Travel To The World Of Ca Li

Travel To The World Of Ca Li
Peony.., Raja Dari Segala Bunga!



Aula besar istana samping begitu megah. Atap bangunan yang di poles dengan presisi cermat membentuk kepala dan ekor naga kuning yang agung juga pilar-pilar tinggi dengan suasana seremonial yang pekat membuat tekanan yang mulia. Orang-orang tanpa sadar akan merasa tercekat patuh oleh hawa keagungannya.



Di sini ramai namun sangat tenang yang khidmat. Di beberapa sudut, puluhan kasim mengenakan seragam jubah brokat hijau berdiri dengan khusyuk dengan tangan ditangkupkan.


Di dalam aula, para gadis memasang postur yang anggun penuh martabat. Mereka semua langsung berdiri ketika suara kasim senior melengking kencang membuat pengumuman kedatangan Permaisuri, Puteri Mahkota, dan Kedua Selir Kesayangan Kaisar yaitu Wei Guifei dan Shang Shufei.


"Berkah bagi kekaisaran! Kami menyambut Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Puteri Mahkota, dan kedua Niang Niang!"


Secara serempak mereka membungkuk hormat, dengan kedua mata tertuju pada lantai dan tidak melihat keatas sebelum di izinkan.


"Angkat kepala kalian!" Suara wanita yang bermartabat terdengar memerintah, nadanya begitu jernih dan tajam, begitu keras dan dalam, cemerlang yang dingin.


Semua orang mengikuti ucapannya dengan patuh. Mereka mengangkat kepala secara hati-hati memandang ke depan.


Di antara barisan keempat wanita istana yang memiliki status tertinggi dalam harem. Mata Xiu Qixuan mengungkapkan minat yang lebih pada sang Puteri Mahkota.


Dia baru melihat sang Puteri Mahkota secara langsung. Rui Minglan, memiliki perawakan mungil dengan tubuhnya yang molek, dia cantik dan secara alami memancarkan keeleganan bahkan dalam semua gerakan kecil tubuhnya, matanya yang bulat memiliki bentuk seperti biji almond, dengan bibir merah tebal yang kecil, dia terlihat menawan.


Hanya saja satu yang menarik perhatian Xiu Qixuan. Dia adalah Puteri Mahkota, namun tidak ada aksesoris berbentuk phoenix yang seharusnya melekat di tubuhnya.


Rui Minglan memakai gaun merah yang tampak halus dan agak sederhana dengan aksesoris batu ruby merah yang berkilau di atas kuncup bunga emas.



Xiu Qixuan tiba-tiba tersadar dari lamunannya tentang sang Puteri Mahkota ketika suara Permaisuri terdengar berbicara.


"Semua bunga berbakat kekaisaran hadir dan berkumpul harum di sini. Tapi, diantara semua bunga, yang akan tersisa hanya bunga peony." Permaisuri berkata tenang dan melambat. "Mengapa begitu?" Tanyanya.


Ketika Permaisuri berbicara secara alami semua orang akan mendengarkan dengan khidmat. Suasana menjadi menekan sunyi.


Permaisuri berdiri tegak di atas podium, tatapannya menuju kearah para gadis yang berbaris, ketika melihat tidak ada yang menjawab pertanyaannya, alis Permaisuri yang digambar dengan halus dan indah itu sedikit mengencang.


Namun, seorang gadis dengan fasih menunjukan kepandaiannya. "Menjawab, Yang Mulia. Peony adalah elegan dan mewah. Mereka dikenal sebagai raja dari segala bunga." Ini adalah Helan Qianyu. Dia menjawab pertanyaan Permaisuri dengan tenang, bicaranya sopan, sikapnya hormat, jelas tidak rendah namun juga tidak tinggi. Secara cerdas dia tidak menunjukan sifat bangga.


"Sangat bagus, aku telah melihatmu sebelumnya, bertemu dan mengutarkan kepandaianmu hari ini, benar-benar gadis yang pintar." Permaisuri mengangguk sedikit, dia tersenyum puas pada Helan Qianyu yang tersipu, namun wajah seriusnya masih tetap sama.


Permaisuri perlahan mengatakan kalimat yang ditujukan pada semua gadis. "Peony..., raja dari segala bunga. Aku berharap menemukan sekuntum peony yang menjadi terhebat dari yang hebat." Suaranya yang tenang bergema seperti air yang mengalir. Dalam subtansi ini, dia menekankan banyak hal untuk membuat gejolak persaingan semakin terasa. Ini seperti dia hanya akan mengawasi dari kejauhan, tidak perduli jika seseorang melakukan cara yang kotor untuk menang, dia hanya perduli siapa diantara mereka yang pandai dan bertahan untuk merangkak ke posisi tertinggi.


Kompetisi ini memiliki beberapa tahapan juga peraturan. Hanya tujuh sampai sepuluh kandidat gadis pemenang yang sudah lolos berbagai seleksi dapat terpilih untuk bertunangan dan menikah dengan pangeran. Mereka harus melalui berbagai penilaian seperti bermusik, catur, kaligrafi, menyulam, melukis, dan menari. Diakhir, akan di adakan jamuan minum teh bersama dengan ketujuh pangeran untuk kencan pendekatan bagi para gadis pemenang yang sudah terpilih lewat seleksi.


Dan setelah itu..., Pada akhir musim, giliran para pangeran untuk berkompetisi. Akan diadakan kompetisi berburu khusus bagi para pangeran, itu dilakukan untuk memenangkan seorang gadis yang akan mereka pilih untuk di nikahi.


Sungguh konyol bukan? Ini terlihat seperti para gadis adalah barang yang menjadi pusat perebutan dan pertukaran.


Bukankah ini gila ketika gadis yang mereka inginkan malah berakhir menjadi saudara ipar mereka karena mereka kalah dalam perebutan urutan posisi melamar. Dalam maksud tertentu konsep kompetisi ini seperti sengaja dibuat untuk menyulut perang saudara, 'kan?


Takk...


Kuas yang berada dalam genggaman tangan Xiu Qixuan patah menjadi dua keping bagian kala dia mencengkeram benda itu terlalu kuat untuk melampiaskan emosinya yang tampak menggebu.


"Nona, apakah anda membutuhkan sesuatu yang baru?" Pelayan senior datang menghampiri kursinya untuk menanyakan dengan sopan.


"Tidak perlu, terimakasih!" Xiu Qixuan tersenyum tipis, dia segera melambaikan tangan memerintah pelayan itu kembali.


Ini adalah tahapan penilaian pertama yaitu melukis. Xiu Qixuan jelas tidak sedang berusaha namun juga tidak sedang bersantai.


•••••••••••••••••••


Di waktu yang bersamaan, di Istana Dingin. Cuaca panas di luar menyengat masuk melalui kisi jendela yang lapuk. Di dalam bangunan, ini panas seperti api, tidak ada sedikit angin yang berhembus.


"Hei, Ban Xia!" Pria bersurai perak yang berkilau itu bersuara keras, memanggil.


Dia yang sebelumnya tampak tanpa kehidupan, sekarang jelas sedikit berbeda.


"Ya, Yang Mulia?" Ban Xia segera datang dengan menjawab sopan.


Mata gelap seperti danau yang dalam itu menatap Ban Xia tajam. Ekspresinya serius ketika keningnya berkerut, dia berkata: "Kau menaruh banyak tikus di istana. Namun...," Jari telunjuknya terangkat menunjuk pada Ban Xia dengan galak, "... kuperintahkan kau untuk mengatur para tikus itu dengan benar! Dan, jangan sampai menyulitkan Qixuan! Mengerti?!" Ujarnya mengerucut ketus.


"Oh, dan juga kamu harus banyak membantu Qixuan ketika Qixuan sedang kesulitan. Jangan jahati Qixuan!" Tambahnya lagi.


Dia berulang kali menyebutkan nama 'Qixuan' seolah itu adalah mantra.


Itu aneh dan lucu kala melihat Shen Yuan Zi bukan Mozi yang memerintah. Ban Xia mengerjap konyol, mendengarkan ini untuk pertama kali dalam hidupnya.


Ketika Mozi yang memerintah itu akan terasa keren karena penuh dengan tekanan otoritas yang seram. Namun, ketika Shen Yuan Zi melakukan itu sendiri malah menjadi kesangaran yang menggemaskan.


Dia dengan lugas meminta Ban Xia untuk mengatur para bawahan mereka yang tersebar dengan benar. Jangan sampai menyulitkan Xiu Qixuan.


Ban Xia berdeham menekan senyum geli ketika dia menurut, "Baik, dimengerti!"


••••••••••••••••