Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Langkah Sang Penguasa Utara



Rombongan pemain akrobat berbaris memenuhi pusat aula bagian tengah yang merupakan tempat untuk melakukan pertunjukan. Mereka beranggotakan pria dan wanita dengan masing-masing membawa beberapa peralatan unik yang aneh sesuai bidang keahlian untuk melakukan atraksi.


Para tamu dari kalangan bangsawan tidak tahan untuk berbisik-bisik dengan memasang raut wajah bermacam-macam jenis, diantara sebagiannya adalah remaja muda yang terlihat antusias karena penasaran, tetapi, sebagiannya lagi adalah panatua kolot yang menunjukan arogansi ketidak-puasan karena atraksi akrobat biasanya disaksikan oleh rakyat jelata dipinggir jalan kota.


Ning Xiaoyin dari Keluarga Ning, entah apa yang berada dalam pikiran gadis itu. Cara seperti ini untuk menaikkan reputasi? Sebenarnya akan sangat bagus jika berjalan lancar.


"Mungkin diawal kalian merasa tidak nyaman, tetapi, percayalah saya menyiapkan ini dengan sepenuh hati." Suara Ning Xiaoyin terdengar lugas penuh pesona yang berwibawa. Ia terlihat cemerlang dengan berdiri disamping Kaisar.


Kerumunan yang berbisik menghentikan suara mereka untuk melihat Ning Xiaoyin dengan tatapan kagum juga iri.


Xiu Qixuan tersenyum tipis ketika mendengar suara seorang menteri peringkat satu yang terduduk disebelah tempatnya berada. "Benar-benar kandidat permaisuri yang berharga."


"Ya, sungguh berharga." Gumam Xiu Qixuan dengan menyembunyikan seringai masam dibalik cawan arak yang sedang dia sesap perlahan.


Ia melirik dengan intens mengamati sejoli yang berada diatas podium tinggi.


Sebenarnya Xiu Qixuan tidak mengetahui dengan jelas tentang siasat seperti apa yang dipakai oleh Xia Qian Che. Pria itu tidak mudah ditebak, begitu lihai menyembunyikan bentuk isi pikiran dan perasaan.


Tetapi, sejauh ini yang dapat dipastikan adalah Ning Xiaoyin terlalu malang karena menjadi pion utama dalam segala rencana sang penguasa utara.


'Ah..' Seluruh otot tubuh Xiu Qixuan menegang, arak buah dalam cawan yang bergetar tumpah menodai telapak tangan. Gadis itu tersentak ketika tanpa sengaja matanya bertubrukan dengan sepasang mata sehitam langit malam milik Xia Qian Che yang sekilas menatapnya.


Tatapan itu, tatapan liar dan kejam seorang penguasa yang tak akan pernah menunjukan belas kasih.


"Nona, berhati-hatilah." Xiao Leng bergegas dengan sigap berlutut meraih lengan sang majikan untuk menyeka noda manis arak yang masih menetes dengan teliti memakai sapu tangan.


"Nona, apakah Anda ingin keruang ganti untuk menukar pakaian?" Seorang pelayan istana yang memang bertugas melayaninya memberikan saran umum.


"Tidak, pakaianku tidak ternoda terlalu banyak. Terimakasih." Jawab Xiu Qixuan dengan tersenyum lembut.


Pelayan istana mengangguk, ia mundur kembali tiga langkah kebelakang untuk berdiri tegak disudut sana.


Sesudah membersihkan tangan sang majikan, Xiao Leng memasang pandangan penuh tanya isyarat.


"Jika terjadi sesuatu, menghindarlah, jangan terlibat." Bisiknya pelan yang ambigu. Karena ia juga tidak mengerti, sesuatu terasa mengganjal.


"Ya." Jawab Xiao Leng patuh.


Pertunjukan akrobat berlangsung dengan meriah, mempesona para penonton. Api memantik besar keluar dari dalam mulut setelah obor ditiup oleh pemain akrobat seperti sihir menakjubkan. Salah satu wanita tercantik dalam anggota akrobat itu menunjukan atraksi melayang-layang seperti menari diatas bulan dengan tirai kain berwarna-warni yang diikat tinggi pada tiang aula.


Beberapa pemain menunjukan kebolehan mereka, mengeluarkan banyak trik sulap yang cukup ekstrem. Pemusik memainkan lagu yang membuncah semangat untuk menyesuaikan seluruh pertunjukan.


Atraksi dan lagu segera berakhir, Xia Qian Che tersenyum dan berkata, "Penampilan yang sangat bagus. Nona Ning berjasa." Pujinya.


"Yang Mulia, sungkan." Balas Ning Xiaoyin bersemu merah menunduk untuk menyembunyikan wajah.


Para tamu bertepuk tangan dengan sorakan riang, berbisik-bisik membicarakan tontonan yang menakjubkan. Popularitas Ning Xiaoyin meningkat pesat seiring ia menjadi pusat perhatian karena keahliannya dalam menemukan suatu bakat baru.


Sebelumnya, bangsawan kolot akan berpikir akrobat adalah tontonan vulgar dan tak menarik. Tetapi, pandangan mereka lebih terbuka sekarang.


"Pemuda yang memimpin atraksi tampil dengan sangat baik, biarkan dia datang, zhen ingin memberikan hadiah." Suara Xia Qian Che memerintah dengan tersenyum hangat memandang kearah salah satu pemuda bertubuh kurus dengan rambut pendek dan berkulit coklat.


Kasim segera memanggil pemuda tersebut untuk datang menghadap Kaisar, ia berjalan mendekat keluar dari dalam barisan rombongan.


Xia Qian Che malambaikan tangan membentuk isyarat agar pelayan bergegas maju untuk memberikan pemuda itu sebuah kotak kayu kecil yang didalamnya berisi batu giok merah.


Tiba-tiba pemuda tersebut mengangkat wajah dan berkata dengan keras, "Kaisar Xia, hamba memiliki sesuatu untuk dilakukan!"


Wajah tampan Xia Qian Che tertegun, perlahan berubah menjadi suram.


Disisi lainnya, Ning Xiaoyin tersentak kaget dan balas berteriak, "Lancang!". Kemudian ia menoleh memasang wajah khawatir, "Yang Mulia—," Terjeda.


"Ada apa?" Tanya Xia Qian Che dengan datar yang tenang kearah pemuda tersebut.


Pemuda itu beranjak dengan cepat berdiri, tangan kanannya yang disembunyikan dibalik lengan baju keluar, membuat suara menderu tajam. Dia memegang belati dalam cahaya dingin. Belati menghunus kearah Xia Qian Che bagai kilat petir.


"Kaisar kejam yang tidak memedulikan rakyat perbatasan. Desa Hou kami mati di dalam negera yang besar ini!" Suara teriakan pemuda tersebut membuat anggota pemain akrobat yang lainnya bereaksi dengan mengeluarkan senjata rahasia mereka masing-masing.


Alat unik dan aneh yang mereka bawa untuk melakukan atraksi berubah menjadi belati ataupun pedang pendek. Tongkat obor menjadi tombak bermata runcing.


Pengawal disebelah Kaisar berteriak dengan cepat bereaksi memotong serangan. Pemuda tersebut mengeluarkan raungan keras ketika organ dalamnya terhunus pedang panjang. Tetapi, ia mengambil keuntungan untuk terus bergerak maju mendekati Xia Qian Che yang memasang raut wajah datar.


Pada saat yang sama dengan tindakan pemuda tersebut, anggota pembunuh lainnya bergegas mendekat kearah podium Kaisar untuk membantu, sementara sisanya memandang pintu aula dengan gugup, bersiap untuk memblokir penyelamatan penjaga agar memberikan waktu kepada rekannya.


Para tamu sudah dalam kekacauan. Semua pintu aula istana ditahan oleh anggota dari rombongan akrobat yang ternyata merupakan pembunuh. Di sudut manapun dalam kekacauan dengan pekikan dan teriakan. Satu demi satu merangkak dan menangis.


Tidak semua ahli bela diri, kebanyakan dari para menteri adalah sarjana terpelajar yang hanya memegang buku, sedangkan para nyonya dan nona hanya berbakat dalam menghibur suami ataupun memikat pria.


Keterkejutan tidak dapat disembunyikan dalam mata Xiu Qixuan. Gadis itu menolehkan wajah untuk menatap Xia Qian Che yang masih terduduk tenang.


"Nona merunduk!!" Pekikan Xiao Leng terdengar untuk menyadarkannya.


'Brakk..' Gerak reflek Xiu Qixuan cukup bagus untuk segera meloncat menghindari serangan pukulan kayu.


"Gila, dia benar-benar ngga waras." Rutuk Xiu Qixuan dengan menggertakan giginya penuh emosi.


"Ayo, Nona!!" Xiao Leng menarik tangan sang majikan untuk membawanya kesisi timur aula istana, mereka sebisa mungkin menghindari pembunuh agar tidak jatuh kedalam pertempuran dan perlawanan.


Xiao Leng selalu terampil dalam menjalankan tugas, ia memimpin jalan dengan menggenggam erat tangan sang majikan. Disisi lainnya, Xiu Qixuan terus-menerus menolehkan wajah kebelakang untuk memandangi Xia Qian Che yang masih di kerumuni oleh pembunuh diatas podium.


Xia Qian Che merasakan sepasang mata menatapnya dari kejauhan, ia melirik sekilas kearah bayangan gadis yang sedang berjalan dalam kegelapan dengan berhati-hati untuk menghindari penyerangan.


Dalam rasa samar cahaya lentera redup, mata mereka bertemu untuk beberapa saat.


Tiba-tiba, 'Kya...' Teriakan Ning Xiaoyin berdengung keras.


Ibu Suri sudah diamankan lebih dulu untuk bersembunyi bersama pelayan pendampingnya. Tersisa Ning Xiaoyin yang berada diatas podium bersama Xia Qian Che dan beberapa penjaga tersisa untuk membereskan pembunuh.


Ning Xiaoyin hampir menangis, dia meredam tangisannya untuk berkata: "Yang Mulia, tolong saya!" Wajahnya sekilas seperti gambar buah persik yang merebak ditengah hujan. Membuat orang kebingungan oleh keindahan.


"Nona bangsawan jahat yang tidak tahu malu!" Seorang pembunuh menendang dengan kekuatan membabi buta dan mengayunkan pedang untuk membelah tubuh Ning Xiaoyin menjadi dua.


'Prang..' Cawan arak dilemparkan dengan ketajaman yang akurat memotong serangan pembunuh. Pedang pendek terjatuh dari genggaman oleh kerasnya benturan. Itu adalah Xia Qian Che yang memberi pertolongan.


Dengan peralahan semilir angin musim dingin membimbing sang penguasa utara itu untuk beranjak, tekanan udara berat mengitari sekitarnya. Ia segera bergegas maju kedalam pertarungan yang menginginkan nyawanya.


Seluruh aula jatuh dalam ketegangan yang berantakan. Para tuan yang memiliki keahlian bela diri terjerat oleh pembunuh. Mempertahankan nyawa dan melindungi orang terdekat mereka. Beberapa korban berjatuhan dengan luka akibat tikaman benda tajam.


Xiu Qixuan menyaksikan pemandangan menyedihkan dengan hati masam yang perlahan tenggelam dingin.


Sebenarnya kenapa? Apa yang berada dipikiran Xia Qian Che? Mengapa ia mengarahkan pedang untuk membuat alibi? Tidakkah ada cara lain yang sesuai moral hukum?


Xia Qian Che, Anda ini apa? Penguasa kejam yang tanpa ragu mengambil langkah mematikan.


Sungguh mengerikan. Sangat menyeramkan. Begitu menakutkan.


••••••••••••••••••


ada apa nih? tegang bgt kayanya gabisa santuy ya sih xuan.


Sabar gais, aku lama up nya ya. tpi bulan ini pasti ada crazy up, tungguin aja yaa. authornya jg lgi nabung nulisnya nih. luv💖