Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Mudah Menghindari Tombak



Sima Junke menatap wajah Xiu Qixuan yang terlihat tenang—tetapi dirinya mengetahui bahwa pikiran gadis itu sedang penuh akan banyak terkaan tak berdasar.


Senyum tipis mengembang dari sudut bibirnya saat melihat kening Xiu Qixuan mengerut selama beberapa saat. Bukankah gadis ini menjadi terlalu banyak berpikir?


Sima Junke beranjak berdiri kemudian melangkah mendekati Xiu Qixuan.


Mendongakan wajah saat melihat bayangan seseorang menghampirinya, Xiu Qixuan melihat Sima Junke yang mendudukan diri tepat disamping tubuhnya. Pria itu menuangkan air kedalam cangkir untuk diberikan kepadanya.


"Minumlah," Ucap Sima Junke menyodorkan cangkir yang berisi air, Xiu Qixuan menatap bingung tetapi gadis itu tetap menerima dan meminumnya.


"Kau belum mengetahui situasi keseluruhan didalam Nanbao, tetapi dengan sangat berani bertindak membuat kesepakatan yang gila ini. Betapa percaya dirinya," Lanjut Sima Junke dengan berbisik pelan.


"Kau ingin mengetahui sebuah rahasia, tidak?" Tanya Xiu Qixuan berbisik berpura-pura menjadi misterius.


Sima Junke terdiam tak menjawab tetapi pria itu memandang wajah Xiu Qixuan dengan getaran rasa penasaran—menunggu ucapan selanjutnya dari gadis ini.


"Nona ini diberkati oleh dewi, tentu saja menjadi sangat berani dan percaya diri." Lanjut Xiu Qixuan dengan lugas tersenyum bangga. Gadis itu tidak berbohong! dia memang memiliki misi dan berkat yang diberikan oleh sang dewi. Tetapi, memang-nya siapa yang akan mempercayai ucapannya?


Sangat terlihat dari ekspresi diwajah tampan Sima Junke yang sedang menahan sebal, sedikit berpikir bahwa gadis ini mempunyai imajinasi yang terlalu liar.


"Haha, aku tahu kau tidak akan mempercayai ucapanku. Tetapi tolong kondisikan wajahmu itu, mengembung seperti bokong beruang." Terkekeh Xiu Qixuan mencibir wajah Sima Junke yang terlihat sedikit menggemaskan.


Sima Junke hampir saja menjatuhkan rahangnya, baru pertama kali seseorang yang mencela dirinya secara terbuka. Betapa berani-nya!


Menolehkan wajah berniat untuk balas mencecar Xiu Qixuan dengan ucapannya, Sima Junke terhenti karena melihat wajah cantik Xiu Qixuan yang tertawa pelan.


Sangat indah! Dia tidak dapat memalingkan wajah untuk selalu menatap gadis itu. Tanpa disadari hatinya sudah terpikat oleh tawa gadis itu dan tekad dihatinya untuk selalu membuat gadis itu tersenyum bahagia.


Nyonya Tua yang juga sedang didalam ruangan yang sama dengan mereka, wanita tua itu mengamati interaksi cucunya dengan Xiu Qixuan. Sebagai seseorang yang sudah hidup setengah abad pastinya dia memiliki pengalaman pahit, manis, asin garam kehidupan. Dia tahu cucunya memang terpikat oleh gadis yang seharusnya menjadi tawanan perang mereka. Hatinya sedikit masam melihat interaksi tersebut.


Xiu Qixuan memang sangat berguna, kalau gadis itu akan menetap selamanya di Nanbao menjadi menantu Keluarga Besar Kepala Suku dimasa depan jika Nanbao berperang melawan Shen—Xiu Haocun sang ayah yang seorang jenderal akan berpikir dua kali untuk melawan Nanbao karena memiliki kekhawatiran akan putrinya.


Nyonya Tua mengetahui dengan jelas Xiu Qixuan adalah kecerdasan seorang gadis muda yang sangat jarang ditemukan. Memang gadis itu terlihat polos dan sederhana tetapi gadis itu tidak sesederhana kelihatannya.


Dimatanya, seorang gadis dengan kecerdasan dan niat tak tertebak seperti ini diusia muda tidak diragukan lagi adalah pertanda bahaya. Tetapi, dia belum menemukan kesalahan dari gadis ini membuatnya tidak dapat melakukan apapun selain mengawasi segala tindakan sang gadis akan membuatnya sedikit lebih tenang.


Sebuah suara mengintrupsi mereka yang berada didalam ruang peristirahataan sang Nyonya Tua.


"Pejabat ini menghadap Nyonya Tua dan Tuan Muda," Ucap seorang lelaki paruh baya memasuki ruangan dan memberi hormat kepada Nyonya Tua dan tak lupa juga kepada Sima Junke.


Nyonya Tua menolehkan wajah dan mengangguk mempersilakan pejabat itu untuk duduk setelah memberi hormat, "Silakan duduk pejabat Tuoba. kau sudah mengetahui tugasmu hari ini, bukan?"


"Terimakasih, Nyonya Tua. Ya, saya mengerti." Jawab Pejabat yang bermarga Tuoba.


Xiu Qixuan hanya diam mengamati tingkah-laku pejabat paruh baya itu, berusaha menganalisa pejabat seperti apa yang digunakan oleh sang Nyonya Tua.


"Baik mulailah," Ucap Nyonya Tua mengangkat salah satu lengannya memasang gestur memerintah.


"Nona Xiu, perkenalkan saya adalah Tuoba Lie pejabat sumber daya dan pendapatan Suku Nanbao." Ucap Tuoba Lie berdiri dan memberi salam hormat kepada Xiu Qixuan


Xiu Qixuan yang melihat itupun ikut berdiri dan menunduk membalas salam hormat.


"Saya disini akan menjadi penasihat perjanjian perdagangan untuk Nyonya Tua sekaligus pejabat sumber daya dan pendapat Nanbao." Lanjut Tuoba Lie dengan lugas dan terarah.


"Mohon bimbingannya," Balas Xiu Qixuan dengan senyum sopan.


Mereka kembali mendudukan diri ditempat masing-masing. Jarak Xiu Qixuan dan Tuoba Lie berseberangan yang memungkinkah untuk saling mengamati.


Nyonya tua memperintahkan Tuoba Lie ikut masuk kedalam diskusi perjanjian perdagangan—selain pria itu adalah pejabat sumber daya dan pendapatan, juga karena pria itu adalah orang luar yang setia ditempatkan disisinya—tentu saja Tuoba Lie akan lebih objektif menilai sesuatu dan lebih mudah menemukan celah disegala ucapan Xiu Qixuan.


"Nona Xiu, perdagangan diantara kami adalah bisnis yang sangat besar. Sebelum memulai diskusi mengenai perdagangan ini, Bagaimana sebagai rekan bisnis kami saling terbuka akan tujuan dan niat hati yang sebenarnya? untuk saling mempercayai dan mencapai kesepakatan yang sukses." Ucap Tuoba Lie sembari mengamati respons yang diberikan lewat ekspresi wajah Xiu Qixuan.


Xiu Qixuan tetap tersenyum lembut dan sopan, dirinya sudah mengetahui pertanyaan ini akan ditanyakan oleh Tuoba Lie.


Nyonya tua sangat cerdas, dia mengetahui bahwa dirinya tidak dapat mempertanyakan itu secara langsung karena itu dapat menimbulkan kewaspadaan kepada musuh dan akan membuatnya tidak terlihat percaya diri mampu mengalahkan gadis kecil. Membuatnya menarik Pejabat Tuoba kedalam diskusi mereka.


"Jadi, Nona Xiu apa tujuanmu?" Lanjut Tuoba Lie sekali lagi.


"Kau ingin aku berbohong atau jujur?" Tanya Xiu Qixuan dengan santai


Sima Junke yang mendengar itu langsung menolehkan wajah kearah Xiu Qixuan. Gadis ini entah apa yang direncakannya.


"Keduanya," Jawab Tuoba Lie dengan tajam.


"Aku menyukai Nanbao. Sebagai seorang gadis tentu saja hatiku melembut saat mengetahui bencana alam dan kelaparan dapat terjadi kapanpun di Nanbao yang terisolasi ini." Ucap Xiu Qixuan menatap dalam Tuoba Lie diseberang sana.


"Tujuanku adalah mengurangi resiko bencana kelaparan yang akan melanda Nanbao dikemudian hari saat bencana alam datang." Terjeda sejenak.


"Tetapi, itu adalah kebohongan." Lanjutnya dengan lugas.


Suasana diantara mereka menjadi berat dan hening. Sima Junke terdiam tetapi dia sangat mengkhawatirkan Xiu Qixuan yang terlalu berani.


Xiu Qixuan dan Tuoba Lie saling menatap intens seakan berusaha membaca pikiran masing-masing.


"Tujuanku sebenarnya adalah mencari keuntungan dan kekayaan sebagai pembisnis pada umumnya. Kakak keduaku, Xiu Huanran adalah seorang pembisnis hebat—dia melatihku dengan cara seorang pembisnis." Ucap Xiu Qixuan dengan tersenyum sopan. Pembukaan dari ucapan yang dilontarkannya sangat masuk akal dan jujur.


"Aku menginginkan garam dari Nanhai kalian untuk menurunkan harga pasarnya di Shen." Lanjutnya dengan tenang tetapi memancarkan kewibawaan disetiap kata.


"Dan juga saat mencapai kesepakatan dengan kalian—kakak keduaku akan memberikan keuntungannya sebanyak lima puluh persen. Sebagai seorang gadis tentu saja aku gemar belanja dan menginginkan barang yang bagus butuh sangat banyak uang." Lanjutnya lagi mencoba memasang senyum canggung.


Tuoba Lie tidak dapat menemukan celah dari segala ucapan yang dilontarkan Xiu Qixuan sangat masuk akal. Pembisnis menginginkan keuntungan, seorang gadis menginginkan kekayaan, dan tentu saja gadis ini menginginkan keduanya.


"Bagaimana dengan kalian? Mempertanyakan hal itu membuat kalian terlihat tidak percaya diri untuk menanganiku. Aku menjadi ragu dengan Nanbao kalian," Ucap Xiu Qixuan dengan santai dan tak acuh.


"Nona Xiu, kejujuranmu yang masuk akal membuat kami sedikit tenang. Sebelumnya kami harus tetap berjaga dari segala kemungkinan yang merugikan Nanbao kami. Karena mudah menghindari tombak, tetapi bukan belati yang tersembunyi(1)." Jawab Tuoba Lie dengan pancaran mata yang sedikit bergetar karena tidak mempercayai seorang gadis begitu sulit terbaca olehnya.


Xiu Qixuan mengetahui mereka belum mempercayai sepenuhnya.


"Aku mengerti. Orang hanya akan mempercayai apa yang ingin mereka percayai." Balas Xiu Qixuan tersenyum sopan.


•••••••••••


Mudah menghindari tombak, tetapi bukan belati yang tersembunyi: Mencegah musuh yang menyamar sebagai teman.


mantul juga si xuan yaa, setidaknya msh berfungsi otaknya disaat2 tertentu deh wkwk:v