
Pada saat ini, gulungan angin berhembus melayang-layang di tepi pohon bercabang. Menimbulkan suara gesekan ranting yang bergerak dengan ritme senada.
"Kau bisa keluar sekarang!"
Suara Xiu Qixuan menembus udara. Dia mengarahkan pandangan pada dahan pohon besar yang bergerak tak alami.
Setelah itu, perlahan siluet tinggi tertangkap dalam pandangan mata. Dengan menggunakan pakaian serba hitam yang tak dapat dikenali. Tubuhnya melayang bergerak mendatangi Xiu Qixuan.
Ketika dia sudah berada di hadapannya. Xiu Qixuan, melontarkan pertanyaan:
"Bagaimana? Apakah kau menemukan sesuatu?"
Meskipun nadanya begitu tenang, tetapi, jelas-jelas terselip perasaan gelisah untuk mendengarkan jawaban yang dapat memastikan kecurigaannya pada seseorang yang memiliki peran penting selama ini dalam hidupnya.
"Sesuai praduga anda. Setelah menjalankan tugas yang anda pinta hari ini, pihak lain berusaha menghubungi dia dan membuat pertemuan rahasia dengan celah yang sengaja anda berikan."
Setelah kata-kata itu di dengar, Xiu Qixuan merasa tercekat masam di tenggorokan. Dia menunduk dengan menarik napasnya dalam-dalam. Kuku jari-jemarinya membentuk kepalan tinju erat yang menusuk kulit daging. Sejenak matanya terpejam rapat berusaha menetralkan sensasi emosional tinggi yang mendera-nya.
"Begitu, ya." Mulutnya bergumam dingin.
"Ini memang mengejutkan. Mohon tenangkan diri anda." Siluet tinggi itu berbicara lembut untuk menenangkan. "Jadi, apa keputusan anda?" Tanyanya dengan serius.
Mengangkat pandangannya yang memerah, Xiu Qixuan mengambil keputusan dan berujar tajam: "Hanya perlu kita awasi saja untuk saat ini. Ada yang harus aku pastikan lagi dengan motif pengkhianatannya." Ada jeda ketika dia kembali berbicara, memanggil nama siluet tinggi yang merupakan bawahan juga sahabat setianya.
"Taotao...,"
••••••••••••••••••••
"Hmph..., Kau kemana saja 'sih? Kenapa lama sekali?" Cerca Su Yiyang dengan mendengus jengah ketika melihat Xiu Qixuan berjalan mendekat. Gadis itu kembali dengan santai tanpa menjelaskan apa pun, membuatnya kesal saja.
Mengedarkan pandangan bingung, Xiu Qixuan berkerut melihat kesekitar batang pohon yang menjadi tempat duduk itu kosong. Hanya terdapat si pangeran pirang yang terkantuk setelah menghabiskan banyak makanan.
Seolah mengerti apa yang dipikirkan gadis itu. Su Yiyang menjelaskan: "Anran menemani Maiqiu untuk mencarimu. Karena kau tidak kunjung kembali, si merah itu terlalu lembut hati, dia begitu mengkhawatirkanmu. Padahal sudah kubilang itu tidak perlu karena kau lebih buas daripada hewan buas." Celotehnya dengan ritme menyebalkan.
Mendelik jengkel. Xiu Qixuan berdecak, Ia berkata penuh atensi yang menekan: "Tck..., Mengapa tidak kau larang dengan benar?! Kau tahu kan, dia rentan. Dia baru melepas jahitan lukanya selama beberapa hari." Sentaknya.
Mendengar itu, wajah Su Yiyang menghitam. Dia seperti meledak karena disalahkan. "Aiyaa..., Memang karena ulah siapa yang tiba-tiba pergi seorang diri dan membuat orang khawatir? Kalau kau tidak pergi, mereka juga pasti masih berada di sini bersamaku, tahu!" Umpatnya dengan memprotes keras.
"Kalau kau berperilaku benar. Dan tidak menjengkelkan. Mereka juga pasti akan nyaman dan tidak akan memilih untuk mencariku, tahu!" Xiu Qixuan ikut mencerca, tak mau kalah.
Shen Kaicheng yang sedang terkantuk menjadi segar lagi. Rahangnya terbuka lebar. Dia merasa makanan yang penuh di perutnya langsung tercerna otomatis. Kala melihat Su Yiyang dan Xiu Qixuan seperti ayam yang sedang bertengkar, saling mengejek dan mencemooh tanpa henti. Namun, entah mengapa pada saat ini kedua gadis itu nampak lebih bersinar alami tanpa memiliki intrik yang harusnya selalu melekat di diri gadis bangsawan lainnya.
Tapi, lama-kelamaan sepertinya pertengkaran ayam ini harus cepat di sudahi. Telinga Shen Kaicheng terasa berdenging panas oleh celotehan juga umpatan mereka yang tak berujung.
'Uhukk..,' Shen Kaicheng sengaja terbatuk ringan. Dia perlahan mengangkat suaranya, "Kedua nona, bagaimana kalau—"
"DIAM!!" Sentak mereka menoleh dan memelototi Shen Kaicheng dengan tajam secara bersamaan.
"Wow.., wow! Tenanglah." Shen Kaicheng beranjak mengangkat kedua tangannya. Dia kembali berbicara, "Bukankah kalian seharusnya pergi mencari Nona Ketiga Yao dan Nona Duan dari pada bertengkar di sini?" Ujarnya.
Mereka terdiam. Merenung tersadarkan.
Tanpa rasa hormat, Xiu Qixuan melipat tangan di depan dada dan berkata dengan nada tak acuh: "Ya, sangat tidak menyangka anda bisa masuk akal juga." ia sedikit mengejek.
Shen Kaicheng tidak bisa untuk menahan rahangnya yang terjatuh, menganga. Dia tertegun melihat persekutuan sehabis pertengkeran tersebut.
"Yasudah, ayo pergi mencari!" Ajak Xiu Qixuan sekilas pada Su Yiyang, mereka segera berbalik untuk melangkah.
Namun, belum berjalan lima langkah. Kedua kaki mereka sama-sama terhenti saat melihat kedatangan Duan Maiqiu dan Yao Anran yang berjalan bersama seorang bawahan.
Saat kedua gadis anggun itu sudah berjarak dekat di hadapan mereka. Xiu Qixuan berbicara lebih dulu, "Terima kasih sudah mengkhawatirkanku. Tapi, apakah kalian baik-baik saja?" Dia meneliti penampilan Duan Maiqiu dan Yao Anran secara bersamaan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Memastikan tidak ada yang janggal ataupun berubah sedikitpun dari kedua gadis ini.
Duan Maiqiu menunduk serius. Dia seperti merasa sedikit tak nyaman. Itu membuat alis Xiu Qixuan berkerut dengan rasa skeptis.
Disisi lain, Yao Anran membuka suara jernihnya untuk menanggapi Xiu Qixuan. "Kami baik-baik saja. Hanya hampir tersesat dan menemukan pondok milik Yang Mulia Pangeran Pertama." Yao Anran berbicara dengan mengalir tenang, seolah tidak ada yang menarik.
Duan Maiqiu yang mendengar perkataan Yao Anran tersebut langsung mengangkat pandangan. Kedua mata bulatnya menatap Yao Anran dengan tatapan penuh arti, entah mengapa itu terasa seperti tatapan mata yang di penuhi binar tertolong.
Yao Anran kembali melanjutkan: "Ajudan Fu yang mengantarkan kami kemari." Ujarnya menoleh untuk menatap bawahan berusia pertengahan tiga pulahan yang tadi mengawal mereka. "Ajudan Fu. Ini.., Nona besar Xiu dan Nona muda Su." Dia berbicara untuk memperkenalkan.
"Salam kenal untuk kedua Nona." Ajudan Fu menangkup kedua tangan di depan dada, menyapa secara seremonial dengan postur seorang prajurit yang khas. "Saya Fu Danhai, ajudan yang mendamping Da Mingyun Wangye. " Ucapnya dengan lugas menyebutkan gelar kehormatan yang dimiliki pangeran pertama, Shen Minwei.
Meskipun di penuhi oleh rasa terkejut, Xiu Qixuan tetap mempertahankan wajahnya yang tenang tanpa riak. Dia berkata lembut penuh martabat tinggi, "Ajudan Fu tidak perlu sungkan. Saya sungguh berterimakasih karena Anda sudah memberi rasa aman dengan mengawal dua teman tersayang saya." Ucapnya.
Disisi lain, Su Yiyang mendekati Duan Maiqiu. Dia menyenggol bahu gadis berambut merah itu secara menuntut, "Yang benar saja, kau bertemu langsung dengan pangeran pertama, dan membawa ajudannya sampai kemari. Ini sangat gawat, 'kan." Gusarnya.
Yao Anran yang berada di sisi Duan Maiqiu ikut menoleh, dan berkata sedikit jengkel pada Su Yiyang: "Beruntung kami hanya membawa ajudan. Daripada seseorang yang membawa pangeran kemari." Sindirnya.
Mendengar itu, wajah Su Yiyang mengembung, ia terdiam kehilangan kata-kata.
Tidak ada yang menyadari, pangeran yang mereka bicarakan sudah menghilang bagai kabut. Si pirang itu langsung diam-diam bergerak pergi kala melihat Ajudan Fu datang.
"Ajudan Fu. Saya memiliki sedikit permintaan kecil." Xiu Qixuan tersenyum sopan, ia berkata.
Ajudan Fu membalas dengan hormat. "Anda bisa mengatakannya, Nona.."
Memiliki senyuman perhatian di wajahnya, Xiu Qixuan berbicara tenang. "Bisakah anda menutup sebelah mata anda untuk kami?"
Dia dengan jelas meminta Ajudan Fu dan Pangeran Pertama untuk bungkam perihal melihat mereka yang melanggar aturan malam.
Ajudan Fu tidak bisa untuk tidak merasa kagum pada kecemerlangannya yang berani. "Nona, bisa tenang. Pangeran saya memiliki hati yang luas untuk tidak berpikiran sempit." Ujarnya dengan gagasan menyetujui.
Xiu Qixuan membungkuk hormat. Dia mengatakan, "Kami pasti akan membalas budi ini pada Pangeran Pertama kembali." Ketiga gadis yang berada di dekatnya juga mengikuti dan mengulangi apa yang dilakukannya secara seremonial.
"Kami pasti akan membalas budi ini pada Pangeran Pertama kembali." Ulangi mereka.
Diantara semua Pangeran Kekaisaran Shen, Xiu Qixuan menyimpan rasa hormat yang lebih tinggi pada Pangeran Pertama, Shen Minwei, yang belum dia temui.
Dia tidak menyimpan rasa cemas pada Shen Kaicheng yang juga mengetahui pelanggarannya kali ini. Tapi, berbeda jika itu pangeran pertama.
Karena Xiu Qixuan tahu. Shen Kaicheng tidak memiliki pikiran yang begitu mendalam. Jika pun dia memegang kesalahan yang sudah dilakukan seseorang, pria itu hanya akan bermain dan menggoda kelemahan tersebut. Dia tidak akan mempergunakannya dengan serius kecuali itu milik musuh bebuyutannya.
••••••••••••••••