
"Jangan turunkan dagu dan pandangan anda, Nona." Min Boming berseru memberikan intruksi yang sudah kesekian kali dia lontarkan. "Mohon bertahanlah sebentar, saya akan menyelesaikannya lebih cepat." Wajah keriputnya semakin berkerut serius dengan keringat yang mengalir, ia terfokus pada kanvas lukisan.
Benak Xiu Qixuan menggerutu tanpa henti, kedua kakinya sudah terasa kebas berdiri selama hampir dua jam. Dia ingin bergerak dan mengubah posisi tetapi Min Boming terus mengoceh.
Jika tahu begini—Xiu Qixuan tidak akan memilih taman untuk dijadikan latar pengambilan gambarnya dalam lukisan. Karena udara di akhir pertengahan musim semi sudah terasa panas, matahari menyorot terang.
Kedua matanya melirik tajam pada Xiao Rou yang bersantai di bawah atap pavilun yang sejuk, huh betapa irinya.
Melihat wajah sang majikan yang memerah cemberut, Xiao Rou balas terkikik kecil.
Tiba-tiba, terdengar sebuah seruan yang sudah Xiu Qixuan tunggu sampai rasanya ingin mati.
"Ini selesai dengan sempurna!!" Min Boming berkata seorang diri dengan matanya yang berbinar-binar menatap hasil kerja kerasnya.
Bagai kembali menghirup udara segera setelah sekian lama terasa tercekik. Xiu Qixuan menghela napas kasar kemudian memutar dan merenggangkan tubuhnya tanpa peduli etiket apapun lagi.
Tidak ada Yao Yunmei atau Kepala Penggurus Rumah Tangga disini. Jadi tidak mengapa untuk melupakan etiketnya sejenak.
"Sungguh menakjubkan. Anda menjadi terlihat lebih seperti nona bangsawan sungguhan yang berbudi luhur dan mulia di bandingkan aslinya, Nona." Xiao Rou menengok hasil lukisan dan kemudian ikut berseru memberi pujian di iringi sedikit ejekan yang samar.
Min Boming mengatupkan bibirnya dengan ceria menanggapi; "Nona Besar Xiu, sudah berkerja keras. Saya yakin jika Para Pangeran yang melihat, mereka akan langsung jatuh kedalam pesona kecantikan anda." Entah dia benar-benar memuji atau sedang berusaha menjilatnya dengan kata-kata baik.
Xiu Qixuan mendengus tertahan dan segera mendekat untuk melihat gambar lukisannya.
Lanskap kehijauan menjadi latar belakang lukisan yang menunjukan pesona kesegaran dan keindahan milik seorang gadis cantik. Matanya yang berair cerah sedikit terkulai, menimbulkan kesan halus dan lembut yang menarik perhatian. Bibir merahnya yang sengaja ditarik datar itu tidak tersenyum, menambahkan ketajaman miliknya yang dingin.
Xiu Qixuan mengerjap samar-samar sedikit terkejut, dia mengakui bahwa ini adalah hasil pekerjaan yang indah. Tapi jika terlalu menonjol—itu tidak akan berakhir baik untuknya.
"Saya akan menyimpannya untuk kemudian segera di kirimkan ke Istana." Min Boming melambaikan tangan memberi perintah pada asistennya untuk segera membereskan peralatan dan kanvas lukisan.
Kemudian setelah beberapa saat Min Boming kembali membungkuk rendah untuk memberi hormat. "Kalau begitu saya pamit, Nona. Semoga hari anda menyenangkan."
Wajah datar Xiu Qixuan terlihat serius memandangi punggung Min Boming yang sudah menjauh berjalan keluar taman.
"Xiao Rou..." Dia memanggil perlahan.
"Ya, Nona. Apa perintah anda?" Xiao Rou dengan cepat menanggapi, dia bertanya namun di hatinya dia sudah paham.
Xiu Qixuan dengan tenang berkata; "Cari tahu kapan lukisan itu dikirimkan." Dia kemudian tersenyum lebar sampai kedua matanya menyipit seolah-olah sedang membicarakan sesuatu yang menyenangkan. "Aku merasa tidak nyaman karena ada yang kurang di beberapa bagian. Jadi, bukankah lebih baik untuk menambahkan sedikit cat dan tinta? Biarkan Xiao Taoli yang mengerjakan bagian itu untukku."
Xiao Rou merasa menggigil melihat senyuman tersirat yang menyeramkan itu; "Saya mengerti." Dia menjawab dengan lugas.
Pada saat mereka melangkah untuk kembali menuju Manor Xing. Di depan mereka sebuah gangguan datang. Xiu Yue bersama pelayan pendampingnya berjalan mendekat dengan tenang tersenyum yang entah mengapa tersamar sebuah ejekan.
"Yue'er menyapa Biaojie." Xiu Yue dengan sengaja hanya menekuk lebih sedikit pinggangnya untuk memberi hormat. Dia tidak benar-benar membungkuk-kan tubuh sesuai etiket.
Xiu Qixuan menembakan tatapan dingin. Dia segera mengerti maksud Xiu Yue yang dengan sengaja memperlihatkan kondisi di beberapa bagian tubuhnya.
Wajah Xiu Qixuan berubah cepat membentuk kerlingan humor yang tajam, dia tertawa sedikit mengejek lugas tanpa tahu malu berkata; "Sepertinya Tuan Muda Qu bermain begitu kasar. Melihat bahwa kamu tidak dapat menekuk kedua kakimu dengan benar."
Mereka yang mendengar itu tercengang, tidak menyangka bahwa gadis yang belum menikah bisa tanpa tahu malu berterus terang disetiap kalimat yang dilontarkannya.
Xiao Rou diam-diam mencubit pinggang Xiu Qixuan untuk berbisik dengan geraman tertahan; "Nona, tahan dan perhatikan ucapan anda..."
'ugh...'Xiu Qixuan sedikit meringis, ia hanya balas mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Xiao Rou yang sudah memerah malu.
Kemudian Xiu Qixuan kembali berkata datar kepada Xiu Yue; "Apa yang membawamu datang menemuiku?"
Xiu Yue segera berdeham, menstabilkan kembali ekspresinya dan berkata; "Tidak bisakah aku datang untuk melihat Biaojie -ku yang akan segera menjadi Wangfei?"
Xiu Qixuan tersenyum miring, tak percaya; "Heh, yang benar saja. Bukankah kamu datang untuk mengawasiku yang sudah menerima dekrit undangan masuk istana ini atas perintah Wei Guifei niang niang."
Xiu Yue berjalan tenang menuju salah satu kursi dan terduduk nyaman kemudian berkata acuh; "Aiyaa, betapa irinya aku. Biaojie jangan salah paham. Kamu sangat beruntung untuk pergi ke Ibukota dan menikah dengan salah satu pangeran."
Xiu Qixuan menyeringai.
Kedua kakinya perlahan melangkah mendekat, Xiu Qixuan berdiri dihadapan Xiu Yue dan segera mencondongkan tubuhnya; "Kalau begitu segera pergi bercerai dan datang untuk gantikan aku, Yue'er biaomei." Dia berbisik tajam dengan nada berat penuh tekanan disetiap ketukan kalimatnya.
Tubuh Xiu Yue menegang merasakan sensasi hawa dingin yang menusuk punggungnya.
Xiu Qixuan kembali menegakkan tubuh, tampilan di bawah matanya itu memancarkan kesan dingin. Dia berbalik untuk melangkah.
Melihat pungung Xiu Qixuan yang menjauh. Tiba-tiba, Xiu Yue yang bergeming itu berkata dengan ceroboh; "Biaojie, kamu harus berhasil mendapatkan pasanganmu kali ini. Untuk terhindar dari kondisi yang mengerikan dan suram yang disebut 'Perawan Tua'."
Dia melambaikan tangan memberi isyarat perintah pada pelayan pendampingnya. "Aku mengundangmu ke Kediaman Walikota Qu. Akan ada perjamuan untuk Wei Guifei niangniang."
Pelayan pendamping Xiu Yue, yaitu Lingling. Segera memberikan undangan tersebut kepada Xiao Rou.
Langkah Xiu Qixuan terhenti. Ekspresi wajahnya masih stabil tanpa kerutan apapun.
Tanpa membalikan tubuh, Xiu Qixuan berucap dengan sedikit ketidakpedulian dari balik punggungnya; "Xiu Yue, aku khawatir kamu lebih memperhatikan aku daripada suamimu." Dia melanjutkan dengan serangan yang lebih mengerikan. "Saranku sebagai wanita lebih baik kamu memperindah tubuh dan memfokuskan diri pada bagian memiliki bayi di perutmu. Itu sangat membantu untuk menjaga Tuan Muda Qu tetap di bawah kedua kakimu. Karena jika tidak...."
"Kediaman Walikota mungkin akan segera menyambut bunga yang lebih cantik dan indah untuk menghiasinya." Xiu Qixuan melirik Xiu Yue dari sudut ekor matanya dan mendengus; "Yue'er Biaomei bisa tenang. Karena Biaojie -mu ini akan datang dengan membawakan hadiah pernikahan." Kemudian setelah menyelesaikan perkataannya Xiu Qixuan kembali melangkah dan pergi dengan gerak yang halus.
Wajah Xiu Yue menjadi kusam. Dia menatap punggung Xiu Qixuan dengan matanya yang mengerikan seolah-olah berusaha ingin menelannya.
••••••••••••••••
N/T
Biaojie: Kakak sepupu perempuan.
Biaomei: Adik sepupu perempuan
Wangfei : Permaisuri pangeran
Guifei: Selir Agung
niangniang: Yang Mulia/ini dipakai untuk sebutan bagi wanita yang tinggal di dalam harem.