Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Huanran yang Aneh



Qixuan yang sedang memakan makanannya tiba-tiba merasa angin dingin hinggap ditubuhnya sesaat, seperti ada orang yang menyumpah serapahi dirinya.


'Haih, angin apa barusan.' Gumamnya pelan dan melanjutkan makan dengan lahap.


Sesudah dirasa hari ini dia cukup menikmati hidupnya dengan menghabiskan banyak uang---yaitu salah satu keberuntungan menjadi Nona Besar dan hari ini dia juga bisa bebas pergi sendiri tanpa ada yang mengawasi atau menjaganya--- dia merasa seperti kembali lagi sebagai Alesha di Dunia Modern.


Qixuan bergegas pulang kekediaman dengan menyewa salah satu kereta kuda. Kusir kereta kuda tersebut bertanya tujuannya, Qixuan menjawab tujuan miliknya yaitu kediaman Xiu, Kusir tersebut tanpa banyak bertanya mengendari kereta kuda untuk mengantar Qixuan.


••••••••••••


Qixuan turun dengan hati-hati dari kereta kuda tersebut, pakaiannya cukup panjang dia takut terjatuh dan membuat malu dirinya sendiri, jadi dia mengkesampingkan sikap barbarnya terlebih dahulu, karena saat ini dia sudah tiba di gerbang samping kediaman.


Walaupun tidak seramai dan seketat gerbang utama tetapi gerbang ini masih lebih ramai oleh orang yang berlalu lalang daripada gerbang belakang.


Tadinya Qixuan ingin melewati gerbang belakang tetapi karena pakaiannya seperti ini, dia rasa tidak cukup pantas lagi lewat sana.


Dilihat dari bayangan matahari sepertinya waktu memasuki pukul empat sore, Ayah dan Kedua Kakak Lelakinya pasti belum pulang dari urusan pekerjaan mereka masing-masing yaitu Xiu Haocun dan Xiu Jierui mereka masih dibarak prajurit digerbang kota Ping'an. Dan Xiu Huanran pasti masih sibuk dengan urusan bisnis perdagangannya.


Jadi Qixuan masih dibilang aman melewati gerbang samping. Entah Xiao Taoli sudah pulang ke manor dan mencari nya atau tidak.


Qixuan memasuki kediaman dengan langkah teratur dan anggun, wajahnya tenang seperti tidak melakukan kesalahan apapun, para penjaga gerbang samping kediaman menunduk hormat dan memberi jalan, mereka tidak punya otoritas untuk bertanya.


Berjalan kearah Manor Xing dan memasuki Manor miliknya, suara tidak asing terdengar digendang telinga.


"Sudah Puas Bersenang-senangnya?" Tanya Xiu Huanran sakras, terlihat dia menyenderkan tubuhnya dibatang pohon bunga persik halaman depan Manor Xing.


Qixuan tersentak kaget sebentar. tetapi ekspresinya kembali normal.


Xiu Huanran tahu adiknya pergi kepusat kota karena dia menyuruh orangnya yang tersebar luas untuk mencari adik perempuannya, dan Qixuan tidak tahu kereta kuda yang disewa tadi olehnya adalah milik bisnis perdagangan Huanran dan bawahannya sebagai kusir tersebut.


"Kakak Lelaki Kedua, Kau mengagetkanku sampai mati." Ucap Qixuan memasang ekspresi kaget, mencoba tersenyum manis dan imut.


"Singkirkan ekspresimu itu. Jawab pertanyaanku sebelumnya." Tegas Xiu Huanran mengalihkan pandangannya--tidak tahan melihat ekspresi yang dimiliki adik perempuannya yang menggemaskan, dia tidak boleh luluh kali ini.


"Galak sekali! Tentu saja aku sudah puas bersenang-senang diluar. kalau belum puas aku tidak akan pulang!" Ucap Qixuan kesal karena usahanya sia-sia, sikap barbarnya pun keluar.


Melihat wajah kesal Qixuan yang seperti kucing galak, pipi bulat Qixuan yang mengembung karena kesal, Huanran hampir saja luluh dan melupakan ketegasannya.


Tetapi dia mengingatkan kembali, bahwa kejadian yang menimpa adiknya di Desa Kui cukup serius dan mengancam keselamatan, yang membuat kecemasan yang bercampur amarah kembali lagi.


"Berani kau berbicara seperti itu padaku?! Tidak Ingat apa yang terjadi di Desa Kui kepadamu?! Keterlibatanmu pada---" Geram Huanran marah tetapi dikalimat akhir dia memberhentikan ucapannya.


Qixuan tidak takut sama sekali malah dia penasaran kejadian apa yang dimaksud Huanran.


"Memang apa yang terjadi?" Tanya Qixuan Bingung.


"Sudahlah lupakan ucapanku tadi. Tidak usah kita bahas lagi masalah ini, Kau tidak mengingatnya itu cukup bagus." Ucap Huanran menghela napas mencoba meredakan kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan kepada adik perempuannya.


"Ingat, sekarang namamu hanya Qixuan tidak akan ada lagi yang memanggilmu Qiaofeng, dan kau tidak boleh memakai nama itu kembali! Aku akan mengumumkan namamu diluar sana, yaitu Nona Besar Keluarga Jenderal Besar Xiu, Xiu Qixuan." Lanjut Xiu Huanran tegas dan kemudian dia berlalu pergi keluar Manor tanpa mengucapkan apapun lagi.


'Bukannya, sedari awal aku disini memang begitu.' Gumam Qixuan menggaruk keningnya pelan.


••••••••••••••


Malam Hari


"XuanXuan, Apa yang terjadi? dan apa yang kau lakukan hari ini? Tuan Muda Kedua, memperketat pengawasannya padamu, diluar ada penjaga milik Tuan Muda Kedua yang membantu menjaga Manor." Ucap Xiao Taoli heboh saat kembali ke Manor Xing melihat ada perubahan.


Qixuan yang sedang duduk santai di ruangan miliknya sembari memakan cemilan dan membaca buku pengetahuan dasar, hanya menoleh sekilas melihat kehebohan Xiao Taoli, sekarang dia sudah terbiasa dengan tingkah laku Xiao Taoli membuatnya tidak terkejut lagi, Xiao Taoli pun begitu dia sudah terbiasa melihat kelakuan Qixuan yang cepat berubah seperti menjadi anggun dan barbar secara bersamaan.


"TaoTao, Minumlah Teh dulu. Lihat kau berkeringat, sepertinya tugas yang aku berikan membuatmu kelelahan." Ucap Qixuan tenang menuangkan teh ke cangkir.


Xiao Taoli menghampiri dan duduk didepan Qixuan, mengambil cangkir teh yang disodorkan Qixuan dan meminumnya.


"Bagaimana? Apakah kau menemukan guru yang cocok untukku?" Tanya Qixuan


"Tentu saja, sudah. Saat tadi aku langsung menemuinya atas perintah Jenderal Besar. Awalnya dia menolak kedatanganku tetapi saat aku menunjukan plakat nama miliki Nyonya Besar dia langsung berubah dengan cepat." Jelas Xiao Taoli sembari meletak cangkir teh meja.


"Memangnya apa hubungan orang yang akan menjadi guruku itu dengan Nyonya Besar?" Tanya Qixuan berusaha mengulik cerita tersebut.


"Menurut cerita yang ku dengar Tuan Ji Gui pernah ditolong oleh Nyonya Besar. Tetapi aku tidak tahu detailnya." Jelas Xiao Taoli


Qixuan mengangguk mengerti, mungkin kedepannya dia bisa bertanya langsung ke pada Tuan Ji Gui itu.


Tetapi terlintas hal lain dipikirannya.


"Berarti guruku itu sudah berumur sama seperti ayahku? karena kan dia mengenal ibuku bisa saja dia juga dulu saingan cinta ayahku. TaoTao kau tidak menuruti perintahku yang satu ini untuk mencari guru yang muda dan tampan." ucap Qixuan mencebikan bibir.


"XuanXuan, dari awal aku memang tidak ingin menuruti perintahmu yang satu itu." Ucap Xiao Taoli mengedikan bahu acuh.


"Tetapi, Tuan Ji Gui adalah orang yang direkomendasikan Jenderal Besar sendiri. Dia baru datang ke kota Ping'an dua tahun yang lalu dan langsung terkenal dikota ini, seorang sastrawan yang sangat berbakat dan mulia--- bahkan dia menolak tawaran kaisar untuk menjadi salah satu pejabat istana." Jelas Xiao Taoli.


"Tetapi tetap saja, aku merasa kurang bersemangat." Ucap Qixuan masih mengeluh.


"Aku sudah menjawab semua pertanyaanmu. Sekarang, jawab pertanyaanku sebelumnya. Apa yang terjadi hari ini? aku bertanya kepada penjaga lainnya tetapi mereka tidak menjawab apapun." Tanya Xiao Taoli mengubah topik pembicaraan.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kakak lelakiku yang satu itu. Tiba-tiba saja dia datang ke Manor saat aku tidak ada dan dengan tingkah laku nya yang aneh berbeda dari biasanya."Jelas Qixuan yang sebenarnya malas menjelaskan.


"Kau tidak ada di Manor?" Tanya Xiao Taoli memperjelas pendengarannya.


"Heeuhm. Aku tadi bersenang-senang dipusat kota seorang diri." Jawab Qixuan polos tidak berniat berbohong sedikitpun.


"Apa seorang diri?!! Tentu saja Tuan muda kedua melakukan ini, cukup bagus membantuku mengawasimu." Ucap Xiao Taoli merasa bersyukur dengan tindakan Huanran.


"TaoTao, kau ini pengawal pendampingku, harusnya kau membela-ku bukan kakak-ku, secara tidak langsung ini penindasan, karena mengekangku terlalu banyak." Kesal Qixuan dia tidak suka di awasi dan kebebasannya direnggut. Tetapi apa boleh buat, hari ini dia sudah cukup lelah berkeliling pusat kota, jadi dia tidak menghiraukan tindakan Huanran untuk sekarang ini.


••••••••••••