
Musim panas yang membara datang dengan penuh intrik. Selama minggu terakhir pergantian musim, Kediaman Xiu di Kota Ping'an terlihat tenang di luar namun ricuh di dalam.
Persiapan kembalinya Sang Nona Besar dari Kediaman Jenderal ke Ibukota Kekaisaran menjadi topik perbincangan hangat.
Selain dia tidak pernah terlihat di pergaulan sosial kelas atas adalah karena dia berusia lebih tua dari para gadis lainnya untuk menikah.
Ini adalah malam hari sebelum keberangkatan. Setelah menyelesaikan makan malam bersama dengan keluarganya yang masih menahan kegelisahan dalam hati mereka masing-masing untuk melepaskan kepergiannya, Xiu Qixuan terlihat menghela napas lelah berkali-kali. Dia tertekan.
"Xiao Rou, kamu bisa kembali dan beristirahatlah untuk besok!" Xiu Qixuan berkata dengan suara jernih. Pada saat ini, di koridor jalan menuju manor. Xiao Rou yang berjalan dengan memegang lentera sebagai lampu penerang pun menolehkan wajah.
"Tapi, saya belum selesai menyiapkan perlengkapan dan pakaian tidur untuk anda." Xiao Rou berkata dengan jelas, ia merasa keberatan.
"Aku bisa merawat diriku sendiri." Xiu Qixuan berkata dengan tajam, tidak ingin di bantah. "Kau juga, Taotao. Istirahatlah!" Dia melirik kearah Xiao Taoli yang berjalan di belakangnya.
Memasuki gerbang manor. Xiu Qixuan langsung bergegas menuju letak kamarnya. Dia ingin segera membanting dirinya keatas kasur, hari-hari belakang ini terlalu melelahkan. Jadi, saat ini dia berniat menutup harinya dengan bermalasan tanpa mandi, menjadi berantakan tanpa etiket untuk kali terakhir.
Dengan bersenandung, Xiu Qixuan membuka pintu ruangan miliknya.
Kriet... Brakk...
Terkejut melihat sesuatu di dalam. Xiu Qixuan terburu-buru masuk dan menutup pintu dengan keras.
"Apa-apaan ini, Lao Yong?!" Setelah memastikan pintu terkunci, Xiu Qixuan berteriak marah kepada seseorang yang membuat kekacauan di depannya.
Kamar yang seharusnya redup terlihat berganti latar menjadi bersinar terang dengan dedauan kuning musim panas.
Layaknya ilusi hutan terpencil yang sengaja di lestarikan. Terduduk sosok pria dewasa berambut emas yang menjadi ikon di batang pohon besar.
Penampilannya yang eksotis membuat orang akan terpana. Tetapi, tidak dengan Xiu Qixuan yang menggerutu kekesalan di sana.
Itu adalah Lao Yong, harimau legendaris surgawi dalam wujud manusianya. Karena kemampuan Xiu Qixuan yang semakin menguat, dia bisa meminjam sebagian kecil kekuatan untuk keluar dari dalam dunia kecil kipas emas. Walau tidak bisa terlalu lama karena itu adalah energi yang di pinjamkan.
"Gadis kecil, kamu tidak berniat membuang kipas mu, 'kan?" Lao Yong berkata dengan santai, menyindir.
Dengan mengembungkan wajah marah, Xiu Qixuan menjawab tak acuh. "Ide yang bagus. Aku memang ingin membuang benda itu. Namun, tidak menyangkal bahwa masih membutuhkan kalian. Mungkin aku akan membuangnya nanti."
Lao Yong menyipitkan mata dan menggerutu. "Kamu tidak datang dan tidak menjawab telepati kami sejak tiba di kuil." Dia melanjutkan dengan nada seolah-olah mengetahui segala hal yang terjadi. "Ya! pasti kamu terkejut saat mengetahui alasan dari keberadaanmu di dunia."
Kalimat terakhir yang di lontarkan Lao Yong begitu tidak berpengertian, dia tidak sadar wajah Xiu Qixuan sudah berubah masam.
"Ya! ternyata aku orang penting yang menentukan keberlangsungan dan kehancuran Daratan Ca Li." Xiu Qixuan menanggapi dengan arogansi yang sarkas, ia mengedikan bahu tak acuh.
Memutar topik. Xiu Qixuan melempar bantalan kursi kearah Lao Yong. "Kau berbuat apa pada kamarku?! Cepat kembalikan ranjangku seperti semula! Dan, pergilah! aku ingin beristirahat!" kesalnya.
"Aduh! Heh, gadis kecil! Di mana sopan santunmu?!" Lao Yong menanggapi dengan gerutu jengkel.
Splash...
Lao Yong menjentikkan jarinya. Tubuh Xiu Qixuan terguncang, kedua kakinya tampak goyah dengan kepalanya yang tiba-tiba pening.
Membuka mata. Xiu Qixuan menyadari bahwa dia sudah berada di dalam dunia kecil kipas emas.
Bukk..
Meninju bahu Lao Yong dengan emosi. Xiu Qixuan berapi-api berkata; "Kau ingin membunuhku, ya?!" Dia melanjutkan, "Membawaku masuk paksa dan meminjam energi kehidupanku untuk keluar!"
Lao Yong meringis dan langsung menghilang menjadi udara untuk menghindari pukulan yang mengarah padanya lagi. Dia muncul kembali bersama Baijin Hu di sebelahnya yang menjadi tameng.
"Gadis manusia, ayo bicara!" Baijin Hu datang dengan gema keangkuhan berkata memerintah.
Mendengus. Dengan melirik tidak tertarik, Xiu Qixuan menjawab. "Ya, cepat bicaralah!"
"Aku merasakan tentara kegelapan mulai terbangun. Sebagian kecil dari mereka sedikit demi sedikit mulai muncul di Daratan Ca Li." Tanpa basa-basi Baijin Hu berkata serius.
Alis Xiu Qixuan bertaut. "Tentara kegelapan?" Ia berguman bertanya.
"Tentara kegelapan. Mereka di pimpin oleh kawan kegelapan. Pasukan militer terkuat di dunia bawah dengan jutaan iblis dan monster neraka yang menjadi kekuatan besar mereka." Baijin Hu menjelaskan dengan getaran tidak tenang.
Mendengarkan. Xiu Qixuan berpikir sejenak, ia berusaha memahami. "Apa itu kawan kegelapan?" ia bertanya dengan kerutan suram.
"Kawan kegelapan, monster iblis tertinggi. Disumpah jiwa dan raga untuk Sang Raja Yama." Giliran Lao Yong yang berkata dengan tenang terkesan tak acuh. "Dia sangat jelek. Aku pernah melihat sekali di pertempuran." ucapnya tidak sesuai konteks.
Baijin Hu memelototi tajam Lao Yong.
"Harimau tua!" Baijin Hu mendengus jengkel. "Tidak bisakah kau serius?"
"Apa?" Lao Yong melanjutkan. "Aku serius. Monster para iblis itu memang jelek, 'kan!" katanya.
Menggertak. Xiu Qixuan berkata tajam. "Lao Yong, berhenti bertingkah!" Ia melanjutkan dengan kembali fokus menatap Baijin Hu. "Itu iblis neraka sungguhan? Ah, maksudku mereka bukan manusia yang memiliki kekuatan aura iblis? mereka merangkak keluar dari neraka?" Xiu Qixuan bertanya dengan beruntun.
"Ya, mereka yang terbangun sebagian menunggu dan sebagian lagi mencari Sang Raja yang akan bangkit." Baijin Hu dengan berkerut tertekan, memberitahu.
"Kekuatan yang menjadi tanda Raja Yama akan segera bangkit mulai terasa." Baijin Hu melanjutkan dengan cemas. "Tentara kegelapan sepertinya di bangunkan oleh seseorang yang mengetahui keberadaan dari inang Sang Raja yang akan bangkit."
Mendecak dengan keluhan. Xiu Qixuan menggelengkan wajah ikut tertekan. "Wah, kau gila menyuruhku mencari dan menghadapi iblis sungguhan? Aku ini masih manusia, 'loh."
Bertarung dengan manusia berkekuatan aura iblis seperti Mozi saja sudah hampir sekarat dengan menguras seluruh energi.
"Mereka ancaman terbesar. Kau harus menghadapinya! Karena itu tugas untuk hidupmu!" Baijin Hu berkata keras sedikit menuntut.
Awan keruh langsung mengapung jelas di wajah pahit Xiu Qixuan. "Berhenti mendikte hidupku!" Suaranya menggeram oleh bara yang tak terlihat.
Suasana menjadi memberat. Keheningan pekat mengambang di sekitar udara yang panas.
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun lagi. Xiu Qixuan segera berbalik untuk melangkah pergi.
Tetapi, suara Baijin Hu terdengar keras dari balik punggungnya untuk memberitahu. "Timur. Sedikit dari mereka sudah mulai muncul di timur."
Xiu Qixuan menarik napas dalam-dalam. Dan, menanggapi dengan nada berat hati. "Baiklah, kalian bisa tenang. Aku akan melakukan tugasku."
•••••••••••••••••••