Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Permata Langka Di Perbatasan



Mata cerdik Kasim Teng mengamati penampilan Xiu Qixuan. Seorang gadis cantik tetap berdiri teguh di antara tatapan yang mengintimidasi.


Matanya hitam cerah dan berkilau indah menyembunyikan kedalaman yang terpencil dan misterius. Kulitnya halus dan lembut, bersinar di bawah pantulan matahari seperti permata langka yang hangat dalam genggaman tangan.


Bibir merahnya melengkung membentuk senyum kecil yang sopan. Rambut hitamnya yang tebal seperti gulungan awan di atas cakrawala, hiasan rumbai emas dari jepit rambut bergemerincing mengikuti gerak tubuhnya.


Membuat dia terlihat sangat berharga dan sulit untuk mengalihkan pandangan ketempat lain.


Ini mengejutkan bagi mereka yang pertama kali melihatnya. Putri pertama jenderal besar, yang di kabarkan akan menjadi perawan tua karena lemah dan sakit sampai di usianya yang kedelapan belas belum menikah.


Tidak mengira bahwa permata yang di tempatkan di perbatasan akan lebih berkilau.


"Tidak tahu apakah ada sesuatu untuk dilihat Gonggong ?" Wajah bingung Xiu Qixuan berkedut mempertahankan senyuman sopan.


Kasim Teng melambaikan tangan, ajudan pendampingnya yang datang segera menyerahkan gulungan kuning emas berlambang naga. Kasim Teng kemudian berkata dengan serius: "Nona Besar Xiu mohon terima keputusan!"


Hai Bing terkejut cemas, tidak bisa membiarkan ini begitu saja untuk sang nona menerima sebuah dekrit.


Ketika Hai Bing ingin maju untuk bersuara. Lengannya sudah tertahan, dia menoleh dan sosok Xiao Taoli berada dalam pandangannya, bocah itu tersenyum lebar dengan mengerlingkan wajah tanpa dosa.


"Chennu mendengarkan keputusan!" Xiu Qixuan mengangkat sedikit roknya, dan segera berlutut dengan anggun di depan Kasim Teng untuk mendengarkan dekrit kekaisaran yang akan segera dibacakan.


"Dekrit Kekaisaran, Kaisar memutuskan: Jenderal Besar Xiu sudah banyak bekerja keras untuk menjaga negara di perbatasan. Memiliki satu putri yang berada di usia menikah. Untuk membayar banyak akan jasa dan prestasi luar biasanya. Kaisar memberikan kesempatan dengan memanggil Nona Besar Xiu ke Istana Kekaisaran secara langsung dalam waktu festival musim panas untuk mengikuti pemilihan permaisuri pangeran."


Xiu Qixuan menyembunyikan sentuhan dingin di kedua bola matanya, namun dia masih mempertahankan ketenangannya ketika seluruh isi dekrit telah selesai dibacakan. Membuat orang tidak dapat menemukan kerutan dalam ekspresinya.


"Chennu berterimakasih dan menerima rahmat Yang Mulia Kaisar." Xiu Qixuan segera bersujud memberi penghormatan kemudian kedua tangannya terulur halus menerima gulungan dekrit.



Kasim Teng berekspresi puas ketika melihat Xiu Qixuan yang begitu tenang, tidak ada guratan kesenangan penuh ambisi ataupun penolakan yang getir. Itu membuatnya cukup bingung.


Tetapi, pikirannya tetap berspekulasi bahwa Xiu Qixuan memiliki kesamaan dengan gadis lainnya yang mendambakan tempat tertinggi di Istana.


"Nona, bagaimana bisa anda berbuat tanpa persetujuan? Dekrit ini seharusnya diterima oleh wali anda sebagai wakil yaitu Jenderal Besar." Hai Bing bergegas mendekat setelah menepis kekangan Xiao Taoli, dia berbisik kepada Xiu Qixuan yang sedang beranjak.


Xiu Qixuan menembakan selapis pandangan es yang dingin kepada Hai Bing. Dia menghela napas kemudian berkata; "Tidak perlu. Dia pasti berat untuk menerima sebuah dekrit setelah sekian lama."


Tiba-tiba di tengah percakapan mereka, suara Kasim Teng terdengar keras. "Nona Besar Xiu, perkenalkan ini adalah Min Boming pelukis handal kekaisaran yang akan melukis anda."


Seorang pria paruh baya dengan punggungnya yang sedikit bungkuk. Matanya terlihat kusam namun cukup tajam. Wajahnya yang tersenyum menyapa formal. Dia seperti bawahan yang jujur tanpa manipulatif.


"Karena anda tidak pernah muncul di muka publik. Yang Mulia Kaisar memiliki perasaan mendalam akan penampilan anda." Kasim Teng terus berusaha menyenangkannya melalui kata-kata. "Tidak menyangka bahwa perbatasan selatan menyembunyikan bunga yang seindah bulan dengan sangat baik."


"Gonggong terlalu memuji." Xiu Qixuan tersenyum kaku, dia mendengus dalam hati. "Saya akan berganti untuk merapihkan tampilan terlebih dahulu." Matanya melirik Hai Bing sekilas, kemudian lanjut berkata; "Hai Bing, dampingi rombongan utusan untuk beristirahat. Tuan Min akan mulai melukisku tiga jam kemudian." Suaranya datar tanpa minat apapun, namun tetap tenang mempertahankan formalitas.




**Manor Xing, Kamar Tidur Xiu Qixuan**.



"Bagaimana dengan baju ini? Ini desain yang sudah sangat sederhana di antara banyak pakaian yang anda miliki." Suara Xiao Rou terdengar kusut dengan wajah mengerut kusam membawa banyak jenis pakaian di lengannya.



"Tidak." Hanya melirik sekilas dan tanpa melihat lagi Xiu Qixuan bereaksi menolak dengan cepat.



Xiao Rou menggeram dan memutuskan tegas; "Ini sudah sangat dan sangat sederhana. Anda akan memakai ini, saya yang akan merias. Jadi, mohon tenang sedikit!"



"Tapi, walaupun tanpa pola dalam desain pakaiannya. Ini tetap terlihat anggun dan termasuk jenis sutra yang mahal." Xiu Qixuan mengocehkan keluhan tidak setuju.




"Ah, jika bisa begitu dengan senang hati aku menerima niat baik Xiao Rou yang ingin meminjamkanku pakaian." Xiu Qixuan mengangkat kedua alisnya, menimpali dengan candaan



Xiao Rou berdecak tanpa berkata apapun lagi segera menarik lengan Xiu Qixuan dan mendorongnya duduk di depan meja rias. "Nah, sekarang tenanglah! Saya akan mulai merias anda."



"Tunggu sebentar." Xiu Qixuan menahan lengan Xiao Rou yang sudah ingin memoles wajahnya dengan banyak bedak. "Aku akan merias sendiri. Kamu pergilah bereskan kekacauan ini." Dia melirik kamarnya yang berantakan dengan banyak pakaian dan berbagai jenis aksesoris.



"Saya bisa memanggil pelayan lain untuk membereskannya..." Xiao Rou menanggapi.



"Tidak boleh ada yang menyentuh pakaianku selain kamu, Xiao Rou." Xiu Qixuan terus mendesak.



"Baiklah. Anda harus merias dengan lebih cantik." Xiao Rou menghela napas pasrah dan mengangguk, ia menurukan lengannya yang memegang bedak. Kemudian segera berbalik.



Tiga puluh menit kemudian, Xiao Rou mendekati Xiu Qixuan untuk melihat hasil riasan yang sebelumnya dia tinggalkan.



Tetapi jenis riasan yang dia lihat adalah wajah Xiu Qixuan yang pucat, kuyu dan lusuh. Benar-benar tidak sesuai.



"Bagaimana?" Xiu Qixuan mengangkat sebelah alisnya. "Ini bagus bukan? Aku hanya menaburkan sedikit riasan. Kecantikan natural yang alami untuk dilihat Kaisar dan Para Pangeran." Dia mengerlingkan wajah tak berdosa.



Disisi lain, kepala Xiao Rou seperti ingin meledak; "TIDAK BISA! Anda harus merias wajah anda dengan banyak pemerah bedak. Anda harus mengikat rambut anda dengan gulungan yang rapih dan hias giok bunga yang menawan."



"Tidak perlu. Beginipun aku tidak akan mati di penggal. Tenang saja." Xiu Qixuan melirik pantulan dirinya di dalam cermin.



"Itu tidak sopan. Walaupun anda memiliki alasan untuk melakukannya." Mata Xiao Rou terlihat bengis yang menggebu-gebu, dia segera mendekat dengan kedua tangan yang terentang kedepan seperti ingin mencekik orang. 'Hoho...' Dia terkekeh seram. *Aku akan menunjukan bagaimana kerja seorang pelayan yang terampil, Nona*.



"Xiao Rou..." Bulu kuduk Xiu Qixuan merinding melihat pantulan seram milik sang pelayan pendampingnya.



•••••••••••••••



N/t:


Gonggong : Sebutan untuk kasim


Chennu : Putri abdimu/aku. Untuk anak perempuan pejabat atau menteri.