
Xiu Qixuan mengedarkan pandangan melihat sedikit perubahan dari dunia kecil kipas emas.
Pohon yang sudah dirubuhkan oleh Lao Yong tumbuh kembali tetapi bukan hanya itu, terdapat aliran kecil yang mengalir air yang sangat jernih.
Sebelumnya dunia kecil kipas emas ini memang indah tetapi sangat terbatas sumber daya yang dimiliki.
"Kau mencapai tingkat pemahaman, menyelam kedalam diri sendiri dan mengerti akan dirimu. Wajar jika terlihat perubahan di Dunia Kecil ini, semakin kau bertumbuh, sumber daya disini juga semakin banyak." Jelas Baijin Hu yang melihat Xiu Qixuan mengernyit kening.
"Benar, cepatlah bertumbuh gadis kecil. Agar aku dapat menikmati sumber daya tak terbatas. Seperti berendam, melihat cahaya matahari, menjelajah Daratan Ca Li dan tentu saja bertarung." Timpal Lao Yong.
"Heh, Apa hubungannya dengan bertarung! Dan apakah tidak ada siang hari disini?" Tanya Xiu Qixuan setelah mendengar satu kalimat dari Lao Yong yang mengingatkan akan pertanyaan sebelumnya dibenaknya.
"Tidak, tetapi akan ada." Jawab Baijin Hu singkat.
"Tanpa kau sadari kipas emas semakin terhubung denganmu bukan hanya karena terikat dengan kalung giokmu. huh, itu semua karena kau menyerap keistimewaan kami yang tinggal di dalam dunia kecil ini!" Ucap Lao Yong ditengah kalimat yang dilontarkannya dia menghela napas panjang seakan tidak rela Xiu Qixuan mengambil keuntungan darinya.
"Tenang saja, aku tahu balas budi." Ucap Xiu Qixuan tersenyum manis.
'Krukk'
"Hehe, sepertinya aku lapar." Ucap Xiu Qixuan terkekeh canggung, Dia yang biasanya rakus tetapi tadi pagi dia hanya memakan sedikit makanan karena suasana hatinya sedang buruk.
"Bukan sepertinya tetapi kau memang lapar, sana cepat kembali! Ditempat ini tidak ada makanan." Usir Lao Yong kepada Xiu Qixuan yang sedang memang perutnya karena malu.
"Tidak ada makanan? Bagaimana kalian mendapatkan makanan?" Tanya Xiu Qixuan memiringkan kepalanya.
"Kami Hewan Agung Surgawi, tidak makan juga tidak mati. Kami dapat tidak makan bertahun-tahun." Jawab Lao Yong angkuh karena title-nya sebagai mahluk surgawi.
"Kasian sekali, makanan duniawi sangat enak dan kalian belum pernah memakannya! Ingatkan aku membawakan beberapa untuk kalian coba, kalian harus tahu salah satu kenikmatan duniawi adalah makanan enak." Ucap Xiu Qixuan memandang kedua hewan surgawi itu dengan tatapan kasian.
"Baiklah, aku pergi dulu. Jangan merindukanku," Ucap Xiu Qixuan memundurkan langkah menjauh dari mereka.
"Tidak akan," Jawab Lao Yong.
Baijin Hu hanya diam saja tidak ingin menimpali karena menurutnya kedua mahluk ini terlalu kekanakan.
Xiu Qixuan memejamkan kedua bola matanya, salah satu tangannya memegang kalung giok dan membayangkan kamar tidurnya di Kediaman Jenderal.
Gadis itu tidak tahu mengapa dirinya mendapatkan pemahaman ini begitu saja, cara memasuki dan keluar dari dunia kecil ini dia ketahui sejak dirinya bangun dari mimpi anehnya.
Cahaya yang terasa hangat kembali menyelimuti tubuhnya.
******
Xiu Qixuan membuka kembali kelopak matanya, bertepatan dengan Xiao Rou yang mengetuk pintu ruangan pribadi karena tidak berani masuk.
"Nona Besar, Wakil Jenderal berkunjung dan menunggu di pavillun taman." Ucap Xiao Rou memberitahu Xiu Qixuan bahwa Xiu Jierui berkunjung ke Manor Xing.
Xiu Qixuan mengernyitkan kening, Xiao Rou tidak memanggilnya dengan XuanXuan, Apakah gadis pelayan itu takut karena sebelumnya sikap Xiu Qixuan tidak menyenangkan?
Tetapi sangat tidak masuk akal, kemungkinan besar bukan hanya Xiu Jierui yang berkunjung karena membuat Xiao Rou harus memperlihatkan etiket pelayan pendamping.
Xiu Qixuan beranjak melewati bilik pembatas kamarnya dan bergegas membuka pintu ruangan miliknya.
Dirinya melihat seorang gadis pelayan yang tidak asing disamping Xiao Rou.
"Nyonya Yao, mengirim Nona hadiah dari ibukota. Diwakilkan oleh pelayan pendampingnya, Bai Li." Jelas Xiao Rou
"Bai Li memberi salam kepada Nona Besar Xiu." Ucapnya menundukan tubuh memberi salam hormat.
Dengan cepat Bai Li menegapkan tubuhnya, memperlihatkan kotak hadiah yang dia bawa dan berucap,
"Nyonya Yao meminta saya untuk memberikan hadiah ini secara langsung ke tangan, Nona Besar."
Xiu Qixuan memberi kode oleh tatapan matanya kepada Xiao Rou agar mengambil hadiah tersebut.
Xiao Rou mengerti kemudian dia dengan cepat mengambil kotak kayu berukuran sedang yang berisi hadiah tersebut.
"Hadiah sudahku terima. Sampaikan kepada kakak ipar--Xuan'er sudah merepotkannya, hadiah pernikahan akan segera aku kirimkan sebagai rasa syukur mempunyai kakak ipar yang baik." Ucap Xiu Qixuan tersenyum manis, sebelumnya dia hampir melupakan keberadaan penghuni baru di kediaman ini.
Bai Li mengangguk dan memberi salam hormat kemudian berlalu pergi.
"Sebelum menemui kakak pertama simpan dahulu kotak hadiah tersebut." Perintah Xiu Qixuan kepada Xiao Rou yang langsung menjalankan perintahnya.
Xiu Qixuan tersenyum geli tetapi ada sedikit tatapan merendahkan dibalik kedua bola matanya.
Bukankah terlalu kebetulan Yao Yunmei memberinya hadiah tepat saat Xiu Jierui datang berkunjung di Manor Xing.
Kakak Ipar-nya ini sedang membangun reputasi sebagai wanita yang baik dan berbudi luhur didepan suaminya.
Tetapi Xiu Qixuan meng-apresiasi tindakan cerdas sang Nyonya Wakil Jenderal tersebut. Yao Yunmei sangat cerdas tidak membuat celah sedikitpun saat dirinya sedang membangun reputasi baik didepan sang suami, tindakannya ini menjadi terlihat di dasari ketulusan dan tidak berlebihan.
Hanya mengirim seorang pelayan mengatasnamakan dirinya yang memberi hadiah tepat saat sang suami berada di Manor Xing padahal dirinya dapat mengirim hadiah itu sendiri tetapi karena ingin terlihat tulus dan tidak berlebihan membuatnya memasang rencana cerdas ini. Sang suami hanya akan mengira ini kebetulan dan melihat tindakan baik sang istri kepada adik perempuannya.
Xiu Qixuan bertepuk tangan dalam benaknya sehabis menganalisa tindakan sang kakak ipar.
'Yao Yunmei, kau memang cerdas. tetapi aku tidak percaya di Dunia ini ada kebetulan!' Gumam Xiu Qixuan dalam hati.
"XuanXuan," Panggil Xiao Rou yang menyadarkan Xiu Qixuan dari lamunannya.
"Ayo, jangan biarkan kakak pertama menunggu lebih lama." Ucap Xiu Qixuan melangkah kearah samping Manor Xing.
Pavillun taman tepat berada disamping bangunan besar Manor Xing, sebelumnya ini hanya berbentuk taman dan tempat duduk untuk bersantai atau bermain catur tetapi Xiu Qixuan meminta pekerja untuk membuat atap dan tirai.
Xiu Jierui tidak memakai seragam militer dan zirah wakil jenderal miliknya, saat dia memakai pakaian biasa aura ketampanan tidak memudar sedikitpun--yang terjadi pria itu terlihat lebih seperti tuan muda bangsawaan pada umumnya.
Xiu Jierui sedang berdiri mengedarkan pandangan menatap sekitar menganalisa tempat tinggal adik perempuannya apakah ada yang tidak baik dan kurang untuk sang adik.
"Xuan'er memberi salam kepada Wakil Jenderal," Ucap Xiu Qixuan menaruh kedua telapak tangan yang menangkup di pinggang kiri dan sedikit menekuk kakinya sesuai etiket wanita bangsawan di Kekaisaran Shen.
Xiu Jierui yang mendengar suara lembut sang adik dengan antusias membalikan tubuh dan tersenyum menatap Xiu Qixuan.
"Xuan'er, Berdirilah." Ucap Xiu Jierui menghampiri Xiu Qixuan dan memegang pundak sang adik untuk membantunya menegakan tubuh.
"Panggilan apa yang barusan kau gunakan." Protes Xiu Jierui tidak suka sang adik memakai panggilan gelar tersebut kepadanya karena itu akan membuat mereka terkesan jauh.
"Bukankah memang itu panggilanmu?" Tanya Xiu Qixuan menaikan kedua alisnya untuk menggoda sang kakak pertama.
"Xuan'er," Panggil Xiu Jierui terkesan merajuk.
"Baiklah, Baiklah. Kakak Pertama, Xuan'er mengucapkan selamat atas pernikahanmu, mendapatkan kecantikan seindah bunga akan hadir keharmonisan dalam berumah tangga." Ucap Xiu Qixuan dengan senyum manis terpampang nyata di wajahnya tetapi sirat menggoda tidak luntur dari kedua bola matanya.
•••••••••••••••