Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Tidak Boleh Mengejutkan Ular



Seorang gadis cantik termenung seorang diri di dalam sebuah ruangan besar, pikirannya sedang berusaha mengaitkan satu dengan yang lain, karena ia mengetahui semua hal tidak sesederhana itu.


Sima Hong dan Shi Peiyu, ayah dan ibunda Sima Junke—mereka bertemu di Sekte Xitian saat Sima Hong berkelana. Tetapi, apakah mungkin sebenarnya hubungan mereka bukanlah sepasang kekasih yang merencanakan pernikahan?


Dan juga Nyonya Tua menjadi begitu obsesi akan kekuasan semenjak Sima Hong meninggal. Dipastikan kematian Sima Hong tidak sesederhana itu. Terlalu rumit!


Sebelumnya Sima Junke juga sudah menjelaskan dalang dari bencana kebakaran yang ingin membunuhnya.


Zhai XinXin memang begitu bodoh dan naif, tidak dipungkiri dia begitu meluap-luap untuk membalas dendam. Tetapi, ia hanya seorang anak dari petinggi, bagaimana mungkin ia memiliki kuasa untuk memperintahkan organisasi gelap di wilayah Nanbao? Kecuali ada seseorang yang memberi jalan dan mengizinkannya untuk melaksanakan rencana pembunuhan semalam.


Menurut informasi yang beredar, masuk kedalam dan dapat berkomunikasi langsung dengan organisasi tersebut sangat sulit. Pikiran Xiu Qixuan begitu penuh akan semua informasi yang dia terima.


'Tuk.Tuk.' Suara ketukan dari jari-jari lentiknya yang terus mengetuk diatas meja.


Saat ini hanya Xiu Qixuan yang berada didalam ruangan pribadi milik Sima Junke. Pria itu sedang keluar untuk memperintahkan orangnya membawa semua barang kebutuhan untuk Xiu Qixuan kemudian akan ditempatkan didalam bangunan besar miliknya ini.


Xiu Qixuan kalah dalam perdebatan dengan pria itu, ia tidak ingin tinggal bersama dalam satu bangunan. Tetapi, Sima Junke berucap kalau Xiu Qixuan tidak memiliki kendali untuk memilih tempat tinggal didalam Nanbao. Menjadikannya harus tetap tinggal sementara dibangunan milik Sima Junke sampai tempat tinggal sebelumnya diperbaiki.


Pria itu entah apa yang direncanakannya, Xiu Qixuan tetap akan memasang kewaspadaan didepannya.


Suara kekehan tawa terdengar dari arah pintu yang terbuka. Sima Junke memasuki ruangan dengan tawa gelinya.


Mengernyitkan kening tidak suka. Xiu Qixuan berucap, "Ada apa denganmu? Tertawa begitu jelek." Dengusnya


Sima Junke menggelengkan pelan untuk menjawab tetapi kedua bola mata pria itu masih memandang geli.


"A Jun, menurutmu siapa pemilik organisasi gelap dari ketiga penjahat wanita semalam?" Tanya Xiu Qixuan dengan serius.


Sima Junke menyurutkan senyum dan ikut memasang wajah serius menghampiri Xiu Qixuan.


"Kenapa kau tiba-tiba bertanya hal ini?" Ucap Sima Junke balik bertanya.


"Zhai XinXin begitu bodoh dan polos, walaupun dia memendam kekesalan terhadapku, ia tidak akan mampu memiliki cara untuk membunuhku." Jelas Xiu Qixuan perkataannya itu sudah cukup menjelaskan bahwa Zhai XinXin hanya dijadikan tameng penutup sekaligus kambing hitam jika rencana membunuh gagal.


"Organisasi itu sangat terkenal beberapa tahun belakangan ini di wilayah Nanbao. Tetapi, begitu sulit untuk menemukan pemilik dibelakang organisasi tersebut." Jawab Sima Junke


Xiu Qixuan termenung sejenak sebelum akhirnya mengangguk mengerti. Dan berucap, "Beberapa diantara mereka tersembunyi didalam wilayahmu, dapat dipastikan juga mereka berdiam diri diseluruh wilayah tempat tinggal anggota keluarga besar kepala suku. Kau mengerti maksudku, bukan?" dengan menaikan sudut alisnya.


Begitu mudah untuk menyimpulkan ucapan Xiu Qixuan, hanya seseorang yang memiliki kekuasan atau menjabat dipemerintahan Nanbao yang dapat mudah keluar dan masuk wilayah tempat tinggal anggota keluarga Kepala Suku.


Sima Junke terdiam sejenak dan tersenyum lembut, ia malah beranjak untuk mengelus pucuk kepala Xiu Qixuan. Dan berucap, "Jangan terlalu banyak berpikir, itu akan memberatkanmu. Aku akan mencari tahu dan membereskannya, baik?"


Xiu Qixuan mendongak kemudian menatap tidak suka kearah Sima Junke dan mendengus kesal, "Tidak bisa, itu urusanku. Mereka sudah mengganggu ketenanganku."


"Lalu apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Sima Junke


"Kita tidak boleh mengejutkan ular, hanya perlu memakan umpan untuk menariknya keluar." Jawab Xiu Qixuan dengan ekspresi licik yang keluar dari wajahnya.


"Mungkin saat ini mereka sudah mengetahui bahwa aku baik-baik saja. Kenapa kita tidak memberi sedikit pelajaran kepada Zhai XinXin? Agar dalang sebenarnya mempercayai bahwa kita tidak berpikiran jauh mengenai organisasinya." Lanjut Xiu Qixuan dengan yakin.


Sima Junke tersenyum dan menggelengkan wajahnya pelan. Xiu Qixuan tetaplah Xiu Qixuan yang tidak akan hanya diam dan mudah tertindas. Dia akan membalas berkali lipas orang yang mengganggu ketenangannya, mungkin saja organisasi itu akan jungkir balik dibawah kemurkaan seorang Xiu Qixuan.


"Kau ingin bagaimana menangani Zhai XinXin?" Tanya Sima Junke dengan lembut. Ia akan berusaha sebanyak mungkin membantu gadis ini.


"Atur pertemuan kami esok hari," Jawab Xiu Qixuan tersenyum misterius.


"Baiklah, sesuai permintaanmu." Balas Sima Junke


"Aku harus mengurus hal lain terlebih dahulu. Istirahatlah, jangan banyak bergerak." Lanjut Sima Junke.


'Cupp,' mengecup pucuk kepala Xiu Qixuan kemudian berbalik melangkah pergi.


Xiu Qixuan memandang kepergian pria itu dengan pandangan bergetar, tangan gadis itu mengepal erat—dia berusaha menghalau semua perasaan yang tidak boleh ia rasakan, hatinya mulai menghangat dengan tindakan Sima Junke.


Gadis itu sebenarnya ingin bertanya mengenai kematian Sima Hong yang membuat perubahan besar terjadi kepada sang Nyonya Tua, tetapi dirinya tidak boleh terkesan terlalu terlibat karena dirinya hanya orang luar yang tidak sengaja masuk kedalam Nanbao, tergesa-gesa hanya akan mengacaukan semuanya.


Tiba-tiba kedua bola mata Xiu Qixuan terbelak ketika mengingat sesuatu hal yang melintas dikepalanya.


"Loncengku," Ucapnya keras kemudian mengangkat sedikit rok pakaian yang menjuntai panjang, berlari dengan menyeret salah satu kakinya yang terluka.


Xiu Qixuan baru teringat lonceng yang diberikan oleh Xiu Huanran. Sebisa mungkin, ia harus tetap terhubung dengan kakak keduanya itu. Bagaimana kalau lonceng itu ikut terbakar?


Berlari dengan teratih menyeret kakinya yang terluka, tidak memperdulikan lagi lukanya ini karena dapat disembuhkan saat nanti energinya sudah pulih.


Keluar dari bangunan tempat tinggal Sima Junke, menghampiri sisa bangunan yang hangus terbakar dengan banyak pelayan yang sedang bekerja membereskan sedikit kekacauan itu.


Xiu Qixuan melangkah menghampiri tengah bangunan untuk mencari kotak kayu kecil tempat dia menyimpan lonceng tersebut.


Para pelayan tersentak melihat seorang gadis berlari teratih dan mengganggu pekerjaan mereka. Lebih terkejut saat melihat Nona Xiu yang begitu disayangi Tuan Muda mereka, berlutut mengais mencari sesuatu diantara runtuhan bangunan yang hangus terlahap api.


"Nona, Apa yang sedang kau cari? Biarkan kami membantumu," Tanya seorang pelayan wanita paruh baya menghampiri Xiu Qixuan.


Diantara semua pelayan yang hadir disini, ia adalah yang ditetuakan, tentu saja dia berani bertanya karena tidak ingin terkena dampratan amarah sang tuan, Tuan Muda -nya begitu protektif dengan keadaan gadis didepannya ini.


Pelayan wanita paruh baya itu mengingat semalam, ketika dirinya bertugas membantu dukun membalut luka sang nona. Tuan Muda -nya begitu mengawasinya agar tidak menyakiti gadis ini dan mengoceh penuh peringatan.


"Ya, tolong kau bantu aku mencari kotak kayu kecil berisi lonceng berbentuk bulat." Ucap Xiu Qixuan dengan tidak sedikitpun menolehkan wajah dan dengan tangan yang tetap mengais untuk mencari.


"Nona, kau dapat menunggu kami menemukannya dengan duduk disana untuk mengawasi." Ucap pelayan wanita paruh baya itu dengan penuh pengertian.


Xiu Qixuan mengangkat tangannya untuk menyuruh pelayan itu diam, dia sedang terfokus untuk mengingat letak pasti kotak kayu yang menyimpan loncengnya.


"Nona—," Terjeda pelayan wanita paruh baya itu.


"Diam! Aiyaa, ternyata disana—," Ucap Xiu Qixuan melihat kotak kecil yang hangus terbakar dengan sedikit tak berbentuk.


Merangkak untuk mengambil kotak kecil tersebut, membersihkan dengan kedua tangannya dan saat ingin membukanya, suara seseorang mengintrupsi dengan memanggil namanya.


"Qixuan!"


••••••••••••••


...ATTENTION!...


Bnyk yang bertanya jodoh Xuan, jdi gini gais istilahnya. Pemeran utama diseluruhan cerita berkisah tentang Xuan , sajakan?


untuk pasangan Xuan dicerita ini, author ingin buat seperti didalam kenyataan hidup saja, jodoh bukan cmn siapa orng yg akan menikahmu. Temenmu, sahabatmu, rekan kerja dan bahkan mantan pacarmu itu bagian dari jodoh di kehidupan ini yang dipertemukan oleh takdir.


Bahkan seseorang yang sudah menikah dapat bercerai, terus menikah lagi dan saling mencintai. Diantara kedua orang yang dinikahi, siapa jodohnya? Tentu saja kedua2nya jodoh, cuman dengan yang pertama ikatannya sebagai jodoh terputus.


Dan untuk yang masih single sama kaya diriku ini, kalian pasti juga gatau siapa dan dimana jodoh kalian, bukan? Xuan -pun begitu.


Seperti kenyataan hidup. kamu gaakan menyangka, saat dirimu sudah lelah menunggu dan cape main-main, mungkin lagi sedang bahagia dengan dirimu sendiri, tiba-tiba seseorang datang kehidupmu dan lebih tidak menyangka ternyata ia juga pemeran utama dalam kisah cerita hidupmu.


So tau bgt ya padahal author-nya aja msh sendiri, tapi mungkin beberapa diantara readersku ini sudah menemukan soulmate-nya dan menikah, kalau author salah dapat benarkan dikoment yaa.


FYI, author buat cerita ini karena bosen, dlu author sebagai pembaca dengan mudah menebak siapa pasangan fl.


Tungguin aja kalau penasaran dan doain kelancaraan menulis karena keinginan author untuk cerita ini adalah membuat seorang karakter yang bebas dalam memilih, bahkan ia dapat memilih dirinya sendiri ataupun second lead, tak begitu terikat dengan sang pemeran utama pria saja.


Stay safe& healty


Luv dariku💖