
Cahaya lilin temaram bergoyang mengikuti arah hembusan angin dan membuat sesosok bayangan dalam kesunyian ruangan malam.
"Xiao Leng, apakah kau sudah menyelesaikannya?" Tanya Xiu Qixuan dengan masih terfokus untuk memilah berbagai dokument.
"Menjawab, Nona. Semua sudah sesuai dan esok hari kita akan melakukan pertemuan dengannya!" Jawab Xiao Leng dengan lugas.
Pandangan sejernih air itu terangkat untuk menatapnya, dia tersenyum dan perlahan berucap lembut, "Kau sudah berkerja keras, terimakasih!"
Senyuman dengan perasaan mengembang dihati Xiao Leng, inilah yang semua orang sukai dari sang majikan begitu manis saat bagaimana dia selalu memperlakukan bawahannya dengan tulus dan menghargai tanpa pernah sedikitpun merendahkan.
"Sudah menjadi tugas nubi untuk melayani-mu." Suaranya padat yang sungkan. Xiao Leng menatap sang majikan dengan berbinar penuh tanya yang tertahankan.
"Bicaralah." Perintah Xiu Qixuan dengan tenang saat melihat binar penuh keraguan untuk bertanya itu.
"Xiao Leng tidak memiliki kecerdasan untuk mengerti. Mengapa kita harus memberikan hal sepenting ini kepada Tuan Niao?" Tanya Xiao Leng dengan kerutan di dahi yang tercetak jelas.
Xiu Qixuan tersenyum dalam, "Hanya mengorbankan sepotong giok untuk satu ton emas berlian. Tidak ada ruginya, bukan?" Ucapnya penuh percaya diri.
Bawahan terampilnya ini mungkin tidak mengerti, tetapi Xiu Qixuan dengan jelas menggunakan sedikit trik karena sebenarnya dia malas untuk mengambil tangan.
Menteri Niao adalah seorang sarjana petani muda yang berhasil lulus ujian kekaisaran dengan menduduki posisi peringkat pertama. Merangkak dan memanjat untuk mendapatkan kekuasaan yang dia miliki sekarang. Ia cerdas dan tajam, licik dan licin.
Divisi Rubah sudah hampir menyeluruh untuk menyelidiki segala latar belakang anggota Kementerian Xia Utara. Salah satunya adalah Niao Lei, yang memiliki dendam pribadi kepada Keluarga Ning.
Xiu Qixuan ingin meminjam tangan untuk mengeluarkan burung dari dalam sarang. Dia akan memberikan sebuah senjata kepada Niao Lei kemudian ia hanya perlu duduk manis menikmati tontonan. Itulah yang dilakukan pemalas berotak cerdas, kan?
Keluarga Ning yang sejak dahulu kala leluhur mereka selalu menduduki posisi atas di Kementerian Ritus Luar Negeri. Mengirim putrinya untuk memasuki istana dan dinobatkan sebagai Selir Kehormatan oleh Kaisar Terdahulu, yaitu Ning Shulin yang saat ini adalah Ibu Suri Kekaisaran.
Posisi keluarga itu meningkat secara drastis sejak kenaikan Xia Qian Che keatas takhta naga. Ning Jing merupakan adik lelaki dari Ibu Suri yang saat ini sudah diangkat sebagai Perdana Menteri sayap kiri oleh sang keponakan.
Pada saat ini, Keluarga Ning mengakar kokoh dalam Kekaisaran Xia Utara. Begitu dihargai, begitu dihormati, dan begitu disegani.
Semua bukti terkait dengan penelusuran yang dilakukan oleh Divisi Rubah mengarah kepada Ning Jing. Beberapa tahun lalu Ning Jing melakukan perjalanan jauh ke Kekaisaran Shen pada saat ia masih menjabat sebagai Menteri Ritus Luar Negeri.
Ning Jing juga melakukan pertemuan rahasia dengan banyak transaksi aneh. Kesimpulannya adalah ia jelas mengenal buronan penting yang sedang hangat dicari. Mungkin saat ini buronan tersebut berada dalam perlindungannya.
"Baiklah, sudah larut. Kau boleh kembali jika tidak ada hal lain." Ucap Xiu Qixuan dengan tenang memecahkan keheningan yang terjadi.
Setelah mendengar perkataan tersebut, Xiao Leng yang sedang jatuh termenung dengan cepat kembali dalam kesadaran penuh, "Lapor, Nona. Xiao Taoli mengirimkan kabar terbaru yang dia temukan!" Ucapnya.
Xiu Qixuan mengangkat alisnya dengan memasang wajah, "Oh, apa itu?" Tanyanya.
Kemudian Xiao Leng mendekat dan berbisik pelan yang lugas penuh kehati-hatian, "Para penyusup yang sebelumnya melakukan penyerangan itu bukanlah dari Xia Utara, mereka adalah orang yang juga sedang mencari keberadaan sang kriminal."
Hening.
Xiu Qixuan jatuh termenung dalam diam, pikirannya seketika melayang jauh pada saat dimana kejadian pertarungannya dengan para penyusup tersebut. Mereka terasa tidak begitu asing dengan gerakan, keterampilan, serangan, dan formasi yang dimiliki.
Seperti Xiu Qixuan sudah pernah melakukan pertarungan yang sama dengan lawan yang sama, tetapi dimana?
"Ya, kalau begitu Nubi pamit." Ucap Xiao Leng memberikan hormat dan segera berlalu pergi.
••••••••••••
Salju turun begitu lebat menutupi sebagian daratan, hawa sejuk perlahan-lahan menusuk tulang membekukan tubuh. Dalam kegelapan yang suram sosok tampan itu memejamkan mata penuh kedamaian diatas singgasana.
"Ban Xia memberi hormat kepada Ketua. Semoga kejayaan Bintang Asura menyertai keagunganmu!" Suaranya penuh martabat yang hormat.
'En,' Jawabnya acuh tak acuh dengan melambaikan tangan. "Bagus, kalau kau sudah kembali dengan menyelesaikan tugasmu. Cepat, bawa anjing liar itu kehadapanku!" Perintahnya yang bergema suram.
Ban Xia begitu lihai menyembunyikan getarannya yang tertekan dan berucap, "Bawahan ini datang untuk melapor!"
Kelopak mata yang sedang terpejam itu perlahan bergerak untuk menampilkan ketajaman yang menusuk. "Oh, berarti kau belum berhasil?" Suaranya rendah namun dalam penuh ancaman.
"Kriminal Rui memiliki perlindungan dari seseorang yang kuat dan ketat, sulit untuk ditembus dengan sekali gerakan." Ucap Ban Xia dengan jelas.
"Hanya seorang buronan kriminal tetapi cukup untuk membuatku terkesan karena koneksinya yang begitu luas." Gumamnya pelan dengan smirk aneh.
"Lalu?" Tanyanya dengan memiringkan sedikit wajahnya yang tampan kearah Ban Xia.
"Bawahan ini secara kebetulan menemukan seseorang yang Anda cari. Sesuai perintah untuk segera membunuhnya. Tetapi—," Terjeda Ban Xia.
"Seseorang?" Dengan kebingungan sang Ketua Bintang Asura itu meloloskan gumaman. Tiba-tiba dalam pikirannya terlintas guratan wajah cantik yang seindah bunga mekar dimusim semi.
'Splash...' Sosoknya berpindah cepat seperti melakukan teleportasi kedepan Ban Xia.
Dia mencengkeram erat kerah baju yang dikenakan oleh Ban Xia kemudian terdengar suara geraman menakutkan yang menggetarkan seluruh ruangan bawah tanah.
"Kau sudah membunuhnya?!" Itu sebuah pertanyaan yang menekan.
"Awalnya kami—," Terjeda Ban Xia karena suara teriakan amarah terdengar.
"Hanya katakan, gadis itu sudah terbunuh atau belum?!" Geramnya begitu tajam dengan kedua mata yang sudah berkilat merah.
"Belum." Ucap Ban Xia dengan tenang walaupun kedua kakinya sudah melemas oleh tekanan mematikan ini.
Cengkeraman erat dikerah baju Ban Xia perlahan melonggar, 'Brukk..' sang ketua menghempaskan tubuh bawahannya itu dengan kasar.
Wajah yang selalu tenang dan datar itu memasang raut penuh kelegaan yang aneh.
'Wooshh..' Rambut yang setengah bagiannya putih itu seketika berubah menjadi seluruhnya hitam. Pakaian hitam suram berganti warna cerah yang begitu halus membawa kesan terpelajar penuh dengan kemuliaan seorang sarjana.
Senyuman penuh arti perlahan mengembang, 'Srekk..' Dia membuka kipas dalam genggaman dan mengibaskannya didepan wajah. "Ayo, pergi ke Xia Utara kita tangkap penjahat!" Perkataannya yang seolah-olah dia adalah pahlawan membuat Ban Xia bergidik geli.
Kriminal Rui yang dimaksud adalah Menteri Rui dari Kekaisaran Shen yang melakukan korupsi dengan banyak kejahatan lainnya. Merupakan orang yang juga sedang dicari oleh Divisi Rubah, kedua belah pihak bentrok untuk menemukan sang kriminal dan tanpa sengaja malam itu wajah Xiu Qixuan terekspos ke khalayak ramai.
••••••••••••