
"Apa yang sedang kalian lakukan?!" Sebuah suara berat seorang pria mengintrupsi mereka semua.
Sima Junke berjalan mendekat dengan Kangjian yang mengekori dibelakang tubuhnya, dia melihat tajam kearah Aisin Tianyi kemudian juga menolehkan wajahnya untuk menatap Xiu Qixuan penuh peringatan.
Tentu saja Xiu Qixuan tidak terpengaruh sedikitpun, pria ini sudah terlalu jauh dalam bertindak mengambil kebebasan dengannya.
"Tianyi, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Sima Junke menolehkan wajah kembali untuk menatap tajam Aisin Tianyi.
"Untuk melihat Qixuan. Kenapa? kau tidak memperbolehkan-ku untuk memasuki kawasanmu?" Tanya Aisin Tianyi dengan menantang.
Sima Junke menggeram kesal tak dapat menjawab, karena kalau dirinya mengiyakan ucapan Aisin Tianyi berarti dia akan terlihat seperti seorang pemberontak yang menentang sang pewaris sah Nanbao.
Tuoba Lie yang masih berdiri ditempatnya, tersenyum penuh arti. ia menyaksikan semua itu seperti mendapat tontonan gratis yang menarik.
Pejabat itu menjadi transparan dimata Sima Junke yang lebih terfokus kepada Aisin Tianyi dan Xiu Qixuan.
Sima Junke menolehkan wajah untuk melihat Xiu Qixuan yang terdiam menatapnya dengan marah dan sedikit mengerut kesal seperti menemukan pelaku kejahatan yang sudah menyinggungnya.
"Dan kau, Apa yang kau lakukan disini? Sudahku bilang untuk beristirahat, bukan?!" Sentak Sima Junke dengan menautkan alis tak suka.
"Kau ini siapa?" Balas Xiu Qixuan dengan reflek, sedikit menohok hati.
Aisin Tianyi mengulum senyum berusaha untuk tidak menyemburkan tawa saat melihat wajah Sima Junke yang melongo kaget saat mendengar ucapan Xiu Qixuan. Acungan jempol diberikan kepada Xiu Qixuan yang begitu berani, gadis ini harus mendapatkan predikat penghargaan!
"Oh, kau melupakanku? Apakah aku harus membantumu mengingat diriku?" Tanya Sima Junke memasang smirk miring dan penuh ancaman dikedua bola matanya.
Xiu Qixuan tersenyum meringis, ia salah berucap rupanya. Bukannya dia ketakutan untuk menghadapi kemarahan pria ini, hanya saja tindakan pria ini terlalu ekstrim membuat detak jantung tak karuan.
"Hehe, aku hanya bergurau. Kenapa kau begitu serius?" Ucap Xiu Qixuan sedikit tertawa kecil untuk mencairkan suasana.
"Ikut aku, kita kembali!" Perintah Sima Junke mengendurkan tautan alisnya.
Xiu Qixuan mengangguk tak membantah karena ada hal yang ingin dia diskusikan dengan Sima Junke.
Xiu Qixuan tidak melupakan kehadiran Tuoba Lie diantara mereka. Membungkuk memberi hormat kepada Aisin Tianyi dan Tuoba Lie, kemudian melangkah pergi dengan gerak jalan yang dapat dibilang normal seperti tidak merasakan sakit dikaki-nya. Sebelum pergi ia melirik Tuoba Lie dengan sudut ekor matanya seperti sedang menyelidik.
"Aku akan membantumu," Ucap Sima Junke yang berjalan bersisihan dengannya.
"Tidak perlu," Balas Xiu Qixuan tajam menghempaskan lengan Sima Junke yang berusaha meraih tubuhnya.
Gadis itu berjalan dengan langkah cepat menuju bangunan besar di depannya yang memang berjarak dekat. Meninggalkan Sima Junke yang terkejut melihat tindakannya.
Xiu Qixuan menemukan banyak kejanggalan, tatapan Tuoba Lie seakan mengejeknya. Tepat saat tadi lukanya kembali terbuka, sekilas tatapan dan senyum meremehkan keluar dari wajah pejabat itu.
Tuoba Lie seperti sedang menunggu sesuatu terjadi. Apakah luka yang di derita Xiu Qixuan tidak sesederhana itu? Tuoba Lie seperti menyembunyikan sesuatu hal lain.
Tetapi memangnya kenapa kalau Tuoba Lie begitu meremehkan Xiu Qixuan? Biarkan Xiu Qixuan mengacaukannya dikemudian hari.
Hal inilah yang membuat Xiu Qixuan menolak saat Sima Junke yang perhatian berusaha membantunya, ia ingin Tuoba Lie berpikir bahwa kondisinya baik-baik saja.
Lagipula, energi tubuhnya akan segera pulih dan dapat mengeluarkan aura kehidupan untuk menyembuhkan luka ini.
Satu yang Xiu Qixuan sadari, saat ini dia memiliki celah dikekuatannya karena gelang giok biru tak bersamanya. Menjadikan ia hanya dapat mengandalkan aura kehidupan yang membutuhkan setidaknya energi tubuh.
Kalau energi tubuhnya habis karena bertarung, aura kehidupan hanya dapat dipakai setelah energinya sedikit pulih. Begitu bercelah!
********
Berjalan dengan pikiran yang menerawang jauh disepanjang koridor bangunan besar nan megah tempat tinggal Sima Junke ini.
Berbelok ia memasuki ruang tengah dan mendudukan dirinya disalah satu kursi yang terdapat disana, tepat ketika Sima Junke juga ikut melangkah masuk.
"Ada apa denganmu? Apa yang kau bicarakan dengan Tianyi?" Tanya Sima Junke karena kesal tindakan baiknya ditolak mentah-mentah oleh gadis ini, ia mengira bahwa Aisin Tianyi -lah yang mempengaruhi pikiran Xiu Qixuan.
"Dia hanya menawarkan tempat tinggal yang tak terpakai dikawasannya," Jawab Xiu Qixuan dengan singkat tetapi sangat jelas pikirannya sedang terfokus oleh hal lain daripada menjawab ucapan Sima Junke.
"Belum, tetapi mungkin nanti." Jawab Xiu Qixuan dengan singkat tak perduli.
"Qixuan, aku melarangmu untuk dekat dengannya!" Peringat keras Sima Junke dengan tajam tak ingin dibantah.
Mendengar itu Xiu Qixuan menolehkan wajah menatap tidak suka kearah Sima Junke.
"A Jun, ketahuilah batasanmu!" Balas Xiu Qixuan dengan suara rendah dan dalam. Tetapi cukup menekan seseorang yang mendengarnya.
Xiu Qixuan menekankan bahwa Sima Junke tidak memiliki hak apapun untuk mengendalikan segala hal yang berkaitan dengan dirinya, mereka hanya rekan bisnis yang menginginkan keuntungan.
Pandangan mata Sima Junke sedikit bergetar balas menatap tajam dan menjawab, "Aku tidak ingin mengetahui batasanku,"
Xiu Qixuan menghela napas panjang sedikit kelelahan dan kemudian balas berucap keras, "Ku-peringatkan sekali lagi, untuk tidak mengambil kebebasan denganku!"
"Aku sudah banyak mentoleri tindakan-mu, tetapi saat ini kau sudah melewati batasmu. Lihat, apa yang kau lakukan, membuat orang salah paham terhadapku!" Lanjut Xiu Qixuan dengan amarah menyeka rambut panjang yang menutupi lehernya.
Hening sejenak.
"Kau menghindariku dan marah hanya karena ini?" Tanya Sima Junke dengan memasang wajah polos tak berdosa.
"Menurutmu?!" Balas Xiu Qixuan sebal.
"Baiklah, aku minta maaf. Tetapi itu salahmu juga yang berjalan keluar seorang diri, menjadikan orang lain melihatnya. Sebelumnya aku sudah berpesan kepada-mu untuk beristirahat, bukan?" Jawab Sima Junke dengan mengulum senyum geli.
Xiu Qixuan membelalak tak percaya, pria ini tidak memikiran letak kesalahan yang dia perbuat tetapi malah menyalahkan Xiu Qixuan.
"Kau—!" Tercekat sampai kehabisan kata untuk merutukinya.
Menarik napas dan menghela napas panjang untuk lebih banyak bersabar karena ada hal lain yang lebih penting untuk di diskusikan.
Setelah merasa sudah lebih tenang, Xiu Qixuan mengalihkan topik dan bertanya dengan serius, "Bagaimana keadaan luka di kaki -ku ini?"
Sima Junke tersentak dan sedikit kebingungan akan pertanyaan tiba-tiba yang dilontarkan Xiu Qixuan.
"Luka -mu saat ini sudah ditangani dan diobati hanya membutuhkan waktu untuk pulih." Jawab Sima Junke mengalihkan pandangan seakan sedang menutupi sesuatu.
"Katakan padaku, hal lain yang kau dapatkan dari penjahat wanita itu?" Tanya Xiu Qixuan dengan menyelidik.
Tubuh Sima Junke menegang tetapi ia mengetahui tidak dapat menutupi hal ini lebih jauh karena Xiu Qixuan adalah seorang gadis pemberontak, kalau membohongi gadis ini terlalu lama malah akan membuat Xiu Qixuan membencinya.
"Semua senjata yang digunakan anggota organisasi gelap itu tidak biasa." Ucap Sima Junke dengan pelan berusaha menjelaskan dan wajah pria itu terlihat kesulitan.
Menarik napas panjang Sima Junke menatap bola mata Xiu Qixuan dengan dalam kemudian berucap, "Aku mengintrogasi dengan cara menyiksa penjahat wanita yang ingin mencelakaimu, dia hanya memberiku sedikit informasi mengenai organisasi-nya."
"Bahwa organisasi-nya tidak akan risau saat tidak dapat membunuh langsung musuhnya dalam pertarungan, mereka akan tenang hanya dengan menggoreskan sedikit luka ditubuh musuh dengan senjata yang disisipkan Jishēng Jí. Sesudah mengatakan itu sebuah panah melesat menembus jantungnya, organisasi gelap itu ingin membungkamnya dengan kematian."
"Jishēng Jí?" Tanya Xiu Qixuan dengan mengerutkan kening.
"Duri parasit yang hanya dapat ditemukan diwilayah Nanbao, biasanya duri itu ditemukan segumpalan tetapi saat dipisahkan dengan kawanannya—duri itu sebenarnya berukuran sangat kecil sulit untuk terlihat oleh mata telanjang. Saat duri itu sudah masuk kedalam tubuh manusia, hanya menunggu selama beberapa saat dapat membuat saraf tubuh tak berfungsi menyebabkan koma bahkan—kematian." Jelas Sima Junke tercekat diakhir kalimatnya, ia menundukan wajah tak berani menatap bola mata Xiu Qixuan.
Inilah yang Sima Junke takutkan saat Xiu Qixuan jatuh tak sadarkan diri, ia takut gadis itu jatuh koma dan tak bangun lagi. Membuatnya berjanji untuk memperlakukan Xiu Qixuan dengan baik. Walaupun sekarang gadis itu baik-baik saja tetapi semua hal dapat terjadi, bukan? Mungkin saja Jishēng Jí belum bekerja ditubuh gadis itu.
"Xuan'er, aku takut dirimu—" Lanjut Sima Junke terjeda.
"Apa yang kau takutkan? Kau menyumpahiku mati, ya?" Ucap Xiu Qixuan dengan santai tak terpengaruh sedikitpun.
•••••••••••••••••
寄生棘
Jìshēng jí
Duri Parasit
*Hanya karangan author saja. jgn lupa hadiah dan vote, terimakasih**💖*