
Matahari belum keluar dari perpaduannya. Tetapi Nona Besar Xiu sudah memanggil pelayan dan pengawal pendampingnya untuk menghadap dirinya.
Xiu Qixuan duduk di bantalan tempat duduk dan menaruh sebuah buku diatas meja. Sejak beberapa jam lalu dirinya membaca buku seni beladiri yang diberikan kakak keduanya.
Beberapa hal dibuku tersebut dengan cepat dia pahami, hanya tinggal berlatih dan mempraktekannya saja. Walaupun sangat membosankan membacanya tetapi karena dia memiliki niat untuk belajar menjadikan Xiu Qixuan yang biasanya pemalas menjadi rajin.
"Ada apa, XuanXuan? Bukankah kau biasanya tidak ingin diganggu karena masih terlalu pagi?" Tanya Xiao Rou yang datang lebih dahulu daripada Xiao Taoli.
"Tidak apa, bantu aku bersiap." Perintah Xiu Qixuan beranjak berdiri.
Xiao Rou mengangguk mengerti tidak bertanya lagi, gadis pelayan itu menyiapkan semua kebutuhan untuk Xiu Qixuan.
"Dimana Xiao Taoli? Aku belum melihatnya sejak kemarin," Tanya Xiu Qixuan kepada Xiao Rou.
"Kemarin Xiao Taoli sudah kembali dan ingin melapor tetapi kau sudah tertidur, membuatnya mengurungkan niatnya untuk menemuimu." Jelas Xiao Rou
Xiu Qixuan mengangguk mengerti.
*****
Beberapa saat kemudian
Xiu Qixuan sudah rapih dengan pakaian latihannya, dia memakan sarapan bersama Xiao Rou, sudah menjadi kebiasaan mereka untuk makan bersama, tidak ada batasan untuk makanan!
'Tok.Tok.' Pintu terketuk dari depan.
Xiu Qixuan yang sedang menyuap makanan kemulut terhenti sejenak.
Xiao Rou beranjak membuka pintu dan terlihat Xiao Taoli memasuki ruangan dan duduk kemudian ikut mengambil makanan di meja kudapan tanpa menyapa Xiu Qixuan.
"Lihat kelakuanmu," Cibir Xiu Qixuan
"Aiyaa, Nona Besar Xiu sangat murah hati, dia pasti memaafkan saya yang lancang ini," Jawab Xiao Taoli dengan tetap fokus pada makanan dimeja kudapan.
'Tak'
Xiu Qixuan memukul kepala Xiao Taoli dengan sumpit di tangannya.
"Aduh," Ringis Xiao Taoli
"Jangan menggodaku," Ucap Xiu Qixuan
"Aku memanggilmu sejak tadi dan kau baru datang saat sarapan," Lanjut Xiu Qixuan mengungkit kekesalannya.
Gadis itu memang ingin menemui Xiao Taoli lebih awal untuk bertanya mengenai Sekte Xitian.
Xiao Taoli yang melihat majikannya menahan kekesalan karena dirinya, tersenyum canggung.
"Maafkan, semalam aku melihat arak bagus dijalan dan membelinya, menjadikanku telat bangun." Jelas Xiao Taoli meminta maaf tetap tidak ada ekspresi penyesalan diwajahnya, dan pria ini tetap saja menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
Xiu Qixuan tidak ingin berbasa-basi lagi, gadis itu mengambil buku Seni Beladiri Sekte Xitian dan memperlihatkannya kepada Xiao Taoli.
"Kau tahu apa ini?" Tanya Xiu Qixuan
Xiao Taoli hanya melirik tetapi tidak membaca judul diatas buku tersebut.
"Buku, memangnya apalagi?" Ucap Xiao Taoli dengan bodoh.
"Cckk, Xiao Taoli! Lihatlah lebih jelas," Decak Xiu Qixuan, dirinya sudah memanggil nama Xiao Taoli dengan jelas berarti gadis ini sudah tidak ingin bermain.
Saat melihat judul buku itu dengan jelas kedua bola mata Xiao Taoli membelak tidak percaya dengan gerak reflek mengambil buku itu dan melihat isinya.
"XuanXuan, Kau mendapatkan ini darimana?" Tanya Xiao Taoli dengan penasaran.
"Pemberian Tuan Muda Kedua," Jawab Xiao Rou yang sejak tadi diam melihat.
Xiao Rou dan Xiu Qixuan saling menatap penuh tanda tanya saat melihat ekspresi dan kelakuan antusias Xiao Taoli.
"Kau tahu Sekte Xitian?" Tanya Xiu Qixuan mengambil buku tersebut dari genggaman Xiao Taoli agar pengawal pendampingnya ini lebih fokus menjawab pertanyaannya.
"Tentu saja tahu, di daratan ini siapa yang tidak mengetahui Sekte kuat dan besar itu?" Ucap Xiao Taoli masih dengan binar antusias.
"Aku tidak tahu," Ucap Xiao Rou
"Maksudku siapa ahli beladiri dan sarjana yang tidak mengetahui mengenai Sekte Xitian," Lanjut Xiao Taoli memandang Xiao Rou dengan pandangan geli bermaksud menggoda gadis pelayan ini.
Xiao Rou mengerut kesal tetapi tetap diam saja.
Xiao Taoli menoleh menatap Xiu Qixuan dan berucap,
"Sekte Xitian adalah Sekte Terkuat dan Besar di Daratan Ca Li. Sekte itu sudah berdiri sejak seratus tahun lalu. Sekte itu tidak bergantung dengan kekaisaran dan membentuk kemudian menjalankan pengaturannya sendiri. Sejak awal para kaisar dari tiga kekaisaran sangat waspada dengan keberadaan Sekte Xitian dan menawarkan aliansi tetapi ditolak dengan sopan oleh Ketua Sekte."
"Walaupun Sekte ini besar tetapi sangat ketat dan memiliki sedikit murid dibanding Sekte Lain yang memiliki banyak murid. Murid Sekte Xitian memang sedikit tetapi memiliki kekuatan bela diri yang lebih kuat, bagus dan sangat khusus dibanding sekte lainnya." Lanjut Xiao Taoli
Xiu Qixuan dan Xiao Rou mendengarkan penjelasan Xiao Taoli dengan seksama.
"Menurutmu bagaimana Er'ge bisa mendapatkan buku beladiri ini?" Tanya Xiu Qixuan
"Aku tidak tahu, tetapi terdengar desas desus yang beredar bahwa Sekte Xitian musnah beberapa bulan yang lalu karena Tiga Sekte yang bergantung dengan tiga kekaisaran bersatu melawannya untuk mengambil buku seni beladiri milik Sekte Xitian. Konon katanya Seni Beladiri milik Sekte Xitian diturunkan kepada mereka oleh seorang dewi yang menerima hukuman langit dan turun ke daratan Ca Li." Ucap Xiao Taoli
"Aku cukup terkejut melihat kau mempunyai buku ini, saat memegangnya aku tahu itu asli dikarenakan tulisan dan gambar didalam buku itu tersembul keluar saat kau merabanya." Lanjut Xiao Taoli yang membuat Xiu Qixuan mendengar ucapannya langsung membuka buku tersebut dan merabanya--benar saja apa yang dikatakan Xiao Taoli tulisan dan gambar didalam buku itu tersembul keluar seperti dicetak khusus bukan di tulis.
"XuanXuan, kau mempelajari buku seni beladiri itu?" Tanya Xiao Taoli
Xiu Qixuan dengan cepat mengangguk.
"Satu hal lagi yang perlu kau tahu, kabar yang sangat penting baru-baru ini adalah Seni Beladiri Sekte Xitian tidak dapat dipelajari oleh sembarang orang. Karena rumor yang beredar Ketua Sekte Tujilin dari Kekaisaran Mo--mati saat berusaha mempelajari dan mempraktekan Buku Seni Beladiri Sekte Xitian yang dia dapatkan dari memusnahkan Sekte."
"Aku tidak tahu darimana Tuan Muda Kedua mendapatkan buku seni beladiri ini, Kau berhak menanyakan hal ini padanya, XuanXuan." Ucap Xiao Taoli mengambil minum dimeja kudapan sepertinya pria ini kehausan berbicara terlalu banyak.
"XuanXuan, tidak usah mempelajari buku ini." Ucap Xiao Rou memegang lengan Xiu Qixuan dengan cemas akan bagaimana kalau majikannya juga mati seperti apa yang dikatakan Xiao Taoli.
"Xiao Rou, apa yang kau cemaskan? Kau menyumpahiku mati seperti ketua sekte itu ya?" Ucap Xiu Qixuan dengan pandang menyelidik.
"Peiii..Peiii.." Ucap Xiao Rou berusaha membuang sial dari pikirannya dan ucapan sang Nona.
"XuanXuan, jangan berbicara sembarangan!" Ucap Xiao Rou menatap Xiu Qixuan dengan tatapan peringatan tetapi kentara gadis pelayan ini sedikit kesal.
Xiu Qixuan terkekeh.
"Tetapi benar apa yang dikatakan Xiao Rou. XuanXuan, Kau tidak perlu mempelajari buku itu. Keluarga Xiu juga memiliki Seni Beladiri khusus walaupun tidak diturunkan dari dewi yang mendapatkan hukuman langit tetapi cukup berguna dan kuat saat melawan musuh," Timpal Xiao Taoli menatap Xiu Qixuan untuk meyakinkan majikannya agar berubah pikiran.
"Tenanglah, Kalian harus tahu--aku ini bukan sembarang orang. Buku ini sudah ditanganku, berarti ini tidak hanya kebetulan tetapi sudah direncanakan oleh langit. Tentu saja aku harus menghargai usaha langit dengan cara mempelajarinya," Ucap Xiu Qixuan dengan yakin.
•••••••••••