Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Reinkarnasi Jenderal & Cincin Raja Yama



"Sima Xiahou adalah reinkarnasi dari Jenderal Maozi kekasihmu, kan?" Tanya Xiu Qixuan dengan tenang.


Nalarnya terlalu cepat bekerja karena membaca banyak cerita fiksi seperti ini. Apalagi cincin itu memiliki detail yang sama dengan penjelasan bibi Sima Daiyu pada mereka.


"Ya, aku lebih menyukai dia sebagai Xiahou yang polos dan tidak memiliki kekuatan." Jawabnya dengan tersenyum senang.


"Dimana cincin milik Raja Yama itu sekarang? Kekuatan seperti apa yang berada di dalam cincin itu? Apa yang terjadi padamu saat malam Xiahou meniduri Shi Peiyu?" Tanya Xiu Qixuan dengan beruntun tidak memedulikan kisah cinta tersebut.


Secara garis besar Xiu Qixuan sudah mengerti, bahwa kekuatan Sima Xiahou sebagai reinkarnasi jenderal iblis menjadi muncul dan tidak terkendali ketika cincin hitam berhias merah tersebut menghilang ataupun jauh dari tubuhnya.


Dewi agung Yinxi menundukan wajah dengan sedih, dia menangis lagi. "Para badebah sialan itu yang membuatku berakhir seperti ini," Gumamnya dengan kebencian.


"Cincin tersebut adalah wadah bagi serpihan jiwa Raja Yama dan terdapat juga setetes darah berkekuatan murni miliknya disana." Jelasnya


"Xiahou memberi cincin itu padaku tetapi saat—," Terjeda Dewi agung Yinxi.


'Duaarr...' Suara ledakan didepan kuil emas menimbulkan getaran hingga kedalam.


Tubuh Xiu Qixuan limbung nyaris terjatuh, "Apa yang terjadi?" Tanyanya menatap Dewi agung Yinxi yang masih melayang tegak.


"Aura Iblis yang sangat kuat, dia datang." Gumam Dewi agung Yinxi dengan sendu, pancaran kerinduan dan kasih sayang dikedua bola matanya itu tidak dapat disembunyikan.


"Siapa? Tidak mungkin Xiahou, pria itu sudah mati!!" Teriak Xiu Qixuan memberitahu dengan cemas karena getaran didalam kuil emas semakin keras.


"Aku tahu, memang bukanlah Xiahou." Jawab Dewi agung Yinxi dengan memandang kearah pintu emas yang menjulang tinggi.


'Brakk..brakkk..' Didepan sana beberapa orang mencoba merusak pintu kuil emas untuk memaksa masuk. Mereka seperti berusaha menghalangi agar Xiu Qixuan tidak mendapatkan jawaban dari segala pertanyaan yang begitu penting.


Dengan jantung berdegup kencang Xiu Qixuan memegang erat kedua tangan Sima Junke dan Xiao Bao yang masih mematung, gadis itu berusaha untuk tetap melindungi mereka sekuat tenaga.


"Kau cepatlah lakukan sesuatu!!" Ucap Xiu Qixuan dengan keras kepada Dewi agung Yinxi yang masih tertegun.


"Aku tidak bisa..." Balas Dewi agung Yinxi dengan tenang.


Xiu Qixuan menggeram kesal tetapi sebelum gadis itu mengeluarkan ocehannya, Dewi agung Yinxi kembali melanjutkan perkataannya.


"Kekuatanku tidak mampu karena aku sudah mati, ini hanyalah bagian dari sisa roh yang kutinggalkan. Sesudah berbicara denganmu aku akan musnah sepenuhnya." Jelas Dewi agung Yinxi dengan lugas.


'Duaaarrr... Brakk...' Ledakan bola api hitam yang sangat besar menghantam kuil emas.


Tubuh Xiu Qixuan limbung dan terjatuh. "Uhukk..uhuk..." Kepulan asap masuk kedalam paru-paru dan menghalangi pernapasan juga penglihatan, derakan keras dari bangunan yang runtuh berjatuhan. Guncangan sekeras ini dapat membuat seseorang menderita luka bakar atau menganga lebar.


Dari balik kepulan asap itu beberapa orang berjubah berjalan masuk karena pintu emas sudah runtuh.


Xiu Qixuan masih menggenggam jari-jari milik Sima Junke maupun Xiao Bao, tidak akan dia biarkan mereka terpisah dan mati konyol disini.


Perlahan jari-jari kokoh milik Sima Junke bergerak dan balas menggenggam erat jari-jari lentik miliknya, "Xuan'er..." Panggil Sima Junke dengan suara rendah. Pria itu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, tetapi dia mengetahui dengan jelas bahwa saat ini adalah situasi bahaya yang mengancam jiwa.


"Jiejie..." Panggil Xiao Bao dengan bergetar.


Xiu Qixuan menghela napas lega karena mereka sudah tersadar semuanya akan lebih mudah, gadis cantik itu menarik mereka untuk segera beranjak berdiri.


Dewi agung Yinxi masih melayang terbang diudara dengan kedua sayap putihnya yang mengepak, "Gadis kecil, cepatlah bawa mereka pergi." Ucapnya memerintahkan dengan tegas, kemudian mengibaskan lengan emasnya dan muncullah cahaya menyilaukan membentuk sebuah lubang seperti portal.


Xiu Qixuan tidak bertanya banyak, dia dengan cepat menarik Sima Junke dan Xiao Bao untuk bergegas pergi. Kekuatan iblis seperti ini cukup untuk membuatnya tahu diri dan segera kabur.


'Splash...' Mereka memasuk kedalam portal yang segera menutup. Pantulan cahaya yang menyilaukan membuat ketiga orang itu menutup kedua mata mereka.


Suara pria asing tetapi juga familiar ikut terdengar samar, "Heh, cepat juga hilangnya."


Tubuh mereka perlahan mendarat kembali diatas tanah berpasir, cahaya yang menyilaukan perlahan ikut menghilang dan dengan cepat kedua mata mereka kembali terbuka lebar.


Xiu Qixuan mengedarkan pandangan, tempat ini tidak terlihat asing. Gadis itu mengepalkan tangan dengan geram, pantas saja tidak asing karena tempat ini adalah gerbang masuk Sekte Xitian.


"Dewi agung apanya? Hanya dapat memindahkan kita dengan jarak sedekat ini," Gerutunya tidak bersyukur.


Tetap saja harus menggunakan tenaga sendiri untuk mengendarai kuda. Bukankah begitu?


"Xuan'er, ayo!!" Ucap Sima Junke menyadarkan gadis itu agar segera naik keatas pelana kuda.


Xiu Qixuan menggangguk dan dengan cepat melangkah, gadis itu tidak menyadari bahwa sejak tadi dirinya menggenggam kulit binatang berukuran kecil yang didalamnya terdapat guratan tulisan petunjuk yang diberikan khusus oleh Dewi agung Yinxi.


"Jiejie... barangmu terjatuh," Ucap Xiao Bao melihat Xiu Qixuan menjatuhkannya.


Xiu Qixuan mengerutkan kening bingung dan menunduk mengambil kulit binatang itu.


"Disana!!" Teriakan keras dari seorang pria berjubah hitam itu kepada rekan-rekannya.


"Sial," Rutuk Xiu Qixuan dengan cepat mengantongi kulit binatang itu dan meloncat naik keatas pelana.


'Ngikkk...' Suara kuda meringkik ketika tali kekangnya ditarik dan menyusul suara derap langkah kaki kuda yang berlari kencang.


Angin berhembus kencang meniup rambut hitam yang menggulung indah. Xiu Qixuan dan Sima Junke mengendarai kuda dengan kecepatan tinggi.


Para orang berjubah yang mengejar mereka itu memiliki kelihaian yang tiada banding, lihat saja saat mereka masih dapat mengejar menggunakan ilmu peringan tubuh seperti melayang terbang dibalik pepohonan.


'Woosshh...' Panah melesat cepat kearah kaki kuda yang dikendarai oleh Xiu Qixuan, 'Jleb...Ngikkk...' Kuda itu terjatuh sedangkan tubuh Xiu Qixuan memutar dan melayang bak gerakan atraksi seorang penari. 'Brukk.' Gadis itu tidak terjatuh, kedua kakinya menapak diatas tanah mendarat dengan sempurna.


"Lumayan," Gumamnya memuji diri sendiri.


Kuda milik Sima Junke bergegas menghampirinya. "Xuan'er... tidak terluka, kan?" Tanya Sima Junke dengan khawatir turun dari atas pelana kuda.


"Tidak," Jawab Xiu Qixuan dengan singkat.


Gadis cantik itu mengedarkan pandangan dan melihat para orang berjubah sudah membentuk formasi pengepungan.


"Kalian ini apa?" Tanya Xiu Qixuan ketika melihat dalam urat nadi para orang berjubah itu mengalir sebuah gumpalan hitam misterius yang sangat kuat. Mungkin inilah yang sebelumnya disebut Aura Iblis oleh Dewi agung Yinxi.


••••••••••••••


Aura Surgawi : Milik Abadi (Dewa&Dewi)


Aura Iblis : Milik Bangsa Iblis


Aura Kehidupan : Diberikan mahluk abadi kepada Manusia yang terpilih


Aura Iblis memiliki beberapa tingkat kemurnian dan ajaran, yang paling murni dan tinggi dimiliki oleh Raja Yama untuk dapat dibagikan kepada para manusia yang hatinya hitam dan jahat.


Manusia adalah penengah yang memiliki dua sisi, mereka dapat menerima berkat para abadi ataupun ajaran iblis.


udh ada yang bisa nebak blum nih?