Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Kebodohan Cinta



Dengan jantung berdegup kencang, Xiu Qixuan berbalik tenang dan mengeluarkan Pedang Xue Yue untuk bersiap bertarung.


Ditengah sana, Xiao Chun berdiri tegak dengan guratan ekspresi suram menatapnya.


Baru saja Xiu Qixuan ingin menghela napas lega karena hanya kehadiran seorang Xiao Chun, dia masih dapat menanganinya walaupun wanita itu memiliki kekuatan internal yang cukup besar.


Tetapi tiba-tiba para orang berpakaian murid dalam Sekte ikut mengepung mereka dan membentuk formasi bertarung yang aneh tetapi cukup familiar.


Xiao Chun, wanita muda itu memiliki aura iblis tetapi disembunyikan dengan baik, dia pintar dan ahli dalam mengkamuflase kekuatannya sendiri, membuat orang tidak menyadari bahwa dia adalah bagian dari komunitas berjubah yang saat itu mengejar Xiu Qixuan.


"Tidak ada yang boleh keluar dari sini." Itu adalah sebuah perintah mutlak darinya.


Setelah ucapan itu keluar beberapa orang bergegas menyerang mereka, Sima Junke dengan cekatan menebas dan memotong serangan, gerakannya tegas, dia memiliki beladiri yang bagus.


Sedangkan disisi lainnya, Xiu Qixuan menggunakan kekuatan spritual yang mengalir dari pedangnya untuk menangani orang-orang itu.


Xiao Chun berdiri mengamati, dia jelas sedang memikirkan sesuatu lain. Tidak bisa membunuh tetapi masih bisa melumpuhkan, gadis ini sudah lancang, jelas harus diberi pelajaran.


Matanya melirik kearah Sima Junke, pria itu adalah bentuk nyata kelemahan yang dimiliki seseorang. Menggunakannya juga adalah bentuk penebusan atas dendam, karena Xiao Chun mengetahui bahwa Ketua akan menghukumnya karena sudah lalai membiarkan orang luar memasuki wilayah terlarang mereka.


Cahaya menyilaukan dikegelapan mengguncang sudut mata Xiu Qixuan yang sedang bertarung.


Gawat. "A Jun, hati-hati!" Sambil berteriak Xiu Qixuan berlari memaparkan dirinya kepada cahaya itu.


'Woosh... Jleb...' Tentu saja saat pihak lain melihat Xiu Qixuan memaparkan diri dengan senang hati dia menembaki.



Xiao Chun mengeluarkan kutukan kegelapan dari aura iblis yang sengaja dilapisi oleh kekuatan spritual biasa untuk sebuah kamuflase.


Seringai tajam tercetak jelas diwajahnya, saat melihat Xiu Qixuan dengan sukarela melemparkan diri untuk menyelamatkan pria itu.


Dalam kesadaran yang minim Xiu Qixuan masih berusaha membuka matanya untuk melemparkan kode kepada Xiao Bao yang bersembunyi disudut bayangan.


Tubuhnya perlahan meluruh jatuh, sebelum akhirnya Sima Junke menangkapnya dengan satu gerakan lembut.


Xiu Qixuan ingin menertawakan dirinya sendiri, mengapa dia begitu bodoh, kapan itu dimulai saat posisi Sima Junke dalam pikirannya melampaui dirinya sendiri.


Rasa sakit dengan cepat menyebar keseluruh tubuh. Semua indranya perlahan meredup mati, bahkan dia tidak dapat merasakan suara Sima Junke yang memanggilnya, napasnya tersendat, merasa kelopak matanya sangat berat dan lelah, Xiu Qixuan tidak mempunyai pilihan selain menutup matanya.


Sima Junke terkejut, dia mendekap sangat erat saat tidak merasakan detak jantung dan hembusan napas dari tubuh gadis itu.


"Xuan'er." Bisikan lirih itu dengan airmata yang lolos diwajah tampannya.


"Jangan menakutiku, aku tidak tahan dengan penderitaan seperti ini." Sebuah jenis kesedihan dan keterikatan dikalimatnya.


Xiao Chun menyeringai senang, wanita muda itu melangkah dan berdiri tepat didepan mereka.


"Hah, sangat disayangkan bahwa gadis itu sudah mati." Ucapnya memprovokasi kesedihan.


Sima Junke seperti tidak mendengar dan terus mendekap tubuh Xiu Qixuan dengan linglung. Pria itu seperti menggila karena pukulan kesedihan yang diterima.


'Sring,' Sebuah mutiara berwarna putih dilapisi cahaya keemasan terlihat mengambang ditangannya.


"Mutiara Putih Laut Surgawi ini mungkin dapat membangunkannya," Gumam Xiao Chun dengan acuh tak acuh.


Sima Junke mengangkat wajahnya dengan cepat menatap wanita muda itu dengan tajam, "Apa yang kau inginkan?" Tanyanya.


Xiao Chun menyeringai senang, dia berjongkok untuk membelai wajah tampan itu, "Dirimu." Suara merdunya terdengar cukup menggairahkan.


•••••••••••••••


'Brukk,' Tubuh Xiao Chun terpelanting jatuh dengan kondisi lebam di sekujur tubuhnya.


"Bagaimana bisa begitu lalai?" Suaranya rendah dan terdengar acuh tak acuh, tetapi mengerikan bagi yang sudah mengenalnya.


Dalam Daratan Ca Li terdapat empat Sekte Besar dan masing-masing wilayah Sekte mempunyai udara spiritual yang tinggi, dan itu digunakan oleh mereka untuk membentuk pentagram malapetaka disetiap wilayahnya.


Mereka membangun pusat dari semua cabang diwilayah Sekte Xitian karena Gunung Kong merupakan penghubung antara langit surgawi atau neraka.



Pentagram malapetaka milik bangsa iblis dapat terbuka membentuk sebuah portal penghubung wilayah jika kekuatan murni yang sangat besar memutarnya. Saat ini pentagram itu belum terbentuk sepenuhnya dan hanya memperlihatkan guratan samar.


Xiao Chun merangkak untuk meraih kaki milik sosok berambut putih itu, "Hamba salah dan akan menebusnya untuk memuaskan Ketua."


'Bruk,' Sosok berambut putih itu menendangnya.


"Menjijikan," Sarkasnya.


"Heh, menggunakan Mutiara Putih Laut Surgawi, jelas kau ingin menyiksanya hingga kedasar tulang." Seringai sosok berambut putih itu dengan tajam.


Menggunakan Mutiara Putih Laut Surgawi kepada seseorang yang belum mati akan membuat orang itu menderita cacat fisik atau kelumpuhan dalam menggunakan kekuatan spiritual.


Jelas bahwa saat itu Xiu Qixuan tidak mati, walaupun napas gadis itu sempat terhenti tetapi tubuh yang menggandung aura kehidupan dapat menetralisir kekuatan iblis sendiri dan hanya memerlukan waktu.


Xiao Chun tidak menjawab atau mengelak, ketuanya tentu dapat melihat dengan jelas.


"Pergilah dan selesaikan," Ucap sosok berambut putih itu dengan malas melambaikan tangannya.


••••••••••••••


Pada hari keempat minggu terakhir musim gugur, bulu mata lentik itu mengerjap dan menampilkan sepasang mata jernih nan indah.


Xiu Qixuan terbangun dari tidur panjangnya, gadis itu terlihat mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan seseorang.


Tubuhnya lemah tidak dapat digerakan, dia merasakan napasnya memberat dan tidak ringan seperti biasanya, seperti terdapat sesuatu mengganjal dijantungnya.


Selama beberapa saat gadis itu berusaha memulihkan sistem geraknya, perlahan dia beranjak dan menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang.


Pandangannya penuh tanya, Ini adalah kamar dihalaman Sekte Tujilin, mengapa Sima Junke tidak membawanya pergi?


Dia melangkah keluar dengan tubuh terhuyung, berusaha keras mencari keberadaan Sima Junke. Bahkan dalam kondisi seperti ini dia masih mengkhawatirkan pria itu.


Tubuhnya mematung, saat melihat dua orang seperti sedang menyambutnya dengan berdiri beriringan.


"Oh, gadis ini sudah sadar. Cukup bagus untuk kita menanyakannya mengenai Kitab Seni Beladiri Xitian. Bukankah begitu, sayang?" Tanya Xiao Chun dengan intim memeluk lengan Sima Junke yang berdiri mematung disebelahnya.


"Ya," Jawab Sima Junke kaku.


Xiao Chun dengan masam membisikan sesuatu ditelinga Sima Junke yang membuat wajah pria itu berubah drastis menjadi lebih lembut.


"A Jun, apa yang dia lakukan padamu?" Tanya Xiu Qixuan dengan tenang. Kepercayaan yang begitu besar tidak akan runtuh begitu mudah.


"Xiu Qixuan, kau begitu bodoh. Jelas aku memperdayamu untuk mencintaiku, sejak aku mengetahui kekuatanmu diperistiwa kebakaraan itu." Ucap Sima Junke dengan seringai geli tanpa sirat keterpaksaan.


"Tidak mungkin," Suara skeptis dari mulut Xiu Qixuan, gadis itu tertawa kecil dan menggelengkan wajahnya.


"Pikirkanlah baik-baik, aku tidak pernah mempertanyakanmu karena—," Tercekat Sima Junke


"Dia mendekatimu karena untuk menelusuri keberadaan Kitab Seni Beladiri Xitian. Dan ternyata kau memilikinya, menjadikan kami sepasang kekasih ini tidak perlu berpura-pura lagi." Ucap Xiao Chun dengan tersenyum murah hati.


"Heh, j*lang sepertimu siapa yang akan mempercayainya?" Seringai Xiu Qixuan dengan menghina.


"Sayang..." Rengek Xiao Chun dengan manja.


"Betapa menjijikannya," Dengus Xiu Qixuan tajam.


"Jangan berucap seperti itu padanya!" Bentak Sima Junke dengan keras.


Xiu Qixuan tertegun menatapnya, dia perlahan melangkah maju untuk menangkup rahang kokoh itu.


"A Jun, bahkan jika kamu memiliki kesulitan harus memberitahuku." Lirihnya dengan menatap sendu wajah pria tampan itu.


"Tatap mataku dan jelaskan-lah, aku selalu mempercayaimu." Pernyataan itu membuat getaran dihati Sima Junke, sedangkan disudut lain Xiao Chun merenggut kesal.



Sima Junke tidak memiliki keberanian untuk menatap wajah cantik itu, dengan cepat tangannya terulur melepaskan jari-jari lentik Xiu Qixuan dari wajahnya.


"Enyahlah!" Sima Junke menghentak keras tubuh Xiu Qixuan.


'Brukk,' Tubuh Xiu Qixuan terjatuh karena kondisinya yang melemah.


Xiu Qixuan mengangkat pandangannya, dia tertawa miris karena tidak bisa menangis. Heh, betapa konyol ini, bukankah terlihat begitu menyedihkan seperti sedang mengemis cinta pada seseorang?


Dia, Xiu Qixuan, tidak akan pernah merendahkan diri seperti ini. Dengan kedua kaki yang gemetar hebat perlahan dia berusaha berdiri.


"Xue Yue!!" Ucap Xiu Qixuan dengan merentangkan tangannya keras. Tetapi tidak ada pergerakan sama sekali, dia tidak dapat merasakan aliran kekuatan dalam nadinya.


'Nging,' Suara berdegung didalam kepalanya membuat dia mencengkeram erat surai rambutnya. 'Bruk,' Tubuhnya jatuh berlutut dengan napas sesak dan dadanya terus memancarkan darah, kekuatan spritual yang tak terkendali menggerogoti hatinya.


Matanya berembun samar melihat Sima Junke yang masih berdiri kokoh dan tidak bereaksi peduli. Bahkan pria itu berbalik pergi meninggalkannya seorang diri dengan kesakitan dan ketidakberdayaan. Cara Sima Junke membuatnya kedinginan, hatinya tersentak pahit.


•••••••••••••