
Matahari sudah keluar dari perpaduannya, Musim Gugur telah tiba, cuaca lebih sejuk daripada sebelumnya, membuat Xiu Qixuan ingin sekali bergelung dengan selimut seharian--dia malas untuk beraktivitas, tetapi memang dia tidak akan melakukan aktivitas apapun karena kondisinya baru pulih.
Tekanan mentalnya pun sekarang sudah melonggar, perkataan Xiu Huanran kemarin membantu banyak akan ketidaknyamanan dihatinya.
Walaupun malas Xiu Qixuan tetap bangun dari tidurnya, dia mencoba untuk lebih disiplin dan teratur.
Saat ini dia sedang berias dibantu oleh Xiao Rou yang sedang menata rambutnya.
Ini salah satu hal yang tidak Xiu Qixuan sukai sejak tinggal disini, dia tidak akan pergi kemanapun kenapa harus mandi dan berias? Saat dibumi dia tidak pergi keluar rumah, dia hanya akan mandi sehari sekali, begitu jorokkan? Tetapi, memangnya kenapa? Xiu Qixuan hanya ingin menghemat pengeluaran air. Dia juga yakin banyak dari kalian melakukan hal yang sama.
"Xiao Rou, waktu itu kau bilang padaku. Wen Liu,--maksudku Ibuku. Dia meninggal karena menyelamatkan Jenderal Besar," Ucap Xiu Qixuan menatap Xiao Rou dari kaca perunggu didepannya.
"Benar, Saat itu ibuku bercerita--Nyonya Besar sedang mengandung anda yang berusia delepan bulan dan entah Nyonya Besar mendapatkan berita darimana kalau Jenderal Besar terluka parah dimedan perang saat melawan Xia Utara yang hendak merebut Kota Hu, ternyata berita itu palsu." Jawab Xiao Rou dengan masih fokus menata rambut Xiu Qixuan.
"Kalau berita itu palsu berarti seharusnya Ayahku tidak terluka dan perlu diselamatkan, Tetapi kenapa Wen--Ibuku mengorbankan dirinya?" Tanya Xiu Qixuan tidak terbiasa menyebut Wen Liu dengan sebutan Ibu. Dia baru menanyakan lebih jelas informasi ini karena sejak kemarin dia disibukan dengan pikiran mengenai hidup Qiaofeng.
Xiao Rou berhenti menyisir rambut, dia menatap kosong dengan wajah berbinar seperti sedang memikirkan sesuatu hal yang menyenangkan, kemudian dia berucap,
"Saat itu Nyonya Besar dengan segala keberaniannya, demi cintanya--Nyonya Besar dengan nekat membawa anda yang masih dikandungannya pergi ke medan perang seorang diri, melihat Jenderal Besar baik-baik saja Nyonya Besar mengucapkan rasa syukur dan memeluk Jenderal Besar dengan sayang,"
"Hentikan! Xiao Rou, aku tidak menyuruh kau menceritakan dongeng," Ucap Xiu Qixuan mengernyit kening geli mendengar dan melihat tingkah Xiao Rou dari kaca perunggu, Xiao Rou memeluk sisir ditangannya seperti mencontohkan Wen Liu yang memeluk Xiu Haocun.
"XuanXuan, cerita itu aku membacanya secara tidak sengaja saat berusia tujuh tahun dari sebuah buku milik ibuku--limabelas tahun yang lalu saat Nyonya Besar meninggal, buku tentang kisah cinta sejati Jenderal Besar tersebar luas, rakyat Kekaisaran Shen mengidolakan kisah mereka sejak buku itu tersebar luas. Tetapi Jenderal Besar tidak menyukai hal itu karena akan membuatnya tambah terpuruk dan malu akan hasil kinerja nya sebagai seorang Jenderal Perang, alhasil dia memberhentikan buku itu agar tidak tersebar luas dan pindah ke Kota Ping'an," Jelas Xiao Rou,
"Apakah kau masih menyimpan buku itu?" Tanya Xiu Qixuan
"Aku tidak tahu dimana letak ibuku menyimpannya, aku akan mencarinya nanti," Jawab Xiao Rou
"Tidak Perlu, Sekarang lebih baik kau jelaskan lebih serius tanpa menambah kata-kata yang tidak diperlukan," Perintah Xiu Qixuan
"Saat Nyonya Besar sampai dimedan perang, kondisi Jenderal Besar memang baik-baik saja, tetapi saat itu kondisi medan perang sedang memburuk dan perang sesungguhnya bisa meletus kapan saja,"
"Jenderal Besar bisa menangani kondisi itu dengan kemampuannya, tetapi melihat Nyonya Besar berada dimedan perang--Jenderal Besar khawatir dan cemas akan keselamatan istri tercintanya sampai kehilangan fokus, yang mengakibatkan dia tidak teliti, dan pengkhianat mengambil kesempatan itu untuk mengalahkannya,"
"Perang sesungguhnya pun meletus, Kota Hu dilanda kekacauan yang besar--saat pengkhianat membuka gerbang Kota Hu yang seharusnya adalah benteng pertahanan."
"Pasukan Kekaisaran Shen diambang keterpurukan dan kekalahan, Nyonya Besar yang berada di kamp penampungan bertugas menenangkan dan menjaga rakyat Kota Hu mendengar kabar buruk tersebut--langsung bergegas pergi berusaha menemukan Jenderal diantara tumpukan mayat-mayat, Nyonya menemukan Jenderal Besar yang terluka parah tetapi berusaha tetap berdiri kokoh memegang batang kayu yang terdapat lambang Kekaisaran Shen agar tidak jatuh, itu adalah harga diri seorang prajurit dan tentunya harga diri seorang Jenderal."
"Dan cerita bagaimana Nyonya Besar menyelamatkan nyawa Jenderal Besar yang terluka parah diambang kematian pun sampai saat ini tidak ada yang tahu, Ibuku pun tidak tahu," Jelas Xiao Rou panjang lebar,
"Minumlah, Xiao Rou," Ucap Xiu Qixuan memberikan cangkir teh kepada Xiao Rou,
Xiao Rou menerima itu dan meminumnya,
"Terus bagiamana dengan rakyat Kota Hu saat pasukan Kekaisaran Shen kalah?" Tanya Xiu Qixuan,
Xiao Rou meletakan cangkit teh ditangannya dan kemudian memandang Xiu Qixuan aneh,
"XuanXuan, bagaimana bisa kau tidak tahu Kota Hu sekarang sudah menjadi milik Xia Utara, dan Kota Hu berada di dekat Desa Kui tempatmu berguru yaitu Kota Hu terletak diseberang Gunung Kuang, dulunya Kota Hu adalah perbatasan antara Kekaisaran Shen dan Kekaisaran Xia Utara tetapi sekarang yang menjadi pembatas dua kekaisaran adalah Gunung Kuang dan Desa Kui." Jelas Xiao Rou,
"Benarkah? sepertinya aku harus membaca lebih banyak buku sejarah dunia ini," Gumam Xiu Qixuan tersenyum canggung,
"Bagaimana kondisi ayahku saat itu?" Tanya Xiu Qixuan berusaha mengalihkan pembicaraan,
"Jenderal Besar membawamu digendongannya ke ibukota tanpa Nyonya Besar, kemudian Jenderal Besar memerintahkan ibuku merawatmu, dan Jenderal Besar menghadap Kaisar untuk meminta hukuman atas kelalaiannya tidak bisa mempertahankan Kota Hu," Jawab Xiao Rou
"Kaisar tidak memberikan hukuman yang begitu berat kepada Jenderal Besar, Kaisar malah memberi waktu terlebih dahulu Jenderal Besar berduka atas kematian istri tercintanya," Lanjut Xiao Rou,
"Bagaimana dengan Nyonya kedua?" Tanya Xiu Qixuan penasaran dengan tingkah laku Nyonya Kedua saat itu,
"Nyonya Kedua saat itu sedang mengandung Nona Xiu Yue, dan Wakil Jenderal terdahulu Xiu Hong masih hidup, mereka merayakan kabar gembira itu saat kakak lelakinya sedang berduka," Jawab Xiao Rou
"Tidak heran dengan sifatnya--mereka memang cocok menjadi sepasang kekasih, mungkin kalau Xiu Hong masih hidup, ayahku tidak akan hidup tenang. Aku terkejut Xiu Hong ternyata seorang Wakil Jenderal? Aku kira hanya pejabat biasa," Ucap Xiu Qixuan
Xiao Rou mengangguk mengiyakan ucapan Xiu Qixuan,
"Bagaimana Xiu Hong mati?" Tanya Xiu Qixuan,
"Sakit Parah, tetapi ada rumor mengatakan Xiu Hong diracuni entah siapa yang meracuni nya," Jawab Xiao Rou.
"Aku harap rumor itu benar," Ucap Xiu Qixuan
"XuanXuan, tidak boleh berbicara seperti itu, kalau didengar orang yang bermaksud jahat yang memanfaatkan kesempatan kau bisa dalam bahaya," Peringat Xiao Rou,
•••••••••••