Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Lima Belas Bunga



Warna langit perlahan semakin meredup. Cahaya lentera kertas yang menggantung berpendar terang memerangi kegelapan, itu akan bergoyang kala angin sepoi-sepoi yang menyejukkan berhembus. Air jernih danau memantulkan kilau bersihnya ketika terkena sinar dari lampu lentera. Dalam lanskap ini, kapal bergerak dengan kecepatan rendah, dan di kabinnya yang terisi begitu meriah.



Aroma manis begitu memancar hangat. Dalam garis pemandangan ini, tarian dan musik melebur menjadi satu yang membuat makhluk fana terjatuh dalam pesona-nya yang indah.


Barisan tamu di sebelah kanan adalah menteri peringkat satu sampai empat. Mereka mengenakan brokat ungu dan merah, dengan Zhanchi Futou yang terbuat dari muslin hitam polos menutupi kepala mereka. Semua ini mewakili status dan peringkat mereka sebagai pejabat istana kekaisaran di pengadilan.


Dan, untuk barisan di sebelah kiri adalah para gadis kandidat yang berjumlah lima belas orang. Para gadis yang seperti bunga warna-warni, mereka akan memerah ketika mata mereka bekerja untuk mencuri pandang pada Para Pangeran yang berada di kursi depan.


Kabin besar yang di sulap menjadi tempat untuk acara istimewa ini begitu indah, begitu gemerlap, begitu lain dari yang lain.


Di paling ujung yang menjadi pusat adalah tempat duduk Kaisar. Dan, di sebelah kanan Kaisar langsung duduk Para Pangeran, semua pangeran terlihat hadir kecuali Putra Mahkota dan Pangeran Pertama. Yang duduk di sebelah kiri Kaisar adalah Permaisuri dan kedua selir yang memegang posisi tinggi.


Di tengah adalah panggung untuk kita dapat menyaksikan tarian. Nanti..., di atas panggung itu jugalah yang akan menjadi pusat bagi para gadis kandidat bertarung menunjukan bakat dan pesona mereka.



"Apa yang kau dapatkan dengan melawan Pangeran Kesembilan?" Suara lembut Yao Anran menyapu indra pendengaran Xiu Qixuan. Dia melontarkan pertanyaan dengan memasang ekspresi skeptis di wajah cantiknya.


Duan Maiqiu yang berada di sisi Yao Anran ikut berkata cemas; "X-.., Xuan ti-dak a—apa-apa?"


Tidak memiliki jawaban, dan hanya mengaitkan senyuman hambar. Xiu Qixuan mengangkat teko giok, dengan gerakan elegan dia mengisi cangkir, kedua tangan dengan jari-jemari yang lembut mengangkat cangkir arak di depannya. Dia menyesap arak secara perlahan tanpa terburu-buru, dari balik cangkir tatapannya mendarat pada suatu tempat tidak jauh, dia melihat Shen Yuan Zi yang hanya tertunduk menyembunyikan wajah seperti penyu dalam cangkang.


Bibirnya perlahan bergerak untuk berkata rendah; "Anran. Menurut kalian..., apa tujuan Kaisar secara mendadak kembali memperhatikan anak yang sudah susah payah dia asingkan di istana dingin?" Ada jeda sejenak ketika dia menoleh dan menatap Yao Anran dan Duan Maiqiu secara bergantian dengan memasang senyum aneh, "Kalau Kaisar tidak bermasalah, berarti Pangeran Ketiga yang bermasalah. Mungkin ada sesuatu yang Kaisar inginkan darinya." Dia mengatakan spekulasi yang menakutkan secara terang-terangan, itu membuat Yao Anran terkejut dan segera mengedarkan pandangan waspada untuk memastikan tidak ada orang lain yang mendengar perihal ini kecuali mereka.


Yao Anran menghela napas gusar, dia kembali memusatkan pandangan, menatap Xiu Qixuan dengan begitu lekat. "Aku mengerti. Itu sangat dirimu." Ia bergumam.


"Meski kau tampak bermain-main, tapi kau tidak pernah melakukan hal yang tidak bermanfaat bagimu. Kau menolong Pangeran Ketiga, melawan Pangeran Kesembilan, itu untuk memancing Permaisuri. Tujuanmu mencari tahu mengenai kebenaran akan spekulasimu." Yao Anran menggeleng, tidak tahu harus berkata apa lagi kala dia kagum namun juga merasa kengerian yang nekat itu secara bersamaan.


Wajah Xiu Qixuan mengendur santai, dia mengedikan bahu dan menarik napas dalam-dalam. "Ya, seperti yang kau katakan." Kemudian mencondongkan tubuh untuk berbisik: "Tapi, aku tidak menemukan petunjuk apapun dari obrolanku dengan Permaisuri. Entah itu karena Permaisuri pintar menyembunyikan atau memang dia tidak tahu mengenai itu." Ucapnya.


"Kaisar membuat sambutan. Pelayan tuangkan semua arak!"


Suara Kasim Teng melengking tinggi membuat keheningan yang padat mengisi ruangan. Suasana menjadi khusyuk, semua orang memusatkan perhatian pada Kaisar yang mengangkat cangkir arak tinggi-tinggi.


Para pelayan dengan terampil bergegas mengisi cangkir-cangkir arak yang kosong dari satu meja ke meja lain.


Karena muatan kapal yang tidak terlalu besar, semua orang yang berada di sini tidak membawa pelayan dan pengawal pendamping mereka. Hanya ada pelayan yang menjadi awak kapal saja yang akan melayani.


"Arak seribu tahun dikeluarkan dari gudang istana. Itu berarti menunjukan keistimewaan yang terberkati. Lima belas bunga dengan bakat akan bertarung untuk bertahan. Gadis yang akan mengganti identitas sebagai menantuku. Aku bersulang untuk kalian!"


Gema yang agung menyapu ruangan dengan membawa atmosfer yang cemerlang. Kaisar mengangkat cangkir dan meminum semua arak di tangannya dalam sekali tegukan.


Serempak semua orang mengikuti gerakannya untuk meneguk arak.


Tiba-tiba, suara penuh kebijaksanaan membawa pancaran kemuliaan milik Permaisuri terdengar menyela dari barisan depan: "Yang Mulia, mendengar kata 'terberkati' ini saya menjadi ingat akan satu hal." Mata Permaisuri menerawang jauh, dia tersenyum tipis menampilkan kegembiraan.


Kaisar menaikan sudut alis dengan skeptis. "Ouh, apa yang membuat Permaisuri begitu senang?" Tanyanya.


"Anda harus melihatnya juga Yang Mulia." Permaisuri melengkungkan jarinya sebagai isyarat, dan seorang kasim berpakaian hijau muncul membawa empat gulungan lukisan.


Segera empat orang pelayan bertugas untuk membuka dua gulungan lukisan pertama dan menunjukan keindahannya pada semua orang yang hadir.


Bunga plum musim dingin yang di lukis dengan sepenuh hati dari sang pembuat. Tampak seolah-olah nyata membuat orang bisa mencium aromanya. Itu adalah lukisan Helan Qianyu.


Dan, di samping lukisan tersebut sebuah lukisan lain di sandingkan. Burung walet yang bertengger diatas ranting bambu memiliki arti baik sebagai umur panjang, di bawah gambar tersebut terdapat kaligrafi indah yang bertulis 'Burung walet dan kepodang terus bernyanyi untuk musim yang baik.'


Itu adalah lukisan Nona Muda Hai yang merupakan putri pejabat peringkat delapan, ayahnya memiliki posisi yang rendah di istana, namun dia adalah gadis berbakat dan bijaksana. Mungkin jika di bumi, dia dapat menandingi Ni Zan dengan lukisan ini.


Kaisar mengangguk dan berdecak puas. "Bagus, sangat bagus. Negara Shen benar-benar mendapat banyak berkat melalui Nona Muda yang berbakat." Mata Kaisar kemudian melirik sekilas pada lukisan yang belum di perlihatkan, dahinya mengernyit.


Wajah bijaksana Permaisuri tersenyum. "Itu benar Yang Mulia..., saya selalu merasa terberkati oleh mereka ketika melihat lukisan-lukisan ini." Dia berkata perlahan seperti mengisyaratkan untuk tidak perlu terburu-buru.


••••••••••••••••



Zhanchi Futou adalah hiasan kepala pejabat dinasti Ming , terdiri dari topi hitam dengan dua sayap seperti sayap dari papan berbentuk oval tipis di setiap sisi. Menurut Anggaran Dasar Dinasti Ming (大明會典), warga biasa tidak diperbolehkan mengenakan hiasan kepala ini kecuali menghadiri upacara pernikahan atau acara yang melibatkan keluarga/pejabat bangsawan. (Sumber: Wikipedia)




[Ilustrasi contoh Zhanchi Futou : 01]



Ni Zan (1301–1374 ) adalah seorang pelukis Tiongkok selama periode Yuan dan awal Ming . Bersama dengan Huang Gongwang , Wu Zhen , dan Wang Meng , ia dianggap sebagai salah satu dari Empat Master Dinasti Yuan. (Sumber: Wikipedia)



Ungu: Menteri Peringkat 1-2


Merah: Menteri Peringkat 3-4