Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Tertangkap



Dibalik sudut tersembunyi dalam kegelapan bayangan. Beberapa orang terampil sedang mengamati seluruh situasi. Mereka bersembunyi diatap ataupun batang pepohonan yang rindang tanpa terkecuali.


"Sampai kapan kita harus menunggu?" Tanya seseorang yang diyakini adalah sosok pria muda dari suaranya yang rendah nan berat.


"Bukankah Anda berkata kalau akan kesulitan jika mangsa kita sudah jatuh kedalam cengkeraman harimau ganas macam Kaisar Xia Utara." Lanjutnya.


"Tunggulah sebentar lagi, Taotao." Sebuah suara indah milik seorang wanita muda menjawab dengan irama yang tenang.


Ini adalah Xiu Qixuan yang didampingi oleh Xiao Taoli. Mereka membawa tiga puluh lebih anggota pasukan divisi rubah yang terampil. Menyaksikan secara seksama dengan sabar menunggu.


Ah, tidak. Ia bukanlah tipe orang yang sesabar itu untuk menunggu. Dapat dilihat, bahwa ia mengambil langkahnya sendiri tanpa sepengetahuan sekutunya, yaitu Xia Qian Che.


Kepercayaan yang terjalin dalam kerjasama mereka ternyata tidak sekokoh itu. Mereka tidak cocok satu sama lain.


Membiarkan Rui Jizhang ikut jatuh kedalam tangan Xia Qian Che, sama dengan membiarkan pria itu memiliki kartu as. Cepat atau lambat pria itu pasti akan segera mempersulitnya.


"Lihatlah mata itu, Taotao." Suara Xiu Qixuan terdengar dengan pandangan menunju kearah Ning Jing yang sedang diseret oleh dua orang pengawal berseragam militer.


Dengan kerutan bingung Xiao Taoli mengikuti arah pandangannya.


Mata Ning Jing menyembunyikan kecerdasaan yang picik. Sirat ambisi yang membara belum juga padam darinya.


Itu menunjukan seakan Ning Jing begitu yakin dapat meloloskan diri dari situasi yang sudah hampir memburuk ini. Seolah-olah ia tanpa takut dengan kemungkinan bahwa kepalanya akan segera terpisah dari tubuhnya.


"Menurutmu mengapa Kaisar semudah itu menyetujui kesepakatan awal dengan kita?" Tanya Xiu Qixuan dengan mendengus samar.


Dengan kedua alis yang sedikit terangkat, Xiao Taoli menjawab lugas. "Bukankah itu jelas? Kaisar akan terganggu kalau membiarkan Keluarga Ning berkuasa lebih lama lagi, beliau mengambil kesempatan melalui kesepakatan dengan kita."


Xiu Qixuan menolehkan wajah dengan datar berkata, "Ya, memang benar. Tetapi, yang lebih di inginkan pria itu adalah menghentikan koneksi kekuasaan Ning Jing yang meluas di seluruh wilayah Kekaisaran."


"Koneksi?" Gumam Xiao Taoli termangu. "Kalau begitu mungkinkah—," Lanjutnya menggantung dengan menatap dalam kearah Xiu Qixuan seolah sedang memastikan isi pikirannya.


Xiu Qixuan membalas dengan tersenyum penuh arti untuk berkata ambigu, "Ya, mungkin saja kalau Ning Jing tidak lagi memedulikan nyawa putrinya yang berada ditangan Kaisar. Lagipula, dia lebih kuat dari Rui Jizhang jika ingin melalukan perlawanan untuk meloloskan diri."


Kemudian Xiu Qixuan kembali memalingkan wajahnya dengan helaan napas berat, "Baiklah, Taotao." Ia menatap tajam kearah pasukan militer yang menyeret seluruh anggota Kediaman Ning kedalam kereta kuda yang mengangkut mereka menuju penjara.


Kereta kuda yang begitu kecil dan tidak nyaman. Membuat tangisan nyonya rumah dan para selir semakin histeris, mereka yang biasanya bermewah-mewahan melalui krisis seperti ini pasti akan merasa menderita. Tetapi, Ning Jing bahkan tidak terlihat begitu memedulikan para wanitanya.


"Ayo ikuti mereka dan tangkap dengan pasti sang kelinci buruan agar tidak melompat kabur lagi." Suaranya yang tenang memericikan hawa dingin. Matanya begitu tajam seolah bersiap menusuk orang yang melihatnya.


"Dan, jangan lupa untuk memberikan sinyal kepada Xiao Leng dan Xiao Rou, jika kita sudah menyelesaikan ini. Agar mereka menjalani tugas selanjutnya yang kuberikan dengan tepat." Lanjutnya


Setelah menyelesaikan perkataan tersebut, Xiu Qixuan segera melompat keluar dari tempat persembunyian dengan menggunakan ilmu peringan tubuh.




'Brukk..' Tubuh Ning Jing dengan tangannya yang diikat erat kebelakang oleh seutas tali kuat itu didorong paksa untuk berlutut, di sebelahnya terdapat juga Rui Jizhang dengan keadaan yang sama.



"Hei, kalian. Jangan berpikir untuk kabur!" Sentakan dari salah satu pasukan berseragam militer yang membawa mereka.



"..." Ning Jing melengos tidak memedulikannya.



Tidak, mereka belum berada dalam penjara. Suara tangisan nyonya rumah dan para selir yang sebelumnya menjadi latar belakang, sekarang berubah menjadi tercekat ketakutan yang panik, bahkan beberapa diantara mereka jatuh tak sadarkan diri saking terkejutnya.



Pada saat ini, disudut jalan kecil Daofeng, tempat yang menjadi pusat perdagangan Ibukota Hanzhou.



Kereta pengangkut tahanan penjara terbalik dengan posisi setengahnya nyaris hancur. Salah satu kios pertokoan terbakar dan kerangka bangunannya menimpa jalan. Sang kusir yang membawa kereta, terluka parah dan meninggal ditempat.



Karena itu tepat saat rombongan yang membawa tahanan menuju kepenjara melintas. Entah, apakah ini adalah kebetulan yang ditakdirkan?



Pada saat ini, pasukan yang berada dibawah komando kepala pejabat kriminal masih menjaga para tahanan dengan ketat, mereka tidak melupakan tugas penting tersebut.



Tetapi, sebagian dari mereka dikerahkan untuk sedikit membantu meredakan kekacauan sambil menunggu pasukan penjaga ibukota.



Niao Lei terlihat tenang berada diantara mereka, tetapi, matanya gemetar karena tidak terbiasa dengan ini. Dia adalah seorang sarjana yang lembut dan elegan.



'Srek...' Tiba-tiba beberapa orang berpakaian pedagangan biasa berkumpul untuk membentuk pasukan bersenjata dengan pedang berat dan tombak ditangan mereka.



"Siapa kalian?! Apa yang kalian inginkan?!" Teriak kepala pejabat kriminal dengan membawa tekanan otoritas seorang pemimpin pasukan. Lengannya sudah bersiap untuk mengeluarkan pedang.




Melihat hal tersebut Rui Jizhang mengernyit dan menolehkan wajahnya kesamping tepat mengarah pada Ning Jing yang hanya menyeringai senang.



Melihat ekspresi teman dekatnya itu, Rui Jizhang seakan sudah mengetahui dengan jelas apa yang sedang terjadi. Ini adalah ulah Ning Jing yang membentuk pasukan pemberontak.



Semua anggota pasukan menjadi sibuk, suara benturan pedang memeka tajam dari berbagai arah dengan asap bakaran kios yang mengepul panas membutakan penglihatan.



Tiba-tiba, 'swooshh...' Angin dengan kecepatan cahaya yang membawa benda berkilat segera menghunus tajam diudara, itu adalah panah besi dengan ujung berbulu putih.



'Slapz..' Panah tersebut mengarah tepat pada punggung belakang Rui Jizhang, tetapi, itu tidak seperti benar-benar berniat melukainya karena hanya berakhir dengan menancap ditanah yang berjarak dekat dengannya.



"Bukankah, ini menyenangkan untuk melihat seekor hewan yang terperangkap masih akan berjuang, tetapi, sepertinya itu tidak akan bertahan lama." Tiba-tiba terdengar gema suara seorang perempuan muda yang begitu jernih seperti riak air yang memantul indah.



Rui Jizhang menolehkan wajah kebelakang dengan posisi tangan terikat untuk melihat sosok yang bersuara tersebut.



![](contribute/fiction/2125469/markdown/10367472/1635261090678.jpg)



Perlahan dari kabut asap muncul sesosok bertubuh kecil nan ramping terbalut jubah berbulu rubah hutan yang kebesaran dengan tudung menutupi setengah bagian wajahnya.



Walaupun terlihat begitu mungil dan rapuh, tetapi, tekanan yang terpancar darinya terasa lebih intens dan tajam.



Ia muncul seperti ilusi optik yang tak begitu nyata, berjalan dengan langkah tegas yang membawa kesan elegan.



"Haa.. Ternyata disini lebih sesak, yaa." Ucapnya dengan santai dan tak acuh menatap sekilas kesekitar seolah sedang pergi berwisata.



"Siapa kau?!" Sentak Ning Jing yang berada tidak jauh disebelah Rui Jizhang.



Sosok itu malah menolehkan wajah kesamping tepat kearah salah satu pengikutnya berada, "Taotao, pada siapa binatang ini berbicara?" Tanyanya penuh provokasi.



"Mungkin dia frustasi sampai menggila, Ketua." Jawab Xiao Taoli menanggapi.



"Sial, kau—," Terjeda amarah Ning Jing karena 'Bukk..' tengkuk lehernya dipukul dengan kekuatan yang membuatnya segera terjatuh tak sadarkan diri.



"Berisik." Dengus Xiu Qixuan.



Xiao Taoli terkekeh kecil.



Wajah cantik Xiu Qixuan menoleh dan segera melangkah mendekati Rui Jizhang. Saat sudah berdiri dihadapannya, ia sedikit merunduk untuk berbisik pelan, "Buronan Rui atau aku harus memanggilmu anjing setia dari Shen yang agung?"



Wajah Rui Jizhang berubah gelap dengan pancaran yang kalut. Jari-jarinya membentuk kepalan kuat dengan matanya yang memelotot tajam.



Xiu Qixuan tersenyum tipis dan kembali berkata rendah, "Rui Jizhang, kau tertangkap."



••••••••••••••