Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Tekanan Yang Mencekik



Waktu seperti membeku di udara dengan membawa kesuraman yang tajam. Kedua pria tangguh yang masing-masing memiliki kekuatan besar ditangan mereka terlihat saling melemparkan pandangan dingin.


Xiu Qixuan dapat merasakan sebuah tekanan kuat yang begitu mencekik. Bertemu salah satu yang sulit untuk ditangani saja sudah membuat kepala-nya pening. Dan sekarang, dalam satu waktu berada diantara kedua orang ini seperti dapat membuatnya mati kehabisan napas.


Lagipula, mengapa Xia Qian Che datang? Xiu Qixuan masih dapat menangani pria iblis berjubah itu kalau tidak mendapatkan gangguan. Lihatlah, sekarang Mozi sudah mengeluarkan kekuatan auranya.


Walaupun kekuatan internal Xia Qian Che menjadi salah satu yang terkuat di Daratan Ca Li, tetapi, tetap saja dia hanya manusia biasa tanpa memiliki sedikitpun kekuatan aura.


'Sring...' Xia Qian Che hendak melangkah maju dengan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Tetapi, geraknya seketika terhenti ketika jari-jari lentik milik seseorang mengait begitu erat di pergelangan tangannya.


"Jangan!" Sentak Xiu Qixuan memasang raut wajah serius dengan binar ketegasan, seolah-olah dapat menyiratkan kata. Jangan lakukan itu, kamu tidak cukup!


Dengan sedikit menundukkan wajah untuk menatap sosok gadis bertubuh mungil tersebut, Xia Qian Che menautkan alisnya, "Mengapa? Apa kau tidak mempercayai kemampuan Zhen?" Tanyanya penuh dengusan ketidaksukaan.


Xia Qian Che tidak dapat melihat aliran aura dengan warna lava api kemerahan yang terselimuti awan hitam dari dalam tubuh Mozi tersebut. Tetapi, Xiu Qixuan dapat melihat jelas dengan bantuan kekuatan aura kehidupan.


Tampaknya Mozi kehilangan kendali atas sebagian kekuatannya yang begitu besar jika ia sudah terlahap ledakan emosi. Sebelumnya, pria itu dapat mengontrol dan menyembunyikan edaran kekuatan aura iblis di aliran nadi dengan trik manipulasi.


"Yang Mulia, Anda lebih baik membawa Pangeran dan Tuan Putri kembali. Mereka sedang menunggu di restorant terkenal dekat jalan. Jangan hiraukan ini urusan saya. Pergilah!" Suaranya tenang membawa ketegasan yang tajam.


Xia Qian Che terdiam sejenak untuk menatap Xiu Qixuan dengan intens penuh sirat selidik yang kuat.


Kemudian dia semakin menunduk untuk mendekat ke daun telinga Xiu Qixuan dan perlahan bibirnya mengait untuk berbisik dengan suara baritonnya yang rendah, "Kamu mengkhawatirkan zhen." Itu bukanlah sebuah pertanyaan melainkan pernyataan yang terbentuk mutlak.


Sebelum Xiu Qixuan dapat bereaksi atapun membalas, interaksi mereka terhenti ketika, 'Boomm..' Dari arah berlawanan gumpalan cahaya merah kehitaman melesat untuk meledakkan tubuh mereka.


Hening.


Dibawah kepulan asap yang membumbung tinggi dengan desiran angin yang berhembus kencang, perlahan-lahan terlihat Xiu Qixuan dan Xia Qian Che yang terbatuk-batuk diujung jalan dalam kondisi berantakan.


Xia Qian Che mendekap tubuh ramping gadis cantik itu dengan erat yang lembut. Mereka berhasil menghindari serangan berkat gerak refleknya yang bereaksi lebih cepat.


Memang tidak sia-sia identitasnya sebagai penguasa utara karena Xia Qian Che memang memiliki kelayakan akan posisi tinggi tersebut.


Disisi lainnya, Mozi mengepalkan tangan dengan kukunya yang menancap kuat di telapak menggeluarkan aliran darah segar dari kulit dagingnya yang robek. Raut wajahnya semakin menggelap dengan giginya yang menggertak penuh ledakan amarah.


Sudut ekor matanya melirik tajam penuh cibiran kearah lengan Xia Qian Che yang tersampir di pinggang ramping milik sosok gadis yang akan segera menjadi mainannya. Ya, dia hanya ingin bermain-main dengan gadis itu, dia tidak menyukai serangga pengganggu yang bersama dengan mainannya!


Tubuh Mozi tersentak ketika Xiu Qixuan mengangkat wajah untuk balas menatapnya dengan tatapan dingin yang menusuk.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Xiu Qixuan melepaskan kaitan erat Xia Qian Che kemudian bergegas cepat untuk melangkah. Salah satu tangannya terangkat, 'Sring..' Pedang Xue Yue miliknya bergetar dalam genggaman dan mengeluarkan cahaya menyilaukan.


"Iblis Zi.." Suaranya yang tajam menyiratkan keganasan. "Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau inginkan. Tetapi, kau terlalu berisik yang mengusik!" Sentaknya.


"Beraninya kau—," Geram Mozi dengan napas memburu penuh emosi.


Seringai segera terbentuk dibalik jubah misterius tersebut, kedua matanya berkilat merah, pedang hitam beraura iblis miliknya bergetar menunjukan hasrat membunuh yang begitu kuat. "Aku tidak pernah memberikan seseorang kesempatan sebanyak ini." Suaranya terdengar seperti cibiran penyesalan karena sudah membuat keputusan yang bodoh.


"Kalau begitu aku tidak akan segan lagi!" Dalam sekejap mata tubuh Mozi sudah berada tepat di depan Xiu Qixuan dengan pedangnya yang terhunus tajam.


Hasrat membunuh yang memancar kuat membuat suasana disekitar mereka begitu menakutkan.


'Trang..' Xiu Qixuan memotong serangan dengan gerak reflek yang tak terduga. Gadis itu tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya karena Mozi terlihat seperti iblis yang merangkak keluar dari neraka.


Kemampuan berpedang Mozi begitu menghipnotis lawan dengan keakuratan yang tajam, tegas dan tepat mengincar kondisi organ vital tanpa membuang ataupun memberi kesempatan.


Selama beberapa tahun ini Xiu Qixuan sudah dapat menilai asal seseorang dari kemampuan berpedang mereka. Karena setiap daerah kekuasan memiliki perbedaan.


Daerah selatan bertarung dengan ayunan yang lebih lebar dan lebih besar yang hampir menghipnotis lawan mereka. Sedangkan, Daerah utara bertarung dengan penuh perhitungan yang memperhatikan efisiensi bergerak lebih sedikit.


Sima Junke yang bertarung dengan ketegasan tanpa keterbatasan gerak untuk memojokan lawan. Xia Qian Che yang bertarung penuh kelicikan dan siasat dalam sekali serangan mematikan.


Sedangkan Mozi begitu berbeda, pria ini memiliki perpaduan yang cukup aneh, seolah dia memang dilahirkan untuk melanggar hukum langit. Gerak serangannya tak terbatas tetapi penuh dengan perhitungan yang tajam.


Beberapa waktu berlalu dengan pertarungan sengit penuh hasrat membunuh. Xiu Qixuan terlihat semakin melemah dan kepayahan memotong serangan, napasnya sudah memburu hebat dengan keringat dingin yang membanjiri tubuhnya.


Aura iblis yang memancar begitu mencekiknya sampai mati kalau dia tidak menetralkan dengan aura kehidupan.


Dia tidak pernah melihat kekuatan aura sehebat ini. Bagaimanapun ia harus berhasil lolos dari krisis untuk segera pulang dan bertanya kepada Baijin Hu dan Lao Yong.


Xiu Qixuan bergerak dengan kecepatan manipulasi untuk menipu gerak serangan. Cukup berguna untuk menghindari pukulan tetapi tidak berguna untuk memberikan pukulan telak karena Mozi begitu peka.


"Hey, sudah cukup bermainnya!" Sentak Mozi dengan penuh ketidaksabaraan. Pria itu sudah kehilangan minat bertarung karena bosan melihat Xiu Qixuan yang berulangkali meloncat untuk menghindari serangan seperti kelinci buruan.


Mozi berniat untuk mengakhiri pertarungan dengan angin berhembus ringan seiring langkahnya yang berputar tajam.


'Sring..' Xiu Qixuan terdiam kaku melirik sekilas kearah tangan kokoh yang menggenggam benda tajam nan dingin yang sudah berada diatas kulit lehernya.


••••••••