
Segera setelah rombongan Xiu Huanran menyingkir, konvoi dengan selusin gerbong itu kembali bergerak cepat, asap dan debu menggulung di antara sepatu kuda yang terguling, secara bertahap mengaburkan pandangan.
Dari dalam kereta kuda Xiu Qixuan menoleh untuk sekali lagi melihat dinding Kota Ping'an yang semakin jauh.
Selanjutnya, untuk menghabiskan waktu dalam perjalanannya yang melelahkan ini, Xiu Qixuan berkata tenang; "Xiao Rou, apakah kamu membawa dokumen yang baru datang untukku?"
Tanggung jawabnya sebagai Ketua Divisi Rubah tetaplah berjalan, saat ini Xiao Leng -lah yang sedang menangani seluruh kepengurusan anggota pasukan. Maka dari itu, dia butuh melihat dokumen laporan terkait perkembangan mereka.
Xiao Rou menjawab dengan suara yang jernih. "Ya, tunggu sebentar Nona!" Ia segera melipat dan merogoh lengan bajunya. Gemerisik suara gesekan dari lembar-lembar kertas terdengar, ketika Xiao Rou menyerahkannya sembari berkata; "Xiao Leng mengirim sedikit laporan yang sebelumnya kurang. Dan, ini surat dari Xia Utara yang baru sampai tadi pagi untuk anda."
Sebuah senyum muncul di wajah Xiu Qixuan, dia berbinar cerah membuka surat yang ternyata dikirimkan oleh Bibi Jin, surat tersebut berisi laporan mengenai pertumbuhan Xia Zhiwen dan Xia Zhishu, terdapat juga lukisan tangan yang di gambar oleh dua kembar itu, mereka sangat pandai, bertumbuh baik dengan mengingatnya.
Selama perjalanan yang membutuhkan waktu setengah bulan untuk sampai ke Ibukota Anming. Ini adalah pertama kali Xiu Qixuan berpergian jauh menggunakan identitasnya sebagai Nona Besar. Dia akan menikmati semua keuntungan dalam pelayanan yang ada.
Perjalanan ini memang menjenuhkan. Tapi, terasa lebih baik sebelum air yang penuh gelombang datang tanpa pernah beristirahat lagi.
•••••••••••••••
Setengah Bulan Kemudian.
Dipandu oleh Kasim Teng yang berada dalam rombongan, kereta Xiu Qixuan melaju ke tengah antrian. Ada begitu banyak kereta kuda di gerbang masuk Ibukota Anming, dan sampai orang tidak bisa melihat batasan antriannya.
Mata Xiu Qixuan yang tertutup tenang sedang beristirahat. Jauh dari luar sana, terdengar tawa para gadis kekaisaran yang berjalan di garis depan terus berdatangan. Gadis-gadis muda itu berpendidikan tinggi dilatih dalam kamar kerja mereka untuk memasuki istana.
Setelah beberapa saat, rombongan mereka masuk dari Gerbang Selatan Anming melalui jalur khusus tanpa harus menunggu lama. Kasim Teng yang di hormati mempermudah mereka dalam perjalanan kali ini. Para penjaga ibukota mempersilahkan tanpa harus melakukan pemeriksaan lagi.
Dalam matanya yang masih terpejam, Xiu Qixuan menghela napas, ia bergumam kasar; "Haa, aku sepertinya harus terbiasa dengan sikap nepotisme yang di dapatkan secara percuma ini."
Menoleh. Xiao Rou balas terkekeh kecil; "Sudah seharusnya anda menerima perlakuan istimewa seperti ini, 'kan." ujarnya sedikit meledek.
Dengan mendengus, Xiu Qixuan membuka kelopak matanya. Dia mengangkat tirai yang tertutup. Kereta kudanya baru saja melewati gerbang selatan ibukota dan bergerak menuju jalan Caimeng dimana Kediaman Utama Jenderal berada. Kediaman Utama Jenderal terletak di tengah ibukota, area elit yang hanya di tempati oleh menteri dan bangsawan peringkat tinggi.
Sekilas dari ujung penglihatannya, Xiu Qixuan melirik acuh tak acuh pada bendera-bendera bergambar elang lambang keluarga Xiu. Benar saja, itu menimbulkan banyak momentum.
Sepanjang jalan, rakyat yang melihat bendera yang berkibar dalam konvoi rombongan tersebut langsung menunduk bahkan ada yang memberi hormat dengan bersujud.
Aneh. Itu membuat suasana menjadi terasa sakral yang canggung, sungguh memberatkan bagi seorang Xiu Qixuan. Dia tidak menyangka bahwa Keluarga Xiu masih sangat di segani oleh orang-orang dalam Ibukota Kekaisaran. Ah, apa karena kontribusi mereka dalam menjaga kedamaian di perbatasan menambah banyak popularitas tersendiri?
"Kompetisi akan dimulai saat pembukaan festival musim panas, itu akan diadakan lima belas hari dari sekarang. Jadi, anda akan memasuki istana dengan secara resmi pada saat itu." Xiao Rou berkata dengan lugas memberitahu. Dia melanjutkan dengan senyuman tersirat, "Dan sebelum itu, istana akan mengirim anda untuk mengikuti kelas khusus untuk pengantin wanita. Mohon persiapkan diri!"
Bergidik melihat senyumnya, Xiu Qixuan berkata dengan dengusan jengkel; "Berhenti tersenyum menakutkan begitu. Hanya kelas tambahan, apa bedanya dengan yang kakak iparku ajarkan, huh?"
Akhirnya setelah beberapa saat, kereta kuda itu berhenti tepat di pintu kediaman besar yang menjulang megah.
Dari luar terdengar suara keras dari pelayan wanita tua. "Rombongan Nona Besar telah tiba!" kemudian dia meletakan tangga penyangga disamping kereta kuda yang terparkir. Xiao Rou turun lebih dulu dengan menggunakan pijakan tersebut. Setelah itu dia berbalik dan membantu Xiu Qixuan turun.
Xiu Qixuan tersenyum lebar, dia memusatkan pandangan kepada dua sosok wanita berbeda generasi yang menunggu di depan pintu masuk kediaman.
Bibi dari pihak ayah ini, Xiu Lingze adalah wanita yang menganut nilai moral-moral patriaki tinggi, dia dapat terbilang cukup kolot. Menikahi menteri peringkat empat, membuatnya menjadi nyonya rumah yang sangat berbudi luhur dan cemerlang. Putrinya, Fan Jingran saat ini baru saja memasuki usia tepat untuk menikah yaitu enam belas tahun.
Dengan lembut, Xiu Qixuan berjalan menghampiri untuk memberi hormat; "Xuan'er memberi salam kepada bibi!" Dia kemudian menoleh dengan menganggukan sedikit kepalanya kepada sosok gadis muda, dan menyapa ringan; "...dan Jingran biaomei."
Perilaku Xiu Qixuan tertata dan halus tanpa celah menunjukan tingkat pendidikan yang dia dapatkan selama ini dari Yao Yunmei.
Untuk beberapa alasan setelah mendengar kalimat sapaannya, mata Xiu Lingze mengamatinya dengan seksama. Dari ujung kaki sampai kepala, membuat orang tidak nyaman.
Beruntung Kasim Teng keluar dari rombongan untuk ikut memberi sapaan formal. "Saya melihat Nyonya dan Nona Fan!"
Dengan senyum ramah, Xiu Lingze berkata lembut; "Kasim sungkan! Terima kasih sudah bermurah hati mendampingi keponakan saya untuk sampai ke Ibukota." ujarnya kosong.
Percakapan basa-basi itu berlangsung beberapa saat, sebelum akhirnya Kasim Teng pamit pergi untuk kembali ke Istana setelah mengantarnya.
Setengah dari gerbong yang terparkir bergerak pergi mengikuti Kasim Teng menuju istana. Sekarang yang tersisa hanya gerbong pribadi berisi muatan barang dan pelayan juga penjaga milik Xiu Qixuan saja.
Dengan pemberitahuan tajam, Xiu Lingze berkata memerintah; "Perintahkan pelayan untuk membereskan barangmu nanti. Sekarang ikuti aku, nenekmu sudah menunggu di aula tengah!"
Tanpa banyak bicara, Xiu Qixuan dengan patuh mengikutinya. Dia melirik sekilas kepada Fan Jingran yang terlihat tidak peduli.
Ini akan mudah dan sangat bagus untuknya. Jika, Fan Jingran tetap bersikap tak acuh. Jadi, gadis itu tidak akan menganggunya seperti yang di lakukan Xiu Yue.
Mempertahankan senyum cerah di wajahnya, Xiu Qixuan memasuki kediaman dan melewati koridor.
Di sepanjang jalan, jejeran bunga wisteria dan begonia berkumpul. Bangunan yang dibuat dengan arsitektur dan desain terbaik. Ini elegan dan bersih. Suara burung murai yang terpelihara terdengar berkicau merdu. Taman yang luas dengan beberapa ukiran patung batu porselen.
Sekelompok pelayan berpakaian biru dengan aksesoris hijau membungkuk dengan hormat di sepanjang jalan ketika melihat mereka.
•••••••••••••••••