Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Persimpangan Alur



"Menteri Keuangan Ling sudah jatuh dibawah tangan Xia Qian Che, dia membalaskan dendam untukmu." Ucap Xiu Huanran dengan begitu serius menatap wajah Xiu Qixuan yang bersandar lesuh dikursi.


"Heh, membalaskan dendam apanya?" Seringai tajam Xiu Qixuan dengan mendengus kesal. Aku tidak memiliki urusan akan percintaan bodoh dan berantakan ini!


Xiu Huanran menghela napas panjang tetapi dia tetap melanjutkan ucapannya, "Pada saat kau kembali ke Kediaman Xiu dalam kondisi cedera kepala, aku sangat khawatir. Menjadikanku begitu ketat dan membatasi gerakmu karena saat itu kekacauan sedang melanda Xia Utara dan kau jelas terlibat didalamnya." Suaranya terdengar begitu dalam menyiratkan kecemasan.


"Menteri Keuangan Ling tidak pernah melepaskanmu, terbukti saat racun Pohuai Du melukaimu." Lanjutnya.


Xiu Qixuan termenung dalam, pada saat itu Menteri Keuangan Ling tidak mengejarnya, mereka hanya mengetahui bahwa Qiaofeng sudah mati. Tetapi dialah yang tidak sengaja menunjukan wajah sebagai Xiu Qiaofeng. Beruntung Mo Ji Gui datang tepat waktu.


Jari-jari lentik Xiu Qixuan mengetuk pelan diatas meja seolah-olah sedang berpikir keras bagaimana cara menyikapi situasi kacau ini?


Begitu konyol, bukan? Tiba-tiba alur menyimpang menjadikan dia sebagai seorang ibu dari dua bayi kembar. Sangat konyol sampai membuatnya tertawa dan meringis malu. Sungguh menjengkelkan kelakuan berantakan yang diperbuat oleh Xiu Qiaofeng membuatnya canggung sampai mati.


Atas dasar apa Xiu Qixuan harus menanggung aib dan kesalahan memalukan seperti ini? Xiu Qixuan ingin sekali berganti wajah, bisakah?


"Mengapa kau baru membahas hal ini bersamaku?" Tanyanya dengan kekesalan yang tak tertahankan.


Bibir Xiu Huanran perlahan mengait keatas untuk menjawab tetapi Xiu Qixuan sudah lebih dahulu memotongnya.


"Er'ge, selama ini kau menjagaku dengan sangat baik menyembunyikanku dari Xia Qian Che, kan?" Lanjutnya menatap kedalam mata Xiu Huanran penuh dengan sirat ancaman yang khas.


Xiu Huanran balas mengangguk, "Tentu saja, aku tidak ingin kamu teluka lagi ataupun ketenanganmu terusik. Bahkan Pria Suku Nanbao itu tidak dapat menemui, bukan? Aku selalu menjagamu dengan membuat mereka bingung." Ucapnya dengan bangga seakan sedang menunggu pujian atau pelukan rasa terimakasih dari sang adik.


Xiu Qixuan mengerjap tidak senang, "Jangan bahas lagi." Balasnya tajam.


Xiu Huanran memang pria yang mampu bersiasat membuat buta para musuhnya. Dia begitu hebat, Sima Junke beberapa kali berhasil menembus pertahanannya untuk datang menemui Xiu Qixuan tetapi dengan cepat dia membalikan keadaan membuat kebingungan dipihak lawan.


Mungkin hal itu juga terjadi kepada Xia Qian Che, apalagi pria itu mengetahui bahwa Xiu Qiaofeng sudah mati menjadikannya sedikit lebih pasrah dan memilih fokus membesarkan penerus.


'Krakk..' Xiu Qixuan menepuk badan meja kemudian beranjak berdiri dengan senyum sumringah yang sangat meyakinkan dia berucap tegas, "Kalau begitu tetaplah sembunyikan aku dari mereka!"


Xiu Huanran menatapnya dengan terperangah tak percaya, adiknya ini apakah sudah tidak memiliki hati lagi? Walaupun tidak ingat kenangannya tetapi kedua balita kembar yang tak bersalah itu dapat menjadi pertimbangan, kan?


"Xuan'er—," Panggil Xiu Huanran dengan sayu menggelengkan wajah tak setuju.


Xiu Qixuan melambaikan tangan tidak ingin mendengarkan lagi. Dia melengos untuk segera berlalu keluar ruangan.


"Selama ini aku menjaga Zhiwen dan Zhishu dari kejauhan, memantau perkembangan mereka hanya untukmu." Ucap Xiu Huanran dengan mengalir jernih dan tenang.


Tubuh Xiu Qixuan mematung, langkahnya terhenti. Gadis itu menarik napas panjang dengan tangan terkepal erat dan kelopak mata terpejam berusaha menahan hantaman emosi yang membuncah. Ini sungguh memuakan!


"Mereka tumbuh menjadi anak baik yang sehat. Sesekali mereka akan bertanya mengenai keberadaanmu. Dalam ruang baca Kaisar Xia terdapat lukisan wajahmu, mereka akan mengenangmu diwaktu-waktu tertentu. Mereka mengenalmu—tetapi hanya dengan lembaran benda mati. Aku sungguh tidak sanggup!" Jelas Xiu Huanran dengan lugas menatap sayu punggung ramping milik Xiu Qixuan.


"Er'ge..." Lirihnya dengan kepayahan.


Perlahan tubuh Xiu Qixuan berbalik dan menatap sendu penuh sirat kelelahan yang tertahan. Dia seolah sangat lelah untuk terlibat lebih jauh. Susah payah memantapkan hati, tapi dikacaukan lagi oleh keadaan yang begitu memuakan.


"Mereka bukan anakku." Suaranya begitu dingin dan tajam tak berperasaan. Kata-kata yang dilontarkannya menyakiti hati.


"Kau boleh melupakan semuanya. Tetapi caramu bersikap membuatku menggigil kedinginan." Ucap Xiu Huanran dengan kabut samar di kedua bola matanya.


"Lihatlah dan putuskan sendiri." Lanjut Xiu Huanran memberi lembaran kertas tak beraturan kedalam genggaman Xiu Qixuan.


Kemudian dia segera berjalan melewati tubuh Xiu Qixuan. Saat di ambang pintu langkahnya terhenti ketika dia berucap datar, "Zhishu jatuh sakit dan kondisinya semakin melemah. Sedangkan Zhiwen, bocah itu terus menangis karena kamu mendorongnya menjauh."


Hening.


Cahaya temaramnya lilin bergoyang tertiup angin musim gugur, membentuk bayangan samar dari sosok ramping itu. Kesunyian menemani Xiu Qixuan yang masih tertegun setelah kepergian Xiu Huanran.


Kekehan gadis itu begitu nyaring tetapi terdengar penuh ironi memilukan. Dia merasa emosi kekesalan, amarah, ketidakberdayaan dan malu menjadi satu ketika membaca lembaran surat kevulgaran cinta milik Qiaofeng dan Xia Qian Che. Sekarang haruskah hatinya kembali terusik dengan kedua anak kembar itu?


Ya langit, mengapa memberinya alur cerita yang begitu rumit? Dia masih gadis yang tersegel rapat, bagaimana mungkin tiba-tiba mempunyai anak kandung sekaligus dua?!


Setelah menarik napas panjang, Xiu Qixuan melihat lembaran acak yang penuh coretan anak-anak itu.


Terdapat satu lembar yang menarik perhatiannya, disana tergambar wajah wanita yang memburam samar oleh tulisan berantakan diatasnya. Muhou sangat cantik.


Senyum melengkung tipis diwajah Xiu Qixuan ketika membaca ejaan huruf berantakan tersebut. Wajah mungil nan tampan Xia Zhiwen tercetak jelas di ingatannya.


Tanpa disadari dia meluangkan waktunya untuk terus membaca dan memahami isi lembaran kertas acak tersebut.


Raut wajahnya berubah datar ketika melihat gambar samar seperti seorang gadis kecil yang terbaring diatas ranjang. Zhishu meimei sedang tidur, tidak ingin bermain bersama.


Jelas semua hal ini ditulis oleh Xia Zhiwen yang masih kaku berantakan tetapi harus terus berlatih dan belajar karena dia adalah seorang penerus tahkta Kekaisaran.


Tiba-tiba untaian kalimat yang dilontarkan Xiu Huanran melayang di dalam pikiran Xiu Qixuan. Zhishu jatuh sakit dan kondisinya semakin melemah.


Xiu Qixuan mendongakkan wajah, matanya berubah kusam, seringai dingin terbentuk di bibirnya. Heh, betapa merepotkannya!


Qiaofeng, aku ini tidak ingin memiliki hati yang baik. Kamu cepatlah merangkak dari kubur dan urus anakmu sendiri!


Tangan Xiu Qixuan meremas lembaran kertas tersebut dan melemparkannya secara sembarangan. Dia jelas tidak ingin menjadi lembut!


Tubuhnya bergetar oleh emosi yang membara hebat dan perlahan meluruh jatuh. Dia terduduk dengan memeluk erat kedua kakinya.



Pada akhirnya, dia harus terpaksa mengikuti alur persimpangan cerita yang rumit ini. Dia tidak menginginkannya tetapi malah harus terlibat lebih dalam. Ingin menghindar tetapi malah semakin terhantam oleh pukulan keras.


•••••••••


Muhou: Ibunda Kekaisaran.


Btw dipart awalan saat Xuan ketemu Qiaofeng ada kalimat yang menunjukan clue hari ini loh:-) Apakah ada yang menyadarinya?