Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Rumah Bordil Banhua Lin



Dibawah langit atap dengan aroma harum yang memikat para pria untuk berdatangan melampiaskan segala bentuk kepenatan ***** duniawi ditemani oleh berbagai jenis kecantikan yang bermekaran indah seperti bunga.


Ini adalah salah satu rumah bordil yang cukup terkenal dalam wilayah Kekaisaran Xia Utara. Disatu ruangan khusus terlihat tiga pelayan yang dengan cekatan membantu seorang gadis cantik untuk merias diri.


"Nona, kau yakin?" Suara Xiao Leng yang terdengar berkerut aneh itu memandang sang majikan dengan tatapan skeptis.


Kekehan geli terdengar merdu dari sosok gadis cantik yang sedang berdiri dengan kedua tangannya yang terentang untuk membiarkan para pelayan membantunya mengenakan pakaian berlapis.


Sebuah pakaian berwarna merah gelap dengan bordir bunga begonia juga mawar yang bermekaran itu memiliki ikat pinggang emas yang terikat erat menonjolkan lekukan pinggul seorang wanita muda. Dengan jenis rumbai yang berenda rendah dibagian dada membuat lekukan tubuh indah tersebut menjadi tercetak jelas.


"Mengapa kau tertawa? Ini gawat untuk reputasimu!" Suaranya berderu penuh peringatan dan geraman.


Xiao Leng kehilangan pikiran, bagaimana bisa nona -nya mengajukan ide penyamaran sebagai wanita penghibur di rumah bordil. Memang adalah hal yang lumrah untuk mereka melakukan penyamaran tetapi hanya saja jenis penyamaran yang dilakukan kali ini cukup merusakan moral seorang gadis bangsawan.


Rumah Bordil Banhua Lin, merupakan salah satu dari sekian bisnis yang dijalankan oleh Xiu Huanran. Dalam hal ini jelas bahwa Xiu Qixuan memiliki token perintah sebagai ketua divisi untuk dapat menggunakan segala bentuk bisnis yang berada dibawah naungan organisasi.


"Xiao Leng, tidakkah kau lelah? Kau tahu? Ini terhitung sudah ketigapuluh kalinya dalam waktu dua jam kau mengucapkan hal yang sama." Ucap Xiu Qixuan dengan dengus kekesalan dan lirikan yang tajam.


Disatu sisi Xiu Quxuan melakukan ini jelas untuk mendapatkan gerak leluasa dalam rumah bordil juga untuk menghindari jenis mata dan telinga. Sedangkan, disisi lainnya adalah dia juga ingin melakukan sedikit permainan.


••••••••••


'Klekk..' Setelah celah pintu terbuka lebar sesosok kecantikan yang anggun itu berjalan ringan seperti sedang melayang indah. Dengan roknya yang berkibar seiring kedua langkahnya perlahan memasuki suatu ruangan tertutup.


Dalam jenis ini dia terlihat begitu memikat dengan kulitnya yang sepucat giok salju, kedua mata jernih yang memiliki pesona musim gugur, tubuh yang terbalut pakaian ketat menonjolkan lekuk keindahan seorang wanita.


"Hamba menyapa Tuan Muda." Suaranya mengalir lembut dengan tersenyum manis penuh pesona yang halus.


Didepan sana sesosok pria yang memiliki jenis ketampanan lembut itu sedang terduduk tenang. Pakaian yang dikenakannya adalah jenis brokat halus dengan rambut indahnya yang terikat giok mahal menampilkan ketenaran yang berkibar diantara kalangan sosial.


Itu adalah Niao Lei yang menyipitkan matanya dengan teliti mengamati, "Tidak menyangka Banhua Lin memiliki jenis ketataan pekerja yang baik." Suaranya dalam penuh pujian tetapi menyembunyikan isyarat khusus.


"Tuan Muda begitu tajam." Balas Xiu Qixuan dengan tersenyum penuh arti.


Suara kekehan keras terdengar dari balik celah bibir Niao Lei, pria itu sepertinya cukup terhibur. Setelah tawanya terhenti ia segera mengalihkan pandangan kearah papan catur yang terletak diatas meja, "Nona, kemarilah! datang dan tentukan kemenangan atau kekalahan." Suaranya jelas dengan seringai aneh.


"Ya, sesuai permintaan Tuan!" Ucap Xiu Qixuan dengan tersenyum samar menuju seberang tempat duduk.


Niao Lei memainkan bidak putih dan Xiu Qixuan memainkan bidak hitam. Potongan putih dan hitam tersebar diatas papan, terlihat seperti pertempuran sengit dimedan perang. Saling menyerang lewat strategi yang seimbang.


"Bukankah ini berlangsung cukup membosankan?" Suara jernih milik Niao Lei memecahkan keheningan yang memberat. "Bagaimana jika tambahkan jenis kesenangan baru?" Lanjutnya dengan tatapan penuh arti.


"Oh, apa itu?" Tanya Xiu Qixuan dengan menaikan kedua alisnya yang melengkung indah.


"Jika berhasil memukul mundur potongan musuh, kita akan dapat memiliki hak untuk mengutarkan satu pertanyaan kepada pihak lawan." Jelas Niao Lei dengan lugas yang samar menyembunyikan arti.


'Takk..' Suara benturan bidak dengan papan catur. "Seperti ini?" Suaranya begitu tenang tetapi penuh ejekan yang dingin.


Niao Lei mengerjap terpana, tetapi ia begitu lihai menyembunyikan keterkejutannya. "Nona begitu berpengetahuan luas. Saya akan berusaha untuk menjawab dengan jujur. Jadi, silahkan!" Ucapnya dengan tersenyum tipis.


"Dendam. Dapatkah Tuan Muda membantu saya untuk mendeskripsikannya?" Suaranya rendah namun dalam membuat efek kejutan dipihak lawan. Ia ingin melihat jenis orang seperti Niao Lei ini hanya dari satu pertanyaan.


Tatapan Niao Lei membeku dengan jari-jarinya yang menggenggam erat potongan bidak terangkat. "Suatu hal yang jika tidak dibalaskan akan terus menghantui." Jawab Niao Lei dengan tenang menyembunyikan ketajaman.


'Takk..' Kini giliran Niao Lei yang dengan kuat menanamkan bidak caturnya di papan. "Permainan telah berakhir!" Suaranya mengalir ramah penuh keriangan.


"Aiyaa, Tuan Muda memang begitu istimewa. Saya memperlihatkan kebodohan." Balas Xiu Qixuan dengan bersinar cerah tanpa sedikitpun sirat kekecewaan seolah-olah dialah yang merencanakan untuk menyerah kalah.


Terlihat diatas papan catur bidak putih sudah melakukan pengepungan tanpa celah. Pemenang telah ditentukan.


"Jadi apa tujuanmu, Nona?" Tanya Niao Lei dengan senyuman tipis yang sopan.


Xiu Qixuan terkekeh kecil dan perlahan berucap tenang, "Menjadi sekutu harus memiliki tujuan yang sama. Bukankah itu sudah terukir jelas, Tuan?" dengan senyuman dingin penuh pancaran keyakinan. "Tujuanmu adalah tujuanku juga!" Suaranya terdengar nyaris seperti bisikan yang dalam.


"Kamu tidak mudah." Seringai Niao Lei penuh sirat ejekan yang tajam. Gadis dihadapannya ini jelas tidak mudah untuk ditangani. "Tetapi, aku juga memiliki cara tersendiri." Ucapnya dengan yakin.


"Apakah itu penting?" Sergah Xiu Qixuan dengan datar.


Niao Lei mengerutkan dahi dengan pancaran dari kedua bola matanya yang penuh sirat tersembunyi. "Jika kamu dapat mengutarkan alasan yang bisa diterima, aku akan membiarkannya." Ucapnya dengan acuh tak acuh.


Sudut mulut Xiu Qixuan berubah menjadi seringai halus, "Bukankah ini terlalu konyol? Kamu bertingkah layaknya penguasa yang dapat menentukan setiap jalannya permainan." Ejeknya melepaskan segala bentuk formalitas.


Ekspresi diwajah Niao Lei menjadi begitu serius dalam kekosongan dia memberikan serangan pada pihak lain, "Nona Qi sang Tabib Dewa, bukankah itu kamu?" Suaranya mengalir tenang dan jernih.


Tatapan Xiu Qixuan mengerjap samar dengan rasa keterkejutan yang tertahan, ia jelas sudah mengubah banyak dari riasan penampilan aslinya. Mengapa begitu mudah dikenali?


Terlihat bahwa Niao Lei orang yang penuh perhitungan dan cukup berwaspada, kemampuan pria ini tidak dapat diremehkan.


Niao Lei memasang wajah bangga dan penuh ejekan karena berhasil membuat serangan kejutan. Xiu Qixuan tidak dapat menahan perasaan jengkel, dia melihat Niao Lei dengan intens seperti sedang berusaha mengamati sesuatu, tiba-tiba terlintas ide cerdas di dalam pikirannya.


'Krakk...' Semua potongan catur jatuh berserakan kelantai ketika sosok bertubuh ramping itu merangkak naik keatas meja.



Xiu Qixuan mencondongkan tubuhnya untuk mendekat kearah Niao Lei berada, "Tuan Niao, jangan mengambil garis terlalu jauh. Itu adalah batasanku, mengerti?" Suaranya rendah namun dalam penuh kesuraman yang tajam.


Tubuh Niao Lei mematung ketika melihat mata tajam bak serigala liar sedang menatapnya. Dia tidak bisa memalingkan wajah sejak gadis cantik ini mencengkeram erat dagunya.


Ketika gadis itu mendekat tercium keharuman dari aroma tubuhnya yang menguar samar begitu menenangkan dengan guratan wajah penuh pesona kecantikan yang dapat membuat pria jatuh kedalam jurang mematikan. Tetapi, tidak bereaksi untuk Niao Lei yang malah gemetar lemas dengan keringat membanjiri punggung.


Salah satu fakta yang diketahui oleh Xiu Qixuan adalah bahwa Niao Lei begitu ketakutan jika bersentuhan fisik dengan wanita karena trauma yang di deritanya dari masa lalu.


Sejak awal kedatangannya kerumah bordil ia sangat berhati-hati dengan membawa beberapa penjaga rahasia bukan karena takut dibunuh musuh tetapi untuk menyingkirkan para wanita penghibur yang berniat mendekat.


Padahal Xiu Qixuan sudah berbaik hati dengan lebih dulu memesan kepada kepala pengurus agar tidak membiarkan siapapun masuk dan mengganggunya.


Bahkan sejak saat bermain catur Niao Lei berusaha keras menghindar ketika tangannya hampir tersenggol. Xiu Qixuan jelas melakukan hal ini karena ingin membuat Niao Lei berada dalam kendali penuh agar mereka dapat melanjutkan negosiasi lainnya.


Niao Lei tidak pernah menghadiri perjamuan jika Kaisar tidak mengharuskannya untuk tinggal karena dalam perjamuan tentu saja terdapat banyak orang termasuk wanita. Itulah sebabnya dalam perjamuan sebelumnya dia tidak datang.


•••••••••••


Bintang-bintang berkelip memperindah langit malam yang gelap. Hiruk-pikuk suara nyaring dengan aroma wewangian milik para wanita tercampur menjadi satu dengan semerbak manis dari arak sebagai pelengkap dalam bangunan besar ini.


Terlihat Xiu Qixuan yang sudah berganti pakaian sedang berjalan ringan dipimpin oleh pelayan milik Rumah Bordil Banhuan Lin untuk menuju sudut belakang bangunan.


Pada tengah malam ini mereka terlihat sedang bergegas kembali karena sudah berhasil menyelesaikan beberapa urusan. Dengan kewaspadaan tinggi mereka memilih untuk melewati pintu belakang yang memiliki penjagaan khusus.


"Ugh.. Suara apa itu, sangat tidak enak di dengar!" Dengus Xiu Qixuan dengan sarkas ketika berjalan melewati koridor pintu kamar.


"Pffftt... Nona, yang benar saja!" Balas Xiao Leng menahan tawa geli dengan wajahnya yang memerah malu.


Xiu Qixuan menolehkan wajahnya kearah Xiao Leng yang berada tepat disamping belakang, dia berniat menggoda gadis pelayan yang terampil itu.


"Xiao Leng, mengapa mukamu memerah?" Tanyanya memasang raut wajah khawatir yang terlihat palsu.


"Oh, aku mengerti. Kau pasti ingin membuat suara juga seperti mereka, kan?" Ucapnya dengan kekehan tawa geli.


"Nona!!" Geram Xiao Leng dengan menutupi pipinya yang merona malu.


"Kau sungguh memiliki wajah yang tebal!" Dengusnya lagi dengan mengerucut kesal.


Suara tawa nyaring seperti dering lonceng merdu terdengar ketika Xiu Qixuan tidak bisa menahan kegelian lagi. Kedua mata indahnya menyipit ketika ia tertawa begitu riang.


'Brukk..' Karena tidak melihat jalan dengan benar Xiu Qixuan menabrak sosok kokoh yang menjulang tinggi. Keseimbangan tubuhnya hilang ketika dia siap terpelanting jatuh untuk berderak keras dilantai, 'Greb..' Sebuah tangan dingin yang kekar menariknya jatuh kedalam pelukan.


"Heh, kebetulan sekali!" Gumam sosok itu dengan seringai tajam terbentuk menyembunyikan kesenangan.


•••••••••••••