
Musim Dingin yang sejuk di Daratan Ca Li adalah hal yang baru bagi Xiu Qixuan, Gadis itu merasakan kesenangan tersendiri, dirinya merasa sedang berlibur di luar negeri--dan ajaibnya dirinya tidak berada di luar negeri tetapi berada di luar bumi.
Senyuman manis terus menerus terpampang diwajah cantiknya. Memandang keluar Jendela kamarnya yang dia biarkan terbuka lebar. Entah mengapa dia tidak merasakan kedinginan--Apakah karena suasana hatinya sedang baik?
'Takk' Salah satu Jendela Tertutup, dan menampakan wajah Xiao Taoli disebelah bagian jendela yang masih terbuka.
"XuanXuan, Musim Dingin tidak baik membuka jendela terlalu lebar apalagi dimalam hari, lagipula bukankah beruang harusnya hibernasi saat musim dingin tiba?" Ucap Xiao Taoli
"Taotao, Kau sedang mengataiku beruang secara tidak langsung, ya?" Tanya Xiu Qixuan mengangkat sebelah alisnya.
"Bukankah kau selalu bilang dirimu beruang? Saat kau malas melalukan apapun di satu hari kau akan mengatakan bahwa dirimu sedang hibernasi dan kau dapat mengurung diri di kamar seharian," Jelas Xiao Taoli mengungkit sifat pemalas Xiu Qixuan yang begitu buruk mencari alasan.
Xiu Qixuan terkekeh canggung kemudian dia melangkah menghampiri Xiao Taoli yang berada diseberangnya, menepuk pelan bahu Xiao Taoli dan menutup Jendela dengan cepat.
'Tak' Jendela kamar Xiu Qixuan dengan sempurna tertutup rapat.
"Kembali dan beristirahatlah, TaoTao. Aku juga akan hibernasi!" Ucap Xiu Qixuan keras dengan Xiao Taoli yang berada didepan sana.
Xiu Qixuan melangkah dan duduk dipinggir ranjang, bersiap meniup lilin didekat ranjang dan melepaskan sepatu untuk beranjak tidur--Tetapi tiba-tiba Kipas Emas miliknya melayang dan jatuh dipangkuannya.
"Kau sudah mendapatkan Qiu Lianzhi, bukan? Gunakan tanaman itu sekarang," Ucap Suara seorang wanita dewasa yang dapat diperkirakan adalah Baijin Hu.
Xiu Qixuan beranjak dan mengambil kotak kayu kecil yang berisi tanaman itu dari lemari kecil miliknya.
Dibukanya penutup kotak kayu itu, Tanaman ini sama sekali tidak layu sedikitpun. Cahaya ungu dan biru itu masih berpendar kecil.
"Bagaimana selanjutnya?" Tanya Xiu Qixuan berbisik pelan dengan kipas didepan wajahnya. Kalau ada orang yang melihat tingkahnya sekarang, Xiu Qixuan dapat dikira gadis gila.
"Gadis Bodoh, kau tidak perlu seperti itu. Gumamkan saja nama kami dibenakmu dan kemudian kita dapat terhubung," Ucap Suara berat seorang pria dewasa yang diketahui adalah Lao Yong.
Xiu Qixuan yang mendengar suara itu dibenaknya langsung mengikuti ucapan dari Lao Yong.
"Baijin Hu, Lao Yong. Apakah suaraku terdengar disana?" Tanya Xiu Qixuan
"Gadis kecil, gunakanlah terlebih dahulu Tanaman yang mengeluarkan cahaya biru untuk meng-kuatkan tubuhmu dengan cara menyerap esensinya." Perintah Baijin Hu, rubah betina itu tidak menghiraukan pertanyaan Xiu Qixuan sebelumnya.
"Menyerap esensinya," Gumam Xiu Qixuan mengambil Qiu Lianzhi yang berwarna biru dalam kotak.
Tanaman ini terbilang cukup kecil, entah kenapa Xiu Qixuan merasa ini seperti bola susu yang pernah dia beli saat dibumi.
Seperti terhipnotis akan sesuatu lengan Xiu Qixuan bergerak sendiri dan refleks memasukan Tanaman Lotus Bola Surgawi ke mulut dan mengunyahnya tanpa sadar.
"Eughhh, Tidak Enak, Apa yang baru saja aku lakukan?" Gumam Xiu Qixuan keningnya mengerut tidak suka.
"Apa yang kau lakukan! Aku menyuruhmu menyerap esensi atau aura tanaman itu dengan cara bermeditasi!" Teriak Baijin Hu dengan cemas dibenak Xiu Qixuan.
"Gadis kecil, kau membuat dirimu sendiri dalam masalah!" Ucap Lao Yong menimpali Baijin Hu,
"Kau juga, kenapa tidak memberi tahunya secara jelas, sudah tahu gadis ini bodoh," Ucap Lao Yong kepada Baijin Hu yang masih terdengar perdebatan mereka dibenak Xiu Qixuan.
"Hei, Harimau tua! kau mengataiku apa?" Tanya Xiu Qixuan menyela perdebatan mereka karena mendengar Lao Yong mengatainya bodoh.
"Gadis Bodoh! Tanggunglah sendiri akibatnya nanti! kami hanya dapat membantumu dengan cara melakukan penyatuan kekuatan antara Lionton Giokmu dan Kipas Emas," Jelas Lao Yong dengan suaranya yang sedikit bergetar cemas.
"Dunia kecil kipas emas ini harus terhubung terlebih dahulu dengan Liontin Kalungmu, karena dapat membantumu nanti." Ucap Baijin Hu
Xiu Qixuan terdiam bingung mendengar suara mereka dibenaknya yang sangat panik, Apakah sangat mengkhawatirkan kesalahan yang baru saja dia buat? Dirinya tidak sengaja memakan tanaman itu mentah-mentah, selain tidak enak dan rasanya aneh juga tidak ada hal lain.
Cahaya putih dan emas keluar dari dalam Kipas yang berada didepan Xiu Qixuan, Cahaya itu mengarah ke Tanaman berwarna ungu dikotak kayu kecil.
Tanaman Lotus Bola Surgawi Ungu itu mengambang diudara, Cahaya putih dan emas menyelimuti tanaman itu selama beberapa saat dan setelah beberapa lama cahaya yang menyelimuti tanaman itu berubah tercampur menjadi ungu dan emas.
Xiu Qixuan yang sejak tadi hanya diam memperhatikan langsung tersentak kaget saat gumpalan cahaya Ungu dan Emas itu memasuki liontin putih yang tergantung di lehernya.
Memegang liontin itu--Xiu Qixuan menundukan wajahnya sedikit untuk melihat perubahan Kalung Giok pemberian Xiu Qiaofeng.
Liontin yang berawalnya bewarna putih berubah menjadi bewarna ungu dan diselimuti akar bunga emas.
Kemudian setelah hal itu terjadi Kipas Emas miliknya mengambang di udara dan mengeluarkan aura yang berbeda, Kipas Emas itu sedikit berubah ada gantungan kecil bewarna ungu dan motif kecil yang sama dengan kalungnya.
Xiu Qixuan mengangkat salah satu lengannya dengan gesture mengadah, memperintahkan dalam pikirannya agar Kipas Emas itu kembali ke-genggamannya.
'Splash' Kipas itu terbang dengan cepat menuruti perintah Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan berbinar takjub dia hampir saja melupakan kejadian dimana Tanaman Lotus Bola Surgawi Biru tidak sengaja dia makan.
"Jangan terlalu senang, sekarang giliranmu berjuang," Ucap Baijin Hu dibenak Xiu Qixuan, suara rubah betina itu terdengar lemas tak bertenaga.
"Kau harus berhasil! Aku harimau yang paling hebat dilangit! Tidak ingin tertidur begitu lama hanya karena kebodohanmu seperti ini," Ucap Lao Yong, sama seperi Baijin Hu suara harimau jantan itu sangat lemah.
"Bangunkan kami kalau kau sudah selesai!" Ucap Baijin Hu.
Entah kenapa Xiu Qixuan dapat melihat gambaran dunia dimana kedua hewan surgawi itu berada didalam benaknya.
Xiu Qixuan memanggil nama kedua hewan itu--meminta petunjuk apa yang harus dia lakukan agar kedua hewan itu baik-baik saja. Xiu Qixuan mengerti dirinya melakukan kesalahan dengan memakan Tanaman Lotus Bola Surgawi Biru, tetapi dirinya benar-benar tidak tahu kenapa lengannya bergerak sendiri!
Xiu Qixuan melihat kedua hewan surgawi itu sudah terlelap dan dengan napas teratur seperti sedang tidur, mereka tidak dapat menjawab pertanyaannya.
Ditengah kebingungannya Xiu Qixuan menjerit tetapi suaranya tertahan oleh sesuatu karena dia merasakan tubuhnya terbakar dan remuk.
Dirinya bernapas tidak teratur, posisi tubuh yang awalnya terduduk menyandar di pilar ranjang menjadi terbaring dan tidak beraturan, Xiu Qixuan bergerak begitu banyak mencoba menahan sakit ditubuhnya, ini lebih menyakitkan dari sebelumnya!
Airmata keluar dari kedua bola matanya, Xiu Qixuan marah karena dia merasa sejak awal dirinya tiba di Daratan Ca Li--kesakitan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya selalu hadir dengan cara yang berbeda-beda.
Muak sungguh muak! sudah tiga kali dirinya menahan kesakitan seperti ini di Daratan Ca Li, ditengah tangisan menahan sakit yang tidak mengeluarkan suara itu, bayangan kejadian menyenangkan dan menyedihkan yang pernah dia lewati di Bumi maupun di Daratan Ca Li terlintas dibenaknya.
Xiu Qixuan merindukan rumah, dirinya merindukan Bumi! Harus berjuang! Baijin Hu dan Lao Yong menunggu dirinya membangunkan mereka!
'Tidak boleh mati hanya kerena Tanaman Bola Susu itu!' Batin Xiu Qixuan.
Beberapa kalimat penyemangat terus ia gumamkan dibatinnya. Dengan airmata yang mengalir deras Xiu Qixuan berjuang melawan kesakitan tak berujung itu, keringat membanjiri tubuhnya, urat-urat nadi di tubuhnya menonjol keluar--sangat tercetak jelas dibalik kulit putihnya, dirinya bergerak tak beraturan membuat ranjang sangat kacau dan berantakan.
Tidak tahu sudah berapa lama dirinya menahan kesakitan tak berujung itu. Saat sudah pasrah akan kondisnya yang lemas tak mempunyai tenaga, rasa sakit ditubuhnya perlahan-lahan mereda membuat Xiu Qixuan dapat menghirup udara disekitarnya lebih leluasa.
Xiu Qixuan memejamkan kelopak matanya, dirinya terlalu lelah dan jatuh tertidur. Didalam tidurnya dia melihat kehancuran yang disebabkan oleh seseorang tetapi tidak dapat melihat jelas siapa orang itu--karena wajah orang itu sangat buram. Kehancuran dunia yang dia lihat didalam tidurnya begitu mengerikan.
••••••••••••••••