Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Rumit Tak Terbaca



Wajah ketiga wanita muda yang saling menyapa itu tersenyum, namun tidak terlihat ketulusan di dalam pancaran mata mereka. Hanya ada batasan tertentu yang begitu nampak terasa.


Dengan mengenakan gaun formal, Helan Qianyu merias dirinya secara pandai menyesuaikan. Aroma parfum lembut bercampur bedak tipis menguar samar dari tubuhnya. Kelopak bibirnya yang di hias merah tersenyum seperti bunga.



Memegang nampan yang terdapat porselen putih di dalamnya. Helan Qianyu sedikit bangga berkata: "Saya merasa terhibur bertemu wajah yang saya kenali di jalan ini. Tadinya terasa sedikit sesak membawa teh racikan herbal ini sendiri untuk Permaisuri." Secara khusus nadanya mengutarkan kegembiraan dengan matanya yang melengkung membentuk sabit, dia terlihat senang dengan kemenangan pertamanya. "Aiyaa, apakah kalian juga sedang menuju bagian harem istana dalam?" Dia menebak bertanya seolah-olah terkejut.


Dalam kelas yang tidak di hadiri oleh, Xiu Qixuan, Yao Anran dan Duan Maiqiu kemarin. Pengumpulan poin keluhuran tetap berlangsung lancar, dan semua nilai tertinggi di raih oleh Helan Qianyu. Dia menjadi kandidat permaisuri pangeran dengan bakat juga kebijaksanaan terbaik sekarang.


Tidak seperti Duan Maiqiu yang tetap di dukung kuat dengan nama besar keluarganya meskipun dia merupakan putri seorang selir dengan banyak kekurangan di dalam dirinya. Ataupun seperti Yao Anran yang berbakat dan memiliki latar belakang keluarga tertinggi kedua setelah keluarga kekaisaran.


Meskipun keluarga Helan tidak begitu memiliki kekayaan berlimpah ataupun status tertinggi dalam negeri ini, Helan Qianyu tetaplah seorang bangsawan. Banyak mata diam-diam memandang penuh minat kearahnya.


Sejak awal Helan Qianyu mendapat banyak perhatian karena usaha juga kemampuannya. Dia begitu pandai dalam setiap langkahnya. Itulah yang membuatnya sombong.


Mendengar kata-katanya yang bangga, sekilas Xiu Qixuan merasa geli. Tetapi, wajahnya tetap tenang tanpa cacat. Dia tidak terganggu sedikitpun.


Sedangkan disisi lain, mulut Yao Anran nampak sedikit berkedut keruh ketika dia berbicara formal dengan berusaha rendah hati memberi ucapan selamat.


"Saya merasa iri melihat Anda memiliki kesempatan terbuka untuk berbincang-bincang dengan Permaisuri secara pribadi. Ah, ini semua karena anda memiliki nilai yang lebih, salah saya yang begitu lambat." Dia tersenyum memasang wajah berpura-pura penuh oleh kekecewaan untuk menyanjung sedikit lawan bicaranya, dan melanjutkan dengan nada ramah. "Nona Helan sudah bekerja terlalu keras, selamat untuk anda."


Melihat kedua wanita muda yang memiliki usia di bawahnya sedang akan memulai perang urat saraf. Benak Xiu Qixuan menggerutu ketika dia memutar bola matanya bosan. ''Oh, ayolah Anran. Kita tidak punya banyak waktu untuk ini.'


Ekspresi tenang Xiu Qixuan tampak halus, tidak terlihat kalau dia memiliki niat apa pun ketika berkata penuh decak kagum.


"Nona Helan sungguh baik, anda menyimpan begitu banyak perhatian. Teh herbal sangat bagus untuk kesehatan apalagi di musim panas yang memiliki cuaca tidak menentu dengan sedikit banyaknya curah hujan."


Mendengar kata-kata Xiu Qixuan yang memuji, kepercayaan diri yang meluap menjadi kesombongannya bertambah drastis. Pipinya memerah entah karena malu atau panas matahari. Tapi, Helan Qianyu tetap memasang kewaspadaannya dengan cerdik tidak sedikitpun melunak.


Sedangkan Yao Anran tampak berkerut bingung. Dia tidak bisa mengerti untuk apa pujian yang di utarkan Xiu Qixuan.


"Nona Besar berlebihan! Saya hanya memperhatikan hal-hal kecil saja." Kemudian kedua bola mata Helan Qianyu melebar kala dia mengingat kembali sesuatu, "Hoh, saya belum meminta maaf akan kejadian yang lalu. Itu kesalahpahaman ketika melihat anda berada di sisi Nona Su saat pertengkaran terjadi." Nadanya menyimpan banyak penyelasan namun matanya tidak, dia tidak tulus mengatakan permintaan maaf.


Dengan menyembunyikan bibirnya dan setengan wajahnya di balik kipas tangan yang dia bawa, Xiu Qixuan menanggapi. "Nona Helan bisa tenang, saya tidak akan mengingatnya." Nadanya riang seolah-olah itu benar. Tidak seorangpun tahu bahwa dia menyimpan kata-kata seringai dalam benaknya, 'Namun aku akan mencatatnya dalam hatiku.'


Mengalihkan topik, Xiu Qixuan kembali berkata penuh perhatian tanpa memiliki niatan apa pun, itu menjadikan lawan bicaranya kesulitan menebak isi pikirannya. "Bukankah anda harus bergegas sebelum teh menjadi dingin? Karena navigasi kami buruk, kami tersesat di jalan ini sampai bertemu dan menahan Anda terlalu lama di sini."


Itu adalah jawaban untuk pertanyaan pertama yang di utarkan Helan Qianyu. Dia pintar untuk tidak memberitahukan kondisi apapun bahwa faktanya adalah mereka ingin pergi menuju Aula Dian Yong Shi untuk bertemu Shang Shufei.


Menyadari kesalahannya untuk menjadi terlambat, tanpa berpikir Helan Qianyu segera bergegas. Dia pamit dengan membawa rombongannya yang terdiri dari empat pelayan dan satu kasim untuk menuju tempat tinggal permaisuri.


Mata Xiu Qixuan diam-diam mengawasi punggungnya menghilang di ujung belokan jalan. Xiu Qixuan menoleh kala mendengar suara Yao Anran.


"Kamu sengaja mendorong untuk mengusirnya, bukan? Dan sejak awal bertemu, kata-kata yang keluar dari mulutmu hanya kalimat sederhana saja namun tersusun secara halus—tanpa sadar lawan bicaramu tidak mendapatkan informasi yang ingin mereka dapatkan darimu, itu sangat mengesankan bagiku."


Yao Anran berceloteh mengeluarkan isi pikirannya. Karena sebenaranya dia juga begitu penasaran dan ingin mengerti semua niatan hati Xiu Qixuan, tapi itu tidak mudah melihat Xiu Qixuan begitu rumit tak terbaca.


Mengulum senyum tipis yang penuh makna, Xiu Qixuan mengedikkan bahu berpura-pura tak mengerti. "Ya, mungkin aku melakukan itu. Tapi, sangat bagus untuk kita tidak banyak dalam berkata-kata." Dia melanjutkan dengan kerutan tak senang kala berbicara dengan teror rendah, "Apalagi memberitahukan tujuan kita pada Nona Helan. Sangat mudah untuk menebak bahwa dia akan mempergunakan, dan memberi makan daging pada permaisuri untuk kecemburuannya.(1)"


Dinding istana begitu tipis, berita apapun dapat langsung menyebar di tempat yang penuh duri ini. Mungkin Permaisuri juga sudah tahu bahwa Shang Shufei memanggil mereka, dan dapat di pastikan sekarang dia sedang terduduk diam untuk mengamati sebelum akhirnya bertindak. Namun, jika Helan Qianyu yang mengetahui ini—gadis itu akan mempergunakannya untuk memanggang daging agar Permaisuri semakin curiga dan bergerak menekan Xiu Qixuan ataupu Yao Anran.


Menatap Xiu Qixuan dengan mata yang penuh binar takjub, seolah sedang memandang sosok idola, Yao Anran terdiam.


Xiu Qixuan yang mendapatkan tatapan yang menurutnya menakutkan itu sedikit merinding. Dia menarik tangan Yao Anran dan menyeretnya, "Ayo, kita selesaikan masalahmu yang sudah membuat Pangeran Ketujuh menangis di balai pengobatan kemarin."


"Aku tidak membuatnya menangis. Itu kesalahan yang tidak di sengaja." Yao Anran membelalakan mata, dia segera mengelak keras tapi tetap membiarkan Xiu Qixuan membawanya pergi.


•••••••••••••••••••••


A/N: Apa yang dilakukan Yao Anran sampai membuat Pangeran Ketujuh menangis? Ada yang bisa tebak? Author up 3 bab besok deh kalau bnyk yg nebak dan menghampiri benar.


(1) Memberi makan daging: Memuaskan dahaga seseorang atau memberikan kepuasaan tertentu.