Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Kebetulan Ikut Terperosok!



Ada yang sangat tak terduga, bagaikan langit mendung hari ini. Perpaduan yang sungguh aneh. Tapi, secara nyata harus saling bergantung.


Merasakan berat di pundaknya, mata tajam gadis itu melirik sinis pada lengan yang tersampir tak sopan. "Karena kamu cantik, Pangeran ini akan melindungimu. Bagaimana?" Suara percaya diri yang terdengar bangga ini berasal dari pria berambut pirang di sebelahnya. Mata birunya mengerling dengan alis naik-turun yang menggoda.


"Tsk.., hei! kau masih bisa melontarkan omong kosong?" Cibiran penuh kejengkelan terdengar dari pria berambut cokelat yang mengawasi situasi dengan mata waspada.


'Hah..., beruntung aku sudah mengirim Xiao Taoli lebih dulu.' sang gadis cantik bergumam dalam hati. Itu adalah Xiu Qixuan yang menghela napas kasar, matanya bergerak melihat sekitar dengan lelah.


Shen Kaicheng dan Shen Wanqi. Pangeran kekanakan ini sungguh merepotkan. Mereka memisahkan diri dari rombongan penjaga masing-masing. Dan, entah bagaimana bagai lebah pada nektar mereka tertarik dengan pergerakan Xiu Qixuan untuk mengikutinya.


Shen Kaicheng yang memang bermalasan. Sedangkan, Shen Wanqi yang senang bermain dan tidak berminat untuk berburu.


Hal wajar bukan? Masalah di dunia memang ada banyak sekali kebetulan. Ini memusingkan untuk sang gadis. Dia selalu memutar otak dengan berbagai kemungkinan. Tapi, jelas situasi ini tidak termasuk.


Sebuah lengan tiba-tiba menarik tubuh kecilnya dari rangkulan Kaicheng dengan gerak posesif. "Terlalu dekat." Bisikan rendah terdengar ditelinga Xiu Qixuan.


Dia hampir melupakan pemeran utama yang menjadi incaran. Shen Yuan Zi, menyelamatkannya bukan karena Xiu Qixuan baik hati. Tapi, dia ingin mengetahui apa niat hati Kaisar dengan skema brutal ini.


Mengikuti arus permainan adalah poin utama. Di mana berita Yuan Zi di serang dan Xiu Qixuan sebagai kambing hitam tidak kunjung menunjukan batang hidung di perkemahan. Itu akan membuat Kaisar merasakan keberhasilan. Dan, Xiu Qixuan menunggu untuk mengorek ketika dia lengah. Sebenarnya apa yang ingin Kaisar lakukan dengan kematian Shen Yuan Zi sebagai alasan?


Namun, ini menyimpang sejak Shen Kaicheng dan Shen Wanqi tiba-tiba bergabung dalam permainan.


Saat ini mereka terperangkap oleh sekelompok penyerangan sungguhan. Medan yang licin begitu dekat dengan jurang kematian. Rintik hujan perlahan-lahan turun membuat kabut menghalangi pandangan.


"Pangeran Ketiga, kau tidak perlu bergerak. Diam dan tunggulah kami di sini. Bagaimana?" Xiu Qixuan berbicara tegas tapi lembut.


Selama beberapa saat Shen Yuan Zi menatap wajahnya dengan lurus. Kemudian menggangguk ketika pandangan mereka bertemu.


Xiu Qixuan menyingkirkan jari-jemari Yuan Zi yang mencengkeram lengan pakaiannya sampai kusut. Dia kemudian berbalik dan memandang kearah musuh mereka dengan mata liar.


"Hei..., bukankah kakak ketiga berperilaku begitu aneh pada gadis Xiu itu?" Shen Wanqi berbisik namun dia sepertinya lupa mengecilkan suaranya karena Xiu Qixuan masih dapat mendengar itu.


"Jika tidak ingin mati di sini. Singkirkan omong kosong kalian dan pegang pedang kalian dengan benar." ketus Xiu Qixuan memperingati dengan lirikan menakutkan.


Kelompok penyerang ini tidak terlihat seperti orang bayaran. Dengan balutan zirah terbuat dari logam mulia juga senjata yang lengkap untuk bertarung menjelaskan status mereka sebagai prajurit terlatih yang secara rahasia bekerja untuk seseorang.


Sudut mulut Xiu Qixuan membentuk seringai miring. Dia menemukan sesuatu. Melihat kelompok penjahat ini bingung dan ragu untuk menyerang karena kahadiran Shen Kaicheng dan Shen Wanqi di sebelahnya.


"Menyerang di sini adalah pilihan yang terbaik. Meskipun itu bukan target kalian 'kan." Xiu Qixuan mengambil langkah maju dan suara pedang terkikis oleh rintikan hujan.


Salah satu kelompok penyerang itu tertawa terbahak-bahak. Dan membalas seringai dengan pancaran gila pembunuhan, "Hoh, Nona... kamu kurus dan kecil, sekali pukul saja sepertinya bisa mematahkan tulang."


Angin membelah rintik hujan, sebuah benda dengan kecepatan mata bergerak dengan mengesankan. Darah memuncratkan genangan, teriakan menggema. Kipas dengan runcing tajam bak di sulap menjadi pisau belati yang merobek mata musuh.


Shen Kaicheng bergerak maju dan berdampingan di sebelah Xiu Qixuan.


Cahaya kilat membelah langit dengan guntur, genangan berwarna merah mengalir deras. Dipenuhi aroma tajam dari darah manusia dengan tubuh berlubang. Aneh.., suasana langit suram hanya di tempat ini seperti Dewa-Dewi Surgawi menyaksikan pertarungan mereka.


Kelompok penyerang tersebut tudak lebih dari dua puluh orang. Dengan stamina dan kekuatan mereka jelas tidak sebanding. Namun, Xiu Qixuan menumbangkan hampir setengahnya.


"Bagus jika kau mengenaliku. Jika tak mau tubuhmu berlubang lebih banyak, cepat akhiri pertarungan membosankan ini." Suara Shen Wanqi yang arogan terdengar mengalihkan perhatian.


Pemandangan yang bisa dilihat adalah pria berambut cokelat tersebut menginjak tubuh musuh dengan kakinya.


Namun, yang mengkhawatirkan adalah Shen Wanqi terlalu dekat dengan jurang. Xiu Qixuan buru-buru berlari untuk menghampirinya tapi jantungnya tersengat listrik dia berteriak terkejut.


"Hati-hati..., Yang mulia!"


Rasa sakit bercampur rasa dingin yang pahit merobek kaki kanan Shen Wanqi. Dia ceroboh. Musuhnya menyerang balik dengan belati tersembunyi dalam saku. Memutus tendon kakinya dengan serangan yang tegas.


Shen Wanqi ingin berteriak tapi tertahan oleh rasa sakit. Mulutnya terbuka dan perlahan dia bisa merasakan tubuh yang tidak memiliki daya.


Angin berhembus dengan rintik hujan yang mencambuk wajah ketika matanya terpejam. Perasaan diselimuti ke-ngerian ketika tubuhnya terjatuh namun tidak menyentuh tanah.


"...Yang Mulia!" Xiu Qixuan yang berlari mencoba meraih Shen Wanqi namun langit tidak membiarkan itu terjadi dan ikut menariknya jatuh.


Keseimbangan yang goyah. Medan licin dengan dasar jurang gelap yang menakutkan menunggu di bawah.


Xiu Qixuan memejamkan kedua matanya. Menahan napas dengan tangan terkepal sampai terasa sakit. Merasakan tubuhnya kian terperosok. Jurang begitu dalam dan tebing begitu tinggi. Dingin bagai es yang membungkus tubuh menjadi kaku.


Namun, semua retak dan meleleh kala sentuhan kulit dan napas hangat seseorang memeluk tubuhnya.


Matanya berair terkena hembusan udara tajam. Dia mengerjap dan menemukan penampakan sosok yang di selimuti cahaya perak bagai mercusuar dewa di kegelapan. Tangan yang merengkuh pinggangnya dengan erat. Tidak membiarkan dia terjatuh sendiri.


"Aku tidak membiarkanmu." Suara rendahnya berbisik menggelitik telinga. Hembusan napas hangatnya menerpa wajah.


Sepersekian detik membuat otak Xiu Qixuan menjadi kosong. Dengan jantung yang meledak tak mengerti.


Ketika pikirannya kembali sadar. Xiu Qixuan memukul pundak kurus pria berambut perak tersebut dengan makian. "Yuan Zi...., Kau gila ya?! Mau mati?!" Wajah cantiknya merah karena marah.


Tebing ini setinggi bukit. Mereka terjatuh menembus kabut dan awan. Dengan masih berada dalam pelukan Yuan Zi, mata Xiu Qixuan bergerak liar mencari tubuh Shen Wanqi, dia tidak ingin mengambil resiko dengan kematian seorang pangeran.


Kedua lengan Xiu Qixuan terulur memeluk pinggang Shen Yuan Zi. Dia menaruh kepalanya di dada pria itu. Namun, diam-diam jemarinya bergerak mengeluarkan cahaya ungu keemasan dan sebuah pedang muncul dengan sinar gemerlap melesat pergi. Dengan bijaksana dia membuat Shen Yuan Zi tidak menyadari hal yang sedang dia lakukan.


Kalian tahu bukan? Pria itu terfokus dengan debaran hangat yang aneh kala gadis ini membalas dekapannya.


Mereka yang sekarang tidak tahu. Dekapan hangat ini permulaan bagi pedang bermata dua yang mencelakai banyak orang di masa depan.


Secara acak mata Shen Yuan Zi tiba-tiba berkedip dan berubah menjadi semerah darah. Dia mencengkeram pinggang Xiu Qixuan dengan sangat kuat. Bibirnya membentuk seringai dengan tajam. Indra penciumannya menghirup aroma tubuh gadis ini dengan rakus seolah seratus bunga bersarang di sana.


'Dari kepala sampai kaki, hingga helai bulu matanya. Aku ingin menelannya di dalamku.'


••••••••••••••••••••


Hallo happy newyears 2023! Semoga readersku selalu sehat & bahagia💖