
Ji Gui terdiam memikirkan sesuatu, kemudian dia menjawab pertanyaan Xiu Jierui.
"Hanya bisa mengamati perubahan kondisi Xiu Qixuan kedepannya,"
"Kalau Xiu Qixuan kembali tak sadar dan memburuk berarti racun tersebut masih mempengaruhi kondisi tubuhnya,"
"Tetapi kalau ternyata tidak memiliki perubahan signifikan dan kondisinya semakin membaik, berarti hanya satu kemungkinan,"
"Darah Xiu Qixuan beracun, kedepannya racun apapun yang diberikan padanya tidak akan mempengaruhi tubuhnya, karena Racun Pòhuài Dù yang berdiam ditubuhnya lebih kuat dan mematikan," Jelas Ji Gui
Mereka semua mendengar penjelasan Ji Gui dengan seksama tak terkecuali Xiu Qixuan, dia mendengarkan kalimat terakhir yang diucapkan Ji Gui dengan antusias.
"Maksud Guru, Berarti aku bisa kebal oleh racun apapun?" Tanya Xiu Qixuan bersemangat.
Jackpot ini sangat menguntungkan karena kalau begitu dirinya akan aman terhadap racun--kekhawatirannya akan sedikit berkurang.
Ji Gui yang mendengar pertanyaan itu mengangguk, Ji Gui menatap Xiu Qixuan dengan pandangan heran, gadis bodoh ini sangat aneh dia tidak takut kala kemungkinan kondisinya bisa diujung kematian tetapi lebih fokus akan kondisinya membaik dan mendapatkan keuntungan yaitu kebal oleh berbagai jenis racun.
"Gadis yang sangat percaya diri," Gumam Ji Gui dalam hati.
"Xuan'er, kau tidak boleh melakukan hal berat apapun, panggil seseorang saat kau membutuhkan sesuatu," Ucap Xiu Haocun memegang tangan Xiu Qixuan.
"Kau harus banyak beristirahat, tidak boleh menyelinap diam-diam keluar kediaman lagi," Sambung Xiu Jierui
"Wakil Jenderal, Benar. kau harus membawaku dan Xiao Rou kemanapun kau pergi," Ucap Xiao Taoli tidak bisa menahan diri saat mendengar ucapan Xiu Jierui yang mengungkit Xiu Qixuan yang menyelinap keluar kediaman seorang diri meninggalkan dirinya dan Xiao Rou.
Xiu Qixuan hanya tersenyum canggung dan mengangguk,
"Aku mengerti, maaf sudah merepotkan kalian semua,"
"Tetapi aku tidak tahu kenapa para pembunuh itu terus mengejarku,"
"Mereka sangat kejam," Ucap Xiu Qixuan menatap lurus dengan tatapan kosong,
Xiu Qixuan mengingat kembali kejadian mengerikan yang menimpanya, Qiaofeng sungguh gadis kuat, entah apa masalah yang sebenarnya menimpanya.
Melihat reaksi dan mendengar Xiu Qixuan yang membahas para pembunuh itu para pria diruangan tersebut menegang, hanya Xiao Taoli yang diam mendengar ucapan Xiu Qixuan--dia ingin menenangkan Nona Besarnya itu tetapi diruangan ini masih ada Para Tuan.
Xiao Rou memasuki gerbang Manor Xing, dengan beberapa pelayan yang membawa hidangan dibelakangnya.
"Xuan'er, pesanan yang kau pinta sudah tiba," Ucap Xiu Haocun mengalihkan pembicaraan agar putrinya tidak tertekan mengingat dan membahas kejadian pembunuhan tersebut.
Xiu Qixuan tidak menyadari tindakan Xiu Haocun yang mengalihkan pembicaraan, dia melihat Xiao Rou dan aroma hidangan beberapa jenis daging membuatnya sejenak lupa akan hal buruk yang pernah menimpanya.
******
Malam Hari
Xiu Qixuan sedang membaca buku pengetahuan yang diberikan Ji Gui padanya, dia saat ini terbaring diranjang dengan posisi telungkup.
Xiao Taoli dan Xiao Rou berada diluar ruangan, mereka saat tadi sudah berbincang-bincang banyak hal diawali Xiao Taoli yang menceramahinya dan Xiao Rou yang beberapa kali meminta maaf kepada Xiu Qixuan karena mengira Xiu Qixuan adalah hantu.
Xiu Qixuan mengetahui banyak informasi dari Xiao Taoli, dimulai dari jenis racun yang terdapat ditubuhnya dan obat berharga yang diberikan Ji Gui.
Aiyaa, Xiu Qixuan tidak tahu saja informasi itu hanya sedikit bukan banyak. Informasi lainnya hanya Ayah dan Kedua kakaknya yang tahu.
Xiu Qixuan menoleh kesamping mendengar langkah kaki yang memasuki kamarnya, terlihat Xiu Huanran dari bilik pembatas ruangan.
Dengan cepat Xiu Qixuan terduduk, dia tidak memberi salam hormat, dia yakin Xiu Huanran akan mentoleransinya karena dirinya baru pulih.
Hening.
Tetapi pikiran Xiu Qixuan salah, Xiu Huanran menghampirinya dan mendekap tubuhnya dengan erat.
Rambut panjang Xiu Qixuan dielus dengan sayang.
Pelukan itu berlangsung beberapa saat sebelum Xiu Huanran melepaskannya.
"Beruntungnya kau baik-baik saja,"
"Saat tadi aku hampir menggila saat mendengar kabar bahwa kau.." Ucap Xiu Huanran terjeda.
Memang benar dia hampir menggila ingin menyerang kekaisaran Xia Barat kalau tidak ditenangkan oleh kedua bawahannya.
"Kalau kau menyelinap keluar lagi, aku akan menghukum Xiao Rou dan Xiao Taoli karena mereka tidak benar menjagamu," Ancam Xiu Huanran.
Ancaman Xiu Huanran itu sungguhan, Xiao Taoli dam Xiao Rou mengadu kepadanya, saat dirinya menghilang--mereka hampir saja mendapatkan hukuman limapuluh kali pukulan, tetapi berita dari Ji Gui membuat hukuman itu terlupakan dan mereka mendapat perintah kembali untuk menjaga Xiu Qixuan.
Xiu Huanran--dia terlalu tegas dan dia sangat mementingkan keluarga, walaupun terkesan kejam tetapi dia sangat menyayangi dan melindungi keluarganya.
"Er'ge, Aku tidak berani lagi," Jawab Xiu Qixuan patuh.
Melihat reaksi Xiu Qixuan yang dengan gampang menyetujui ucapannya membuat Xiu Huanran mengerutkan kening heran.
"Aku jadi takut, kalau kau sepatuh ini," Ucap Xiu Huanran mencoba mencairkan suasana.
"Dunia ini begitu mengerikan," Jawab Xiu Qixuan tidak sesuai konteks, dia mengingat kalau dirinya membunuh orang dengan belati untuk melindungi diri tetapi dihatinya dia tetap merasa bersalah dan menyesal.
Xiu Huanran duduk disamping Xiu Qixuan, dia mengelus rambut adik perempuannya berusaha menenangkannya.
"Xuan'er, kau tahu kenapa serigala ditakdirkan memakan kelinci, dan kelinci tidak punya hak untuk melawan?" Tanya Xiu Huanran
Xiu Qixuan menoleh menatap Xiu Huanran saat mendengar pertanyaan itu.
"Karena memang seharusnya begitu, kau tidak tahu siklus rantai makanan ya," Jawab Xiu Qixuan nyeleneh.
"Iya, benar memang seharusnya begitu,"
"Tetapi ada satu hal lain, itu karena kelinci tidak cukup kuat. Kau benar dunia ini sangat mengerikan bagi beberapa orang, tetapi kau harus tahu jika kau tidak ingin dipandang rendah, kau harus berdiri dulu."
"Aku memberi tahumu satu hal lagi,
Berbaik hati merupakan hal baik, tetapi berbaik hati tanpa prinsip dan batasan, itu namanya lemah." Lanjut Xiu Huanran.
"Didunia ini orang lemah akan dipandang rendah dan mudah ditindas dia tidak akan bertahan lama hidup didunia ini,"
"Aku tahu apa yang kau lakukan saat bertemu pembunuh itu, kau tidak bersalah. Seperti seekor anak serigala polos yang belum menemukan kekuatannya--berubah menjadi serigala dewasa yang kuat saat menemukan kekuatannya, dia akan menerkam kembali musuhnya untuk melindungi diri."
"Sejak awal kau bukan kelinci lemah tak berdaya itu, tetapi seekor serigala yang belum menemukan kekuatannya, saat kejadian itu kau menemukan kekuatanmu untuk melawan musuhmu," Ucap Xiu Huanran menatap Xiu Qixuan dengan pandangan penuh pengertian dan keyakinan.
Xiu Qixuan mendengarkan dengan seksama mencoba untuk mencerna lebih dalam maksud kalimat itu.
"Er'ge, hatiku begitu tidak nyaman saat melakukan hal tersebut. kalau memang benar itu kekuatan kenapa setidak nyaman itu?" Jawab Xiu Qixuan.
"Kau mengalami penyesuaian dan peningkatan, wajar saat ini kau merasa tidak nyaman, tetapi coba ingat kelakuan musuh yang kau bunuh itu, kau menyelamatkan dirimu dan wanita lain dari tindakan menjijikannya. Ingat hal itu saat kau merasa ketidaknyamanan dihatimu," Jawab Xiu Huanran mengelus pipi adik perempuannya.
"Sudah larut, tidurlah lebih awal, aku akan kembali ke Manor Huan," Ucap Xiu Huanran beranjak dan berlalu pergi meninggalkan Xiu Qixuan yang larut dengan pikirannya.
•••••••••••••••
Er'ge: Kakak Kedua