Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Altar Persembahan



"Jiejie..." Sentak Xiao Bao yang tiba-tiba berlari kearahnya dan menarik lengan bajunya.


Xiu Qixuan menundukan wajah untuk menatap bocah itu dengan pandangan teduh, "Aiyaa, Jiejie baru saja ingin mencarimu." Ucapnya dengan membelai lembut wajah Xiao Bao.


"Xuan'er, apakah kau menemukan sesuatu?" Tanya Sima Junke yang sudah berdiri disebelahnya.


Xiu Qixuan menggelengkan wajah dengan ekspresi canggung.


"Tidak apa, tidak perlu terburu-buru, kita baru saja tiba." Ucap Sima Junke dengan tersenyum menenangkan dan menepuk lembut pucuk kepala Xiu Qixuan. Gadis ini, mengapa dalam kurun waktu terakhir selalu memaksakan diri?


Sangat jelas mereka datang ke Sekte Tujilin untuk menyelidiki keberadaan Mutiara Putih Laut Surgawi.


Menelusuri lebih dalam mengenai bagaimana mutiara itu dapat jatuh ketangan Sekte Tujilin dan cara juga letak tempat dimana Sekte Tujilin mengambilnya paksa dari wilayah Sekte Xitian.


Barang atau sebuah warisan harta karun peninggalan seorang dewi surgawi, tentu tidak akan mudah ditemukan. Mengenai malam pencurian juga kecurigaan Xiu Qixuan kepada sang utusan dan Ketua Sekte Shi belum terjawab. Semua ini saling berkaitan, membentuk sebuah benang merah yang rumit dan sulit diuraikan.


•••••••••••••••


Bulan musim gugur menggantung indah seperti mutiara langit yang menerangi dunia fana ini.


"Sudah siap?" Suara Sima Junke dari arah belakang.


'En,' Jawab Xiu Qixuan mengangguk. Disebelahnya terdapat juga Xiao Bao yang ikut mengangguk tegas.


Pada saat ini mereka sedang mempersiapkan beberapa alat senjata juga pakaian hitam yang membalut ketat tubuh mereka layaknya seorang penyelinap atau pencuri.


Selama lima hari sejak kedatangan mereka kedalam Sekte Tujilin, mereka beradaptasi dengan sangat baik membangun relasi ke berbagai sumber penting.


Mereka mendengar desas-desus bahwa sebelumnya Ketua Sekte Chun selalu berlatih dibalik pintu tertutup dan tidak ingin menemui orang. Tetapi, entah mengapa dalam kurun waktu terakhir, Ketua Sekte Chun lebih terbuka dalam memunculkan dirinya kepada khalayak ramai.


Terdapat juga sebuah rumor kecil yang beredar luas bahwa halaman Ketua Sekte Chun selalu sunyi juga sepi dan banyak roh jahat atau hantu yang bergentayangan menakuti orang.


Mungkin bagi beberapa orang, rumor seperti ini adalah hal sepele dan bentuk khayalan juga karangan. Tetapi, gagasan yang berbeda dilontarkan oleh Xiu Qixuan membuat mereka ingin menulusuri halaman Ketua Sekte Chun.


Trik kamuflase seperti ini adalah untuk membuat orang lain tidak mendekati wilayahnya agar tidak menemukan sesuatu yang disembunyikan olehnya. Xiu Qixuan jelas mengerti!


Xiao Chun, kau meremehkannya! Lihatlah apa yang dia temukan didalam sana dan membuat sosok misterius itu murka padamu.


••••••••••••••


Suatu kerhomatan besar bagi murid untuk bertugas menjaga atau berpatroli di halaman paling luas dan besar milik Ketua Sekte Tujilin ini.


Dibelakang sudut halaman ini memiliki sebuah aliran sungai untuk dipakai oleh Ketua Sekte Tujilin bermeditasi dan taman yang indah.


Tetapi yang terjadi malah sebaliknya, para murid enggan untuk mendekat lebih jauh kedalam sana. Menyebabkan timbul kesunyian dikegelapan malam.


Semua hal itu mempermudah langkah mereka untuk menyelinap masuk, dibalik batang pepohonan dan bayangan malam, ketiga orang itu terdiam waspada dan terus mengamati sudut bangunan yang merupakan sebuah kamar.


Didalam kamar itu lilin masih menyala terang, menandakan bahwa pemiliknya masih beraktivitas.


'Srupp,' Tiba-tiba semua lilin redup dan gelap.


Dalam kegelapan, sosok wanita muda mengenakan jubah hitam meloncat keluar dari balik jendela kamar.


Kewaspadaan mereka meningkat drastis dan saling melirik untuk berkomunikasi singkat.


Itu Xiao Chun, dia diam-diam menyelinap keluar untuk menemui seseorang diluar Sekte Tujilin.


Langit sepertinya menghendaki mereka dengan memberi kesempatan besar seperti ini.


Dengan ringan tanpa menimbulkan jejak juga suara, mereka melangkah dan menyelinap kedalam sudut bangunan besar halaman tersebut.


Xiao Bao, bocah itu, kemampuan menyelinap dan mengintai dengan kelincahan karena bantuan dari tubuh kecilnya itu meningkat pesat dalam kurun waktu kebersamaan mereka.


Mereka lebih dahulu memasuki kamar milik Ketua Sekte Chun, kegelapan menerpa masuk indra penglihatan.


Xiu Qixuan bergegas menyalakan sebatang lilin yang bercahaya redup untuk membantu penglihatan mereka. 'Srupp,' Terlihat dalam kamar ini tidak terdapat hal mencurigakan, semua barang terletak dalam kondisi normal.


Dengan perlahan mereka berjalan menelusuri dan mengelilingi sudut kamar itu dengan hati-hati.


Geram frustasi terdengar keras keluar dari bibir mungil Xiu Qixuan saat dirinya tidak menemukan sesuatu didalam kamar tersebut.


Akhirnya dengan kesepakatan mereka memutuskan untuk berpindah tempat untuk menelusuri ruang belajar Ketua Sekte.


Didalam ruangan belajar itu aroma dupa lebih menyengat dari sebelumnya, membuat kening mengernyit heran.


Rak-rak buku yang berjejer rapih, gulungan dokumen penting, oranamen patung, bahkan pot tanaman hias tidak luput dari pandangannya, Xiu Qixuan menelusuri dengan cepat juga hati-hati dibantu oleh Sima Junke juga Xiao Bao.


"Huh, sangat menjengkelkan! Ini adalah bentuk kenormalan yang tidak normal." Eluh Xiu Qixuan berkacak-pinggang.


'Dug,' Dia menyenderkan punggungnya ke dinding.


'Nyesss.' Salah satu dinding mengeluarkan embun beku yang merambat ke punggungnya.


Buru-buru Xiu Qixuan berbalik dan meraba dinding itu dengan seksama. Hanya ada satu sudut seukuran telapak tangan yang aneh karena sangat dingin seperti bekuan es.


Disamping dinding tersebut, terdapat sebuah rak buku dan giok es yang berbentuk menyerupai celengan.


Xiu Qixuan termenung menatap celengan giok es itu dengan seksama, perlahan dia mengambil koin dari dalam saku nya dan memasukan kedalam celengan itu.


'Krek,' Sudut dinding itu terbuka menyerupai sebuah pintu kecil.


Sima Junke dan Xiao Bao bergegas menghampirinya, "Kerja bagus," Ucap Sima Junke dengan tulus mengapresiasi.


Didalam pintu itu terdapat sebuah anak tangga yang menuju bawah tanah, perlahan mereka berjalan melewati undakan anak tangga.


Dalam ruangan bawah tanah sebuah altar persembahan terbangun megah memancarkan kesuraman yang membuat bulu kuduk merinding ngeri.


Disana terdapat banyak simbolis aneh yang tidak akan dimengerti orang awam dalam jalur kebenaran. Pentagram berbentuk samar disetiap garisnya, jika berputar dapat membuka sebuah portal.



"Suram sekali," Gumam Xiu Qixuan mengelus tengkuknya merinding.


Dia maju lebih dahulu menyusuri setiap sudut altar itu, langkahnya terhenti ketika melihat sebuah peti es tersembunyi dipojok belakang.


Kedua tangannya mengulur untuk membuka peti es itu, 'Ahh,' Teriaknya terkejut melangkah mundur.


"Ada apa, Xuan'er?" Suara Sima Junke yang bergegas menghampiri.


Xiu Qixuan menunjuk kedalam peti es itu dengan termenung ngeri. Didalam peti es itu adalah mayat seorang wanita muda yang sengaja dibekukan. Kondisinya cukup mengerikan dengan tubuh menghitam dan gumpalan darah membeku.


"Dia adalah Ketua Sekte yang asli," Gumam Xiu Qixuan dengan spontan mengangkat wajahnya menatap Sima Junke.


"Bagaimana kau tahu?" Tanya Sima Junke dengan skeptis.


Xiu Qixuan dengan polos memiringkan wajah kebingungan, entah mengapa secara spontan dia mengutarkan pernyataan tak berdasar seperti itu. Seperti ada sebuah bisikan pengetahuan.


'Boomm..' Suara nyaring pukulan dari kekuatan internal yang sangat besar memekak telinga.


"Sangat berani, pencuri kecil menyelinap masuk." Teriakan ganas penuh amarah menggelegar.


••••••••••••••