
"Hahaha..." Tawa nyaring seorang gadis terdengar keras di aula yang menjadi tempat berlangsung-nya perjamuan besar di daerah kekuasaan Suku Nanbao.
Semua orang terdiam menatap sang gadis dengan berbagai pandangan aneh.
"Humph, tidak tahan lagi." Gumam Xiu Qixuan dengan tubuh yang menggetar dan kedua tangan memegang perutnya berusaha menahan tawa.
Sima Junke yang berada disebelahnya menatap Xiu Qixuan dengan pandangan tajam. Sima Junke menyesal, gadis ini terlalu kacau untuk diajak kerjasama!
"Hei! Kau kenapa? Menertawakanku, ya? Lancang sekali!" Teriak Zhai XinXin dengan kesal.
Zhai XinXin ternyata memiliki sifat tak terkendali dan sedikit kekanakan. Harusnya gadis itu dapat menyerang Xiu Qixuan dengan susun kalimat yang dapat menjatuhkan—seperti perang umumnya wanita dikerajaan, tetapi mengapa kalimat yang dilontarkannya begitu polos dan naif!
Xiu Qixuan mendengar ucapan yang dilontarkan Zhai XinXin padanya, dengan cepat dirinya menghela napas panjang dan menegakan kembali tubuhnya untuk mendapatkan postur anggun dan beretika.
"Kau salah paham, Nona. Aku hanya terlalu begitu bahagia karena ucapan A Jun. Sampai kehilangan kendali diri akan perasaanku yang meluap. Lihat aku tertawa sampai mengeluarkan airmata bahagia!" Ucap Xiu Qixuan dengan tersenyum lebar dan menyeka sedikit airmata yang keluar dari sudut matanya karena tertawa terlalu keras.
'Gadis ini selalu mempunyai cara membalikan keadaan dan ucapan seseorang.' Gumam Sima Junke dalam hati
Sima Junke terus menatap Xiu Qixuan dengan pandangan dalam, berusaha menilai apa yang sebenarnya ada didalam pikiran gadis kecil yang berada di depannya ini.
Bagaimana bisa Sima Junke menemukan gadis yang terlalu kacau seperti Xiu Qixuan?! Gadis ini sangat terbuka mengutarkan isi hati dan pikirannya. Berani mengambil resiko dan tidak kenal takut.
Kemudian juga Xiu Qixuan terlalu jujur, sangat realistis bahwa dia membutuhkan status tinggi yang dapat memiliki hidup enak dan nyaman dimanapun dia berada.
Entah mengapa Sima Junke sangat yakin kalau Xiu Qixuan ditangkap oleh bandit liar dan dibawa ketempat asing, gadis ini juga tetap akan hidup nyaman—asal tetap bernapas gadis ini tetap menikmati hidupnya!
"Cucu menantu, kau sangat istimewa. Membuat suasana hati kami menjadi baik saat mendengar tawamu." Ucap Sima Hong dengan senyum lebar membuat Xiu Qixuan menoleh dan balas tersenyum bangga.
"Aku belum meresmikannya, bagaimana bisa kau dengan mudah menggunakan panggilan tersebut?" Sentak Nyonya tua Aisin Fei kepada sang suami.
"Kau juga akan segera meresmikannya dengan diiringi pidato anehmu itu," Jawab Sima Hong dengan santai dan acuh.
Aisin Fei menatap Sima Junke dan Xiu Qixuan secara bergantian. Kemudian Nyonya tua itu berucap, "Penawaranmu sungguh menarik, aku menyetujuinya. Tetapi, aku ingin bertanya satu hal lain. Bagaimana jika dimasa depan sesuatu buruk terjadi dan pertunanganmu dengan cucuku menjadi batal? Apakah kau akan menarik kembali perjanjian perdagangannya?"
Sima Junke dengan cepat mengalihkan pandangan menunggu jawaban Xiu Qixuan.
Xiu Qixuan tersenyum menatap Aisin Fei didepan sana, 'Nenek tua ini, berusaha mencobaiku lagi dengan pertanyaannya, tidak lelahkah?'
Aisin Fei sedang mencobai Xiu Qixuan dengan pertanyaan yang sebenarnya cukup menjebak. Nenek tua itu menunggu jawaban Xiu Qixuan dengan penasaran.
Kalau gadis cantik dari tanah Shen ini menjawab dengan lugas dan tanpa beban mengenai pembatalan pertunangan yang bisa saja terjadi, bukankah itu berarti hubungan Sima Junke dan Xiu Qixuan hanya berpura-pura—mereka sudah merencanakan pertunangan ini dan kemudian membatalkannya. Jadi mereka berdua tahu bahwa pertunangan akan batal dikemudian hari.
Sedangkan, kalau Xiu Qixuan menjawab dengan optimis— bahwa tidak mungkin terjadi pembatalan pertunangan, gadis ini harus memegang ucapannya dan akan selamanya terikat dengan Suku Nanbao kemudian dengan mudah dijadikan alat oleh Aisin Fei.
Nenek tua itu sangat tidak sabar menunggu jawaban Xiu Qixuan.
"Nyonya tua, Apa maksudmu? Kau terlihat sangat pesimis dengan hubungan kami." Ucap Xiu Qixuan dengan memasang ekspresi sendu.
"Aku tidak akan menarik kembali ucapanku mengenai perdagangan besar karena ini menyangkut khalayak ramai seperti rakyat Nanbao." Lanjut Xiu Qixuan dengan bersungguh-sungguh.
Kedua telapak tangan Aisin Fei mengepal kesal. Gadis ini sungguh tidak mudah dan terlalu cerdas!
Mengenai pertunangannya dengan Sima Junke. Xiu Qixuan dengan sengaja menjawab menggunakan kalimat pertanyaan untuk balik bertanya dan juga menuduh Aisin Fei yang secara tidak langsung menginginkan pertunangan cucunya batal.
Kalau dikemudian hari terjadi pembatalan pertunangan, semua orang akan menyoroti Aisin Fei, bukan dirinya ataupun Sima Junke. Sangat cerdas!
Dan untuk masalah perdagangan, Xiu Qixuan dengan lugas menjawab bahwa tidak akan menarik kembali ucapannya, itu membuat petinggi dan pejabat Suku Nanbao yang hadir diperjamuan ini menjadi semakin yakin untuk melakukan perdagangan.
Apalagi keyakinan dan kepercayaan diri para petinggi dan pejabat itu meningkat drastis dikarenakan kalau Xiu Qixuan tetap berada disamping Sima Junke sebagai tunangan sah—Xiu Huanran sebagai sang kakak yang baik tidak akan bertindak gegabah ataupun melakukan penipuan karena harus memastikan keadaan sang adik perempuannya didalam Suku Nanbao.
Beberapa saat ruangan itu hening karena semua orang tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
Xiu Qixuan menolehkan wajah untuk menatap Sima Junke yang sejak tadi memandangnya dengan ekspresi rumit. Kemudian gadis itu berbisik pelan "Jangan menatapku seperti itu, kau tenanglah sedikit."
"Baiklah, aku menyetujui-nya. Esok saat matahari terbit datanglah ketempatku untuk membicarakan perdagangan ini," Ucap Aisin Fei dengan keras terdengar seperti memerintah seorang bawahan tetapi nenek tua ini cukup berwibawa juga.
"Apa yang dilakukan nenekmu?" Tanya Xiu Qixuan berbisik pelan kepada Sima Junke yang hanya diam memperhatikan sang nenek.
"Memerintah pelayan untuk menyiapkan ritual upacara peresmian pertunangan," Jawab Sima Junke dengan singkat dan santai.
"Apa?! Haruskah kita melaksanakan upacara-nya? Kau tentu saja tahu bahwa kita ini hanya berpura-pura," Ucap Xiu Qixuan dengan pelan tetapi gadis itu terlihat sangat gelisah karena dirinya tidak mengetahui kalau di Suku Nanbao peresmian pertunangan juga melakukan ritual upacara adat setempat. Seperti pernikahan saja!
"Apa yang akan terjadi setelah kita melakukan ritual upacara itu?" Tanya Xiu Qixuan sekali lagi berbisik pelan.
"Tentu saja terikat secara resmi dan sah sebagai sepasang kekasih yang diberkati langit. Kau akan terikat bersamaku," Jawab Sima Junke dengan santai menjelaskan.
Jantung Xiu Qixuan berdetak kencang, ini tidak seperti yang diharapkan dan sangat diluar perkiraannya. Dirinya mengira hanya diadakan pidato pengumuman pertunangan saja, bukan menjalani ritual upacara adat pertunangan yang seperti menikah ini!
"Apa yang terjadi jika pertunangan kita batal setelah menyelesaikan ritual upacaranya?" Tanya Xiu Qixuan dengan cemas.
"Reputasimu menjadi buruk dan tidak ada lagi pria yang ingin melamarmu untuk dijadikan istri. Sedangkan untukku tidak akan terlalu berdampak besar karena aku adalah seorang pria yang dapat memiliki wanita lain." Jawab Sima Junke dengan mengedikan bahu acuh.
"Kau—!" Ucap Xiu Qixuan tersendat menahan kesal.
Memang tidak mengapa, sebenarnya itulah yang Xiu Qixuan inginkan—tidak akan ada lelaki yang melamarnya ke Kediaman Xiu dan mengusik ketenangannya.
Tetapi, bagaimana cara menghadapi murka sang ayah dan kedua kakak lelakinya kalau mereka tahu dirinya melakukan ritual upacara pertunangan tanpa sepengetahuan mereka.
Kalau hanya pengumuman status hubungan seharusnya tidak mengapa masih dapat ditoleri, tetapi melakukan ritual upacara pertunangan sepertinya sangat keterlaluan.
Sima Junke yang tidak memberitahunya membuat Xiu Qixuan merasa ditipu dan dibodohi. Pria ini tidak punya otak dan sangat egois!
Xiu Qixuan mengepalkan kedua telapak tangannya dengan erat, sangat kesal dan merasa terkhianati kemudian dirinya menatap Sima Junke dengan tajam tetapi kedua bola mata gadis itu berkaca-kaca menahan agar airmata kekesalan tidak keluar.
Tidak bisa, perasaan kesal sangat membuncah di dadanya membuat sesak.
Sima Junke menolehkan wajah untuk menatap Xiu Qixuan. Pria itu sedikit terkejut melihat wajah Xiu Qixuan yang memerah marah dan kedua bola mata indah itu sedikit berair.
'Tess' Satu tetes airmata lolos dan mengalir dipipi bulat Xiu Qixuan.
'Apakah aku sangat keterlaluan dan menyakiti perasaannya,' Gumam Sima Junke dalam hati dengan bingung dan merasa bersalah.
"Sangat egois," Rutuk Xiu Qixuan pelan kemudian gadis itu menundukan wajahnya untuk mengusap airmata yang mengalir.
'Takk. Krekk.' Bunyi benturan dan tulang yang berbunyi pelan.
Xiu Qixuan menggunakan kekuatan kakinya untuk menginjak salah satu kaki Sima Junke.
Sima Junke merasakan sakit yang lumayan dibagian kaki kanannya sampai tulangnya berbunyi. Tenaga dan kekuatan Xiu Qixuan tidak boleh dipandang remeh olehnya.
'Argghss,' Ringis Sima Junke dengan sangat pelan dan kemudian mengatupkan bibirnya kembali, pria itu berusaha menahan sakit di kaki kanannya yang mungkin saja sudah terdapat luka dalam yang mengeluarkan warna biru.
"Rasakan itu, berani sekali menindasku dengan cara menipu dan membodohi." Bisik Xiu Qixuan dengan pelan kepada Sima Junke.
"Kau harus tahu, aku juga bisa mendapatkan pria lain walaupun setelah semua ini reputasiku menjadi buruk. Semua wanita cantik bisa menjadi milikmu, begitupun juga dengan semua pria tampan bisa menjadi milikku. Pria memiliki harem yang berisi wanita begitupun juga wanita yang seharusnya memiliki harem yang berisi pria. Itulah menurutku sangat pentingnya kesetaraan gender disini!" Lanjut Xiu Qixuan dengan sangat membara seperti sedang kampanye agar dipilih oleh rakyat.
'Takk.' Sima Junke memukul kening Xiu Qixuan dengan pelan.
"Otakmu sudah rusak," Balas Sima Junke dengan sarkas.
Tidak tahukah mereka, sejak tadi Zhai XinXin memperhatikan perdebatan mereka yang terkesan sangat intim dilihat orang luar. Apalagi semenjak gadis itu tahu upacara resmi pertunangan yang seharusnya miliknya karena gadis itulah yang mempersiapkan barang keperluan ritual bersama Nyonta tau Aisin Fei.
"Nyonya tua, Zhai XinXin merasa keberatan." Ucap Zhai XinXin dengan keras mengalihkan perhatian semua orang. Gadis itu sejenak terlupakan oleh tamu perjamuan karena interaksi Nyonya tua dan Xiu Qixuan yang lebih menarik.
Xiu Qixuan juga ikut menolehkan wajah menatap Zhai XinXin dan kemudian dirinya tersenyum senang seperti mendapatkan lotre berhadiah besar. Sepertinya hanya dapat mengandalkan Zhai XinXin jika ingin membatalkan atau menunda ritual upacara peresmian pertunangan.
'Aiyaa, semangatlah Nona Zhai! Xuan'er bergantung padamu untuk membatalkan ritual ini.' gumam Xiu Qixuan dalam hati.
•••••••••••