruh baya itu ingin menghentikan Xiu Qixuan tetapi sebelum dia bertindak seseorang sudah lebih dahulu mengintrupsi perdebatan yang terjadi.
"Pejabat ini memberi salam kepada Tuan Muda Besar dan Nona Xiu." Ucap Tuoba Lie dengan menyilangkan salah satu tangannya didepan dada dan membungkuk hormat khas Suku Nanbao.
Xiu Qixuan menolehkan wajah dan mengernyitkan kening sebelum akhirnya membalas memberi salam hormat.
"Pejabat Tuoba, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Aisin Tianyi dengan menyelidik penuh tekanan. Pria itu kembali memasang wajah penuh wibawanya di-depan pejabat pemerintahan.
"Bencana kebakaran menghanguskan banyak properti yang membuat setidaknya sedikit kerugian dalam sumber daya anggota keluarga kepala suku. Saya datang untuk bertugas menghitung berapa banyak kerugian untuk dituliskan dalam laporan pengeluaran pendapatan," Jawab Tuoba Lie dengan lugas tak tertekan dengan tatapan menyelidik yang diarahkan Aisin Tianyi.
Memang tidak ada yang salah dari ucapan Tuoba Lie, dia adalah pejabat sumber daya dan pendapatan yang bertanggung jawab akan itu. Tetapi, kenapa Xiu Qixuan merasa ada yang janggal ketika melihat tatapan Tuoba Lie sekilas menelusuri untuk meneliti kondisinya?
"Merepotkan Pejabat Tuoba." Ucap Xiu Qixuan membungkuk hormat dengan sungkan, lebih tepatnya ia sedang berpura-pura.
"Nona Xiu, begitu sungkan. Ini memang sudah tugasku. Bangunlah, Nona sedang terluka—tidak baik untuk membungkuk terlalu lama." Balas Tuoba Lie dengan penuh pengertian.
'Gotcha,' Ini yang Xiu Qixuan tunggu. Ucapan Tuoba Lie terdapat celah. Bagaimana bisa pejabat ini mengetahui bahwa dirinya terluka? Padahal kaki Xiu Qixuan tertutup oleh rok pakaian yang menjuntai panjang dan dari luar ia terlihat seperti orang sehat pada umumnya.
"Kau terluka?" Tanya Aisin Tianyi dengan cemas, merasa bersalah karena sudah menjahili dan mengajak gadis ini bermain.
Bahkan seorang Aisin Tianyi begitu polos tidak mengetahui luka yang Xiu Qixuan derita.
"Hanya luka kecil, tidak begitu mengkhawatirkan." Jawab Xiu Qixuan tersenyum penuh arti.
"Syukurlah, aku akan membawakanmu banyak makanan dan barang yang bagus untuk mempercepat pemulihanmu, baik?" Ucap Aisin Tianyi menghela napas lega. Pria itu mengetahui gadis ini begitu rakus oleh makanan dan barang bagus.
"Tentu saja, kau harus menebus karena sudah membuatku kesal." Timpal Xiu Qixuan dengan sedikit antusias.
"Nona Xiu harus lebih berhati-hati dalam menjaga tubuh." Ucap Tuoba Lie dengan menatap dalam Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan menolehkan wajahnya dan balas menatap Tuoba Lie, kemudian menjawab singkat, "Aku akan."
"Tetapi, Nona ini sangat takjub bahwa Pejabat Tuoba memiliki koneksi yang luas dan cepat untuk mengetahui keadaanku yang terluka ringan, mungkinkah dapat diperhitungkan dan dicatat dalam laporan pendapatan kemudian memberiku sedikit biaya pengobatan." Lanjut Xiu Qixuan tersenyum manis dan menatap penuh arti.
Ucapannya itu membuat tubuh Tuoba Lie menenggang karena terkejut, pejabat itu sangat jelas merasakan sindiran sang Nona Xiu.
Gadis itu bermaksud menjelaskan bahwa Tuoba Lie terkesan terlalu mudah dan cepat mendapatkan kabar mengenai segala sesuatu yang terjadi di dalam Nanbao, itu adalah sebuah celah yang akan membuat seseorang bertanya-tanya darimana sumber informasi yang ia miliki. Sangat cerdas—terlalu cerdas!
"Nona—," Terjeda Tuoba Lie karena Aisin Tianyi mempotong ucapannya.
"XuanXuan, kau ini terlalu tak tahu malu. Bagaimana bisa kau meminta biaya pengobatan? Sedangkan biayamu sudah ditanggung oleh Sima Junke," Dengus Aisin Tianyi polos memasang wajah tak percaya dengan ucapan Xiu Qixuan.
"Bodoh," Rutuk Xiu Qixuan dengan pelan. Aisin Tianyi ini sebenarnya tidak mengerti maksud ucapannya atau berpura-pura tidak mengerti?
"Nona, terlalu memuji. Mengenai permintaanmu untuk biaya pengobatan, aku tidak dapat memenuhinya. Tetapi, mungkin dapat dibicarakan dengan Nyonya Tua." Ucap Tuoba Lie dengan lugas ketika mendapatkan kembali ketenangan dan berusaha menyusun kalimat singkat yang masuk akal.
"Aku hanya bercanda," Ucap Xiu Qixuan dengan tertawa kecil. Sangat terlihat jelas tawanya adalah palsu, tidak ada pandangan geli ataupun humor dikedua bola matanya.
"Kau ini! Ingin—," Ucap Aisin Tianyi terjeda karena melihat sedikit bercak darah perlahan merembes dari salah satu kaki Xiu Qixuan.
"Lukamu kembali terbuka!" Lanjut Aisin Tianyi dengan panik menghampiri Xiu Qixuan.
"Hum?" Ucap Xiu Qixuan berdeham bingung karena tidak merasakan sakit apapun.
Aisin Tianyi berlutut dan mengulurkan tangannya untuk melihat lebih jelas, tindakannya ini membuat Xiu Qixuan tersentak kaget dan melangkah mundur menghindarinya.
"Aku akan membantumu," Ucap Aisin Tianyi mengurungkan niatnya untuk menyentuh bercak darah itu dan beranjak berdiri untuk memapah Xiu Qixuan.
Baru saja tangan Aisin Tianyi kembali terulur mendekati tubuh Xiu Qixuan, sebuah suara keras mengintrupsi dari arah samping mereka.
"Apa yang sedang kalian lakukan?!"
••••••••••••••
*H**ubungan Xuan dengan Aisin Tianyi itu temen yg saling menjahili ya gais, sekilas mirip hubungannya sm seperti Xiao Taoli. udhku perjelas loh ya, dia bukan kandidat pasangan! awas aja salah paham ku jitak online loh haha:) becanda seyeng*.
Terimakasih support-nya! koment kalian jadi penyemangat loh, jangan lupa like,vote dan hadiah😘😉