
Siang hari menuju petang, Seorang gadis bangsawan terduduk santai dihalaman depan Manor Xing.
Dia terduduk dan menyenderkan tubuhnya ke kursi panjang, kelakuannya tidak memenuhi syarat sebagai seorang bangsawan kelas atas, etiket yang selama ini dia jaga saat berada diluar ruangan pribadi entah hilang kemana.
Gadis itu merasa sangat kelelahan padahal baru saja dia bangun dari tidur panjangnya selama lima hari ini.
Menutup kedua bola matanya dan merasakan angin sejuk berhembus menerpa wajahnya, musim gugur akan segera tiba dan Gadis itu sangat menantikannya karena dibumi tempatnya tinggal hanya memiliki dua musim saja dan baru pertama kalinya dia akan merasakan keindahan musim gugur.
Beberapa menit kemudian dilihat napasnya yang mulai teratur, sepertinya gadis itu tidak sengaja terlelap.
Tetapi gadis itu menampilkan ekspresi gelisah didalam tidurnya.
Xiu Qixuan dialam bawah sadarnya masih merasakan kesakitan yang pernah dia alami sebelumnya--walaupun rasa sakit itu tidak benar-benar nyata tetapi dia masih bisa merasakan rasa sakit yang menyiksanya.
Gadis itu mengalami trauma mendalam tanpa sepengetahuan siapapun termasuk dirinya sendiri yang tidak tahu kalau dirinya mengalami trauma.
Dilain tempat, Xiao Rou terus berlari dan tidak sengaja hampir menabrak seseorang.
"Xiao Rou, Ada apa? Kenapa kau berlari ketakutan?" Tanya Xiao Taoli memegang pundak Xiao Rou.
Ternyata Xiao Taoli yang melihat Xiao Rou berlari tidak menentu arah dan hampir menabrak Xiu Jierui, Dia kemudian dengan cepat memposisikan dirinya didepan agar menghentikan Xiao Rou melakukan kesalahan yaitu menabrak Wakil Jenderal yang akan membuatnya mendapatkan hukuman karena tidak melanggar etiket sebagai pelayan.
Xiao Rou kemudian tersadar akan kesalahan yang hampir dia lakukan saat melihat Xiu Haocun, Xiu Jierui dan Ji Gui didepannya.
Xiu Huanran tidak ada di kediaman karena dia belakangan ini sangat sibuk memerintah anggota organisasinya untuk menemukan obat penawar, kabar sudah diberikan dan akan segera sampai padanya, dia akan segera kembali ke kediaman secepat mungkin.
"Hamba memberi salam kepada Jenderal Besar, Wakil Jenderal dan Tuan Ji Gui." Ucap Xiao Rou menangkup kedua tangannya meletakannya di samping kiri pinggang dan kemudian menunduk memberi salam hormat
Melihat Ayahnya hanya terdiam menatap kosong, Xiu Jierui pun memutuskan untuk berbicara menangani situasi.
"Berdirilah, Kau pelayan pendamping Xuan'er. Harusnya kau berada disampingnya sekarang, tetapi apa yang kau lakukan disini?" Ucap Xiu Jierui tajam.
"Jawab Wakil Jenderal, Hamba melakukan kesalahan karena terkejut melihat Nona Besar keluar dari ruangan dengan penampilan--" Ucap Xiao Rou terjeda.
"Yang aneh," Lanjut Xiao Rou saat melihat tatapan Xiu Jierui dan Ji Gui yang intens menuntut melanjutkan ucapannya.
"Apa yang barusan kau bilang? Putriku masih hidup?" Tanya Xiu Haocun mendengar ucapan Xiao Rou, dia seperti mendapatkan semangat hidupnya kembali.
"Hamba..." Jawab Xiao Rou, bingung harus menjawab apa karena dia takut penglihatannya salah dan dia bisa dikenakan hukuman berat menipu majikan.
"Jenderal Besar, Lebih baik kita melihatnya sendiri di Manor Xing," Ucap Ji Gui, dia bisa melihat ekspresi Xiao Rou yang kebingungan.
"Benar, Aku akan melihatnya sendiri bahwa putri kecilku baik-baik saja," Jawab Xiu Haocun dengan cepat dia melanjutkan langkahnya ke Manor Xing, diikuti yang lainnya dari belakang.
Xiao Taoli ingin bertanya lebih lanjut kepada Xiao Rou yang berada disampingnya tetapi melihat Xiao Rou yang memasang wajah kesulitan dia tidak jadi bertanya banyak.
Sesampainya di Manor Xing, Rombongan itu terdiam membeku melihat Xiu Qixuan terlelap dikursi panjang depan ruangan pribadinya.
Mereka tidak terlalu memperdulikan penampilan Xiu Qixuan, tetapi meraka hanya memperdulikan Xiu Qixuan masih bernapas tidak seperti yang dibilang Xiao Taoli sebelumnya.
Yang beraksi lebih dulu adalah Xiu Haocun dia menghampiri, memeriksa dan memeluk Xiu Qixuan erat.
Xiu Qixuan membuka kelopak matanya, dia merasa bersyukur karena terbangun dari mimpi buruknya.
Xiu Qixuan melihat siapa yang memeluknya dan mendengar suara tangisan pelan.
"Putri kecilku, kau baik-baik saja,"
"Putri kecilku, tidak meninggalkanku,"
"Ya langit, Terimakasih,"
"Xuan'er ku yang baik, ayah akan menjagamu lebih banyak,"
Ucapan tersebut diulang beberapa kali diiringi isakan kecil.
Xiu Qixuan terharu karena diperlakukan seperti itu oleh seorang yang menyebut dirinya ayah. Dia membalas pelukan Xiu Haocun dan berucap.
"Xuan'er, akan menemani ayah lebih banyak,"
"Ayah harus mendengarkan permintaan Xuan'er kedepannya, Kalau tidak Xuan'er akan pergi,"
Xiu Haocun mendengar ucapan putrinya, dia kemudian melepaskan pelukannya dan menciumi wajah putrinya dengan sayang.
Xiu Haocun menangkup wajah putrinya, dia menggangguk dengan airmata yang masih menggantung di kedua bola matanya. Kemudian Xiu Haocun berucap.
"Tentu saja, Ayah akan melakukan apa saja untuk Xuan'er,"
"Xuan'er menginginkan apa sekarang?" Tanya Xiu Haocun
"Aku lapar, Apakah kediaman ini masih memiliku banyak persedian daging?" Jawab Xiu Qixuan.
Entah kenapa ini terasa familiar, teringat saat pertama pertemuannya dengan Xiu Haocun dia juga meminta memakan daging dengan porsi besar.
"Xuan'er ku kelaparan. Xiao Rou kau mendengarnya, bukan? Perintahkan koki memasak menu daging yang banyak untuk Xuan'er," Perintah Xiu Haoucun menatap Xiao Rou yang masih berdiri diam disebelah Xiao Taoli.
Xiu Qixuan yang baru menyadari ada orang lain yang melihat aksi lebay dan manja-nya pun sedikit canggung.
Tetapi tidak dengan Xiu Haocun yang acuh, dia masih terus menatap Xiu Qixuan seakan putrinya akan hilang kalau dia tidak memastikannya dengan cara terus mengawasi dengan kedua bola matanya.
Xiu Qixuan melihat Xiao Rou, mereka bertatapan dan Xiu Qixuan melebarkan kedua kelopak matanya--terkesan mempelototi Xiao Rou untuk menakut-nakutinya.
Xiao Rou yang melihat itu langsung berpura-pura tidak tahu dan berlalu pergi melaksanakan perintah Jenderal Besar.
"Adik Perempuan, kau baik-baik saja?"
"Bagaimana Racun yang ada ditubuhmu?" Tanya Xiu Jierui
Xiu Qixuan kemudian menolehkan wajahnya menatap Xiu Jierui.
"Aku tidak tahu," Jawabnya polos.
"Biarkan aku memeriksamu," Ucap Ji Gui setelah mendapatkan kode persetujuan dari Xiu Haocun, dia menghampiri Xiu Qixuan dan memeriksa nadinya.
Ji Gui mengerutkan keningnya, Racun itu masih ada tetapi dilihat dari kondisi Xiu Qixuan sangat baik, Ji Gui kebingungan.
Melihat ekspresi yang dikeluarkan Ji Gui, Xiu Haocun dengan tidak sabar bertanya.
"Bagaimana, Racun itu hilang dari tubuh Xuan'er, kan?"
Ji Gui selesai memeriksa nadi Xiu Qixuan, dia kemudian menjawab,
"Racun itu masih mengalir di aliran darah Qixuan,"
Membuat yang mendengar ucapannya itu kembali cemas dan lesuh.
"Tetapi yang membingungkan adalah kondisi Qixuan yang terlihat baik-baik saja, seakan tidak ada racun ditubuhnya," Lanjut Ji Gui
"Harus bagaimana agar racun itu benar-benar hilang?" Giliran Xiu Jierui yang bertanya.
Xiao Taoli hanya berdiri mendengarkan dia tidak memiliki hak untuk berbicara banyak.
Xiu Qixuan hanya mendengarkan ucapan para pria didepannya, dia tidak perduli racun itu masih ada atau tidak.
Wanita yang mengaku sebagai dewi itu bilang kalau masih membutuhkannya untuk membantu daratan Ca Li, jadi Xiu Qixuan yakin dia tidak akan mati secepat itu.
••••••••••••••
**Author bingung mau update sehari 1 atau 2 chapter, biasanya update langsung 2 tetapi dilihat kalau update sekaligus dua, like chapter pertama lebih kecil dari chapter kedua yang author update.
Aiyaa, menurut kalian bagaimana? Aku mendengarkan pendapat kalian.
Jangan lupa like, dukungan, dan vote. Siapa tahu malah update 3 chapter sekaligus haha**.