
Mengedarkan pandangan, Xiu Qixuan melihat wajah-wajah asing. Para wanita yang datang hari ini mengenakan pakaian terbaik mereka, apa yang dikenakan di kepala dan tubuh adalah gaya populer yang menunjukan status dan latar belakang mereka.
Pada saat yang sama, Tuan dan Nyonya Qu datang menyapa dan mempersilahkan mereka untuk duduk. Kursi pria dan wanita dipisah oleh tirai pembatas menjadi dua bagian bersebrangan, kiri untuk wanita dan kanan untuk pria, diurut sesuai status dan derajat keluarga mereka.
Xiu Haocun dan Mo Ji Gui sudah lebih dahulu ditarik menjauh oleh Tuan Walikota Qu yang terlihat seperti menjilat untuk memasang wajah.
"Mari, Nona Besar!" Nyonya Qu berkata dengan senyum ramah. Sedangkan disisi lain, Xiu Yue mendampingi Wei Guifei menuju kursi yang berada diatas podium.
Nyonya Qu atau yang memiliki nama asli, Wei Hanque, adik perempuan dari Wei Guifei ini memiliki paras dan tubuh yang berisi, kulitnya berwarna kuning cerah terlihat lebih gelap dibandingkan Wei Guifei yang memiliki kulit sehalus dan seindah rembulan. Walaupun begitu pancaran keluhuran terlihat dari ketajaman di tutur kalimat dan matanya yang dalam.
"Ya, terima kasih Nyonya Qu." Xiu Qixuan menanggapi dengan lebih tulus.
"Apa tubuh Nona Besar lebih baik?" Sembari berjalan berdampingan menuju kursi, Nyonya Qu mulai bertanya dengan penuh perhatian. "Saya mendengar kabar mengenai tubuh anda yang menjadi lemah akibat terluka dua tahun lalu saat Nanbao menyerang kami. Itu sangat heroik dan menganggumkan, Nona!" katanya.
Entap apa niat dalam kalimatnya, tetapi, Xiu Qixuan menjawab dengan lugas menghindari yang berat. "Nyonya memuji, tubuh saya jauh lebih baik sekarang berkat perhatian anda!"
Mengalihkan topik, Xiu Qixuan memutar untuk bertanya dengan ringan seolah-olah benar-benar tidak tahu. "Oh, dimana Tuan Muda Qu? Apakah tidak hadir ketika kediaman walikota sudah penuh dengan tamu?"
Nyonya Qu terdiam dalam senyuman yang dia pertahankan, dia mampu berkelit dengan mudah; "Aiyaa, anak itu pasti masih di ruang baca. Dia penuh semangat, terlalu gila dalam membantu pekerjaan administrasi ayahnya." Segera Nyonya Qu melambaikan tangan memperintah pelayan terdekat untuk memanggil Tuan Muda Qu.
Xiu Qixuan hanya terdiam sampai dia terduduk nyaman di kursi sebelah Yao Yunmei. "Huh!" Xiu Qixuan segera mencibir saat melihat Nyonya Qu sudah pergi menjauh.
"Jangan berulah!" Yao Yunmei tiba-tiba mengeluarkan ancaman di telinganya.
"Ya, tapi aku tidak janji." Xiu Qixuan berdeham dengan tak acuh mengambil kudapan untuk di kunyah.
Yao Yunmei hanya menggelengkan kepalanya.
Perjamuan dimulai ketika Wei Guifei memulai kata sambutan untuk para tamunya. "Cuaca yang cerah dimusim semi membawaku kemari bertemu keluarga yang sejak lama kurindukan. Keponakanku menikah, memiliki istri yang bermekaran dan menghujaminya dengan kehidupan indah."
Mendengarkan kalimat itu, wajah Xiu Yue memerah dengan penuh kesenangan. Disisinya, terlihat Qu Ganxun yang sudah kembali sedang memeluk hangat pinggangnya.
Wei Guifei kembali melanjutkan dengan mengangkat gelas anggur saat dia berkata jelas dan keras; "Ini adalah hal yang membahagiakan. Sebelum aku kembali ke istana, aku mengintruksikan orang-orang untuk berpesta di taman ini! Tolong merasa nyaman dan nikmati perjamuan ini bersamaku."
Seluruh orang yang berdiri mengangkat cangkir anggur meminum dengan sekali teguk ketika Wei Guifei menyelesaikan kalimatnya. "Berterimakasih atas kebaikan Wei Guifei niang niang." Setelah berbicara, dan meminum anggur di gelas mereka, semua orang lalu duduk kembali.
Xiu Qixuan meletakan cangkir anggur dan mulai memakan apapun yang tersedia diatas meja. Matanya yang menunggu, sesekali melirik kearah panggung pertunjukan dimana saat ini penari sedang menampilkan keindahan dari tarian mereka.
"Dimana Nyonya Kedua Chu?" Xiu Qixuan melontarkan pertanyaan kepada Yao Yunmei yang terdiam memperhatikan pertunjukan.
"Sepertinya tidak datang. Aku mendengar kabar bahwa dia mengurung dirinya di kamar setelah beberapa waktu." Yao Yunmei berkata dengan tenang memberitahu. Nadanya acuh tak acuh.
Dengan kerutan, Xiu Qixuan bergumam. "Ada kabar seperti itu?"
"Ya, rumornya dia jatuh sakit keras." Yao Yunmei menanggapi.
Musim belum berlalu, tapi kesehatan Chu Yu langsung buruk sejak Xiu Qixuan menemuinya paksa waktu itu? Ah, apa dia terlalu terkejut membahas masa lalu?
Musik berhenti, rombongan penari keluar dari panggung pertunjukan, digantikan oleh seorang wanita beraroma bunga yang memegang erhu di tangannya.
Secara sengaja, pandangan mereka berbenturan. Xiu Qixuan memasang wajah datar tanpa ekspresi menatapnya. Dan, mata Hua Yunyan seolah tersenyum memberi isyarat tersembunyi.
'Haa...' Xiu Qixuan menghela napas tanpa sadar merasa rugi.
"Apa yang salah, Xuan'er?" Yao Yunmei dengan bingung bertanya ketika mendengar suara helaan napasnya.
Tanpa memalingkan wajah, Xiu Qixuan bernarasi ambigu. "Ketika langsung melihat sendiri, aku merasa rugi. Seekor lalat rendahan mendapatkan rangkaian bunga yang kulempar untuknya."
Mendengar ini, Yao Yunmei tidak mengerti. Namun dia tidak menyangka, hanya berselang lima menit, dia akan mengerti maksud perkataan Xiu Qixuan yang ambigu.
Xiu Qixuan bukanlah tipe orang yang tidak beralasan. Dia tidak hanya ingin membalas Xiu Yue yang sudah merendahkannya. Secara sederhana, dia ingin mendorong Hua Yunyan masuk kedalam kediaman walikota sebagai selir sekaligus orangnya. Dia ingin menyebar dan menanamkan mata dan telinganya di sudut terpenting Kota Ping'an selama dia akan pergi untuk bertarung ke Ibukota.
Sedangkan, Hua Yunyan sendiri menginginkan hidup yang nyaman. Wanita itu cerdas dan memiliki kemampuan. Secara alami, dia dapat bertahan dalam memerangi Xiu Yue yang selalu cemburu.
Alunan lagu selesai dimainkan Hua Yunyan. Para pria masih memandangi fiturnya yang cantik. Dan, para wanita berdecak masam penuh keirian.
Wajah Hua Yunyan tersenyum bersemi. Dia bangkit dan membungkuk hormat kemudian melangkah turun dari panggung pertunjukan.
Ketika berniat turun menapaki anak tangga, langkahnya tersandung, beruntung seorang pelayan tua menyangga tubuhnya. Namun, sesuatu bergemerisik jatuh dari balik lengan pakaiannya.
Srakk...
Sebuah batu giok langka dengan ukiran mulia diatasnya bermekaran gambar bunga murbei yang melambangkan kemakmuran. Itu terjatuh di tanah, wajah semua orang yang melihat benda itu seketika berubah penuh gelombang tertahan.
"Ini?" Pelayan tua melepaskan sanggaan tangannya pada tubuh Hua Yunyan untuk mengambil batu giok tersebut, dia cermat ketika berinsiatif menyimpannya dari pandangan para tamu.
Kemudian pelayan tua itu memerintahkan dua penjaga untuk menahan Hua Yunyan, setelah itu dia segera melangkah cepat kearah podium untuk menyerahkan benda tersebut kepada sang majikan. "Nyonya! Wanita penghibur itu membawa ini dalam lengan pakaiannya." Pelayan tua berbisik untuk melaporkan.
Beberapa diantara para tamu saling berbicara rendah, mereka tidak bodoh untuk menyadari.
"Bukankah itu batu giok yang hanya di milik keturunan pria Qu?"
"Hanya Tuan dan Tuan Muda Qu yang memilikinya."
"Itu batu giok bunga murbei yang langka, 'kan."
"Apa Tuan Walikota memetik bunga baru tanpa sepengetahuan Nyonya Walikota?"
Xiu Qixuan menonton dengan seksama, dia melihat wajah kaku Qu Ganxun yang berkeringat dingin. Dapat dipastikan pria bodoh itu tidak menyadari bahwa benda terpentingnya menghilang ketika dia sibuk berurusan dengan n*fsu bejatnya.
Disisi lain, Tuan dan Nyonya Walikota Qu berekspresi gelap. Dan, Xiu Yue yang gelisah menggigit bibirnya. Hanya Wei Guifei yang memilih wajah tenang diatas podium tersebut, karena intrik adalah makanan sehari-harinya di dalam istana.
Nyonya Qu lebih dahulu berdeham keras untuk memusatkan fokus semua orang. Dia berkata dengan amarah untuk berkelit; "Wanita pencuri! Darimana keberanianmu berasal?! Mencuri barang yang melambangkan kemakmuran Qu kami! Lancang sekali!"
Xiu Qixuan tidak dapat menahan untuk berdecak kagum melihat kepandaian Nyonya Qu yang berkata untuk menghindar dari pukulan.
••••••••••••••••