
Dua Bulan Kemudian
Sudah Dua Bulan lamanya Ji Gui mengajari Xiu Qixuan menulis, melukis, bermain alat musik dan catur.
Kemajuan Xiu Qixuan bisa terbilang cukup cepat, walaupun kemampuannya belum bisa mencapai para Nona Muda seusianya.
Tetapi dengan cukup banyak pelajaran yang harus dia pelajari dan sedari awal memang tidak memiliki dasar apapun, kemajuannya pesat.
Mungkin saat tiba dikediaman ini dia tidak memiliki dasar apapun tetapi saat ini dasar itu melekat di dirinya, dan setiap harinya dasar itu akan terus berkembang.
Pasti kalian bertanya bagaimana hubungan Xiu Qixuan dengan Xiu Huanran sekarang, pada saat Xiu Qixuan mengeluarkan semua kekesalannya--Xiu Huanran menarik para pengawalnya kembali untuk menyenangkan adik perempuannya, tetapi tanpa sepengetahuan Xiu Qixuan ada tiga orang menjadi penjaga bayangan yang bersembunyi diantara kegelapan memantau dan memastikan bahwa Xiu Qixuan baik-baik saja.
Sejak saat itu hubungan mereka kembali baik seperti awal dan sesekali Xiu Huanran mengunjungi adik perempuannya untuk melihat perkembangannya. Xiu Haocun dan Xiu Jierui juga sering mengunjungi Xiu Qixuan---mereka akan berbincang dan makan bersama, tetapi kadang-kadang mereka di sibukan dengan urusan militer dan bisa tidak pulang seharian.
Saat ini Xiu Qixuan dan Ji Gui sedang berada di ruangan Manor Xing. Sudah selama dua bulan ini Ji Gui akan rajin berkunjung sesuai jadwalnya mengajar.
Xiu Qixuan adalah seorang gadis periang disaat suasana hatinya sedang baik. Beberapa kali dia mencoba menggoda Ji Gui untuk mengurangi tekanan dan bersantai sejenak, tetapi emang dasarnya Ji Gui---dia selalu memasang wajah galak.
Seperti saat ini Ji Gui sedang mencontohkan membuat kaligrafi yang harus Xiu Qixuan buat selanjutnya, dengan menyusun kalimat yang cukup----atau bisa dibilang sangat menyedihkan.
Ji Gui tetap memasang wajah serius dan galaknya saat menulis, Xiu Qixuan tidak memperhatikan cara menulis kaligrafi yang benar, dia malah menopang dagu dengan kedua tangannya dan menatap Ji Gui dengan berbinar kagum, sudah beberapa kali dia melakukan hal ini dan mendapatkan kalimat pedas dari mulut Ji Gui tetapi dia sama sekali tidak peduli dan melakukannya lagi.
Ji Gui sudah lelah menghadapi tingkah laku gadis yang menjadi muridnya ini yang terlalu berterus terang, saat mencoba menegur gadis ini pasti akan menjawab dan membalikan ucapannya.
Jadi untuk kali ini dia hanya menghela napasnya. Tetapi, setelah beberapa lama dia merasa sangat risih dan menolehkan wajahnya untuk menatap galak gadis yang tidak tahu malu itu.
Xiu Qixuan yang sudah mendapat tatapan galak itu dengan cepat menegakan tubuhnya dan tersenyum manis,
"Guru, Kenapa menatapku? Jangan terlalu lama menatapku, aku tidak akan tanggung jawab kalau nanti kau jatuh pada pesonaku,"
"Xiu Qixuan! Lihat caraku menulis dan tulisan kaligrafi ini! aku tidak akan mengulangi-nya," Geram Ji Gui
"Aiyaa, mereka tidak menarik untuk dilihat, guru lebih menarik," Gerutu Xiu Qixuan pelan tetapi masih didengar Ji Gui.
Sebelum Ji Gui melontarkan kalimat pedas kepada-nya, Xiu Qixuan dengan cepat memposisikan dirinya disamping Ji Gui agar melihat jelas cara menulis gurunya dan kalimat tulisan kaligrafi itu.
"Lautan kepahitan tak berujung," Ucap Xiu Qixuan mengeja kalimat yang tertulis itu.
Xiu Qixuan mendongakan wajahnya menatap Ji Gui dengan pandangan penuh tanya dan polos,
"Guru, kalimat ini cukup menyedihkan,"
"Sangat tidak cocok untuk dipakai mengajar," Lanjut Xiu Qixuan mengeluarkan pendapatnya.
Ji Gui ikut menoleh menatap Xiu Qixuan dan sedikit tersentak dengan jarak mereka yang menurutnya terlalu dekat, padalah bagi Xiu Qixuan jarak ini cukup aman dan biasa.
Kedua bola mata Xiu Qixuan begitu indah membuat Ji Gui terdiam, tetapi dia kemudian menolehkan wajahnya kearah lain untuk menetralkan perasaannya yang tidak karuan.
Xiu Qixuan yang tidak mendapat respon Ji Gui tetap melanjutkan ucapannya,
"Guru, biar aku yang melanjutkannya,"
Xiu Qixuan mengambil gulungan kertas itu dan kuas bulu dari tangan Ji Gui.
Ji Gui hanya diam membiarkan Xiu Qixuan melanjutkan menulis kaligrafi itu.
Setelah beberapa lama Xiu Qixuan menyelesaikannya,
Ternyata yang dimaksud adalah kerinduan." Ucap Xiu Qixuan merentangkan gulungan kertas dan membaca kalimat yang tertulis diatasnya.
"Setidaknya kalimat ini tidak terlalu begitu menyedihkan karena kerinduan akan terobati apabila menemui sumber kerinduan itu sendiri," Lanjut Xiu Qixuan tersenyum senang dengan hasil yang dia buat.
Ji Gui mendengar dan melihat tingkah laku Xiu Qixuan berusaha menyembunyikan senyumnya, membuat dirinya tersenyum miring.
Gadis ini terlalu cerdas membalikan hal apapun. Kemajuannya cukup pesat, tulisan kaligrafinya tidak seburuk sebelumnya ini cukup lebih baik.
Wajar kalau tulisan Xiu Qixuan sebelumnya begitu buruk karena dia tidak pernah dan tidak dapat menggunakan kuas bulu dengan benar di bumi modern.
"Tetapi bagaimana kalau sumber kerinduan itu sudah menghilang dan tidak dapat lagi ditemui?" Tanya Ji Gui ingin mencobai Xiu Qixuan.
"Yasudah tidak apa kalau tidak bisa ditemui. Tetapi, menurutku sumber kerinduan itu tidak dapat hilang sepenuhnya dari hati---jadi kita masih bisa dapat merasakan keberadaannya dan menemuinya saat kita menyelam kedalam diri, setidaknya dapat sedikit terobati," Ucap Xiu Qixuan mengeluarkan kebijaksanaannya dengan wajah serius.
Beberapa saat ruangan itu hening, Ji Gui hanya diam menatap Xiu Qixuan intens.
Xiu Qixuan menggaruk keningnya canggung,
"Aiyaa, Guru apakah kalimatku tadi begitu mengesankan dan membuatmu terdiam?"
"Kalau begitu beri aku waktu libur untuk esok hari," Lanjut Xiu Qixuan berusaha mendapatkan hari untuk bersantai dan bermalasan.
Tanpa sadar tangan Ji Gui menyentil pelan kening Xiu Qixuan dan dia berucap,
"Jangan harap,"
"Kalimatmu tadi sangat berlebihan tidak bagus aku tidak terkesan sama sekali," Lanjut Ji Gui
Xiu Qixuan terdiam dengan mata yang mengerjap pelan saat mendapat perilaku yang menurutnya manis ini, walaupun kalimat yang dikeluarkan Ji Gui cukup pedas tetapi dia tidak terpengaruh.
"Aiyaa, Guru kamu sangat manis," Ucap Xiu Qixuan keras saat dirinya tersadar.
Ji Gui kaget mendengar ucapan Xiu Qixuan, Manis--manis apanya?
"Guru, bagaimana cara menulis namamu?" Tanya Xiu Qixuan meraih kembali kuas bulu itu dan mengarahkannya ke gulungan kertas. pasalnya selama dua bulan ini gurunya tidak pernah mengajari dirinya menulis nama Ji Gui.
"Untuk apa?" Tanya balik Ji Gui.
"Tentu saja aku ingin tahu, bisa saja dimasa depan ini sangat diperlukan dan aku tidak tahu cara menulis nama guruku sendiri bukankah akan memalukan untukmu mempunyai murid seperti itu?" Jelas Xiu Qixuan
Ji Gui mencoba meraih kuas bulu dari tangan Xiu Qixuan, tetapi Xiu Qixuan tidak membiarkannya.
"Kau ingin aku mengajarimu menulis namaku, tetapi tidak memberiku kuas itu," Gerutu Ji Gui
"Aku yang menulisnya, guru bisa membimbingku," Jawab Xiu Qixuan
Awalnya Ji Gui bingung tetapi dia kemudian meletakan tangannya diatas tangan Xiu Qixuan yang memegang kuas.
Saat tangan mereka bersentuhan terdapat sengatan kecil dihati Ji Gui tetapi Xiu Qixuan terlihat biasa saja.
Setelah menyelesaikan tulisan nama Ji Gui, Xiu Qixuan juga menulis namanya dibawah.
Xiu Qixuan tersenyum senang melihat hasil pelajarannya hari ini.
•••••••••••••••••••