
Maaf ketidaknyamannya ini repost untuk new readers karena ada 2 eps yang kehapus. Beruntung author masih nyimpen filenya:).
••••••••••••••••••
"Ya langit! Xia Zhishu, apa yang sedang kau lakukan?!" Sebuah suara menggelegar dengan geraman kekesalan. Dia memijat pelipisnya yang pening karena kenakalan dari bocah manis itu.
Bocah manis yang memiliki identitas mulia itu perlahan menolehkan wajah dengan takut untuk melihat bahwa seorang gadis cantik sedang mengernyit marah.
"Ibunda Guru, aku hanya ingin terlihat cantik sepertimu." Jawabnya dengan binar polos.
Wajahnya penuh coretan dari banyak bubuk pewarna wajah dan pemerah bibir. Hal-hal disekitarnya berantakan dengan kotak harta yang berisi aksesoris dan perhiasan giok mahal milik Xiu Qixuan terbuka berhamburan dilantai.
Xiu Qixuan menghela napas panjang karena tidak bisa mengeluarkan amarah kepada anak menggemaskan ini. Tetapi hartanya juga berharga ratusan tael koin emas ia tak akan mudah melepaskannya, sepertinya harus segera meminta ganti rugi kepada Kaisar.
Terdapat satu hal lain yang tidak bisa ia toleransi, "Tuan Putri!" Suaranya penuh sirat ketegasan. "Perbaiki panggilanmu padaku, hormati aku hanya sebagai Gurumu!" Perintahnya yang bergema penuh peringatan.
"Tetapi, Dage juga memanggilmu seperti itu." Jawabnya dengan polos membantah.
"Humph, mengapa kalian begitu kompak?" Dengus Xiu Qixuan mengerut penuh ketidaksukaan yang kental.
"Xiao Leng, tolong bantu Tuan Putri merapihkan diri. Kita akan memasuki Istana untuk mengembalikan Tuan Putri kepelukan Fuhuang -nya." Suaranya penuh tekanan yang galak dengan segera memberi perintah kepada Xiao Leng yang berada disampingnya sedang menyembunyikan senyum penuh arti.
"Heh, ada apa dengan senyuman itu? Membuatku merinding saja, cepat sana!" Ucap Xiu Qixuan ketika melihat Xiao Leng yang masih terdiam menatapnya dengan tatapan aneh.
"Baik, Nona." Setelah mendapatkan kewarasannya kembali, Xiao Leng dengan cepat melaksanakan perintah dari sang majikan.
"Mari, Tuan Putri. Biarkan saya membantu anda." Ucap Xiao Leng mengulurkan tangan untuk meraih lengan sosok menggemaskan tersebut. Xia Zhishu merespon dengan mengerucutkan bibir penuh binar ketidaksukaan tetapi ia juga tidak memilik banyak keberanian untuk membantah lagi dan membiarkan Xiao Leng membantunya.
Kemudian Xiu Qixuan berjalan keluar dari bilik tirai kamar untuk memberikan waktu kepada sang Tuan Putri merias diri. Ia perlahan melangkah mendekati sudut jendela besar yang berada di dalam Halaman Fei Yan milik Kediaman Qi.
Angin musim dingin perlahan menusuk kulit ketika jari-jari lentik itu mendorong kuat jendela yang terbuat dari kayu mahoni tersebut.
Matanya kosong menatap salju yang berkibar menutupi dahan pepohonan. Ia jatuh termenung jauh ketika berusaha menarik napas panjang untuk menghilangkan kepenatan akan rindu kampung halaman.
Dua minggu berlalu sejak insiden penyusup di Istana dan kerumitan terjadi lebih banyak setelah itu. Terjebak saat sebenarnya dia mampu untuk pergi tetapi tertahan oleh sesuatu yang terikat.
Entah itu karena misi untuk Divisi Rubah ataupun tugas dari Dewi Nüwa, keduanya yang mengharuskan ia tinggal karena Buronan Kekaisaran Shen memiliki hubungan dengan suatu detail yang sangat penting!
**********
Dua Minggu Sebelumnya.
Tubuh sosok kecantikan itu melayang seperti dewi dengan roknya yang berkibar indah turun dari langit.
Beberapa sosok berpakaian hitam tersebar dengan tubuh penuh luka menganga kemudian menggelepar mati disepanjang sudut koridor. Para pelayan yang bersembunyi gemetar ketakutan melihat kengerian tersebut.
Saat kedua kaki rampingnya menapak ujung lantai koridor Istana dengan tiba-tiba ratusan cahaya dingin dan tajam menembus udara malam yang gelap.
'Swoosh...Jleb..Jleb..' Para pelayan yang berusaha mempertahankan hidup terjatuh dengan puluhan panah menembus tubuh mereka. Darah kental semakin menggenang luas memenuhi lebih banyak sudut lantai koridor.
Xiu Qixuan mengayunkan pedang menghalau hujan anak panah dengan sedikit kepayahan. Sial, dia tidak memperdiksi akan ada lebih banyak pembunuh yang menargetkannya.
Bertanya-tanya dan merutuk dalam hati mengenai betapa tidak kompetennya Penjaga Kekaisaran yang datang begitu lamban.
'Trang..' Dengan lincah penuh keringanan, ia memotong serangan anak panah yang diarahkan ketengkuknya. Itu hanya perlu sedetik yang nyaris menembus tenggorokan.
'Cih..' Dia berdecih dengan geraman penuh kejengkelan yang tak tertahankan mengedarkan pandangan setajam mata rubah. Menghitung terdapat dua belas orang penembak panah jitu yang bersembunyi di balik bayang-bayang.
Pedang bercahaya dalam genggamannya itu melayang dan secepat kedipan mata melesat menumbangkan beberapa penembak panah jitu tersebut.
Begitu lihai tetapi juga ceroboh, 'Swossh.. Tukk..' Tanpa diduga sebuah anak panah menargetkan tudung penutup wajah dan menarik kelambu cadar yang dikenakannya.
Sekarang benda yang menjadi penghalang itu terjatuh ditanah dan terlihat tampilan wajah cantik yang halus nan mungil. Tetapi, dalam kegelapan malam yang membekukan langit, sosoknya terlihat menakutkan ketika ia mengangkat pandangan mata yang bersinar tajam sekelam mata pedang terlumur darah. Riak emosi yang melintas di wajahnya memiliki jejak kejernihan. Dia jelas mengalami kesulitan tetapi begitu tenang.
Napas Xiu Qixuan memberat ketika energinya berkurang drastis, tidak bisa terus seperti ini. Mengontrol pedang dari jarak jauh membutuhkan lebih banyak kekuatan.
Kulit jari-jarinya yang bercahaya terangkat untuk memperintahkan pedangnya kembali kedalam genggaman. 'Swoosh..' Setelah itu, ia melangkah tegas menggunakan ilmu peringan tubuh, melayang melewati kolam teratai istana.
Penembak jitu yang dikirim oleh seseorang itu tidak akan membiarkannya menyebrang, mereka tetap melepaskan banyak anak panah untuk menargetkannya jatuh.
Dengan pancaran tegas yang tajam tanpa keraguan disetiap langkahnya, Xiu Qixuan membuat anak panah itu menjadi seperti undakan tangga yang dia tapaki diatas udara. Merubah senjata mematikan yang berusaha menghujaminya menjadi sebuah media bantuan.
Jelas hal itu membuat pembunuh diseberang sana menjadi kalang-kabut menembaki anak panah secara membabi buta.
'Akhh..' Langkahnya terpeleset jatuh ketika satu anak panah menggores kaki kanannya. Tubuhnya kehilangan keseimbangan, ia melayang di udara untuk bersiap jatuh tercebur kedalam kolam teratai yang sedingin es.
'Woshh..' Tiba-tiba sebuah kekuatan internal yang cukup kuat milik seseorang terasa dari seutas tirai kain koridor istana yang terlepas. Tirai kain itu berkibar seperti tertiup angin meluncur dengan kecepatan membentuk sebuah ikatan kuat dan membungkus pinggang rampingnya untuk menahan kejatuhan.
Setelah itu perlahan tubuh Xiu Qixuan yang melayang terasa ditarik untuk kembali menapaki lantai koridor istana dengan mendarat mulus.
"Bersihkan!" Suaranya bergema penuh kemegahan yang agung memberikan perintah.
"Ya, Yang Mulia!" Serentak dari ratusan penjaga yang berbaris itu menyebar dan hanya menyisakan para ajudan terpercaya yang memang adalah penjaga pribadi milik sang Kaisar.
Itu adalah Xia Qian Che yang datang secara khusus untuk membasmi penyusup. Dia memiliki kekuatan internal yang begitu kuat dan besar, memiliki keistimewaan khusus yaitu dapat menyalurkan kekuatannya ke benda atau media lain untuk dijadikan perisai ataupun senjata.
Tangan Xiu Qixuan gemetar dan terkepal erat dengan rambut yang menghalangi wajah dia menunduk untuk bersembunyi.
"Nona Qi, anda tidak apa?" Tanya Xia Qian Che dengan tatapan menyelidik penuh kecurigaan.
"Menjawab, Kaisar. Saya baik-baik saja, hanya merasa sedikit tidak nyaman." Jawabnya dengan lugas tanpa keraguan.
"Ah.. wajahmu!" Ucap Xia Qian Che dengan kaget.
Gelombang kegelisahan perlahan mengalir membuat keringat dingin membanjiri tubuh cantiknya. Apakah Kaisar ini menyadari ada yang salah?
"Zhen mengerti. Seseorang, cepat bawakan tudung penutup wajah untuk Nona Qi." Perintahnya dengan melambaikan tangan.
Dalam diam Xiu Qixuan tercengang, melihat kepercayaan yang bodoh dari seorang Kaisar tirani ini. Dia menyembunyikan senyuman tipis dan berucap, "Terimakasih, Yang Mulia." dengan cepat membungkuk memberikan penghormatan.
'Dugg..' Tiba-tiba tubuhnya terguncang ketika sosok mungil berlari melemparkan diri kedalam pelukannya. "Guru, syukurlah kau baik-baik saja! Muridmu ini membawa bantuan dengan segera bergegas melaporkan kepada Fuhuang. " Sebuah suara imut berdecit nyaring meminta penghargaan yang layak dari sang guru.
Xiu Qixuan mengeluarkan ringisan tertahan ketika Xia Zhiwen yang tak sengaja memecahkan luka dipinggangnya.
"Guru, kau terluka!" Teriak Xia Zhiwen dengan panik melepaskan pelukan dan tanpa sengaja membuat tubuh Xiu Qixuan terhuyung mundur menyebabkan rambut panjangnya tersibak penuh kebelakang mempaparkan keindahan wajah yang bersinar hangat.
"Aku—," Terjeda Xiu Qixuan yang membeku ketika, "Feng'er," Suara penuh kerinduan terdengar mengalun sendu membuat hatinya mencelos tajam.
•••••••••••