Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Membakar atau Melompat?



Kawanan burung camar mengepakkan sayap mereka di cakrawala langit biru. Semerbak aroma bunga musim panas yang mempesona tertiup oleh semilir angin dan terasa di indra penciuman.


Pilar merah koridor istana sekilas terlihat lenggang. Di samping bunga yang bermekaran, sesosok wanita muda mengenakan jubah brokat merah yang di jahit oleh presisi yang cermat itu berdiri. Seekor anak phoenix bertakhta-kan emas bersarang di rambut hitamnya yang tergulung rapih. Dalam penampilan formal ini, dia terlihat anggun dengan menarik simpul bijaksana di wajah cantiknya.


"Kamu datang..." Mendengar derakan langkah seseorang, dia segera menoleh dan tersenyum lembut menyaksikan sosok merah muda bergerak mendekatinya.



"Xuan'er memberi salam pada Yang Mulia Puteri Mahkota. Maaf atas keterlambatan saya." Menarik postur seperti busur, gadis merah muda ini memberi hormat yang khusyuk di depannya.


"Ini benar-benar penghormatan yang sia-sia, tolong berdiri!" Dengan cepat Sang Puteri Mahkota menghampiri dan menarik siku lengan untuk membantunya menegakkan tubuh.


"Terima Kasih, Yang Mulia!" Xiu Qixuan berdiri tegak, menampilkan ekspresi wajah gelap yang serius. Dia dalam suasana hati yang buruk sejak pagi.


Melihat dia berekspresi seperti itu, senyum di wajah Puteri Mahkota sedikit menyusut keruh, dia berbicara untuk menghiburnya. "Hujan begitu lebat semalam. Aku jatuh tertidur, dan beruntung kamu tidak jadi datang. Itu tidak apa-apa sekarang. Aku memanggilmu kemari karena suatu hal yang lain...," Tatapan Puteri Mahkota sedikit menyipit tajam, dia memalingkan wajah dan menghembuskan napas perlahan. "Saat ini Kaisar bersama Permaisuri memanggil beberapa menteri berperingkat tinggi ke aula pengadilan untuk membahas pembaruan dalam jadwal kompetisi. Dan, kudengar para menteri akan ikut dalam menyaksikan penilaian permaisuri pangeran sore nanti." Jelasnya.


Puteri Mahkota kembali menoleh, dia memiringkan wajah dan melanjutkan berkata dengan nada kecut: "Kamu adalah gadis yang cerdas, pasti kamu mengerti maksud perkataanku, 'kan?"


Mendengar semua itu, pupil Xiu Qixuan menjadi sedikit dingin, udara yang sangat dingin seperti memancar dari matanya.


Mengangkat sedikit helai roknya, Xiu Qixuan segera membungkuk dan bibirnya yang sejak tadi bungkam perlahan berkata: "Yang Mulia sangat bijaksana, terima kasih sudah memperhatikan Xuan'er."


"Tidak perlu sungkan. Kamu adalah dermawanku. Hanya segini yang bisa kuberikan sekarang, dan itu tidak setimpal dengan hadiah yang kamu berikan padaku." mata Puteri Mahkota menyembunyikan kelembutan dan rasa terimakasih yang tidak ada habisnya kala bibir merahnya menarik kurva yang teduh pada sosok gadis mungil di depannya.


Memang cara seseorang berdiri bisa menyamarkan jati dirinya. Tapi, Puteri Mahkota punya mata dan hati. Dia bisa melihat dan merasakan kekuatan besar yang sebenarnya gadis ini sembunyikan.


"Nona Besar Xiu!" Panggilnya dengan menatap lekat pada Xiu Qixuan.


"Ya, Yang Mulia?" Xiu Qixuan berdiri tegak, kali ini dia mendongak dengan wajah yang sedikit melembut pada Puteri Mahkota.


"Karena situasi di luar dugaan akan terus muncul seperti sekarang. Aku harap kamu lebih berhati-hati." Dia tulus mengingatkan dengan nada suaranya yang mentah namun menyimpan banyak kekhawatiran.


Di bawah langit musim panas yang biru, sosok gadis merah muda ini berkilau seperti bunga segar. Kuncup merah tebal di wajahnya menarik sedikit kurva penuh pancaran percaya diri, dia menatap lurus kedepan tanpa ragu untuk berkata: "Anda bisa tenang. Saya hidup hanya untuk melakukan sesuatu yang memberi banyak keuntungan bukan kerugian."



Mendengar serangkaian kalimat itu, Puteri Mahkota tidak bisa membantu tapi mengagumi ketajaman Xiu Qixuan yang selalu begitu waspada. Perkataan gadis itu seperti memintanya untuk tidak perlu khawatir jika dia akan memberikan dampak buruk. Padahal Puteri Mahkota memang benar-benar tulus mengkhawatirkannya.


Pada saat ini, suara bel berdetak kencang terdengar di seluruh penjuru istana. Mungkin Kaisar Shen Zhenning telah menurunkan pemberitahuan tentang informasi akhir pemilihan permaisuri pangeran yang di perbarui olehnya.


"Yang Mulia...," Bibir Xiu Qixuan bergerak untuk memanggil. "Saya mengerti, mengancam orang juga butuh kemampuan. Namun, segera gunakan hadiah yang saya berikan dengan benar. Tidak perlu takut, orang-orang saya akan menjaga nyawa anda dan pangeran kecil." Dia berkata dengan gema yang sedikit dingin. Membuat Puteri Mahkota sejenak tertegun, ketika mendengar putranya disebutkan.


Puteri Mahkota balas mengangguk. "Ya, aku mengerti." Ujarnya.


"Kalau begitu saya pamit lebih dulu. Mohon maafkan kelancangan ini." Membungkuk seperti busur dan mengambil langkah mundur, Xiu Qixuan segera berbalik meninggalkan Sang Phoenix masa depan.


Dalam detail ini, ekspresi wajah Xiu Qixuan acuh tak acuh menyembunyikan ketidaksenangan pikiran dalam benaknya.


Semalam harusnya dia bertemu dengan Puteri Mahkota untuk membahas beberapa hal. Namun, dia malah berakhir terjebak di Istana Dingin terlalu lama karena hujan deras.


Dan jika saja Kaisar tidak ikut terlibat dalam pemilihan idiot ini, seharusnya Xiu Qixuan sudah bisa membebaskan diri dari jeratan para induk ayam di harem istana yang menginginkan kekuasaan itu.


Satu hal yang pasti, Xiu Qixuan dengan sengaja menarik Puteri Mahkota dekat ke sisinya untuk mempertahankan dan membuat kokoh kedudukan wanita itu di harem istana. Dia akan memanfaatkan semua yang bisa dia manfaatkan.


Hadiah yang dia berikan pada Puteri Mahkota Rui adalah sebuah bukti transaksi illegal yang di lakukan Keluarga Gao, keluarga inti yang menyokong kekuasan Permaisuri dan Pangeran Mahkota hingga kini. Dia berniat menekan sedikit wewenang Permaisuri dan Pangeran Mahkota di bawah kaki seorang Rui Minglan.


Semua ini sepertinya tidak terlalu sia-sia untuk membuat Puteri Mahkota menjadi orangnya. Terlihat dari pembicaraan mereka tadi saat wanita itu memberi informasi detail mengenai apa yang dilakukan Kaisar dan Permaisuri.


Sore hari ini, Taman Kekaisaran dan Danau Belakang di buat semeriah mungkin untuk penilaian terakhir. Dan, beberapa menteri berperingkat tinggi sengaja diundang. Itu berarti bahwa para kandidat harus menampilkan sesuatu yang lebih baik dari biasanya karena jika tidak, itu akan mempermalukan wajah keluarga dan nama baik mereka di pergaulan kelas atas.


Entah mengapa ini seperti Kaisar dan Permaisuri sengaja melakukannya untuk membuat Xiu Qixuan mau tidak mau harus melakukan yang terbaik dalam penilaian demi menjaga Keluarga Xiu.


Empat hari kemarin, penilaian dilakukan secara lebih tertutup. Dan, berita tentang para kandidat selalu di bagi menjadi berbagai macam opini yang sengaja di buat-buat. Dan, berita tentang Xiu Qixuan adalah selalu baik, itu karena pujian yang selalu diberikan Permaisuri, Wei Guifei dan Shang Shufei.


Jika sekarang dia menunjukan kualitas yang buruk, berarti secara tidak langsung dia bisa menjatuhkan nilai ketiga wanita tertinggi di harem istana tersebut. Tapi itu jelas di ikuti dengan besarnya pengorbanan yang harus dia berikan karena hal itu bisa menyebabkan Keluarga Xiu hancur akan cacian bukan kebanggaan dari kontribusi ayahnya yang menjaga perbatasan lagi.


Dan jika dia menunjukan kualitas yang baik, tentu dia jelas akan langsung terpilih dan menikah dengan salah satu pangeran, 'kan.


Ini seperti mereka menyuruh Xiu Qixuan agar memilih sendiri untuk membakar diri di bara api yang bergejolak atau melompat ke lautan penuh hiu.


••••••••••••••••••••••••


A/N: Rumahku msh rame sama sodara, susah kalo mau nulis kalo ngga tenang. jdi sing sabar menungguku, guys. Nnti crazy up, deh!


Kedepannya bakal makin greget sih, author akuin smpe greget sendiri sbnrnya.