
Deretan lentera bergoyang dibawah atap pertokoan, pejalan kaki terlihat berkerumun disepanjang jalan, suara tawa dibalik jendela kereta kuda terdengar hangat penuh kemeriahan memunculkan rasa gembira yang dibawa oleh aroma dan musik tepi jalan.
Didalam kereta, Xiu Qixuan menundukan kepalanya. Ekspresinya yang gelap dengan tangan terkepal erat meremas kedua sisi rok yang dikenakannya. Memperlihatkan bahwa ia dalam kondisi emosi yang tidak stabil.
Melihat raut seram sang majikan yang seperti monster ingin memakan orang, Xiao Leng berinsiatif untuk menguraikannya dengan berceloteh riang.
'Sret..' Xiao Leng mengulurkan tangan untuk mengangkat tirai jendela kereta. "Lihat disana, Nona. Para pedagang menjual banyak makanan lezat." Suaranya yang ceria berhasil membuat Xiu Qixuan mendongakkan wajah.
Xiu Qixuan menatap keluar, matanya yang cemerlang melihat orang-orang berlalu-lalang dibawah langit malam.
"Ketika ada pesta di Istana Kekaisaran, para rakyat biasa juga akan mengadakan perayaan di alun-alun kota dan membuat pasar malam." Celoteh dengan semangat tanpa henti.
"Apalagi ini adalah awal tahun. Nanti ditanggal lima belas akan ada festival lentera. Seluruh langit akan dihiasi cahaya merah, saya tidak sabar untuk keluar dan melihatnya." binarnya.
"Bukankah kau sudah melalui sembilan belas pergantian tahun dalam masa hidupmu. Tidak bosan? Itukan sama saja." Ucap Xiu Qixuan tak acuh.
Xiao Leng mendelik.
"Itu tidak sama. Setiap tahunnya akan selalu berbeda, setiap tempat memiliki perbedaan dan mengukir kenangan tersendiri. Sekarang saya berada di Xia Utara. Melewati pergantian tahun disini adalah untuk pertama kalinya, Nona." Jelasnya berapi-api penuh penekanan.
"Ya, ya. Baiklah." Balas Xiu Qixuan dengan memutar bola mata malas.
Dari dalam kereta ia dapat melihat hiruk-pikuk kehidupan, itu membuatnya merasakan sedikit masam. Haa, sejak kapan hidupnya terasa sangat membosankan?
"Berhenti!" Perintahnya kepada kusir yang mengendarai kereta kuda. 'Ngikk..' sang kusir menuruti perintahnya dengan menarik tali kekang. Roda kereta berderak nyaring dan gerbong perlahan terhenti. "Ayo kita pergi, Xiao Leng!" ajaknya.
"Aku harus menikmati hidup untuk sedikit bersantai sebelum gelombang besar menghampiriku lagi, kan?" Lanjutnya dengan tersenyum cerah meloncat turun dari kereta kuda.
"Aiyaa.. Ket—, ah Nona, tunggu saya!" Ucap Xiao Leng dengan tergesa-gesa turun untuk menyusul.
Ketua memang unik, suasana hatinya dapat berubah begitu singkat. Ia tadi sangat suram, sekarang malah meloncat riang tanpa beban. Batinnya.
Xiao Leng tidak tahu apa yang terjadi. Saat tadi, ia di perintahkan untuk menunggu, dan kemudian sang nona kembali dengan memasang raut wajah gelap yang mengerikan.
••••••••••••
Sebelumnya.
Dibawah sinar redup sang rembulan, sosok itu memakai jubah naga yang berkibar tertiup hembusan angin. Sebagai seorang penguasa, ia cemerlang tanpa celah, tetapi, dibalik punggung kokohnya itu tersembunyi kehampaan tanpa dasar.
Bunga prem musim dingin bermekaran indah dengan guyuran embun salju, pertanda musim semi akan segera datang.
Pada saat ini, diatas jembatan dalam Taman Istana Kekaisaran. Xia Qian Che berdiri dengan menatap langit gelap.
Seperti menyadari suatu keberadaan yang lain, sekilas matanya berkelok dingin dan perlahan berkata tanpa menoleh, "Mengapa terdiam disana? Kemarilah!" Ucapnya datar.
'En..' itu adalah Xiu Qixuan yang berdiri diujung jembatan.
Sebelumnya, langkah kaki gadis itu tanpa sadar membeku, ia seakan melihat pesona keindahan objek lukisan yang keluar ke dunia nyata.
Saat sudah berdiri dihadapan Xia Qian Che, dengan cepat Xiu Qixuan membuat postur membungkuk hormat. "Salam kepada Yang Mulia Kaisar." Ucapnya.
"Kamu datang lebih cepat dari perkiraan." Suara Xia Qian Che rendah namun tajam. Ia berkata seolah-olah memang sejak awal sudah memprediksi bahwa Xiu Qixuan akan datang menghampirinya.
"Apa maksud semua ini, Yang Mulia?" Tanya Xiu Qixuan dengan langsung ke dalam inti pembicaraan.
"Anda terlalu ceroboh. Bagaimana bisa mengarahkan pedang untuk membuat alibi? Daripada itu Anda malah melibatkan banyak orang yang tidak bersalah, reputasi Anda juga akan terguncang." Sarkasnya.
Pupil mata Xia Qian Che berkedut tajam. Matanya yang sangat gelap seolah-olah menyedot semua cahaya disekitar.
"Kamu tidak bodoh tetapi sedikit naif." Suaranya yang dalam dan berwibawa masuk ketelinga. "Pikirkanlah, menurutmu apakah diantara orang-orang yang berada dalam aula perjamuan itu terdapat diantara mereka yang memiliki kemurnian tanpa noda?"
Xiu Qixuan tertegun, matanya bergetar karena tidak dapat menyangkal ataupun membalas perkataan tersebut.
Itu benar. Mereka yang dapat bertahan sejauh ini dalam intrik politik, tidak mungkin bersih tanpa kotoran. Sebaliknya, mereka mungkin sudah banyak melakukan tindakan kotor tak bermoral.
"Pengurangan pajak rakyat karena bencana hanyalah hal yang lucu. Mendiang Kaisar terdahulu begitu bodoh dan naif." Ia terkekeh dingin.
Xiu Qixuan mendongakkan wajah teguh untuk balas menatapnya dalam.
Saat mereka mengunci tatapan, bibir Xia Qian Che kembali berkait untuk mengatakan. "Kau bertanya bukan? Mengapa zhen memilih untuk mengambil langkah besar seperti ini?"
Xiu Qixuan mengangguk.
"Pejabat kekaisaran sudah membuat negara jadi berkarat. Saling membantu menyembunyikan kesalahan. Berkomplot untuk melakukan kejahatan. Hari ini, zhen hanya memotong ekornya untuk mendapatkan kepala." Jelasnya dengan datar.
Memotong ekor untuk mendapatkan kepala. Saat aula perjamuan jatuh kedalam krisis, mungkin tidak akan ada yang menyadarinya. Tetapi, Xiu Qixuan sangat peka dan sadar.
Bahwa pembunuh sudah menargetkan beberapa orang untuk benar-benar dihilangkan nyawanya, dan membedakan yang hanya perlu dikenakan luka pukulan saja.
Sebelumnya, dua mayat korban pembunuh yang dilihat oleh Xiu Qixuan itu termasuk kedalam sekutu Keluarga Ning.
Xia Qian Che menghilangkan kedua antek-antek itu tanpa ragu. Berarti dia sudah menemukan dan menyimpan semua bukti yang diperlukan.
Dia mengambil langkah secara bertahap untuk mencapai tujuan. Mengeluarkan kartunya satu persatu. Sungguh cermat!
Sekarang kasus penyelidikan dimulai. Desa Hou berada dalam garis Kota Hu yang merupakan dekat dengan perbatasan Shen dan Xia Utara.
Beberapa belas tahun lalu, Kota Hu masih menjadi bagian Kekaisaran Shen sebelum akhirnya dirampas oleh Xia Utara.
Sebagian rakyat asli disana masih mencintai tanah air mereka yaitu, Shen. Mereka menganggap bahwa Shen lebih memperhatikan dan mengurus rakyat di perbatasan.
Karena mereka dijatuhkan oleh pengkhianatan, tidak ada yang membantah opini tersebut secara langsung.
Empat tahun yang lalu saat ada bencana diperbatasan. Desa Hou juga termasuk kedalam yang terparah selain Kota Hu.
Sebagian penduduk disana mencoba untuk mengungsi, tetapi, penguasa lokal tidak perduli dan tidak pernah menyediakan layanan bantuan.
Para penguasa lokal itu memotong kas negara untuk dimasukan kedalam saku masing-masing, tidak pernah dibagikan dengan benar untuk rakyat.
Penyelidikan terus berlangsung dan jika bukti kuat sudah berhasil ditunjukan.
Pada putusan hakim itu akan mengarahkan seluruh kejahatan kepada Keluarga Ning yang menjadi kepala dari inti kasus ini.
Xiu Qixuan tersenyum cerah. Berarti ia hanya perlu menunggu tanpa perlu kerepotan karena umpan sudah disebar keseluruh hilir sungai.
Tiba-tiba Xia Qian Che mencondongkan sedikit tubuhnya dan perlahan berbisik tajam, "Sifatmu masih terlalu lembut untuk ukuran salah satu pemimpin organisasi bawah tanah." Seringainya mengejek.
Alis Xiu Qixuan berkerut tidak senang.
"Apa maksud Anda, Yang Mulia?" Tanyanya
"Aku berkata untuk kau tidak lagi mencampuri urusan pemerintahanku." Bisiknya penuh penekanan dan melepaskan sedikit panggilan formalitas. Dia begitu dekat ketika napasnya dengan lembut menyapu rambut dan telinga.
"Apakah itu ancaman?" Balas Xiu Qixuan dengan tersenyum miring.
"Aku memperingatimu." Jawabnya datar.
Kemudian Xia Qian Che menyibak lengan bajunya dan berbalik pergi setelah ia kembali berkata, "Kau berguna makanya diawal aku harus menyetujui kesepakatan, kan? Jadi, ingatlah untuk tidak lebih dari itu dan jangan pernah melewati batas. Aku bisa sedikit berbaik hati kepadamu karena salinan wajahmu cukup menghibur." Dengusnya.
Jadi, maksudnya adalah kesepakatan diantara mereka itu hanya untuk langkah awalan saja.
Dia memperingatkan untuk tidak lagi ikut campur dalam pemerintahan karena hasil akhir nanti Xia Qian Che juga tidak akan ikut campur untuk membantu menemukan sang buronan.
Dan yang lebih menjengkelnya adalah secara tidak langsung Xia Qian Che sudah merendahkannya.
Mengatakan bahwa ia dapat mengandalkan sedikit wajahnya yang mirip dengan Qiaofeng untuk beberapa hal.
Xiu Qixuan mengertakan gigi. Dia meremas telapak tangannya untuk mencoba yang terbaik menahan emosi. Xia Qian Che, ternyata ini adalah sifat asli Anda?
••••••••••••