Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Jantung Kecil Yang Pulih



Cahaya samar keemasan menyelimuti, Xiu Qixuan mulai merasa aliran tubuhnya terbakar dan perlahan otot-otot di dalam tubuhnya mengencang.


Gadis itu terduduk disisi ranjang dengan tangannya yang terulur menyentuh dahi Xia Zhishu. Dia mengeluarkan banyak sekali aura kehidupan untuk memperbaiki jantung sang Tuan Putri kecil.


'Uhukk..' Dalam keheningan dia berakhir terbatuk memuntahkan seteguk darah segar.


Xiao Leng segera bergegas menghampiri untuk membantu menyeka noda darah kemudian berucap, "Ketua... Jangan memaksakan dirimu!" Dia tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan sang majikan tetapi kondisi seperti ini dapat terlihat jelas bahwa akan sangat tidak baik jika terus dipaksakan.


Pandangan Xiu Qixuan terangkat kemudian ia meraih tangan Xiao Leng secara perlahan, "Gunakan jarummu untuk tahan aliran darahnya." Perintahnya.


Alis Xiao Leng terangkat tidak mengerti tetapi saat melihat cengkeraman erat yang meyakinkan itu membuatnya dengan cepat bergegas mematuhi.


Beberapa saat kemudian Xiao Leng selesai menanamkan tujuh jarum dititik akupuntur sang Tuan Putri, diapun melangkah mundur untuk memberikan ruang kepada sang majikannya.


Tangan Xiu Qixuan kembali terulur untuk menyentuh dahi mungil milik Xia Zhishu. Dari balik tudung yang dikenakannya wajah cantik itu berubah menjadi pucat, matanya tertutup oleh keringat yang mengucur dari dahinya seolah-olah dia mencoba untuk menekan sesuatu.


Hal itu berangsur-angsur menghabiskan waktu tiga batang dupa yang setara dengan limabelas menit yang diperlukannya.


Setelah menyelesaikannya Xiu Qixuan terdiam selama beberapa saat untuk memandangi wajah mungil milik Xia Zhishu dengan pandangan sayu yang teduh.


Kemudian dia beranjak untuk berdiri dan memberikan perintah lain kepada Xiao Leng, "Ambil jarummu kembali." Suaranya menjadi parau dan serak seperti sedang berusaha menahan sesuatu yang mengganjal ditenggorokannya.


"Baik," Jawab Xiao Leng dengan cepat menyelesaikan tugasnya.


Tubuh Xia Zhishu yang pucat perlahan berangsur memerah, napasnya yang pelan dan tersendat menjadi stabil yang berirama. Jari-jari mungil yang sebelumnya tidak bereaksi karena jatuh dalam kondisi kritis—perlahan bergerak menyesuaikan kondisi tubuhnya yang membaik.


Xiao Leng menatap itu dengan terperangah tak percaya, apakah Ketua Qi Qi sehebat itu? Jelas bahwa pemeriksaannya tidak pernah salah, balita cantik ini memiliki jantung yang berdenyut lemah dan abnormal. Mungkinkah ketuanya benar-benar dapat membalikan tangan dewa?


"Jangan diam saja, cepat panggil Yang Mulia kemari!" Perintah Xiu Qixuan dengan keras menyadarkan Xiao Leng dari dalam imajinasi liar.


Dengan sedikit tergagap Xiao Leng bergegas membuka kedua daun pintu yang terukir mewah itu, dia meminta kepada penjaga yang sedang bertugas untuk memberitahukan berita baik ini kepada Kaisar.


Kabar mengenai jantung Changning Gongzhu yang terobati dan kembali pulih tersebar cepat ke seluruh penjuru Istana Kekaisaran. Kebahagiaan menyelimuti beberapa diantaranya, tetapi banyak yang memilih untuk acuh tak acuh.


Pada saat ini, Xia Qian Che berjalan penuh emosi ketidaksabaran diraut wajahnya. Dia memasuki celah pintu dan mendekati ranjang mewah milik sang Tuan Putri. Bahkan kehadiran Xiu Qixuan dan Xiao Leng yang berdiri memberi hormat disudut ruangan menjadi tak terlihat oleh pandangan matanya.


Tiba-tiba alis halus milik Xia Zhishu mengerut kencang dan balita kecil itu terbatuk keras memuntahkan banyak darah kotor yang menghitam. Seketika hempasan ombak dan angin kencang kembali bergejolak di dalam hati Xia Qian Che, keagungan itu tak mampu menjaga ketenangannya.


Para pelayan segera bergegas menyiapkan baskom untuk menampung muntahan darah dan membantu membersihkan juga merawat kembali Changning Gongzhu.


Tatapan Xia Qian Che seperti ujung pedang yang perlahan diasah, berangsur-angsur berubah menjadi tajam menatap Xiu Qixuan yang masih berdiri tenang disudut ruangan, "Apa yang terjadi?! Mengapa Putriku memuntahkan banyak darah?! Seseorang cepat tangkap mereka!" Suaranya bergema penuh amarah.


Dalam kepanikan yang gegabah Xiao Leng berniat ingin mengeluarkan racun dari balik lengan bajunya untuk membawa sang majikan melarikan diri tetapi Xiu Qixuan mengetahui itu dan dengan cepat mencengkeram untuk menghentikan tindakan bawahannya.


"Tunggu..." Suara Xiu Qixuan mengalun dingin penuh tekanan mematikan yang membuat orang tanpa sadar mematuhinya. "Kaisar lihatlah!" Lanjutnya mengarahkan Xia Qian Che untuk menatap putrinya yang perlahan mengerjap sadar.


Xia Qian Che mematung ketika melihat kedua mata indah yang polos itu balas menatapnya sayu. Ya langit, putrinya sudah kembali pulih!


"Fuhuang..." Panggil Xia Zhishu dengan nada yang parau nan lemas.


"Shu'er," Xia Qian Che bergegas membawa sang putri kedalam pelukan hangatnya. Kaisar muda itu mengecup pucuk kepala putrinya dengan sayang. Pemandang hangat ini membuat keharuan yang menyesakkan sekaligus melegakan.


Dalam keselimutan rasa haru dan kebahagiaan yang sedang melanda Halaman Istana Cang Ting Yi. Disudut lain ruangan, Xiu Qixuan menggigit bibirnya dengan kuat untuk menahan ringisan kesakitan. Gadis itu merasakan seluruh tubuhnya terbakar seperti dimasukan kedalam tungku panas. Dia mengeluarkan hampir seperempat dari aura kehidupan membuatnya kelelahan dengan napasnya yang tersendat.



"Xiao Leng..." Panggil Xiu Qixuan dengan meraih tangan Xiao Leng untuk dijadikan penopang.


"Ke—, Nona kau tidak apa?" Tanya Xiao Leng dengan segera menyangga tubuh Xiu Qixuan ketika merasakan tangan sedingin es milik sang majikan mencengkeramnya erat.


"Sesuaikan." Itu adalah kata perintah yang begitu singkat tetapi Xiao Leng mengangguk mengerti.


"Mohon maaf atas kelancangan saya, Yang Mulia Kaisar." Suara Xiao Leng bergema memohon perhatian yang khusus. "Energi Nona Qi sudah terkuras habis, mohon Yang Mulia mengizinkan kami kembali untuk beristirahat." Lanjutnya penuh penekanan yang samar mengingatkan mereka pada jasa kebajikan yang sudah dilakukan oleh Xiu Qixuan.


Pandangan Xia Qian Che jatuh menatap sosok gadis yang berdiri tenang. Walaupun terlihat baik-baik saja, Xia Qian Che mengetahui bahwa napas gadis itu tersendat samar.


Seperti dedaunan kering yang tertiup angin musim gugur, kedua kaki gadis itu sudah tidak kokoh untuk berdiri tetapi masih kukuh memaksakan kehendak. Membuat orang lain yang mengetahuinya akan menjadi berhati lembut.


"Kasim Cui." Panggil Xia Qian Che kepada Kasim Senior yang ternyata bermarga Cui.


"Hadir, Yang Mulia." Kasim Cui bergegas kedepan untuk menunggu perintah.


"Persiapkan Halaman Istana Ting Xue untuk Nona Qi." Perintahnya.


Kemudian pandangan tajam itu kembali menatap Xiu Qixuan dan Xiao Leng, "Kedua Nona, hadiah akan dipersiapkan esok hari. Jika terdapat sesuatu yang kalian inginkan—segera beritahu Zhen akan mengabulkannya!" Suaranya penuh wibawa yang agung dan mulia. Begitu meyakinkan ketika senyum samar tercetak diraut wajah tampannya.


"Terimakasih, Yang Mulia Kaisar. Semoga hidup seribu tahun!" Ucap mereka serentak memberi penghormatan.


Dalam diam dari balik tudung penutup wajahnya, Xiu Qixuan menatap Xia Zhishu yang mengerjap digendongan sang ayah. Balita cantik itu memandanginya dengan polos, matanya bulat dan sejernih air dengan kilauan cahaya yang berkelip samar seperti bintang diatas langit.


*********


Kasim Cui membawa mereka kesudut lain Istana Kekaisaran. Mereka berjalan mengarah kesudut selatan Istana, para pelayan yang mengikuti membawa lentera sebagai penerang jalan.


Langkah Xiu Qixuan begitu teratih dengan keringat yang mengalir disekujur tubuhnya. Udara malam yang dingin menusuk tulang, semakin membuat tubuhnya mengilu nyeri.


Disisi lain, Xiao Leng yang begitu setia tidak mengeluh saat dijadikan penyangga beratnya. Xiu Qixuan tidak dapat menahan dengusan geram, mungkin beberapa orang terlahir tidak tahu berterimakasih, salah satunya adalah Xia Qian Che. Bagaimana bisa Kaisar Muda itu melupakan tandu untuk mengantarnya ke Halaman Istana Ting Xue?


•••••••••