Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Perubahan



Pertengahan musim dingin di Kota Ping'an memiliki sedikit perbedaan khusus. Suhu udara dalam Kota Ping'an lebih tinggi dibandingkan kota perbatasan selatan lainnya. Mungkin karena letaknya yang dekat dengan gurun pasir Nanbao.


Pada saat ini, salju tidak turun dan hanya gumpalan hawa dingin yang terasa menembus kulit. Terlihat sebuah gerbong kereta kuda melewati jalur kecil untuk memotong kejalan lain.


Xiu Huanran memberitahukan untuk tidak menarik perhatian akan kepulangan mereka, karena beberapa alasan khusus mengenai reputasi dan rumor yang beredar di khalayak ramai.


Beberapa bulan ini hanya segelintir orang saja yang mengetahui bahwa Xiu Qixuan jatuh ketangan Nanbao. Sisanya memakan rumor yang sengaja dibuat oleh Xiu Huanran untuk melindungi sang adik.


Jenderal Zhuting dibawa ke Ibukota Anming atas dekrit Kekaisaran. Setidaknya Jenderal tangguh itu masih memiliki harga diwajah Kaisar, membuat hidupnya tetap dipertahankan untuk menstabilkan politik Shen dengan Suku Nanbao.


Mungkin dimasa depan akan terdapat pertukaran khusus atau perjanjian damai antara Shen dan Nanbao. Dilihat dari karakter Aisin Tianyi yang lebih tenang dan logis.


Tirai dalam gerbong kereta kuda itu sedikit terangkat memperlihatkan jalanan kecil dengan bangunan disekitarnya. Xiu Qixuan bersandar di dinding gerbong dengan menatap kearah jalan. Gadis itu jatuh termenung penuh kegundahan.


"Ada apa?" Tanya Mo Ji Gui dengan pancaran teduh dikedua bola matanya saat melihat Xiu Qixuan terdiam murung.


Xiu Qixuan meliriknya sekilas dan menjawab dengan kabut samar, "Tadi malam hujan mengguyur ringan dan angin datang. Tiba-tiba saya merasa semuanya berbeda saat rasa anggur pahit masih belum hilang ditenggorokan." Suaranya ringan namun sangat dalam. Untaian kata demi kata yang menjerat menjadi satu penjelasan akan sebuah perasaan keterasingan yang pahit mencelos masuk kedalam relung hati.


Senyum berkedut terpasang diwajah tampan Mo Ji Gui, pria itu mengangkat pandangannya untuk menatap langit-langit gerbong kereta kuda. "Masalalu tidak dapat menghilangkan cahaya bulan. Didunia ini, apakah ada perubahan yang signifikan?" Suaranya begitu halus dan merdu, membuat orang yang mendengarnya hanya akan memusatkan perhatian padanya.


"Ada—," Xiu Qixuan terdiam sejenak, bergumam pelan seperti sedang mengingat sesuatu. "Manusia." Lanjutnya dengan menghela napas panjang.


Mo Ji Gui tertegun saat mendengarnya, pria itu segera memposisikan diri tertarik dengan jenis pemahaman yang dimiliki Xiu Qixuan. Perlahan bibir tipisnya mengait keatas seperti ingin balas berbicara sebelum akhirnya terjeda oleh suara ringkik-kan kuda.


Gerbong melaju semakin pelan kemudian berderak untuk berhenti dan terdengar suara kusir yang memberitahukan mereka bahwa sudah sampai ditempat tujuan.


"Xuan'er, sudah sampai. Bergegaslah turun!" Suara Xiu Huanran dari luar gerbong terdengar nyaring.


"Ya," Jawab Xiu Qixuan dari dalam gerbong dengan cepat beranjak untuk melangkah keluar.


Mo Ji Gui dengan tergesa mendahuluinya untuk turun dari dalam gerbong. Sepertinya pria itu sengaja untuk memunculkan diri dihadapan keluarga besar Xiu. Seolah ingin menjelaskan bahwa dirinya-lah yang membantu untuk membawa gadis ini kembali.


Dengan perlahan Xiu Qixuan melangkah keluar dengan pancaran ketenangan yang halus. Dia mengangkat pandangannya saat sebuah tangan kokoh milik seorang pria terulur lembut untuk membantunya turun.


Mo Ji Gui tersenyum ramah dengan wajah berseri-seri membuat Xiu Qixuan bergidik ngeri dan menatapnya aneh. Entah apa yang pria ini ingin lakukan.


"Xuanxu—Nona besar..." Suara familiar milik seorang gadis muda membuatnya kembali fokus.


Pada saat ini, gerbong berhenti tepat dipintu samping Kediaman Xiu. Disana terlihat Xiao Rou berdiri mematung dengan wajah terkejut membawa sebuah kantong belanjaan ditangannya. Kemudian setelah mengerjap sadar, gadis pelayan itu segera berlari kencang kedalam kediaman untuk memberitahukan para majikan.


"Xuan'er, mengapa terdiam? Cepat turun." Perintah Xiu Huanran menatap mereka dengan ekspresi wajah yang tenang.


Xiu Qixuan mengangguk pelan dan melirik tajam Mo Ji Gui yang masih kukuh mengulurkan tangan untuk membantunya. Dengan menundukkan sedikit tubuhnya, dia bergegas untuk menapaki undakan anak tangga.


Tiba-tiba, Jari-jari halus nan hangat milik seseorang menyusup kedalam celah jarinya mengait dengan sangat erat. Xiu Qixuan tersentak dan ingin melepaskan kaitan tersebut tetapi orang itu menatapnya dengan pandangan seperti terbakar bara api panas yang mengancam diri.



"Xuan'er, putriku..." Suara berat penuh kerinduan dan kasih sayang milik seorang ayah terdengar keras.


Terlihat diseberang sana Xiu Haocun melangkah dengan tergopoh-gopoh keluar dari dalam pintu kediaman.


"Ayah.." Panggil Xiu Qixuan dengan lembut menatapnya. "Apa kabar?" Lanjutnya tersenyum kikuk.


Xiu Haocun berjarak beberapa langkah darinya, pria berstatus Jenderal Besar itu berdiri mematung dan hanya terdiam menatapnya dengan wajah datar yang keras. Membuat Xiu Qixuan merasa sangat kikuk untuk melangkah lebih dekat.


'Brukk,' Xiu Haocun dengan tergesa menghampiri dan segera memeluk erat gadis kecil itu.


"Gadis nakal, kamu tidak berbakti!" Suara cercaan dan omelan diiringi sirat kelegaan yang membuncah tak tertahankan perlahan keluar. "Membuat ayah ketakutan sampai mati." Lanjutnya dengan kabut samar dikedua bola matanya. "Bagaimana aku bisa menjelaskannya kepada ibumu, jika kamu—" Tercekat Xiu Haocun oleh kekhawatiran yang mendalam.


Mata jernih Xiu Qixuan tanpa sadar mengembangkan kesedihan. Dia menggigit bibirnya sendiri, setitik darah cerah mengalir. Gadis itu berusaha menghalau perasaan yang membuncah tidak nyaman, hatinya terasa seperti diremas oleh sebuah tangan tak kasat mata. Xiu Haocun, betapa menyedihkannya kamu. Putrimu sudah mati. Aku yang asing ini apakah layak?


"Ayah, putrimu baik-baik saja." Suaranya serak dan mengalun sendu. Xiu Qixuan memejamkan kelopak matanya dan membenamkan wajah dipelukan Xiu Haocun, dia bertahan dalam diam untuk tidak terisak karena merasakan kesesakan dalam dada. Xiu Qiaofeng, kamu pasti bisa melihat ini dari surga. Jangan khawatir, aku hanya mewakilimu untuk mengatakannya.


•••••••••••


Aula Utama, Kediaman Xiu.


Xiu Qixuan terduduk dengan postur elegan mengambil secangkir teh untuk menghangatkan tubuh. Tiba-tiba sebuah suara penuh pertanyaan membuat gerak tubuhnya membeku. "Putriku, kamu sudah menderita. Lihatlah berat badanmu turun. Cepat ceritakan pada ayah, apa yang sudah kamu lalui? Ayah akan membalas untukmu." Ucap Xiu Haocun dengan amarah yang sangat membara.


Tersirat jelas bahwa Jenderal Besar ini masih memendam amarah untuk Suku Nanbao yang begitu berani menyentuh kesayangannya.


Jari-jari lentik milik Xiu Qixuan perlahan turun untuk menaruh cangkir teh kembali keatas meja kudapan. Suasana hatinya berubah menjadi sangat buruk.


"Ayah, tidak perlu khawatir." Suaranya muram tetapi dia tetap memaksakan diri untuk tersenyum tenang.


Mengetahui bahwa putrinya tidak ingin berbicara mengenai topik ini lebih jauh, Xiu Haocun hanya dapat menghela napas pasrah dan tidak memaksa. Pria setengah baya itu sangat pengertiaan dan tulus menyayangi putrinya.


Mo Ji Gui yang berada disana ikut menyaksikan interaksi ayah dan anak itu, dia menggelengkan wajah pelan dan penuh kepasrahan. Xiu Qixuan, gadis ini, bahkan ayahnya saja tidak dapat memaksanya untuk berbicara.


Kemudian dari balik celah pintu besar aula utama, sepasang suami istri berjalan beriringan memasuki ruangan. Itu adalah Xiu Jierui dan Yao Yunmei.


Xiu Qixuan beranjak berdiri untuk menyambut mereka. Kedua bola mata jernihnya berbinar saat menatap perut Yao Yunmei yang sudah mengembung besar.


Dalam perkiraan waktu dan juga hitungan bulan pada janin yang dilakukan oleh tabib dikatakan bahwa Yao Yunmei akan segera melahirkan diawal musim semi tahun ini.


Mo Ji Gui menyeringai geli saat melihat pancaran yang berbinar dari kedua bola mata Xiu Qixuan, gadis itu hanya menatap kesatu arah yaitu perut Yao Yunmei. Dia terlihat sangat antusias dan bahagia, seperti Xiu Qixuan yang dahulu Mo Ji Gui kenal.


Keanggunan yang halus itu ikut beranjak dan memposisikan diri disamping Xiu Qixuan. Kemudian dia sedikit menunduk dan berbisik menggoda, "Kalau Xuan'er menginginkannya, aku dapat memberikannya padamu." Suaranya terdengar menggelitik dan sedikit vulgar.


Xiu Qixuan menolehkan wajah dengan mengernyitkan kening tidak mengerti, "Guru, kau terlihat berbeda. Hanya saja tolong jaga sikapmu." Dengusnya dengan sarkas dan tidak terpengaruh kemudian segera berlalu untuk menjauh.


Mo Ji Gui tersentak mematung dengan hati yang mencelos masam, dia menghela napas panjang berusaha menguraikan kepenatan dan kegundahan yang meliputinya.


Mengapa sekarang semuanya terasa berbalik, dahulu Xiu Qixuan suka sekali menggodanya dan dibalas dengan tajam penuh kesarkasan olehnya. Sekarang giliran ia yang berusaha menarik perhatian tapi dibalas oleh kesarkasan yang pahit.


Begitu mengerikan saat langit membawa perubahan drastis pada kehidupan dan juga perilaku manusia.


•••••••••••


Siapa yang udh kangen sm keluarga besar Xiu ini?